My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 233 : Keadaan Baby Syailendra


__ADS_3

Dokter sudah memeriksa keadaan Baby Syailendra dan ternyata bayi mungil itu harus dibawa ke rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan kejang-kejang. Bahkan keadaannya sudah setengah sadar antara tidur dan bangun.


Dengan perasaan hati yang hancur, Marisa segera membawa Baby Syailendra ke rumah sakit agar segera mendapatkan perawatan intensif. Air mata Marisa terus menetes melihat bagaimana keadaan buah hatinya yang terbaring lemah dengan keadaan terus mengerang.


"Ya Allah... Bayi sekecil ini harus merasakan sakit... Padahal kemarin dia masih baik-baik saja. Tepat setelah selesai Indra menelepon, tiba-tiba Baby Syailendra rewel dan demam..." keluh Marisa yang saat itu sendirian menjaga Baby Syailendra di ruang perawatan karena Lilis sedang menembus obat di apotek.


Menurut dokter yang menangani Baby Syailendra, bayi itu harus di rawat di rumah sakit karena mengalami demam tinggi dan berkurang kesadarannya. Marisa juga di minta untuk menebus obat yang sudah di resepkan oleh dokter.


Marisa kembali mencoba menelepon Indra tapi masih saja belum aktif. Tentu saja belum aktif karena Indra kembali tertidur pulas setelah melakukan hubungan badan dengan Melati untuk yang kedua kalinya pagi itu.


"Kenapa sih HP kamu belum aktif, Dra?! Ini sudah jam tujuh pagi! Memangnya kamu belum bangun tidur jam segini?!" keluh Marisa dan akhirnya mengambil foto Baby Syailendra untuk dikirimkan ke HP Indra agar saat nanti HP nya aktif, Indra bisa melihat bagaimana keadaan anaknya.


"Aku merasa sendirian... Saat anakku sakit seperti ini, Papa nya malah tidak bisa di hubungi... Andai saat ini ada Andro... Mungkin aku bisa ada teman bicara... Sayangnya Andro sedang berada jauh di Italia... Ya Allah... Kenapa aku jadi ingat Andro?" batin Marisa sedih.


Dan entah kebetulan atau tidak, saat itu HP Marisa berdering keras. Marisa segera mengambil HP nya berharap itu adalah telepon dari Indra, tapi bukan Indra, justru nama Andro yang tertera di layar HP nya!


Marisa segera menerima telepon dari Andro itu, "Halo"


"Assalamu'alaikum, Marisa" terdengar suara Andro.


"Wa'alaikum salam, Andro"


"Selamat pagi, bagaimana kabarnya kamu sama Baby Syailendra? Kalian sudah sarapan?"


"Andro..." Marisa tidak bisa menjawab pertanyaan Andro melainkan mulai terisak-isak.


Tentu saja suara isakan Marisa membuat Andro kaget! "Marisa?! Ada apa?! Kamu nangis?" tanyanya khawatir sekali.


"Aku... Aku... Di rumah sakit... Hks hks hks" jawab Marisa diantara isak tangisnya.


"Kenapa?! Siapa yang sakit?!"


"Baby Syailendra..."


"Ya Allah... Sakit apa?! Sejak kapan?!"

__ADS_1


"Malam tadi dia rewel sekali... Gak mau tidur. Shubuh tadi badannya panas. Aku sudah membawanya ke dokter tapi dokter meminta agar Baby Syailendra dibawa ke rumah sakit. Sekarang dia di rawat di rumah sakit. Keadaan sudah lemah sekali"


"Ya Allah... Syailendra Sayang... Sekarang kamu sama siapa disana?!"


"Sama Lilis tapi dia sedang ke apotek untuk menebus obat. Ada juga Pak Maman di luar"


"Indra mana?!"


"Indra gak ada. Dia sedang keluar kota bersama Melati"


"Ada urusan apa?!"


"Metting dengan klien di Surabaya untuk proyek pembangunan perumahan yang baru"


Andro menghela nafas panjang. Sudah cukup lama Andro berada di Italia dan ternyata perselingkuhan Indra dengan Melati sepertinya masih berlanjut bahkan mereka kini sudah pergi bersama keluar kota!


"Kamu sudah berusaha untuk menghubungi Indra?"


"Sudah dari semalam! Tapi sampai sekarang HP nya belum aktif!"


"Iya..."


"Apakah kamu tidak menghubungi Melati?!"


"Ya Allah, belum! Aku tidak kepikiran sampai kesana! Aku panik dan cuma ingat Indra!"


"Coba kamu telepon Melati! Minta agar Indra pulang sekarang juga!"


"Iya, aku akan segera menelepon nya! Tapi bagaimana jika mereka masih sibuk dengan urusan pekerjaan disana?"


"Marisa! Ini hari Sabtu! Indra tidak pernah mengambil pekerjaan ataupun metting pada hari Sabtu! Kalaupun ada, dia bisa saja meninggalkan pekerjaannya itu! Indra bisa mengutus orang lain untuk menggantikan posisinya! Apalagi ini urusan keluarga!"


"Iya... Mudah-mudahan..."


"Kamu telepon Melati sekarang dan beritahu saya bagaimana hasilnya! Kalau Indra memang tidak bisa pulang ke Jakarta untuk menemui Baby Syailendra, saya yang akan pulang sekarang juga untuk menggantikan posisi Indra menjaga Baby Syailendra!" suara Andro terdengar penuh ketegasan!

__ADS_1


Marisa merasa bagaimana hatinya tersentuh dengan perhatian Andro yang begitu besar. Memberikan kekuatan kepada Marisa agar bisa menghadapi masalahnya saat ini.


"Makasih ya, Andro... Makasih banyak atas perhatian kamu kepada Baby Syailendra..." kata Marisa penuh haru.


"Ya, sama-sama Marisa" kata Andro.


Marisa menutup teleponnya dengan Andro dan kini mencoba untuk menghubungi Melati. Ada nada sambung yang menandakan bahwa HP Melati aktif, tapi Melati tidak mengangkat telepon dari Marisa.


Beberapa kali Marisa mencoba tapi hasilnya sama saja. Melati tidak mengangkat telepon darinya.


Marisa merasa tidak kesal sekali! Bagaimana bisa Melati tidak menganggap telepon nya?! Tidak mungkin seorang wanita belum bangun tidur padahal jam segini!


"Ya Allah... Kenapa Melati tidak mengangkat telepon ku?! Apa yang sebenarnya terjadi disana?! Apakah ada sesuatu dengan Melati dan Indra?!" Marisa mulai merasa curiga. Naluri nya sebagai seorang istri berkata ada sesuatu yang tidak beres di Surabaya antara Melati dengan Indra!


"Bagaimana sekarang?! Apakah aku bilang sama Andro kalau Melati juga tidak bisa di hubungi?! Tapi aku tidak mau menggangu Andro... Yang ada nantinya dia akan merasa khawatir dan pulang ke Indonesia" Marisa benar-benar merasa bimbang.


Saat Marisa bingung seperti itu, Andro kembali menelepon karena tidak ada kabar lagi dari Marisa. Andro begitu khawatir dan tidak sabar untuk menghubungi Marisa kembali.


"Halo" Marisa mengangkat telepon dari Andro.


"Halo Marisa, bagaimana Melati? Apakah bisa di hubungi?" tanya Andro.


"Dia tidak mengangkat telepon dariku" jawab Marisa dengan suara lemah.


"Keterlaluan! Saya akan segera pulang! Saya akan memesan tiket pesawat ke Jakarta sekarang juga!" kata Andro tegas!


"Tapi, Ndro. Kamu kan sedang dalam keadaan sibuk disana" Marisa merasa tidak enak kalau harus mengganggu pekerjaan Andro.


"Saya tidak perduli! Saya bisa mengatasi masalah disini! Tapi saya tidak mungkin bisa membiarkan kamu dalam kesusahan disana! Apalagi Baby Syailendra! Anak itu butuh pendampingan disaat seperti ini!"


Air mata Marisa kembali menetes karena merasa trenyuh dengan perhatian Andro yang luar biasa kepada dirinya dan Baby Syailendra.


"Ndro... Aku gak tahu harus berkata apa. Aku malu karena selalu merepotkan kamu tapi aku benar-benar sedang membutuhkan seseorang saat ini... Aku takut kalau Baby Syailendra kenapa-kenapa" kata Marisa.


"Kamu ini bicara apa sih, Marisa! Kamu sama sekali tidak merepotkan saya! Kamu dan Syailendra adalah bagian yang terpenting dalam kehidupan saya!"

__ADS_1


__ADS_2