Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
257 ( Kisah Baru / Season 2)


__ADS_3

Hari yang dibenci Dante pun tiba, Sarah akan berangkat hari ini bersama tim militer yang bertugas ke USA.


Xavier sudah tiba di rumah sakit dan menunggu gadis itu di lobi bersama beberapa anggota militer lainnya.


Sementara itu, Sarah sedang berpamitan pada yang lainnya. Sengaja dia mengungkapkan nya hari ini agar tidak ada keraguan ketika dia akan berangkat.


Semua orang yang sedang berkumpul di ruang perawatan Rania terkejut mendengar berita dari Sarah. Sebenarnya ini hal biasa, hanya saja waktunya yang cukup lama yang jadi hal tak biasa.


Cherry, Alesha dan Bella sudah biasa ditinggal dinas oleh gadis itu, jadi mereka paham dengan situasinya. Selain itu, Sarah akan merasa sangat hidup dan bahagia ketika dia turut ke Medan tempur.


Lima bulan bukan waktu yang singkat, dan gadis itu akan pergi dinas ke USA untuk berjuang disana bersama tim militer yang lain.


" Sarah kami pasti akan merindukanmu.... saat kamu datang nanti perutku sudah benar benar besar... sedih sih gak bisa bareng kamu, tapi aku paham ini impian kamu sejak kita masih sekolah,aku akan mendukungmu, kau pasti bisa!!!" seru Cherry yang selalu membawa aura positif bagi mereka semua.


" Terimakasih Cherry, aku akan merindukanmu dan juga..." Sarah memegang perut Cherry," keponakanku, aku akan sangat merindukan kalian, kamu yang sehat ya, sampai kita bertemu kembali kamu harus sehat," ucap Sarah sambil tersenyum.


Cherry mengangguk dengan senyuman sumringah," aunty hati hati ya disana," seloroh wanita itu menirukan suara anak kecil.


" Sarah, kau pasti bisa, kau selalu membawa hasil yang baik setiap pulang pertempuran, kami menantikan kabar baikmu," ucap Alesha sambil memeluk sahabatnya.


" Jangan terlalu memikirkan Dante, dia akan paham siapa dirimu, kami akan berbicara dengannya, dia sudah kembali ke Indonesia, pria itu sangat keras kepala, jangan bersedih dan tetap jadi Kopral yang keren," ucap Bella menyemangati sahabatnya.


Sarah tersenyum getir, tak ada Dante disana. Menurut keterangan Philip, pria itu langsung berangkat setelah pergi dar rumah sakit semalam.


Hatinya tentu saja sedih, padahal Sarah akan pergi selama lima bulan bahkan mungkin saja untuk waktu yang lebih lama dari itu.


" Adik kakak kemari sayang," Phineas merentangkan kedua tangannya. Sarah berjalan dan memeluk kakaknya dengan erat. Dengan lembut, Phineas memasangkan kalung dengan batu merah berbentuk segitiga d ke leher gadis itu," jangan pernah lepas kalung ini Selma kamu bertugas, jika ada apa apa segera hubungi kakak, kakak akan mengawasimu dari kejauhan," ucap Phineas dengan lembut.


Sarah memeluk erat kakaknya, rasanya berat tapi dia harus menjalankan tugasnya dan impiannya.

__ADS_1


" terimakasih kak, akan Sarah ingat," ucap gadis itu dengan senyuman hangat di wajahnya.


"Kalau butuh bantuan, hubungi kakak ya, jangan ragu untuk menelepon," Grape menepuk pucuk kepala gadis itu sama halnya dengan Elton dan Philip, dia sudah jadi saudara bagi mereka.


" Kopral Sarah, saatnya berangkat," Sang Jendral memanggil langsung rekannya.


Sarah berbalik dan memberikan penghormatan," Siap Jenderal!" jawab gadis itu dengan tegas.


" Bye bye Aunty, sampai jumpa lagi!!!" seru kedua anak ayam sambil melambaikan tangan mereka.


" Bye sayang, bye semuanya, aku pergi dulu,"ucap gadis itu.


Mereka semua mengantarkan Sarah sampai keluar dari rumah sakit.


Sarah melambaikan tangannya, lalu berdiri tegap dan memberi hormat pada mereka sebagai salam perpisahan.


Akhirnya gadis itu berangkat tanpa melihat Dante disana. Dia pergi bersama timnya yang akan berjuang diperbatasan yang akan mempertaruhkan nyawanya.


" Semoga dia bertahan, setiap kali melepaskannya ke Medan perang aku selalu khawatir akan keadaannya disana, dulu dia sedikit manja tetapi kini dia banyak berubah dan lebih tegar. Tak kusangka Sarah, sahabatku sudah dewasa secepat ini," ucap Cherry dengan buliran air mata yang membasahi pipinya.


" Mom... don't cry...." Ucap Alvaro sambil menggenggam tangan ibunya sedang Hansel memeluk Cherry dari depan.


" Tenang sayang, dia akan baik-baik saja, dia gadis yang kuat, sama seperti dirimu," ucap Grape dengan lembut.


Satu persatu dari mereka akan menjalani kehidupan mereka masing-masing. Setelah semua drama yang mereka lalui, mereka akan menjalani kehidupan mereka dengan keluarga mereka masing-masing.


Lingkungan mereka yang positif berhasil membawa pengaruh baik bagi personalitas mereka. Sifat kekeluargaan, tingkah jenaka, perjuangan dan pengorbanan satu sama lain mempererat hubungan mereka.


Memang mereka bukan saudara kandung, tetapi darah dan benang merah terhubung dalam takdir mereka.

__ADS_1


Sarah berangkat dengan melepas semua keraguan, dia mengirimkan pesan perpisahan pada Dante, sekalipun pria itu hanya membacanya tanpa membalas sekalipun pesan itu.


" Aku hanya berharap, ketika kita bertemu kembali nantinya, kau masih orang yang sama, aku mungkin terlalu serakah, tapi ketika kau mengatakan ingin memahami ku lebih dalam lagi, kurasa kau harus memulai dari memahami dan mengerti dengan pekerjaan ku, aku mencintaimu Dante, dengan tulus aku mengatakan bahwa aku mencintaimu, kau adalah cinta pertama bagiku, tapi kurasa kutukan cinta pertama seperti yang orang bilang akan terjadi padaku. Bahwa yang namanya cinta pertama tidak akan pernah berhasil, aku hanya berharap sang langit memberi takdir baik bagi kita berdua, jika memang kita berjodoh, maka aku akan setia menunggumu, jikalaupun tidak maka aku akan menyaksikan mu bahagia dengan perempuan yang bisa mengerti dirimu lebih baik lagi.


Pertemuan kita memang singkat, tapi sangat berkesan bagiku, penugasan kali ini aku tidak tau pasti akan benar benar berjalan selama lima bulan, mungkin akan sampai lebih dari satu tahun.


Aku tidak tau apa kau masih punya perasaan yang sama dengan saat ini, tapi bisa kupastikan, aku akan terus mencintaimu sampai tiba saatnya aku harus melepas cinta itu, terimakasih Dante, terimakasih telah mengajariku tentang cinta, aku menyayangimu..."


Pesan Sarah yang penuh makna dan ketulusan, menjadi awal kisah cinta yang baru bagi kedua orang ini.


Kisah cinta yang akan penuh dengan perjuangan dan kerikil yang harus mereka lewati.


Dalam perjalanan, tampak Dante mengemudikan mobilnya dengan sangat kencang. Dia baru membaca pesan dari kekasihnya, pesan perpisahan yang membuat pikiran nya berubah tentang kepribadian Sarah, pesan yang membuatnya paham dengan sifat gadis itu.


Dante menuntut waktu dari Sarah agar bersamanya selama mungkin, tetapi Sarah menawarkan cinta, kasih sayang dan kesetiaan. Ketika dia bertanya pada hati kecilnya, dia sadar bahwa apa yang dia butuhkan adalah semua yang ditawarkan oleh Sarah, cinta yang tidak pernah dia dapatkan diberikan oleh gadis itu.


Dante belum pulang ke Indonesia, sebenarnya dia hanya mengelabui Philip. Baru saja dia akan berangkat tetapi setelah membaca pesan itu, Dante mengubah pikirannya dan mengejar Sarah menuju pangkalan udara dimana Sarah akan berangkat bersama tim nya.


" Tunggu aku Sarah, tunggu aku, jangan pergi... aku ingin memelukmu sekali saja sebelum kau berangkat, aku akan sangat merindukanmu nantinya," lirih Dante. Dia mengemudi terlalu kencang. Hingga tanpa sadar sebuah truk datang dari arah kirinya dan....


Brakkk.... Ckkiiiiiiiitr.....


Kecelakaan besar tak terelakkan, kecelakaan besar terjadi, mobil yang ditumpangi Dante menggelinding sejauh beberapa meter sedangkan Dante tercampak keluar dari dalam mobil, kaki kirinya sobek dan patah, tulang tulangnya hancur, sekujur tubuhnya terluka dan terhempas ke atas jalanan yang panas.


"Apa ini akhir untuk ku? akhhh... Ma..Mama... Apa Dante akan menyusul Mama.... Sarah... Papa... teman temanku....


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen


__ADS_2