
Marisa merasa bingung, bagaimana caranya untuk mengetahui keberadaan Indra saat ini? Siapa yang harus Marisa hubungi? Apakah Herman? Sementara Herman sudah bukan lagi supir pribadi Indra. Ataukah Bella? Tidak mungkin! Waktu Sofie datang ke kantor mencari Indra pun, Bella yang menyarankan agar Sofie bertanya saja pada Herman.
Marisa lalu ingat saat tadi siang makan bersama Indra, Indra sempat mengatakan bahwa dia sering pergi ke bar yang ada di dekat kampus nya dulu. Apakah sekarang juga Indra berada disana? Bukan tidak mungkin!
Marisa segera memeriksa profil Indra untuk mencari tahu dimana kampus tempat Indra kuliah dulu. Setelah mengetahui nya, Marisa pun mencari di google maps tentang bar yang ada di dekat-dekat situ. Ternyata memang ada sebuah bar disana. Bar Alexandre.
"Tapi bagaimana aku mencari Pak Indra kesana? Sekarang hujan deras sekali! Masa aku naik taksi online dan pergi kesana?" batin Marisa.
Tapi Marisa saat ini benar-benar merasa khawatir pada Indra. Terlebih lagi Mama Indra menunggu kabar darinya tentang keberadaan Indra. Marisa merasa mencari Indra saat ini adalah tugasnya.
"Aku kesana saja sekarang. Aku akan naik taksi online untuk pergi kesana. Mama pasti nungguin kabar dari aku. Tapi tunggu dulu! Mama bilang kalau dia mau aku sama Pak Indra saja?! Aku tidak salah dengar! Mama sebut nama Indra! Bukan Andro!
Sebenarnya ada apa ini? Aku tidak mengerti! Aku dan Pak Indra tidak pernah memperlihatkan ada apa-apa didepan Mama. Bagaimana Mama berpikir kalau aku bisa bersama Pak Indra? Walaupun harus aku akui, yang aku cintai memang Pak Indra. Bukan Andro..."
Marisa segera memakai jaket nya dan memesan taksi online untuk pergi ke bar Alexandre yang di perkirakan di datangi Indra malam ini. Sebenarnya Marisa ingin sekali bercerita pada Gery kalau dia akan pergi mencari Indra di tengah malam begini. Tapi Marisa takut mengganggu Gery. Apalagi saat ini sedang dalam keadaan hujan deras.
Marisa keluar rumah dan pergi ke jalan raya untuk menunggu taksi online pesanannya. Tapi alangkah kesalnya Marisa karena ternyata taksi online pesanannya di cancel karena terjadi banjir menuju lokasi Marisa berada.
"Yah! Di cancel lagi! Aku harus pesan taksi online yang lain!" Gulam Marisa dan mencoba membuka aplikasi taksi online untuk memesan lagi.
Saat itulah sebuah mobil berhenti di depan Marisa yang sedang berpayung di pinggir jalan raya. Kaca mobil bergerak turun dan terlihat ada wajah Fero disana.
"Marisa! Mau kemana malam-malam begini?!" tegur Fero.
"Cari taksi online!" jawab Marisa.
"Mau kemana?"
"Mau ke awh!!!" Marisa memekik kaget karena tiba-tiba ada petir menggelegar dengan suara dahsyat!
"Kamu masuk sekarang juga kedalam mobil! Cepetan! Hujan deras begini! Nanti kamu masuk angin!" seru Fero dan membuka pintu mobil untuk Marisa.
__ADS_1
Marisa terpaksa masukkan karena saat itu hujan turun makin deras dan tidak ada gunanya juga berdiri menggunakan payung karena angin menerpa kencang membawa air hujan membasahi pakaian Marisa sebelah bawah.
""Kamu mau kemana?" tanya Fero lagi saat Marisa sudah ada didalam mobil.
"Aku mau ke Senayan, Jakarta" jawab Marisa.
"Ke Senayan?! Mau apa?"
"Cari Pak Indra"
"Cari Pak Indra?" Fero mengerutkan keningnya. "Kenapa kamu harus mencari dia sampai ke Senayan?"
"Mama nya telepon aku. Katanya Pak Indra belum pulang dan HP nya tidak bisa di hubungi. Aku di minta mencari tahu dimana keberadaan Pak Indra"
"Aku gak habis pikir! Kok kamu seperti yang di perbudak sama keluarga Indra?! Dia yang hilang tapi kamu yang harus mencarinya di tengah malam begini! Dan bukankah kamu itu pacarnya Andro?! Kenapa sekarang kamu malah di tugaskan untuk mencari Indra?!"
"Mama nya gak minta aku mencari Pak Indra. Aku hanya di minta untuk mencari tahu keberadaannya. Tapi aku merasa khawatir sama Pak Indra. Aku mau cari dia sendiri! Aku akan memesan taksi online sekarang"
"Aku akan temani kamu cari dia!"
"Aku akan antar kamu kesana! Mana lokasi? Coba aku lihat"
"Tapi Fero, ini udah malam!"
"Aku udah biasa kok syuting sampai pagi di daerah Senayan! Gak masalah kalau aku sekarang harus kesana!"
"Tapi gak enak sama Mbak Niki"
"Niki gak bakal tahu! Aku baru dari rumahnya barusan!"
"Tapi ini mobil siapa? Apakah mobil ini punya kamu?"
__ADS_1
"Bukan, ini yang bos aku. Aku belum bisa buat beli mobil sendiri"
"Gimana kalau mobilnya mau di pake bos kamu?"
"Aman kok! Aku kan besok ada syuting di Bandung dan aku di minta kesana bawa alat-alat fotografi kesana pake mobil ini"
"Tapi kamu gak keberatan kan?"
"Enggak kok! Daripada kamu pergi kesana sendirian! Kalau ada apa-apa terjadi dengan kamu gimana coba?!"
"Kan bukan urusan kamu!"
"Kata siapa?! Aku selalu perduli pada kamu, Marisa! Aku sayang kamu!"
"Kapan kamu perduli sama aku, Fero? Waktu kamu mutusin aku pun, kamu tega ninggalin aku di lokasi syuting padahal aku gak tahu jalan pulang waktu itu..."
Fero meraih tangan Marisa dan menggenggamnya. "Maafkan aku, Marisa. Aku sedang emosi waktu itu karena mendengar kamu ada hubungan gelap dengan Indra! Sekarang kita lupakan saja apa yang telah terjadi! Kita jadi sahabat!"
Marisa menarik tangannya dari genggaman Fero. "Makasih" kata Marisa singkat.
"Ya sudah, sekarang coba aku lihat mana lokasinya"
Marisa memperlihatkan lokasi yang hendak didatangi nya pada Fero lewat HP nya. "Ini. Disini lokasinya"
"Oh, ini bar Alexandre"
"Ya"
"Kamu yakin Indra ada disana?"
"Yakin! Pak Indra yang bilang kepadaku kalau akhir-akhir ini dia sering kesana untuk minum-minum"
__ADS_1
"Oke, kita kesana sekarang" Fero menambah kecepatan mobil nya. Di malam gelap yang berhujan itu Fero membawa Marisa ke arah Jakarta untuk mencari Indra.
"Aku sebenarnya malas untuk pergi mencari Indra! Tapi mau bagaimana lagi? Mana mungkin aku biarkan Marisa pergi kesana sendirian!" batin Fero.