
Ruangan tuan Raharja hancur berantakan begitu juga dengan seisi rumah pria itu. Semuanya berantakan, barang barang kaca dan keramik yang harganya berkisar jutaan rupiah hancur begitu saja di atas lantai seolah tak ada harganya. Semuanya teronggok begitu saja di atas lantai dengan keadaan mengenaskan.
Foto pernikahan dan foto keluarga tersohor itu berserakan di atas lantai. Tampak seorang pelayan rumah itu berlari menuju ruangan tengah dimana asap rokok mengepul . Tampak tuan Raharja sedang duduk disana sambil menyesap rokoknya dan memandangi dokumen dokumen panggilan dari pihak kepolisian pada istri dan putri kesayangannya yang dia dapatkan dari pelayan rumah saat dia pulang dari perjalanan bisnisnya.
Kepala pelayan rumah itu berlari dengan terburu-buru sambil membawa sebuah kotak yang entah berisi apa tetapi dikemas seperti sebuah kado yang dibungkus dengan rapi dan cantik dari luar.
“ tuan , ada kiriman untuk anda, saya tidak diberitahu nama pengirimnya,” ucap orang itu dengan nafas ngos-ngosan, pasalnya dia berlari terburu buru menuju ruangan tengah dimana biasanya tempat keluarga berkumpul.
“ Kiriman? Siapa?” tanya pria itu sambil menaikkan alisnya, dia sudah cukup pusing dengan berita penangkapan istrinya dia tak bisa lagi memikirkan siapa yang mengirimkan hadiah di tengah keributan besar yang menyeret nama nyonya Amira dan Viona ini.
Pelayan itu meletakkan kotak itu di atas meja tepat di depan tuan Raharja. Pria yang sudah mulai berkeriput itu memandangi benda berlabel C itu.
“ C?” ucap pria itu penasaran.
“Tuan diminta untuk membuka sendiri kotak ini ,” ucap kepala pelayan itu pada tuan Raharja dengan nada takut jika sampai tuan besarnya itu melimpahkan kemarahannya pada dirinya.
Tuan Raharja mendekati kotak itu dan menyentuh pita merah yang membungkus kotak berwarna putih gading itu. Kotak yang cukup besar dan mewah, dari siapa gerangan yang mengirimkan hadiah sebesar itu padanya.
Tuan Raharja menarik satu persatu pita yang melilit benda kubus itu.
Dia dengan rasa penasaran membuka penutup kotak yang bertuliskan,” surprise,” itu.
Tuan Raharja mengangkat penutup kotak putih itu dengan perlahan hingga tampaklah isinya yang masih ditutupi dengan rapat oleh kertas pembungkus kado berwarna putih.
“ apa ini?” pikir tuan Raharja dengan rasa penasaran yang sangat besar. Bahkan para pelayan yang berada disana juga penasaran dengan apa yang dikirimkan pada tuan besar mereka.
Tuan Raharja menarik kertas itu dan betapa terkejutnya dia saat melihat lima buah kepala tikus yang di potong terpajang disana dan masih berlumuran darah lengkap dengan plat mobil yang sudah peyok dan tampak lusuh seperti sudah lama tidak dikeluarkan. Dan tahun pembuatannya adalah sekitar 20 tahun yang lalu terlihat jelas dari habisnya masa berlaku plat kendaraan itu.
__ADS_1
Mata tuan Raharja terbelalak dengan sempurna saat melihat benda benda itu disana. Seketika dia mengingat tragedi besar yang terjadi 20 tahun lalu saat dia dengan begitu keji menghancurkan keluarga Cornelius dan membunuh kedua orangtua anak anak yang kini membalaskan dendam padanya sebagai balasan atas kematian kedua orang tua mereka.
Tuan Raharja menatap Benda itu,” si... siapa.. siapa yang mengirim ini katakan padaku!” pekik pria itu histeris dengan rasa takut yang menjalar ke seluruh tubuhnya saat melihat barang-barang mengerikan yang tergeletak di dalam kotak itu. Belum lagi tulisan “ pembunuh “ di bagian dalam kotak yang ditulis dengan darah dari tikus tikus besar yang kepalanya di potong dan disusun sedemikian rupa di dalam kotak itu.
Tubuh tuan Raharja gemetaran saat melihat barang barang itu, seketika suara suara aneh menyeruak di telinga semua orang di dalam rumah itu. Suara yang entah muncul dari mana terdengar di tengah ruangan besar itu.
Tuan Raharja dan para pelayan menatap seisi rumah dan mencari dari mana sumber suara misterius yang sangat berisik itu berasal.
“Srrhhhhhhhhhj.... swowooshhshhhhhhh”
Suara yang sangat berisik berhasil mengganggu pendengaran orang-orang di dalam rumah itu. Entah siapa yang melakukannya , yang jelas mereka semua merasakan teror yang mengerikan di dalam ruangan itu dengan suara suara misterius yang memenuhi ruangan itu membuat telinga mereka sakit.
“ Siapa itu bajingan , siapa yang mencoba main main dengan keluarga Raharja!!” pekik pria itu mulai menggila saat mendengar suara suara misterius itu.
“ Siapa itu!!” pekik tuan Raharja dengan suara keras dan menggelegar di dalam ruangan rumah itu. Semua pelayan melarikan diri dan berteriak histeris saat mendengar suara yang sangat menyeramkan itu. Tanpa sepengetahuan tuan Raharja kepala pelayan wanita yang mengantarkan kotak tadi juga telah menghilang dari hadapannya saat mereka semua dialihkan dengan suara suara misterius itu.
Tuan Raharja semakin panik tak ada siapapun di sampingnya , dia ketakutan. Lampu di rumah itu berkelap kelip seperti ada yang sedang mengontrolnya. Bahkan seluruh layar televisi di ruangan itu menampilkan gambar yang sama. Gambar sisa potongan tubuh tikus-tikus yang sudah di penggal kepalanya dan masih berlumuran tergeletak di dalam mobil mainan yang disetting seolah sedang mengalami sebuah kecelakaan besar dengan foto tuan Raharja yang diedit sedemikian rupa seolah dia menjadi dalang dari kecelakaan besar itu.
Dia menatap seisi ruangan dengan nanar, “ siapa itu, siapa kau bajingan, tunjukkan wajahmu padaku sialan!" pekik tuan Raharja dengan suara gemetar.
Drap drap drap swooaahhhh
Suara langkah kaki terdengar jelas entah lewat dari mana. Tuan Raharja sampai melihat kesana kemari tetapi tak menemukan siapa pun yang melakukan hal itu padanya.
Tiba tiba seseorang lewat dari belakangnya tetapi tak tau siapa sosok berpakaian biru terang itu. Bulu kuduknya seketika merinding saat melihat rambut biru khas keluarga Alchemis yang juga sudah dia musnahkan .
“ ti... tidak mungkin itu dia.... tidak.. wanita itu sudah mati!" pekik tuan Raharja dengan ketakutan yang menjalar ke seluruh tubuhnya.
__ADS_1
“ siapa kau sebenarnya!!" pekik tuan Raharja sambil berjalan dengan cepat ke arah laci ruangan itu dan mengambil senapan api yang dia simpan disana. Entah untuk apa pria itu menyembunyikan senapan api di ruangan keluarga.
“ Siapa kau tunjukkan dirimu bajingan sialan, beraninya kau bermain main denganku!” pekik tuan Raharja.
Di saat yang sama seorang wanita masuk dengan penampilan menyeramkan. Gaun biru dan kepala yang dilumuri dengan darah segar berlari dengan cepat ke arahnya sambil mengeluarkan suara tangisan yang sangat menyeramkan.
“a.... arhhhh huhuhuhu.... suamikuuuuu..!” pekik perempuan itu sambil berlari ke arah tuan Raharja dan memeluk pria itu sampai dia juga ikut bersimbah darah segar yang melumuri seluruh tubuhnya akibat ulah wanita itu.
“ tii... tidak mungkin kau Versha... ti... tidak ... siapa kau jal4ng!!" tuan Raharja gemetar ketakutan saat melihat perempuan dalam sosok mendiang istrinya yang telah meninggal terjatuh dari lantai dua rumah itu dengan kondisi mengenaskan dan tubuh berlumuran darah dengan gaun biru dan rambut khas keluarga Alchemis yang terkena lumuran darah itu.
Tubuh tuan Raharja sampai lemas tak bertenaga saat perempuan itu memeluknya.
“ Ini aku.. huhuhuuuuu... suamiku aku merindukanmu ayo ikut dengankuuuu...” pekik wanita itu histeris sambil mengangkat tangannya dan mengayunkan tangan kecil itu ke leher tuan Raharja hingga...
Jlebbbb......
Sebuah alat suntik tertancap di leher pria itu.
“ akhhh... a...apa yang kau....
Bruk....
Tuan Raharja terjatuh ke atas lantai begitu saja setelah mendapatkan suntikan itu tepat di pembuluh darahnya.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen