
Seluruh keluarga dibuat heboh dengan berita kecelakaan pesawat itu. Mereka mengetahuinya dari berita yang muncul di siaran televisi nasional.
Cherry sampai pingsan tak sadarkan diri mendengar berita ini, dia dibawa ke kediaman mereka dan mendapatkan perawatan. Kelelahan dan syok membuat gadis itu tak sanggup menahan tubuhnya yang lemas saat melihat nama suaminya berada dalam daftar awak pesawat yang hilang kontak sejak dua jam yang lalu.
Semua orang berkumpul di rumah itu. Mereka mencoba menghubungi siapa saja yang mengetahui keberadaan Grape dan mengetahui keberangkatan pria itu. Namun semua yang mereka hubungi juga kehilangan kontak dengan Grape. Tak ada anak buah yang ikut dan hanya dirinya seorang yang kembali ke negara dimana istrinya berada.
" Kenapa tak ada satu pun yang tau!!!" geram Phineas sambil mencengkram ponselnya dengan erat. Namun yang jelas sampai berita itu disebarkan, Grape diketahui masuk ke bandara dan dijadwalkan melakukan penerbangan hari ini.
Untuk kemungkinan bahwa Grape tidak ikut penerbangan sangat kecil sebab jelas ada nama dan datanya disana.
Semua orang di dalam rumah itu terlihat tegang dan diam. Jelas tak ada yang tau kapan maut itu akan datang, tetapi ke apa di saat seperti ini mereka malah menerima berita mengerikan itu, di saat banyak masalah yang menimpa mereka.
Cherry bangun dari tidurnya," Grape.. Dimana suamiku... dimana dia!!!" Cherry meracau dia menatap sekeliling kamarnya yang hanya diisi dengan dia dan kedua putranya yang tak mau meninggalkan Cherry sendirian.
" Mom..."lirih Alvaro sambil menggenggam tangan Cherry dan menatap ibu angkatnya itu dengan mata berkaca-kaca.
Cherry terdiam, melihat wajah kedua putranya, jelas dia sadar kalau semua ini bukan mimpi. Grape hilang dalam penerbangan dan sampai sekarang belum ada berita terbaru tentang suaminya.
" Daddy kalian sayang... apa Daddy sudah pulang?" lirih Cherry sambil menatap kedua putranya.
" Belum mom... Ancel rindu Daddy mom... Hancel rindu Daddy...." Anak itu menangis sambil memeluk Cherry dengan erat begitu pun dengan Alvaro. Cherry tak kuasa menahan air matanya karena dia pun demikian.
Dia saat yang sama Bella masuk sambil membawa nampan berisi air hangat.
" Cherr... kamu sadar..."ucapnya sambil meletakkan minuman di atas meja dan menghampiri Cherry dan anak anak.
__ADS_1
" Bel.. Suamiku...." lirih Cherry sambil menatap sahabatnya dengan mata berkaca-kaca.
Bella mengangguk," iya aku sudah tau Cher... hilang kontak... ponselnya juga tidak bisa dilacak..." lirih Bella sambil menggenggam tangan sahabatnya dengan erat.
Cherry menangis sesenggukan, Bella memeluk mereka bertiga, sampai sekarang belum ada kabar tentang keberadaan pesawat yang dinaiki oleh Grape. Tak ada tanda tanda dimana persisnya mereka terjatuh.
Cherry mengambil ponselnya sambil menangis, hatinya sangat kacau setelah mendengar berita ini. Tulang tulangnya bagai remuk dan hancur seolah lepas dari sendi sendinya.
Dengan tangan gemetar gadis itu mencari nama suaminya di ponselnya," Kumohon jawablah..." gumamnya sambil Menghubungi ponsel Grape sekalipun dia sudah diberitahu kalau Grape tak bisa dihubungi.
Rania dan Bian yang berada di lokasi yang sama dengan Grape kala itu juga tak tau keadaan Grape saat ini. Alasannya, Grape pulang tanpa sepengetahuan mereka. Pria itu memesan tiket pesawat kelas ekonomi dan berangkat seorang diri tanpa memberitahu pada Rania, Bian dan anak buahnya. Di Finlandia, Rania dan Bian sudah panik dan kebingungan ketika mendengar kabar mengejutkan itu.
Cherry menghubungi suaminya, "mohon maaf nomor yang anda tuju sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan mohon coba beberapa saat lagi...
" Bagaimana ini Bel.... apa yang terjadi pada suamiku... hiks hiks hiks... apa yang harus kulakukan..." Lagi lagi Cherry menangis. Hancur sudah hatinya mendengar kabar ini.
" Kami berusaha menghubungi siapa pun yang mengetahui posisi Grape tapi tak ada yang tau Cher... bahkan kak Rania, Bian dan anak buah yang mendampingi mereka tidak tau dimana keberadaan Grape... " lirih Bella.
Cherry semakin sedih,air matanya mengalir dengan begitu deras. Tak dia sangka kalau dia akan menghadapi hal seperti ini.
Mereka berempat keluar dari dalam kamar, bergabung dengan yang lain yang duduk di ruang tengah sambil menyaksikan berita di siaran swasta untuk mengetahui kelanjutan tentang kecelakaan itu.
" Cher... bagaimana keadaanmu..." Philip langsung menghampiri Cherry dan merangkul gadis yang bermata sembab itu.
" Aku... hiks hiks hiks.... bagaimana ini kak..." lirih Cherry. Mereka semua tak tau harus mengatakan apa, berita ini memang sangat mengejutkan bagi semuanya. Philip membawa Cherry duduk di sofa ruangan itu sambil merangkul gadis itu dengan penuh perhatian. Sarah juga ada disana, dia baru tiba setelah ijin dari kantor untuk menemui Cherry, dia berusaha menghubungi koneksinya di bagian perhubungan untuk memastikan kondisi pesawat namun jawaban yang dia terima sangat di luar harapan.
__ADS_1
" Menurut info dar rekanku, kita hanya tinggal menunggu berita resmi kecelakaan,tak ada harapan, puing puing pesawat jatuh telah di temukan di sekitar laut lepas, sudah dapat dipastikan tak ada korban selamat!" jelas Sarah dengan wajah kecewa.
" Sarah kenapa mengatakan hal seperti itu!!!lama lama kau mirip dengan Alesha!!" bentak Bella.
Sarah menatap gadis itu," Memang begitu keadaan nya bel, aku tak mau memberikan informasi yang memberi harapan palsu, tak ada kemungkinan tuan Grape selamat jika dia naik penerbangan itu,lihat berita!" ucap Sarah sambil menunjuk televisi.
" Telah ditemukan puing puing pesawat MR342 di perairan laut Pasifik. Untuk sementara pesawat dinyatakan hilang kontak karena mengalami turbulensi dan terjatuh ke laut, dapat dipastikan seluruh penumpang dan awak kapal tidak selamat dalam kejadian ini. Pihak....
Mereka semua terdiam mendengar berita itu.Berita resmi mengenai status kecelakaan pesawat terbang yang dinaiki oleh Grape dan puluhan orang lainnya yang mengalami kecelakaan naas.
" Nggak!! nggak mungkin aarkrhhh kalian bohong!!!!!" pekik Cherry . Dadanya terasa sesak, jantungnya berdegup kencang, pikirannya kalut, dia menangis histeris saat mendengar berita kepastian pesawat itu Hancur sudah dunia Cherry. Gadis itu terduduk lemas, tubuhnya tak bertenaga, hanya suara tangisnya yang terdengar.
Bella dan Sarah juga menangis bahkan anak anak langsung memeluk Mommy mereka ketika melihat gadis itu menangis histeris.
" Kenapa gak seperti ini datang pada kami... padahal keluarga ini baru memulai perjalanannya..." lirih Phineas sambil mengacak-acak rambutnya. Philip terlihat mematung seperti orang bodoh yang tak bisa berbuat apa-apa sedangkan Elton duduk lemas dan tak sanggup mengucapkan sepatah kata pun. Bahkan para pengawal yang ada di dalam rumah itu terdiam dengan perasaan kalut.
Nama Grape tertera di dalam daftar penumpang itu. Sampai saat ini belum diketahui pasti dimana jasad para penumpang. Dan tim pencari sedang berusaha mencari keberadaan mereka.
.
.
.
like, vote dan komen
__ADS_1