Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
183


__ADS_3

Hubungan Phineas dan kedua orangtuanya sudah kembali membaik. Keluarga Dalton telah bersatu kembali setelah banyak guncangan yang terjadi menghantam rumah itu. Setidaknya tuan dan Nyonya Dalton berhasil melindungi anak anak mereka sekalipun harus menjauhkan hubungan mereka dengan Elton dan Phineas.


Di rumah keluarga muda Cornelius, tampak Cherry sedang memasak di dapur di temani dua bocah menggemaskan yang sudah pulang dari sekolah. Wanita itu sedang mengajari kedua putranya cara memasak beberapa hidangan, tentu bukan atas keinginan Cherry melainkan kemauan kedua anak menggemaskan itu.


“ Mom... ini cokelatnya taruh disini kan?” celetuk Hansel sambil menaruh cokelat bukan pada tempatnya.


“ pffthhh hahahhaa...” anak cokelatnya bukan di taruh disitu sayang , di taruh di atas adonannya, hahah kalau itu mah namanya kamu aji mumpung, cokelatnya keburu habis duluan sama kamu,” tawa Cherry terdengar begitu girang melihat Hansel yang menaruh semua cokelat kismis kehitaman itu ke dalam.mulutnya.


“ Begini kan Mom? Abang hebat kan?” celetuk satu bocah lagi yang menaruh kismis sebagai topping adonan yang siap untuk di panggang. Cherry melihat hasil karya tangan bocah itu, sebuah senyuman lembut tergambar di wajah Cherry. Tangannya menepuk pucuk kepala anak itu,” abang hebat, isi baterai dulu..ummah..” celetuk Cherry sambil mengecup pipi Alvaro dengan lembut.


Alvaro tersenyum bahagia dan membalas kecupan Mommynya. Melihat hal itu membuat Hansel tak mau kalah, dia mendorong kursi lalu naik dan ...


Cup...


Sebuah kecupan lembut mendarat di pipi Cherry,” Hansel isi baterai juga hehehhe...” celetuk bocah itu sambil memeluk Mommynya dengan erat. Mereka bertiga tertawa bahagia. Rumah memang cukup sepi, berbeda dari biasanya. Semua orang dewasa sedang sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing. Azura sendiri sudah berada di rumah sakit menunggu jadwal persalinan. Alesha dalam proses pemulihan dengan pengawasan penuh dari Phineas.


“ Nahh sekarang kita panggang adonannya, kita tunggu 45 menit, sembari menunggu anak anak bantu Mom beresin kamar masing-masing ya nak, siapkan pelajaran besok juga pakaian sekolahnya supaya besok pagi tidak kecarian,” ucapnya dengan lembut.


Alvaro dan Hansel berdiri di depan Cherry sambil menatap wanita itu dengan senyuman sumringah di wajah mereka, Keduanya sangat senang jika sudah diberi tugas oleh Mommy mereka.


“ Siap yang mulia ratu,” jawab keduanya seraya memberikan penghormatan ala kerajaan dari kartun yang mereka tonton.


“ hahhah... gemesin banget anak-anak mom.. ya sudah sana beres beres dulu, Mom mau rapihkan dapur,” ucapnya yang dianggukkan oleh kedua anak itu.


Cherry menatap kedua anak yang sedang dalam masa emas pertumbuhan mereka. Setelah kehadiran Alvaro dan Hansel, Cherry banyak belajar dari berbagai sumber untuk menjadi orangtua yang baik dan cara parenting yang benar terutama bagi anak-anak korban kekerasan seperti mereka berdua.


Cherry sadar kalau dia tidak sempurna, terkadang dia merasa lelah dan terkadang rasa takut juga menyelimuti dirinya jika memikirkan kenyataan yang akan dia hadapi jika orangtua kandung atau keluarga kandung kedua anak itu mencari mereka.

__ADS_1


“ Huffftthh... aku lelah sekali, kenapa akhir akhir ini aku mudah kelelahan ya? Hoaaammm..... dan mengantuk juga..... rasanya sangat lelah,” gumamnya sambil mengambil secangkir air hangat dan menenggaknya dengan cepat.


Cherry membersihkan sisa memasak mereka, semua hidangan sudah selesai, tinggal menunggu jam makan siang. Setelah selesai dengan penataan dapur, Cherry duduk di salah satu kursi di meja makan sambil memainkan ponselnya.


Matanya semakin lama semakin berat, rasanya sangat berat dan mengantuk di saat yang bersamaan.


“ Hooaaammm... aku sangat mengantuk..... “ gumam wanita itu yang baru sebentar meletakkan kepalanya di atas meja sudah terlelap karena kelelahan. Cherry tertidur dengan posisi tangannya sebagai tumpuan kepalanya. Ponselnya terletak dia atas meja. Tak ada pelayan di sana. Sebab mereka semua betugas di bagian lain dari rumah itu. Urusan makanan anak-anak dan keluarga, Cherry selalu memilih memasak sendiri.


Cherry terlelap tanpa sadar kalau suaminya sudah pulang. Grape melangkahkan kakinya dengan cepat saat hatinya merasa bergejolak ingin menemui istrinya. Entah sejak kapan dia sampai sesensitif itu.


“ apa dia kelelahan?” ucapnya saat sedang berjalan. Kedatangan Grape disambut oleh Pak Bono dan Daniel serta tim Alpha yang lain.


“ Dimana nyonya muda kalian?” tanya pria itu dengan suara datar dan dingin seperti biasa.


“ Di ruangan dapur tuan, sedang memasak bersama anak-anak," jelas Daniel .


Dengan langkah cepat pria itu berjalan ke arah dapur, “ Sayang aku pu....


Grape tak melanjutkan kata-katanya saat melihat istri tercintanya terlelap di atas meja makan. Hidangan makan siang sudah selesai dibuat dan dihidangkan di atas meja dengan penutup.


Melihat hal tersebut para pelayan juga terkejut, mereka tak tahu kalau nyonya mereka ternyata terlelap disana.


“ Daniel, kenapa kau tidak memperhatikan nyonya muda...” geram Grape sambil mendengus kesal karena melihat istrinya tertidur di atas meja makan.


“ ma... maaf tuan. Sa... saya...


“ Ck... sudahlah, kalian pergi sana, jangan ribut, kalian akan mengganggu tidurnya,” ketus grape sambil melangkah mendekati istrinya. Para pelayan yang pengawal hanya bisa berwajah pias karena lagi lagi disalahkan oleh tuan muda mereka.

__ADS_1


Grape sendiri menatap istrinya, “ kenapa tidur disini sayang?” gumam Grape sambil menatap semua hidangan yang Cherry buat di atas meja,”kamu pasti lelah,” ucap pria tu sambil mengangkat tubuh istrinya sepelan mungkin agar tidak mengganggu tidur wanita itu.


Tak lupa dia membawa ponsel istrinya. Grape membawa Cherry menuju kamar mereka, seolah tau suaminya tiba, Cherry langsung mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu dan memeluk Grape dengan erat.


" Dasar Bayi besar, seharusnya dia tidak perlu memasak setiap hari," gumam Grape. Perlahan-lahan dia membaringkan Cherry di atas tempat tidur. Dengan lembut dia memasang selimut istrinya dan memberikan kecupan di kening wanita itu.


" Kamu pasti lelah mengurus rumah ya sayang, apa aku bawa ke perusahaan saja supaya tidak bosan??? atau buka toko untuk dia?? dia mungkin akan senang punya pekerjaan. Mengurus rumah lebih sulit dari yang terlihat," gumam Grape yang berbaring di samping istrinya sambil mengusap rambut Cherry dengan lembut.


Ting.....


Suara notifikasi pesan masuk di ponsel Cherry terdengar. Pria itu mengeluarkan ponsel istrinya dari dalam kantong tanpa melihat isi pesan itu. Namun saat dia letakkan notifikasi nya masuk berturut-turut dan tentu saja membuat Grape penasaran.


Dia mengangkat ponsel itu lalu menatapnya. Terlihat pesan masuk dari nomor tak dikenal yang mengirimkan foto ke ponsel Cherry.


" Siapa ini?" pikir Grape.


pesan masuk semakin banyak hingga ada sebuah kalimat yang membuat Grape dengan terpaksa membuka ponsel itu.


..." Aku akan merebutnya kembali, lihat saja hidupmu akan menderita di tanganku, beraninya kau mencuri pria milikku jal4ng sialan, ohh iya setahuku kau bahkan tidak tau siapa orangtuamu hahah... memalukan, kurasa kau hanya anak hasil percintaan satu malam, sekali jal4ng akan tetap jadi Jal4ng selamanya!!"...


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2