
Setelah mendengar ucapan Alvaro yang membuatnya terkejut bukan main, Philip langsung menemui istrinya di kamar mandi dan memberikan service spesial, pada ibu satu anak yang masih menjabat sebagai sekretarisnya tetapi lebih banyak bekerja dari rumah.
Sejak awal Philip menawarkan pada Bella agar dia berhenti bekerja dan fokus pada rumah dan anak saja, tetapi Bella tidak ingin mengakhiri karirnya. Mau tidak mau Philip memberi kebebasan memilih pada Bella.
Tapi nyatanya Bella memang sering merasa kesepian karena terpisah dari suaminya. Philip akan berangkat pagi sekali dan sering pulang larut. Bella merasa pertemuan mereka di rumah hanya bisa diisi ketika Philip tidak banyak pekerjaan dan itu adalah momen yang langka.
Philip memeluk dan mencium istrinya dengan penuh cinta, menghibur Bella yang cengeng dan mudah menangis. Pasangan ini memiliki cara mereka sendiri untuk menghangatkan cinta mereka dan membuatnya semakin besar.
“ Besok kita ke Paris bareng Dominique, kita akan berlibur seminggu di sana, demi Mommy yang kelelahan mengurus rumah, anak dan suaminya ini, jadi jangan sedih ya sayang? “ rayu Philip seraya memegangi benda-benda kesayangannya di tubuh Bella.
Service plus plus ala paksu yang membuat Bella selalu melayang dan tertawa bahagia,” hahha baiklah sayangku... kau benar-benar pintar mencari muka ya... aku hanya ingin lebih banyak waktu berdua denganmu itu saja, aku tak masalah jika harus ikut ke kantor, yang aku inginkan adalah aku terus melihat wajahmu sayang...” bisik Bella sambil mengedipkan sebelah matanya.
Philip terkekeh, keduanya bermain di dalam bathtube, tempat favorit mereka memadu cinta dengan kembang api yang meletup letup dalam imajinasi mereka. Permainan yang mereka mainkan setiap hari tanpa rasa bosan sedikit pun karena kedua duanya sama-sama menyukai sentuhan fisik.
Sementara pasangan ini menghabiskan waktu mereka untuk skidipapapp di kamar mandi, maka pasangan Cornelius sedang dalam perjalanan menuju sebuah pemakaman umum dimana seseorang yang berharga bagi mereka dan rekan-rekan mereka telah berpulang untuk selamanya.
Orang yang sangat penting bagi Philip , orang yang sangat mendukung pernikahan Philip dan Bella, orang yang sangat mudah tertawa dan ceria, meski baru sebentar bertemu dengan beliau, mereka telah di buat merasakan kasih sayang dan cinta yang begitu luar biasa.
Cherry mengenakan gaun hitam senada dengan stelaan kemeja suaminya yang tampan. Dia menggenggam tangan suaminya sambil menatap sekeliling area pemakaman. Pak Bono dan Daniel yang mengawal perjalanan mereka .
“ Tidak terasa ya.. waktu berjalan begitu cepat,” ucap Grape.
“ kau benar sayang, waktu berlau dengan cepat, tapi luka itu masih tetap tersimpan, seandainya Sarah di sini... sampai saat ini, gadis itu tidak ada kabar, aku takut terjadi sesuatu dengannya,” ucap Cherry.
“ Tenanglah, Phineas mengatakan bahwa dia masih bertugas di perbatasan yang jaringannya sangat sulit, tidak ada signal disana, tetapi alat pelacak yang dipasang Phineas dalam kalung itu menunjukkan kalau Sarah masih berada di area yang sama, kita tunggu saja kabar baik dari dirinya,” ujar Grape.
__ADS_1
Cherry hanya mengangguk paham. Setahun lalu adalah waktu terakhir kali Sarah menghubungi mereka, persis setahun yang lalu, itu pun dalam kondisi hujan yang menyebabkan susah sinyal dan jaringan terputus putus, setelahnya, dia hanya mengirim kode morse melalu faxmile ke rumah Phineas, sangat sulit berkomunikasi dengan gadis itu.
Cherry dan Grape tiba di pemakaman, mereka menatap sekeliling area itu, mata mereka tertuju pada seorang pria bertubuh tegap yang sudah berdiri di depan sebuah makam berkeramik hitam dengan batuan indah yang menghiasi makam itu.
“ Sayang, dia sudah disana,” ucap Cherry menunjuk seseorang yang berdiri disana.
Grape menggenggam tangan istrinya lalu berjalan menuju makam yang terletak di bagian paling tengah dengan sebuah pohon besar di sampingnya.
Mereka berjalan hingga tiba disana,” sudah lama?” panggil Grape sambil menepuk bahu pria yang terlihat melamun menatap makam itu.
Dante Laurent Boile, berbalik menatap Grape dengan wajah sedikit terkejut kala merasakan tepukan di bahunya.
“ hai kak, sudah lama, bagaimana keadaanmu?” Cherry memeluk Dante sambil tersenyum.
“ ahhh kalian datang rupanya, kakak merindukanmu, kakak baik-baik saja, bagaimana dengan keponakanku, apa mereka baik ?” tanya Dante sambil membalas pelukan Cherry.
“ wahh mereka berbakat, sampaikan terima kasihku, ,segera aku akan berkunjung, kakiku masih sering sakit,” ucap Dante.
“ Hei kalian berdua, apa aku hanya nyamuk disini? Sejak tadi aku di cueki terus,” ketus Grape sambil menatap kedua orang itu seraya menyerngitkan keningnya.
“ hahhaa... kau lama-lama jadi pencemburu Grape, terima kasih sudah datang kesini,” ucap Dante memeluk Grape.
“ hmm... kenapa kau berdiri terus, kakimu belum stabil duduklah atau gunakan tongkatmu, dasar pria ini,” Grape mengomeli Dante dan memberikan tongkat yang bisa diubah menjadi kursi untuk Dante.
“ terimakasih, akhhh ini memang sedikit sakit,” ucap Dante sambil menarik celana panjangnya dan tampaklah kaki kirinya yang sudah diamputasi dan kini diganti dengan baja yang baru disesuaikan dengan kakinya, mereka memilik baja yang lebih kuat untuk dipakai pria itu.
__ADS_1
“ Apa ada masalah? Kalau ada, kita akan terbang ke London dan menggantinya, “ ucap Grape.
“ tidak perlu, ini sudah nyaman, aku tinggal menyesuaikan, terimakasih sudah membantuku,” ucap Dante.
Banyak kejadian yang telah dialami Dante dalam rentang waktu 2 tahun terakhir.
Saat kecelakaan terjadi, dia kehilangan kaki kirinya yang hancur dan harus dipotong, tidak sadarkan diri selama sebulan dan sempat mengalami amnesia sementara, tetapi berangsur pulih dua minggu kemudian.
Setelah keadaan cukup baik, tiba-tiba saja 6 bulan kemudian ayahnya meninggal dunia, keluarga satu satunya milik Dante meninggal dunia karena serangan jantung saat di kamar mandi. Dante benar-benar hancur, dia cacat karena kecelakaan tragis itu, dan ayahnya meninggal enam bulan kemudian sedangkan gadis yang selalu dia nantikan tidak pernah muncul.
Setelah kejadian naas itu, Dante mengundurkan diri dari perusahaan Philip dan memilih melanjutkan warisan perusahaan ayahnya, Laurent grup yang pernah di pimpin oleh Philip ketika masa kehancuran perusahaan itu.
Dante hidup menyendiri, dia hanya sering dikunjungi oleh keluarga Bella dan Cherry, dia menjadi pria yang pendiam dan insecure dengan kondisinya. Semakin dingin dan kejam, dia terkenal menjadi pemimpin yang otoriter di perusahaan yang dia pimpin.
“ Apa kalian mendengar kabar dari Sarah?” tiba-tiba Dante menanyakan tentang gadis itu pada mereka.
“ Dia masih di medan perang Dante, kami pun sulit menghubunginya,” ucap Grape sambil menepuk bahu pria itu.
Dante hanya mengangguk,” jika dia datang nanti, apakah dia masih gadis yang sama? Masihkah dia gadis yang menawarkan kesetiaan untukku? Ataukah dia akan malu melihat pria cacat seperti diriku?”
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen.