My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 217 : Aroma Perselingkuhan


__ADS_3

Melati semakin memeluk kepala Indra ke buah dadanya. Bibir nya tidak henti mende sah dan merintih. Sebenarnya Melati sudah memiliki seorang kekasih dan pernah beberapa kali tidur dengan kekasihnya yang berada di luar kota itu, tapi kini saat Melati merasakan bagaimana nikmatnya permainan Indra pada buah dadanya, seketika itu juga Melati langsung lupa pada kekasihnya. Apalagi mereka jarang bertemu karena harus menjalani hubungan jarak jauh.


Melati sendiri tidak habis pikir, kenapa hanya dengan permainan bibir Indra pada buah dadanya saja rasanya sudah begitu luar biasa?! Apakah karena antara dia dengan Indra bukan pasangan sah? Hanya sebatas atasan dan bawahan sehingga sensasi nya lebih terasa daripada dengan kekasih sendiri?!


Ataukah memang karena Indra seorang pria yang sudah berpengalaman dalam bercinta, sehingga mudah membuat Melati mabuk kepayang?! Melati tidak mau berpikir terlalu jauh, yang penting saat ini adalah waktunya bersama dengan Indra!


Beberapa hari berlalu, Indra masih memainkan peran nya sebagai seorang suami yang baik di depan Marisa dan keluarganya. Tapi di sisi lain, Indra juga menjadi atasan yang hot untuk Melati.


Marisa sendiri begitu percaya kepada Indra, apalagi Indra selalu memperhatikan dan memperlakukan Marisa dengan sangat baik. Marisa dan Baby Syailendra selalu mendapatkan kelimpahan kasih sayang dan juga kemewahan dari Indra.


Sementara Melati juga mendapatkan perhatian khusus yang tidak di dapatkan oleh karyawan Indra yang lain. Melati selalu mendapatkan bonus dari Indra setiap minggunya, kendati hampir setiap hari Melati memberikan buah dadanya secara sukarela untuk di nikmati Indra.


Hingga akhirnya hubungan Indra dan Melati sudah berjalan selama tiga bulan dan saat itu usia Baby Syailendra sudah memasuki empat bulan. Melati dan Indra begitu rapi memainkan peran nya di depan keluarga Perdana terutama di depan Marisa seolah Melati dan Indra memang hanyalah sebatas hubungan antara atasan dengan bawahan.


Tapi sepandai-pandainya menyimpan bangkai, pasti suatu saat nanti akan tercium juga bau nya. Dan hubungan antara Indra dengan Melati pun perlahan-lahan terendus juga oleh Andro.


Siang itu Andro yang baru datang dari luar kota langsung meuju ruangan CEO dan menjadi bingung karena mendapati ruangan tersebut terkunci dari dalam.


'Tok tok tok!' Andro mengetuk pintu ruangan CEO.


Tak lama kemudian pintu pun terbuka dan tampak Melati yang tersenyum dengan kepala agak sedikit tertunduk dan sekilas Andro bisa melihat bagaimana wajah Melati bersemu merah.


"Kenapa ruangannya terkunci?" tanya Andro seraya memasuki ruangan CEO dan mendapati Indra sedang nampak sibuk dengan laptopnya.


"Pintu nya memang beberapa hari ini ada kerusakan, Pak Andro. Sering terkunci sendiri" jawab Melati yang tidak masuk akal bagi Andro.


"Apa? Pintu ruangan nya rusak?! Mustahil?! Pintu di semua ruangan perkantoran ini terbuat dari bahan yang paling baik. Tidak pernah ada kerusakan aneh apalagi sampai mengunci sendiri!" kata Andro heran.


"Saya juga tidak tahu, Pak Andro. Maaf saya mau keluar dulu untuk cari makanan" kata Melati lalu bergegas keluar ruangan karena sudah memasuki jam makan siang.

__ADS_1


Andro mendekati Indra di meja kerjanya. "Dra, kamu dengar tadi apa kata Melati?" tanyanya.


"Hm, memang benar apa yang di katakan oleh Melati. Pintu ruangan CEO ini suka eror akhir-akhir ini" jawab Indra tanpa menatap wajah Andro.


"Kamu sudah panggil tukang yang profesional untuk membetulkannya?"


"Ya, nanti biar Nino yang urus!"


"Kenapa baru sekarang kamu urus?! Kalau memang benar pintu ruangan CEO ini rusak, itukan masalah besar! Bagaimana jika sampai ada yang terkunci didalam?!"


"Sudahlah, jangan berlebihan seperti itu!"


"Ini serius, Dra! Pintu ruangan CEO di Perdana Enterprise rusak!"


"Saya kan sudah bilang nanti saya urus!"


Indra seketika itu juga langsung berdiri dari duduknya dan menatap wajah Andro dengan pandangan tidak senang! "Apa maksudnya kamu melontarkan pertanyaan seperti itu?! Kamu menuduh saya dan Melati berbohong?!" Indra tampak berang!


"Kenapa kamu jadi marah?! Saya kan cuma bertanya?!"


"Itu bukan bertanya namanya! Tapi menuduh!"


"Oke, anggap saja saya menuduh! Apakah mungkin pintu ruangan ini benar-benar rusak?! Ataukah ada sesuatu yang kamu sembunyikan bersama asisten pribadi kamu itu?!"


"Kamu mencurigai saya dan Melati ada sesuatu?!"


"Ya, karena saya tidak percaya dengan kata-kata kalian!"


"Terserah kamu!"

__ADS_1


"Dengar ya, Indra! Jangan pernah sekali-kali kamu berani mengkhianati Marisa!" mata Andro melotot. Baru kali ini dalam sepanjang masa hidupnya, Andro berani melotot pada Indra!


"Huh!" Indra mendengus kesal! "Sebegitu nya kamu memperhatikan Marisa sampai-sampai kamu bisa berprasangka buruk kepada saya dan Melati?! Atau kamu memang masih mencintai Marisa hingga kamu sampai saat ini belum mencari penggantinya!"


"Jangan mengalihkan pembicaraan!" Andro berkata keras!


"Sekarang kamu bahkan berani berkata keras kepada saya?! Hei, Andro Perdana! Saya ini adalah kakak kamu! Begitu cinta nya kah kamu pada istri saya sehingga membuat kamu berani bertingkah kurang ajar?!"


"Marisa tetap adalah seorang yang istimewa di hati saya! Itu saya akui! Tapi saat ini saya harap kamu juga mengakui ada apa antara kamu dengan Melati?!"


"Bagus! Ternyata benar dugaan saya, kamu memang masih memiliki perasaan cinta kepada Marisa walaupun dia sekarang sudah menjadi milik saya?!"


"Saya tidak akan tinggal diam kalau kamu berani menyakiti hati Marisa! Saya sudah mengalah dan mengorbankan perasaan saya! Saya tidak mau pengorbanan itu berujung sia-sia!"


"Kamu tidak berkorban! Karena Marisa yang memilih saya!"


"Tapi kalau saya mau, saya bisa saja mempertahankan nya saat itu!"


Indra kehilangan kesabarannya dalam menghadapi Andro! Di remas nya kerah baju Andro dan di layangkannya satu pukulan keras ke wajah Andro!


'Bug!'


Andro terhuyung kebelakang dan menyeka wajahnya yang barusan kena pukul. "Oh, jadi ini pelajaran yang kamu berikan kepada saya?! Sebuah pukulan keras dari seorang yang mengaku kakak! Baik! Terima kasih, Indra Perdana! Saya tidak akan pernah melupakan pelajaran yang telah kamu berikan hari ini kepada saya!"


Indra sedikit terkesiap ketika mendengar kata-kata Andro. Ada satu rasa bersalah kepada Andro yang merayapi hati Indra. Tapi seorang Indra Perdana tidak akan mungkin mau menerima kesalahan dan meminta maaf begitu saja.


"Lupakan semua yang terjadi diantara kita barusan! Sekarang juga kamu keluar dari ruangan ini!" bentak Indra malahan mengusir Andro!


"Baik, saya akan pergi! Tapi saya tidak akan tinggal diam kalau kamu memang ada hubungan gelap dengan Melati! Aroma perselingkuhan yang saat ini saya rasakan tidak akan saya biarkan begitu saja!" tukas Andro geram!

__ADS_1


__ADS_2