
Tuan Raharja duduk dengan tatapan kosong menatap kamar yang dia tempati selama sebulan penuh. Tak bisa berbuat apa apa dan hanya diam sambil merobek-robek kertas kecil di tangannya yang diikat dengan rantai.
Dia menatap ke luar jendela dengan tatapan kosong. Sejak disuntikkan cairan aneh oleh sosok perempuan yang menyerupai mendiang istrinya itu, dia lebih sering duduk melamun di dalam rumah dan terkadang berteriak histeris seolah dia melihat sosok sang mendiang istri berdiri di hadapannya mengajaknya untuk ikut dengan wanita itu.
Dia duduk di ruang kamar lantai dua, tepat di dalam kamar dimana nyonya Versha Alchemis, saudara kembar ibu kandung Elton dan Cherry yang meninggal karena bunuh diri dari lantai dua setelah mengetahui kalau sang suami ternyata telah menikah dan memiliki anak perempuan .
Kala itu, Nyonya Versha yang merasa curiga dengan suami yang mengaku akan menjaga dan mencintai dia dan Cherry selalu pergi dari rumah setiap hari Sabtu dan Minggu di akhir pekan dan kembali pada Senin berikutnya.Secara rutin sejak dia dan tuan Raharja menikah.
Saking penasarannya dengan apa yang terjadi, nyonya Versha yang waktu itu baru menikah selama dua tahun dengan tuan Raharja mengikutinya dari belakang, membuntuti mobil pria itu . Namun hasil penyelidikannya tidak membuahkan hasil apa pun.
Tetapi saat kembali ke rumah dengan jalur yang berbeda, dia sangat terkejut melihat seorang wanita berada di dalam kamarnya sedang bercanda tawa dengan taun Raharja.Mereka berdua terlihat mesra dan saling melontarkan pujian.
Nyonya Versha saat itu berteriak histeris melihat dengan mata kepalanya sendiri saat tuan Raharja duduk sambil menggendong Nyonya Amira dan bercumbu dengan perempuan itu di dalam kamar mereka sambil membicarakan rahasia kelam yang selama ini menjadi pertanyaan besar bagi nyonya Versha, yaitu tentang kematian mendiang suami dan anaknya yang meninggal secara misterius tetapi Kepolisian mengatakan kalau mere meninggal dalam laka lantas yang melibatkan keluarga Cornelius.
Nyatanya yang nyonya Versha dengar di hari itu sangat mengguncang seluruh kehidupannya.
kejadian 21 tahun yang lalu,
Nyonya Versha berdiri sambil menatap tuan Raharja dan Amira yang duduk dengan posisi yang intim di atas kursi kerja tuan Raharja di kamar utama. Jantungnya berdegup kencang bagai dihunus pedang saat mendengar ucapan Amira yang membongkar rahasia mereka.
"Hahahah.... sayang kita berhasil menghasut wanita sialan itu hahahah... gak sia sia kamu menikah dengan dia, meski harus mengorbankan kami," ucap Amira sambil memeluk suaminya dengan tatapan menggoda.
"Kamu benar sayang, aku, kamu dan Viona putri kita akan hidup bahagia setelah kita mendapatkan semua harta keluarga Alchemis dan menghancurkan mereka sampai ke akar-akarnya, musnah sampai selamanya!" ucap pria itu.
"A..apa apaan ini!!!" pekik nyonya Versha dengan air mata yang lolos begitu saja dari kedua pelupuk matanya. dia menutup mulutnya dengan tubuh gemetaran dan syok melihat apa yang terjadi di sana.
Tuan Raharja dan Nyonya Amira berbalik seolah olah tak terjadi apa apa, mereka tersenyum licik dan menatap wanita itu dengan tatapan mengintimidasi. bibir mereka melengkung ke atas menunjukkan mereka telah mempersiapkan semua ini sejak lama.
Nyonya Versha terdiam dengan tubuh gemetaran, sementara itu Amira berdiri dari pangkuan tuan Raharja lalu mendekati wanita itu sambil berjalan dengan pelan.
__ADS_1
"Halo istrinya suamiku," ucap wanita itu dengan suara seraya berbisik sambil berjalan mendekati nyonya Versha dan menatapnya dengan tatapan licik.
"Pergi kau! kau bukan bagian rumah ini!!!" pekik nyonya Versha dengan suara histeris.
"Hahahah... bagian rumah ini ya? tentu saja bukan, tetapi aku adalah pemilik rumah ini perempuan bodoh!" umpat Amira.
"Asal kau tau...." Nyonya Amira semakin mendekat, sedang Nyonya Versha berjalan mundur dan menatapnya dengan tatapan gemetaran.
"Suami pertamamu, suami dan anakmu mati di tangan kami... apa kau bisa menerima itu? semua ini karen kau lahir dalam darah Alchemis, kau... bukan lagi bagian dari rumah ini, mati saja kau dan ikuti suami dan putra tercintamu itu ahhahahaha......" Ucap perempuan itu sambil tertawa cekikikan.
Nyonya Versha menangis histeris, dia berteriak ketakutan dan marah di saat yang sama dia ingat dengan jelas luka yang begitu sakit yang harus dia tanggung saat suaminya meninggal dua tahun yang lalu bersama putranya dalam sebuah kecelakaan.
"ti... tidak mungkin!!" pekik wanita itu.
Tuan Raharja berdiri dia menghampiri wanita itu dan mencengkram lehernya dengan kuat.Di saya yang sama Cherry yang masih berusia 5 tahun melihat kejadian itu dengan mata kepalanya sendiri.Tubuh nyonya Versha diseret dengan kasar.
"Aphrodite... anakku...." pekik nyonya Versha dengan suara tercekat.Mereka menghilang di balik pintu kamar lantai dua.
Amira membawa Cherry kecil ke halaman depan sambil mengusap usap ribut anak kecil yang tak berdosa itu. Sedangkan Viona dengan asiknya bermain di kamar utama dimana Cherry kecil seharusnya berada tetapi dia menguasai semua barang barang milik Cherry seolah kamar itu adalah miliknya.
Di lantai dua terdengar suara pekikan dan bentakan serta suara barang barang jatuh dan benda yang dipukulkan ke dinding. Tak ada satu pun pelayan yang berani bergeming dan menghentikan kegilaan tuan Raharja kala itu.
Prang..... Brukk... Prakkkk...........
Suara benda benda jatuh terdengar jelas di telinga semua orang. Jelas mereka tau apa yang terjadi tetapi seolah bisu dan tuli, para pelayan dan orang orang di rumah itu hanya diam seolah tak terjadi apa apa.
Hingga.....
Tepat di depan mata Cherry Nyonya Versha terjatuh bebas ke atas lantai yang keras. Kepalanya membentur lantai rumah dan meninggal saat itu juga dengan luka di kepalanya . Berlumuran darah dan mati dengan cara yang mengenaskan.
__ADS_1
Tawa nyonya Amira terdengar jelas di rumah itu, setelah sang pemilik asli meninggal dia dengan begitu puas menertawakan apa yang mereka lihat .
Semua itu jelas ada di dalam ingatan tuan Raharja. Pria itu menatap ke luar jendela kamar dimana dia berdiam diri.
"Hahahah... bukan aku yang membunuhmu... bukan aku Versha, kenapa kau melakukan ini, kau yang menjatuhkan dirimu sendiri!!!!!" pekik pria itu seolah dia tiba tiba kesetanan saat mengingat mendiang istrinya.
Matanya menatap ke arah halaman taman rumah itu, dia melihat sosok Versha berdiri dengan sebuah pecahan beling yang berlumuran darah, menatapnya dengan tatapan tajam dan mengintimidasi. Kepalanya berdarah, kondisinya sama seperti ketika dia terjatuh dari lantai dua rumah itu.
"Ti..tidak mau apa kau!!!" pekik ya lagi.
Di saat yang bersamaan, sepasang orang tua dan seorang pria lainnya berdiri di belakang Versha dengan tatapan yang sama dan keadaan yang mengerikan.
Orangtua Cornelius dan mendiang suami Versha berdiri menatapnya dengan tatapan mengerikan.
"Pergi!!! arkhhh pergi kalau semua!!! pergi kau keluarga Cornelius, pergi kalian!!!!!" pekik pria itu sambil memukul mukul kepalanya sendiri saking histeris dengan apa yang dia saksikan.
"Arrkhhhh tidakkk... aku tidak mau ikut kalian sialan!!!!!!" pekik pria itu.
Di saat yang sama pintu kamar rumah itu di buka.
"Masuk!"
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1