
Bella dibaringkan di ruang tengah rumah bagian atas. Mereka semua sangat terkejut dengan kondisi Bella yang berantakan. Entah apa yang terjadi pada gadis itu, tapi di beberapa bagian tubuhnya tampak beberapa luka lebam seperti bekas pukulan bahkan wajahnya membengkak dan merah.
Melihat kondisi sekretaris nya seperti itu membuat Philip bingung sekaligus risau. Tak pernah dia melihat Bella dalam kondisi separah ini, kalau pun lecet pasti karena ulah Philip yang mengerjai sekretaris nya itu habis-habisan.
Pria itu duduk di samping Bella dan menatap wajah gadis itu terus menerus sambil menggaruk-garuk dagunya sendiri seraya memikirkan apa yang sebenarnya terjadi pada Bella.
"Cher bagaimana ini, kenapa dia gak sadar juga!? apa mungkin dia mati!!" mata Philip terbelalak sambil menatap Cherry yang sedang membawa bakul air hangat untuk kompres luka temannya itu.
Cepat-cepat Philip mendekatkan wajahnya ke arah Bella dan memeriksa nafas dan denyut nadi gadis itu.
Dia berada dalam posisi yang sangat dekat, matanya menatap wajah Bella sontak luka lecet di ujung pipi gadis itu membuat hati Philip teriris, tangannya menyentuh luka itu," grrhhh bajingan mana yang melakukan ini pada sekretaris ku!!!" kesal Philip .
Cherry hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Philip. Dia pikir Philip tidak akan seperhatian itu pada Bella. Namun saat melihat Philip sedetik kemudian dia terbelalak melihat apa yang dilakukan Pria itu.
Philip menyibakkan kaos Bella dan menatap collar Bone(tulang bahu) gadis itu dengan mata membulat sempurna.
"Kak apa yang kakak lakukan!! dia itu perempuan!!!" teriak Cherry yang langsung mendekati Philip.
"Dia bukan perempuan, Cher... lihat ini!!!" ucap Philip. Beberapa detik lalu dia melihat ada bercak biru di leher gadis itu, dia tak yakin apa itu tapi rasanya bercak itu familiar bagi seorang pria yang sering terkena gebukan sahabat sahabatnya itu.
Lebam membiru yang tampak di bagian tulang bahu gadis itu serta bagian leher yang merah seperti terkena cekik. Cherry mendekat, betapa terkejutnya dia saat melihat hal itu di leher Bella.
"Ya Tuhan apa yang terjadi pada Bella!!!!" Cherry meletakkan baskom airnya dan duduk di sisi lain gadis itu lalu langsung mengecek tubuh Bella.
"kak tutup mata! aku mau cek badan Bella!" ucap gadis itu.
"cek aja, toh aku udah pernah lihat!" celetuk Philip.
Cherr menatap Philip kesal," ihhh gak boleh lihat, sana bantu Grape naik ke atas, bangunkan kak Bian juga!" kesal Cherry yang langsung mendorong Philip dari sana.
"Cherr kakak penasaran tau!" ucap Philip seraya menatap Cherry dengan tatapan memelas.
"GAK BOLEH! PERGI SANA!" tegas gadis itu dengan tatapan tajamnya.
__ADS_1
"CK... iya iya dasar ibu kost!" ketus Philip seraya memanyunkan bibirnya.
Pria itu beranjak keluar dari ruang tengah, dia mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
"Cari tau apa yang terjadi pada Bella dua Minggu terakhir, juga cari informasi tentang keluarganya dan cek pria bajingan itu, apa dia masih mendekati Bella, ku tunggu dalam 30 menit!" titah pria itu. Tatapan matanya begitu datar dan dingin. Tak pernah dia menunjukkan sisi ini pada siapa pun kecuali ketiga pria sahabat baiknya itu
Dia tampak mengepalkan kedua tangannya, ini bukan kali pertama dia menemukan luka lebam di leher Bella, dia pernah memergoki Bella sedang mengganti kaosnya di kantor. Itu pun bukan disengaja, dia tak tau ada Bella di dalam ruangannya, pria itu asal masuk dan melihat Punggung dan perut Bella yang dibalut dengan banyak perban dan luka lebam di sekujur tubuhnya yang bahkan tidak diketahui oleh Cherry, Alesha dan Sarah.
Saat itu juga dia menginterogasi Bella. Ternyata ada seorang pria yang mendekati nya dan tampak tergila-gila padanya. Belum lagi pria gila itu adalah orang yang dijodohkan dengan Bella oleh Tante Bella sendiri. Pria itu bukannya berlaku lembut untuk menarik perhatian Bella melainkan dia malah menyakiti gadis itu dengan memberikan serangan fisik saja Bella tidak menuruti keinginannya.
Bella saat itu menceritakan semuanya pada Philip dengan syarat agar Philip tidak memberitahu siapa pun termasuk sahabat-sahabatnya tentang luka yang dia dapatkan itu. Dia tak ingin menambah beban sahabatnya.
Philip mengeraskan rahangnya, " tak ada yang boleh menyentuh sekretaris ku selain aku, siapa pun yang berani melakukan itu pada Bella akan habis di tanganku!!!" geram Philip.
Pria yang biasanya terlihat jenaka dan sering tertawa dan melawak itu kali ini tampak sangat berbeda dengan aura mematikan.
"Ada apa dengan wajahmu?" Suara Grape yang baru naik ke lantai atas bersama Alvaro dan Hansel terdengar di telinga Philip. Pria itu segera mengubah raut wajahnya karena ada anak anak disana ,tentu saja dia tak ingin anak-anak malah takut padanya.
Grape mengangguk paham, "dimana Cherry?" tanya Grape.
"Di ruang Tengah, Bella datang kesini tapi dia pingsan, kami membaringkannya di ruang tengah, "jelas Philip.
"Cherry!!" panggil Philip dengan suara lantang.
"Ehh iya ada apa kak? kenapa teriak teriak aku sedang..." gadis itu berhenti bicara saat melihat Hansel dan Alvaro disana. Kondisi Bella tak boleh diketahui oleh kedua anak itu. Mereka takut kalau keduanya akan merasa takut dan traumanya kembali.
"Ahh... kalian sudah bangun!?" ucap Cherry sambil tersenyum ramah pada kedua anaknya.
"Good morning mom!!" seru keduanya sambil menghampiri Cherry yang berjongkok di depan mereka dengan merentangkan kedua tangannya.
Alvaro dan Hansel memeluk Cherry sebagaimana biasa mereka menyambut ibu angkatnya itu.
"hmmm wangi sekali, apa kalian mandi!?" tanya Cherry sambil mengecup kedua bocah itu.
__ADS_1
"He em.. mandi bareng Daddy dan Abang!" celetuk Hansel dengan senyum sumringah.
Cherry melirik suaminya, pria itu membalas tatapannya dengan tatapan jahil seraya mengedipkan sebelah matanya," kami sudah mandi semangka kecil!" Celetuk Grape .
Seketika wajah Cherry merona dia mengalihkan perhatiannya dan menutup wajahnya yang memerah.
"CK... dasar mesum!!" gumam gadis itu .
"Cher kamu mandi gih, setelah itu pergi keluar belanja bareng anak anak, ada yang mau kamu bicara bareng Grape," Ucap Philip.
"ini tentang Bella," ucap pria itu lagi agar Cherry paham tujuan Philip. Gadis itu mengangguk paham.
"Ahh baiklah aku akan bawa anak-anak sekaligus sarapan pagi," ucap Cherry yang paham dengan kode dari Philip.
"Anak-anak ayo makan pagi dulu setelah itu kita keluar buat jalan-jalan!" seru Cherry dengan penuh semangat.
"Jalan-jalan? Wahhh yeaayyyy jalan-jalan!!!" seru Hansel sedang Alvaro hanya tersenyum seperti biasa.
Cherry dan kedua anak ayam masuk ke dalam ruang bawah tanah untuk bersiap.
Grape menatap istrinya,"CK... tidak bisa dibiarkan!" ucap pria itu tiba-tiba.
Philip terkaget-kaget," lah kenapa lo dodol!!" ketus pria itu.
"Aku butuh Supir dan pengawal serta semua mobil terbaik untuk mereka, jangan sampai istri dan anak anakku dalam bahaya!" ucapnya tiba tiba.
.
.
.
like, vote dan komen
__ADS_1