My Arrogant CEO

My Arrogant CEO
BAB 240 : Perkataan Marisa


__ADS_3

Indra bertemu dengan Andro saat mereka makan malam bersama malam itu. Indra langsung merasa tidak enak. Pahamlah Indra kalau kepulangan Andro dari Italia pasti adalah karena khawatir pada Baby Syailendra yang sedang sakit.


"Hai, Andro. Kamu sudah pulang dari Italia?" tanya Indra dengan nada suara menyindir.


"Iya" jawab Andro.


"Bagaimana dengan pekerjaan di Italia?! Apakah kamu sudah bisa menghandle nya?! Lagipula kamu tidak meminta izin dulu kepada saya kalau kamu akan pulang ke Indonesia!"


"Saya sudah menyelesaikan pekerjaan saya disana. Lagipula kamu tidak usah khawatir. Saya ada asisten pribadi yang bisa di percaya disana selama saya berada disini!"


"Oh ya?! Siapa dia? Seorang wanita bule kah?"


Andro tersenyum sinis, "Tidak, Indra! Saya memiliki seorang asisten pribadi pria disana. Namanya David"


"Hm... Semoga saja dia bisa di percaya!"


"Insya Allah. Saya lebih merasa nyaman memiliki seorang asisten pribadi pria. Tidak akan ada gosip atau fitnah nantinya" kata Andro sambil menatap tajam pada Indra.


Indra langsung merasa tidak enak hati dan juga khawatir dengan kata-kata Andro. Maka itu Indra tidak berani untuk menekan Andro terlalu jauh karena khawatir kalau Andro akan mengungkapkan tentang perselingkuhannya dengan Melati kepada Marisa. Apalagi saat itu Marisa juga sedang ada bersama mereka.


"Kamu begitu khawatir nya ya kepada Baby Syailendra? Sehingga kamu langsung pulang ke Indonesia?!" tanya Indra lagi.


"Iya, saya sangat khawatir. Apalagi menurut Marisa, sudah dua malam Baby Syailendra tidak mau tidur dan demam! Jadi saya langsung pulang ke Indonesia dan menyusul Marisa ke rumah sakit" jawab Andro.


Indra melirik Marisa. "Oh, jadi kamu memberi tahu Andro tentang keadaan Baby Syailendra?! Dekat juga ya hubungan antara kalian?"

__ADS_1


"Aku tidak bisa menghubungi kamu, kebetulan Andro yang menelepon aku dan menanyakan kabar Baby Syailendra. Jadi aku ceritakan saja semuanya tentang keadaan Baby Syailendra"


"Tapi sebaiknya kamu tidak usah memberitahu Andro sampai semendetail itu sehingga membuat Andro khawatir dan langsung pulang" Mama jadi ikut bicara.


"Baiklah, saya minta maaf. Tapi keadaan saya malam itu memang sedang galau sekali! Saya dan Lilis berada dalam kepanikan yang luar biasa dan kami tidak tahu harus berbuat apa lagi" kata Marisa lalu segera berdiri untuk meninggalkan ruangan makan itu. "Maaf, saya duluan. Saya mau melihat keadaan Baby Syailendra dulu. Kasihan juga Lilis belum makan" kata Marisa lalu melangkah pergi.


"Saya tidak suka kalau kamu terlalu memperhatikan Marisa dan Baby Syailendra, Andro!" kata Indra pada Andro setelah Marisa meninggalkan ruangan makan.


"Lalu kamu sendiri kenapa tidak bisa di hubungi?! Sabtu kemarin itu kamu melakukan apa saja dengan melati?!" Andro malah balik bertanya.


Indra tidak menjawab melainkan segera menyusul Marisa ke lantai atas dan mendapati kalau Marisa sedang menunggui anaknya yang masih tertidur pulas. Sementara Lilis sudah meninggalkan kamar itu.


Indra yang sebenarnya mulai merasa bersalah kepada Marisa sejak dirinya tidak bisa menepati janji untuk pulang pagi-pagi sekali segera mendekati Marisa dan memeluknya.


"Ya, aku juga sudah memaafkan kamu" Marisa menyandarkan kepalanya di dada Indra.


Indra semakin erat memeluk Marisa dan menciumi rambutnya. "Jangan pernah hubungi Andro lagi saat kamu sedang membutuhkan saya, ya?!"


"Iya... Aku juga minta maaf tentang hal itu. Aku bingung sekali malam itu. Kebetulan Andro menelepon aku..."


"Saya janji akan selalu ada saat kamu dan Baby Syailendra membutuhkan saya!"


"Aku juga mulai berpikir untuk kembali ke kantor. Aku tidak mau kalau Melati terus menjadi asisten pribadi kamu, Ndra. Baru satu kali pergi ke luar kota bersama saja, kamu langsung tidak ingat untuk menghidupkan HP!" kata Marisa tiba-tiba menyinggung tentang Melati.


Indra merasa kaget mendengar kata-kata Marisa itu. Bagaimana mungkin Marisa kembali ke kantor sekarang? Pertama, Indra tidak ada alasan untuk memberhentikan Melati dari posisi sebagai asisten pribadinya. Kedua, Indra baru saja mendapatkan Melati seutuhnya dan masih membutuhkan wanita itu.

__ADS_1


"Kamu sebaiknya fokus dulu mebgurud, Baby Syailendra, Sayang. Bagaimana pun juga Baby Syailendra masih sangat kecil. Dia belum ada setahun. Nantilah kalau dia sudah setahun, baru kamu kembali ke kantor. Apalagi Baby Syailendra baru saja keluar dari rumah sakit" kata Indra sambil mengelus-elus punggung Marisa.


"Tapi aku tidak enak hati! Aku merasa ada sesuatu antara kamu dengan Melati! Kamu sampai segitunya tidak bisa memprioritaskan anak kita yang sedang sakit!" kata Marisa kesal.


"Saya minta maaf, Marisa. Semuanya bukan karena Melati, tapi karena saya sedang tidak enak badan kemarin"


"Lalu kenapa tadi aku mencium wangi farfum wanita di baju dan jas kamu?! Itu pasti wanginya Melati, kan?! Sedekat apa kalian sampai wanginya menempel pada pakaian kamu?!"


Indra menggelengkan kepalanya. "Ya ampun, Marisa Sayang. Melati dan saya kan duduk bersebelahan saat kami berada didalam pesawat menuju Indonesia. Pasti wangi farfum nya menempel di baju saya! Apalagi Melati itu aneh! Dia memakai parfum dengan wangi yang sangat menyengat sehingga bisa tercium sampai ke seluruh ruangan!"


Marisa menatap tajam mata Indra. Entah mengapa hati Indra merasa tergetar hebat melihat bagaimana tatapan istrinya saat itu.


"Kamu tidak sedang berdusta, Indra Perdana?!" tanya Marisa dingin.


Indra mengalihkan pandangannya dari Marisa. "Kamu bicara apa, Marisa?! Mana mungkin saya membohongi kamu?! Saya sangat mencintai kamu!"


"Aku juga mencintai kamu, Ndra! Bahkan aku mencintaimu melebihi rasa cintaku kepada diri sendiri! Aku selalu memaafkan semua kesalahan yang pernah kamu lakukan selama ini kepadaku! Aku juga akan selalu memaafkan semua kesalahan yang disengaja maupun tidak yang kamu lakukan kepadaku! Yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi! Tapi satu hal yang perlu kamu camkan baik-baik! Aku akan memaafkan semua kesalahan kecuali satu kesalahan yang bernama perselingkuhan! Bagiku tidak ada kata maaf jika kamu berani mengkhianati kepercayaan ku!" tutur Marisa tegas.


Indra menelan ludahnya, terbayang kembali dimatanya saat bergumul dengan Melati di atas ranjang hotel. Seketika itu juga bulu kuduk Indra meremang.


"Kamu paham kan, maksud perkataan ku?!" tanya Marisa.


"Iya, saya paham. Kamu tidak usah khawatir. Saya akan segera menyingkirkan Melati jika kamu tidak suka dengan keberadaannya dan kamu bisa segera kembali ke kantor sebagai asisten pribadi saya" kata Indra.


"Aku beri waktu sampai Baby Syailendra menginjak usia satu tahun!"

__ADS_1


__ADS_2