My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 77 : Curahan Hati Indra


__ADS_3

Mama menatap Indra dengan pandangan yang seolah tidak percaya. Bagaimana mungkin Indra mencintai Marisa?! Kekasih dari Andro, adiknya sendiri! Bahkan pada awal kedekatan Marisa dan Andro, Indra yang sangat menolak dengan menjelek-jelekkan Marisa.


"Kamu mencintai Marisa?! Ya Tuhan...! Sejak kapan?!" tanya Mama.


"Entahlah, Mam. Mungkin jauh sebelum Andro mendekati Marisa dan membawanya kesini! Dan kini yang jelas rasa itu semakin hari semakin kuat! Saya sendiri tidak mengerti kenapa saya bisa memiliki perasaan ini?! Kalau saja bisa, pasti saya sudah menghapusnya! Tapi saya tidak bisa!" tutur Indra mencurahkan isi hatinya.


"Dra, kamu tidak boleh menginginkan apa yang jadi milik Andro! Selama ini Andro tidak pernah seserius ini pada seorang gadis. Andro sangat mencintai Marisa. Mama mohon, Dra... Jangan kamu rebut Marisa dari Andro" Mama memohon.


"Saya tahu, Mama tidak usah khawatir. Saya tidak akan mengambil Marisa dari tangan Andro. Tapi saya minta waktu sebentar untuk bisa melupakan Marisa. Saya tidak sanggup jika harus terus menyaksikan kebersamaan mereka!"


"Karena itu kamu kirim Andro ke luar negeri?"


"Ya, tapi bukan untuk agar saya bisa mendekati Marisa! Hanya agar saya punya waktu untuk membuang Marisa dari hati dan pikiran saya! Saya janji akan segera bisa melupakan Marisa! Mama percaya pada saya, bukan?!"


Mama mengangguk. "Mama percaya, Sayang"


"Makasih Mam" Indra memeluk Mama nya dan sang Mama segera membelai-belai punggung putra nya. Ternyata seorang Indra Perdana yang dingin dan arogan bisa manja juga jika berada di hadapan Mama nya.


"Melupakan seseorang tidak akan mudah, Dra. Tapi kamu harus bisa. Kasihan Andro. Kamu sendiri sebaiknya perbaiki hubungan kamu dengan Sofie" kata Mama.


"Iya, Mam. Saya pasti bisa melupakan Marisa. Tapi kalau masalah dengan Sofie, saya tidak bisa menjanjikan apa-apa. Saya sudah tidak sejalan lagi dengan dia. Saya tidak suka sikapnya yang sudah berani menekan saya. Terutama saya sudah berpikir. Untuk apa saya menikah dengan wanita yang tidak pernah saya cintai?! Saya bisa jd melajang sampai kapanpun. Mama bisa dapat banyak cucu dari Andro dan Marisa.


Sepulang Andro dari Turki, kita akan melamar Marisa dan segera mengatur rencana pernikahan Marisa dengan Andro. Saya tidak akan melarang Andro untuk melangkahi saya dalam hal pernikahan"


Mama melepaskan pelukannya dan menatap Indra dengan sedih. "Kamu tidak boleh berkata seperti itu, Dra! Kamu juga harus menikah! Punya keluarga yang bahagia! Punya istri dan anak-anak!"


"Maaf, Mam. Untuk saat ini saya belum kepikiran sampai kesana. Bagi saya komitmen itu tidak penting! Kita bisa punya masa depan yang cerah tanpa harus memiliki seorang istri! Lagipula saya takut kalau pernikahan pada akhirnya hanya akan bisa membelenggu kebebasan saya!"

__ADS_1


"Tapi bagaimana saya Sofie dan keluarganya? Mereka pasti kecewa!"


"Saya akan memutuskan hubungan dengan Sofie secara baik-baik"


"Tapi, Dra! Hubungan kamu dan Sofie belum terlalu jauh, kan? Kamu belum merenggut kehormatan Sofie?"


Indra tidak menjawab.


"Dra, kalau kamu sudah melakukan sesuatu yang jauh dengan Sofie. Kamu harus bertanggung jawab!"


"Tidak, Mam. Saya belum melakukan apapun pada Sofie" kali ini Indra terpaksa berbohong.


Mama menarik nafas lega. "Syukurlah. Mama tidak mau kamu jadi pria yang lari dari tanggung jawab!"


"Tenang saja, Mam. Saya akan selesaikan hubungan saya dengan Sofie secara dewasa dan tidak akan membawa-bawa keluarga"


"Makasih Mama sudah mau mengerti perasaan saya"


Mama jadi merasa sedih. Bagaimana cara menolong Indra. Di satu sisi Mama ingin Indra bisa bahagia, menikah dan memiliki anak. Tapi kenapa wanita yang di cintai Indra justru adalah Marisa? Kekasih dari adiknya sendiri.


*******


Senin paginya, Marisa berangkat ke kantor dengan perasaan yang serba salah. Bingung bagaimana harus menghadapi Indra setelah kejadian Indra memeluknya kemarin.


Dengan langkah kaki yang berat, Marisa menuju ruang CEO, berharap Indra belum ada disana. Marisa membuka pintu ruang CEO dan mendengar ada suara Indra. Indra ternyata sudah ada disana lebih dulu. Tapi tunggu, ada suara lain terdengar sedang bicara bersama Indra.


Suara seorang wanita, terdengar sangat lembut dengan aksen manja. Siapakah wanita itu? Yang ada didalam ruangan CEO bersama Indra? Marisa kenal suara Sofie dan suara yang terdengar saat itu bukanlah suara Sofie.

__ADS_1


Dengan penuh rasa penasaran Marisa mempercepat langkahnya dan kini dia bisa melihat sosok siapa yang ada didalam ruangan bersama sang CEO.


Kayla, ya! Wanita itu Kayla, seorang karyawan yang beberapa waktu lalu meminta Marisa untuk tidak ikut ke Sumedang bersama Indra karena katanya dia ada hubungan gelap dengan Indra dan Indra tiba-tiba memutuskannya setelah kehadiran Marisa.


Lalu kenapa sekarang Kayla ada disini? Apakah antara Kayla dan Indra kembali terjalin hubungan gelap? Lalu bagaimana dengan Sofie?! Dasar pria hidung belang! Sofie kurang cantik dan baik apa coba?!


Saat itu Kayla duduk di atas sofa ruangan bersama Indra dengan sangat dekat sekali! Bahkan Marisa bisa melihat bagaimana tubuh keduanya berdempetan.


Suara Kayla terdengar sangat manja saat bicara dengan Indra dan Indra juga terlihat sangat hangat pada Kayla. Marisa bisa melihat bagaimana saat itu sorot mata Indra berbinar saat menatap Kayla.


Entah mengapa tiba-tiba perasaan tidak enak menjalar dari mata ke hati Marisa. Perasaan yang menyakitkan dan membuat dada Marisa sesak bahkan membuat matanya menghangat.


Marisa belum pernah merasakan seperti ini sebelumnya bahkan saat melihat Fero berkunjung ke rumah Mbak Niki. Padahal Marisa beberapa kali juga pernah melihat Indra bersama dengan Sofie. Marisa tidak pernah merasa sakit hati. Tapi kali ini mengapa rasanya begitu lain? Seolah ada ribuan jarum menusuk hati Marisa!


Marisa melihat bagaimana Kayla menyandarkan kepalanya di bahu Indra. Bahu yang kemarin Marisa pakai bersandar juga saat Indra memeluknya. Bahu ternyaman yang membuat Marisa terhanyut dan tidak mampu melepaskan diri dari dekapan Indra untuk beberapa saat.


Dan saat ini Kayla yang bersandar disana! Indra tidak berusaha menghindar tapi malah merangkul pinggang Kayla! Rasanya Marisa ingin menjerit menyaksikan semua itu!


"Uhuk uhuk uhuk!" Marisa sampai terbatuk-batuk karena berusaha menahan perasaannya!


Saat itulah Indra dan Kayla menoleh bersamaan dan melihat Marisa didepan pintu ruangan.


"Selamat pagi" sapa Marisa kelu.


"Pagi" sapa Kayla ramah sementara Indra tidak menjawab apa-apa.


Indra malah mengetatkan rangkulannya di pinggang Kayla dan mengusap-usap pinggul wanita itu dan terlihat Indra mendekatkan wajahnya untuk membisikkan sesuatu ke telinga Kayla.

__ADS_1


Marisa merasa semakin sakit!


__ADS_2