
Semua rekan dan sahabat sahabat pasangan bar-bar yang sah di mata hukum melakukan pernikahan terkejut bukan main saat Philip dan Bella mengumumkan bahwa mereka sudah menjadi suami istri.
Dengan pemberkatan seadanya di depan muka agama dan pencatatan sipil. Philip sengaja melakukan acara pemberkatan pernikahan mereka hanya dihadiri oleh sahabatnya dan juga sahabat Bella. Tentu saja hal ini sangat mengejutkan bagi mereka tetapi Philip dan Bella punya alasan yang kuat untuk segrra melaksanakan pernikahan dadakan baik secara hukum maupun agama.
Resepsi yang besar akan dilakukan sebulan lagi setelah semua masalah mereka beres. Philip dan Bella sama sama dijodohkan dengan orang yang tidak mereka inginkan, dengan menikah mereka berharap akan bebas dari kejaran orangtua merek yang gila.
Keduanya memiliki masa kelam yang begitu ingin dilupakan, tetapi takdir mempertemukan dua manusia dengan luka yang sama dan penderitaan yang sama karena ulah keji dari orangtua masing masing.
Cherry memeluk sahabatnya sambil menangis haru, dia tak menyangka kalau Bella akan menikah dengan cara yang mendadak seperti ini. Bahkan pernikahan ini membuat penerbangan Phineas dan Alesha tertunda, mereka tak igin melewatkan waktu penting bagi sahabat mereka.
“ Bella... kamu harus bahagia...” ucap Alesha sambil tersenyum dengan wajahnya yang pucat karena akhir akhir ini kondisi kesehatannya kembali menurun.
“ Tak kusangka akan seperti ini Bel... “ ucap Sarah.
“ Apa dia sudah tahu Bel? Tentang...” Cherry menatap Bella dengan serius, ingin dia membicarakan tentang masa lalu Bella yang kelam dan fakta tentang diri perempuan itu, tetapi Cherry adalah orang yang sangat berhati-hati sampai menyinggungnya saja pun dia berbisik.
Bella mengangguk sambil menangis bahagia, dia hanya mengenakan gaun brukat putih panjang dengan rambut hitamnya yang digerai dan make up tipis hasil karya Cherry.
“ Dia sudah tahu, sebenarnya banyak hal yang terjadi beberapa hari ini Cher... banyak hal yang terungkap,tapi dia..” Bella menatap suaminya yang sedang tertawa bersama kedua anak ayam dan para pria ,” Dia menerimaku dengan tulus, aku sempat berpikir kalau pria ini akan menolakku, tapi kami... kami telah merajut cinta bersama dan kuharap dia akan selalu bersamaku sampai akhir hayatku..” ucap Bella.
“ Tunggu dulu..” ucap Sarah tiba-tiba.
“ Kau sudah menyukainya sejak lama kan?” tanya Sarah dengan tatapan menyelidik, sebab persaaan Bella hanya Cherry dan wanita itu yang tahu.
“ Ehh.. i..iya... maaf tidak pernah cerita, aku hanya bilang pada Cherry, kupikir dia akan memberitahu kalian,” ucap Bella sambil tersipu malu.
“ Wahhh kalian ini ya, mulai main rahasiaan..” celetuk Sarah sambil berkancah pinggang .
“ Seperti kamu nggak saja rah..” bisik Cherry sambil menoel hidung mancung gadis itu dan melirik ke arah Dante yang sejak tadi mencuri curi pandang pada Sarah.
Sarah menarik lengan Cherry, pipinya memerah dan dia bersembunyi di balik lengan wanita itu.
“ jangan bilang bilang ihhh...” bisik Sarah yang malah jadi salah tingkah karena sejak awal acara, Dante terus memperhatikan dirinya.
__ADS_1
“ Wahh kau..” Bella menunjuk Sarah sambil menyipitkan kedua matanya,” kau suka ya...” bisik Bella sambil melirik Dante.
“ belll.... jangan bilang bilang ihhh...” Sarah yang biasanya garang berubah jadi anak kucing yang malu malu karena dilihat oleh seseorang yang menarik hatinya.
“ Wahhh hahahhaha... jadi sebentar lagi kau juga akan punya pasangan ya.. selamat Sarah...” ucap Alesha sambil tersenyum ceria sekalipun tubuhnya tidak mendukung.
Di saat yang sama Phineas mendekati merka lalu memasangkan jasnya ke tubuh Alesha,” Ale duduk dulu, wajahmu pucat, setelah ini kita akan langsung berangkat,”ucap Phineas yang tak tega melihat Alesha terlihat sangat sakit .
“ Benar kata kak Phineas, kamu duduk dulu,...” seketika ketiga perempuan itu sibuk mengurus Alesha, sahabat mereka sedang sakit dan mereka akan terus memberikan dukungan terbaik untuk Alesha.
“ Kak jam berapa kaian berangkat?” tanya Cherry.
“ nanti jam 8 malam, agar saat tiba Ale bisa langsung istirahat, tubuhnya sangat lemah, “ jelas Phineas sambil merangkul tubuh Alesha dengan erat.
“ Huhhh.. seharusnya kalian langsung berangkat saja, tak perlu datang kesini, aku jadi khawatir, karena menghadiri acara ini kamu jadi kesaktian lagi..” ucap Bella dengan mata berkaca -kaca.
Alesha menggenggam tangan sahabatnya, menatap mata Bella dengan lembut,” bagaimana mungkin aku gak hadir di acara penting sahabatku bel,... aku tidak bisa dan aku mungkin akan sangat menyesal jika aku gak datang, entah aku masih hidup besok atau tidak,” ucap Alesha dengan mata berkaca-kaca.
“ Jangan berkata seperti itu,” sontak mereka semua yang ada di ruangan itu berseru bersamaan. Philip, Grape, Dante dan Elton juga Rania mendekati mereka dan duduk di dekat mereka.
“ Benar Alesha, kamu harus kuat,lihat ada kami yang mendukungmu disini, jadi berusahalah untuk sembuh. Jangan menyerah..” ucap Philip yang menggendong Hansel .
“ Semua akan baik baik saja, operasinya akan dilakukan oleh tangan profesional aku sudah mmastikan orang orangnya dan mereka akan melakukan yang terbaik, kau harus sembuh ,” tambah Grape dengan Alvaro yang duduk di pangkuannya.
Alesha tersenyum bahagia, mendapat keluarga sehangat mereka adalah impian gadis itu, air matanya jatuh membasahi pipinya,” terimakasih banyak,” ucpa gadis itu .
Setelah acara itu selesai, mereka semua memberangkatkan Phineas, Alesha, Rania dan Sarah menuju Singapura untuk melaksanakan operasi pada Alesha. Mereka terbang langsung malam ini menuju negara tersebut dengan menggunakan pesawat pribadi milik Grape.
Teman temannya hanya bisa berharap agar Alesha cepat kembali pulih seperti dulu dan bergabung bersama mereka.
Dengan harpaan dan masa depan yang tak bisa diprediksi, mereka menaruh kepercayaan mereka pada langit untuk keselamatan keluarga mereka.
“ arhhhh aku lapar... ayo makan ..” teriak Philip sambil meregangkan tubuhnya yang lelah setelah aktivitas beratnya hari ini.
__ADS_1
“ aku juga lapar.. mau makan rempeyek, cari rempeyek yukk..” celetuk Cherry yang tiba tiba mengidam di malam begini.
“ Cari rempeyek? Mau cari dimana sayang, ini udah malam...” tanya Grape bingung.
“ Ahh di depan kantor kan ada warung, disana sepertinya jual rempeyek deh, sama ada street food lainnya kalau malam hari , kita bisa ke depan kantor Phoenix,” usul Bella.
“ Depan kantor perusahaan kita sayang," goda Philip sambil mengedipkan sebeleh matanya.
“ Jangan maenggombal terus, cepat tunjukkan jalannya, aku jadi tiba tiba lapar, jangan sampai rambutmu itu ku makan!!" ketus Grape yang malah jadi lebih lapar dari Philip dan Cherry.
Mereka semua pergi ke lokasi yang dimaksud oleh Bella. Lokasinya aman untuk anak anak dan juga nyaman bagi ibu hamil.
“ Wahhh karena jarang keluar aku baru tahu kalau disini ramai jika malam tiba, ini menakjubkan, makanannya banyak!!” seru Cherry degan mata berbinar binar.
“ uwahhh Mommy, Daddy ada kepala bebek .... Hansel mau coba...” celetuk bocah itu.
“ Wahhh itu apa..ihhhh kok ada jangkrik....” Hansel bergetar geli sambail memeluk Grape yang menggendong nya,” Daddy takut...itu kayak kecoa juga aiiihhhhh...”
“ Itu jangkrik goreng Hansel, rasanya enak, abang pernah makan punya sisa orang... dulu kan kita sering memulung disini..” jelas Alvaro yang tentu saja membuat orangtua merkea terdiam.
“ Wahhh begitu ya... kalau begitu tunjukan pada paman makanan paling enak disini, paman mau makan rekomendasi dari abang Alvaro!!" ‘Philip langsung mengangkat Alvaro ke atas punggungnya sambil berlari membawa anak itu mengelilingi street food yang sangat ramai itu.
“ Hati-hati, awas tersandung Philip, kau itu ceroboh , gimana kalau Alvaro jatuh... jangan berlari begitu..”teriak bella si Mak lampir yang berlari menyusul mereka berdua.
“ pantas saja merek berjodoh, persis seperti anak anak... iya kan kak Elton?” ucap Cherry sambil menarik tangan kakaknya yang tampak sangat pendiam beberapa hari ini.
“ kak? Ada apa?” tanay Cherry.
“ Ehh gak apa-apa.. ayo makan , aku lapar,” ucap Elton berusaha tersenyum di depan Cherry dan grape.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen