
Elton duduk di teras rumah utama keluarga Dalton sambil menatap taman bunga yang kepengurusannya kini beralih pada pelayan. Jelas beberapa kali Elton menghela nafas berat sembari menyeruput teh hangat yang dibuat oleh Rania untuk menenangkannya. Masih tergambar di wajah pria berambut biru itu kejadian beberapa hari lalu saat Cherry membentak kedua orangtuanya. Dan sampai saat ini, Cherry tak mengatakan apa pun.
" Babe bagaimana perasaan mu? masih memikirkan kejadian hari itu?"Rania duduk di samping Elton di kursi panjang teras rumah sambil menggenggam tangan kekasihnya yang sedang risau itu.
" Sedikit baikan tapi belum pulih sepenuhnya, aku sangat kecewa dengan ucapan Cherry, kenapa dia bisa mengatakan hal-hal tidak berguna itu? Mom dan Dad jelas menderita, kenapa dia bilang pura-pura!?" lagi lagi Elton membahas hal yang sama. Dia sangat kesal dengan kejadian beberapa hari lalu, sampai sekarang pun dia belum berkunjung ke rumah Grape dan Cherry.
Rania mengusap lengan kekasihnya," Aku juga jadi bingung, lagipula untuk apa om dan Tante melakukan hal seperti itu," balas Rania.
" Nah itu dia, terkadang Cherry sering membuat statement yang nggak masuk akal, memang benar Phineas menderita, tapi bukan berarti Mom dan Dad tidak menderita, dan apa katanya!? Alasan Rara meninggal karena Mom dan Dad!? apa dia tak berpikir sebelum mengucapkan kata-katanya itu!? " Elton terbawa dengan emosinya lagi.
Terlihat jelas raut wajah kecewa pada pria itu. Beberapa kali dia menghela nafas kesal karena tak terima dengan ucapan Cherry. Kejadian itu malah membuat hubungan kakak beradik itu menjadi renggang.
" Elton, kita coba mendengar alasan Cherry mengatakan hal itu, siapa tau dia punya alasan di balik perkataan nya, kalau begini terus mau sampai kapan kau menghindari dia?" usul Rania.
Mendengar itu membuat Elton menatap Rania," Apa kau membelanya!?" Bukannya menerima usulan Rania,Elton malah marah dan sedikit membentak Rania.
" Bukan membela, aku hanya mengusulkan saja, akan lebih baik jika kita tau alasannya bukan pergi seperti ini," jelas Rania seraya menghela nafas. Elton memang memiliki tempramen buruk yang sulit di kendalikan.
"Sama saja, untuk apa mendengar alasan yang tidak masuk akal, kau jelas melihat mom dan Dad selama bertahun-tahun ada dalam kondisi seperti itu, mereka menderita Ran... "
"Cherry salah, dia yang harus datang, kenapa dia mengatakan hal-hal tidak berguna itu!!" Elton berdiri dengan wajah kesal dan marah.
"Elton, jangan menyimpulkan semuanya seenakmu, jangan merusak hubunganmu dengan adikmu sendiri, tanya dulu apa alasan Cherry bukan seenaknya mengatakan kalau Cherry asal berbicara, kau selalu sulit mengendalikan emosimu!!! kau tidak pernah berubah!!" Rania balas marah. Gadis itu terlalu kesal dengan Elton yang sangat sulit diberi saran.
__ADS_1
" Rania apa kau tidak punya mata!? kau dokter saraf kan!? kau juga yang mengatakan kalau mom dan Dad ada dalam.kondisi itu, kenapa sekarang membela Cherry yang jelas salah !" tegas Elton.
" Diagnosa itu sudah lama Elton, dan tiga tahun belakangan yang menangani masalah kesehatan om dan Tante adalah Dokter Jakob, bukan aku, makanya aku mengusulkan mendengar alasan Cherry!!!"
" Tak ada salahnya mendengar penjelasan adikmu, jangan menyimpulkan sembarangan!!!" bujuk Rania.
" Sekali salah tetap salah, mom dan Dad bukan orang seperti itu, siapa dia berani menilai orangtuaku seperti itu!??? dia masih baru di lingkungan keluarga ini, dia tidak tau apa apa, jika tidak bertemu Grape dia mungkin tidak tau siapa keluarga nya, beraninya dia menghina Mom dan Dad seperti itu!!!"
" Dia bahkan tidak tau siapa Mom dan Daddy, bagaiman bisa dia menilai bagaiman sifat mereka!? Hanya sekali bertemu dengan Rara, dia langsung menilai kalau mom dan Dad orang seperti itu, aku kesal dengan dia yang selalu ikut campur urusan keluarga orang lain, dia saja tidak tau seberapa hancur keluarganya!!!!" pekik Elton yang terlanjur terbawa amarahnya sampai dia melepaskan kata kata yang seharusnya tak dia ucapkan.
Kata kata yang justru melukai hati wanita yang kini berdiri menatap mereka di pagar masuk rumah keluarga Dalton. Air mata Cherry lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya. Dia datang sendirian, hendak meminta maaf atas kejadian beberapa hari lalu, tapi nyatanya yang dia lihat, kakak iparnya dan kakak kandungnya sedang bertengkar dan terdengar jelas di telinganya kata kata menyakitkan dari Elton.
" Kak......
Gadis itu menangis pilu, namun matanya menangkap pemandangan aneh di lantai dua rumah itu. Seseorang berdiri sambil tersenyum sinis ke arah bawah sembari memutar mutar kunci rumah keluarga Dalton dengan senyuman mengerikan.
Cherry terlihat syok, sosok yang dia lihat itu adalah Pak Andre yang berdiri di atas sana sambil tersenyum puas menyaksikan pertengkaran Elton dan Rania.
" Kenapa dia seperti itu!? apa yang sebenarnya terjadi!??" batin Cherry.
Instingnya mengatakan ada sesuatu yang salah dengan Pak Andre. Jelas saat pertama kali bertemu Pak Andre terlihat sangat ramah, tetapi Pak Andre yang dia lihat ini bukan seperti Pak Andre yang dia kenal.
Mata Cherry menatap ke arah lain rumah itu. Wanita itu melihat ke kanan dan kiri. Terdapat jiplakan tangan berlumur cairan putih di beberapa jendela nako rumah itu.
__ADS_1
" Apa itu???" pikir Cherry sambil memicingkan kedua matanya.
Tiba-tiba tangan seseorang tertempel lagi di jendela nako kebiruan itu. Jiplakan tangan berlumuran cairan putih kembali tercetak. Di sudut ruangan Cherry melihat Phineas berdiri tapi seolah tak sadar alias dibuat dalam posisi berdiri dengan bertelanjang dada. Lalu seseorang berpakaian putih mengangkat tubuh seseorang lagi. Kepalanya botak dan wajahnya pucat pasi.
" A..Alesha!!!" mata Cherry membulat sempur saat melihat sahabatnya dan Phineas berada dalam posisi diikat pada sebuah tiang agar tetap berdiri seolah mereka adalah manekin.
Cherry sangat syok, wanita itu berjalan mundur sambil menutup mulutnya. Tak percaya dengan apa yang barus saja dia saksikan. Phineas dan Alesha ditahan di rumah itu.
"Ka..kak..... hemphh....
Tiba-tiba seseorang menutup mulut Cherry sebelum wanita itu berbicara. Cherry dibawa keluar dari pekarangan rumah itu dan di paksa masuk ke dalam sebuah mobil yang sejak tadi terparkir di pinggir jalan rumah itu.
Cherry dibawa paksa tanpa ada yang melihat. Wanita itu meronta-ronta, namun tenaga orang itu sangat kuat sampai membuatnya tak bisa melawan. Cherry terpaksa mengikuti orang itu.
"Jangan ribut, nanti kita ketahuan!!!" bisik orang itu. Cherry terkejut bukan main saat mendengar suara orang itu.
" G... Grape!???" pikir Cherry saat mendengar suara suaminya.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗