
Di rumah Grape, para gadis sama sekali tidak bisa tidur dengan tenang. Mereka bertiga bermimpi buruk, bahkan Cherry sampai terus menghubungi ponsel Alesha di dalam kamarnya. Padahal malam sudah semakin larut, dan waktu terus berputar. Suaminya juga belum kembali dari pekerjaannya.
Grape, Elton dan Philip keluar rumah dengan alasan ada pekerjaan malam, sedangkan Rania sudah nangkring di rumah sakit karena ada pekerjaan mendadak yang tak bisa ia tolak meski dia baru mengalami kejadian mengerikan. Bagi gadis itu nyawa orang lain adalah yang terpenting sama seperti mendiang Mommynya dahulu, seorang dokter yang sangat berdedikasi tinggi terhadap pekerjaannya.
Bella dan Sarah tidur dalam kamar Philip, Keduanya juga tak bisa terlelap dengan tenang karena pikiran mereka terus tertuju pada Alesha. Rasa khawatir itu masih ada. Seperti kata Grape, mereka hanya bisa berharap besok menemui Alesha di kantor.
"Dimana Alesha sekarang? aku takut terjadi sesuatu padanya," gumam Cherry sambil menatap langit-langit rumah. Dia tidur sambil dipeluk kedua anak angkatnya di sisi kiri dan kanan.
Alvaro terbangun, dia melihat Mommynya masih belum tidur. Sontak anak itu bangkit lalu mengecup kening Cherry tiba-tiba.
"Mommy nggak bisa tidur ya? jangan khawatir, Abang udah buat mantra supaya Mom bisa tidur nyenyak, Tante Alesha pasti sedang berada di tempat yang aman, Mom jangan takut ya, ada Abang disini," ucap anak itu sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah Ibu angkat yang sangat dia sayangi .
Cherry dibuat terharu dengan ucapan anak kecil itu. Alvaro memang sangat dewasa, dia anak yang bijak dan tampaknya banyak belajar dari pahitnya kehidupan yang dia alami sebelumnya.
" iya sayang, Mom udah tenang, terimakasih buat mantranya," ucap gadis itu sambil mengecup pipi Alvaro dengan lembut.
Anak itu kembali berbaring dan memeluk Mommynya, menepuk-nepuk lengan Cherry seperti Cherry menenangkan dia dan adiknya ketika mengalami mimpi buruk.
Cherry terharu, dia memeluk kedua anaknya dengan erat, menutup matanya dan mencoba untuk tidur. Berusaha untuk percaya bahwa sahabat baiknya sudah aman.
"Besok aku akan mendemo si Mak Laron sialan itu, jika sampai aku tau dia melukai Alesha, maka dia dan anak anak sialannya itu akan habis di tanganku!" batin Cherry.
Sementara itu di sisi lain negeri itu,
Sebuah timah panas mendarat di bahu belakang Phineas. Pria itu terkejut dengan tembakan tiba-tiba itu, bahunya terluka dan Alesha juga tampak shock saat menyaksikan hal itu dengan mata kepalanya sendiri.
"akhhhh... sialan!" umpat Phineas, namun bukannya berhenti, dia malah berlari menuju mobil sebelum tembakan lainnya diluncurkan.
"Kembali kalian, sialan!!" pekik Makcik Nyonyo yang kembali mengarahkan pistol itu ke arah Phineas.
Brukkk...
"Tidak semudah itu Ferguso!!!" Philip si tampan tapi gila menendang tangan Makcik Nyonyo yang memegang pistol hingga pistol itu malah beralih ke tangannya.
"Hahahah sekarang keadaan berbalik Mak Laron bau ketek hahahahah...." celetuk Philip yang kelihatannya sangat menyukai pertarungan seperti ini.
Sementara itu di sisi lain, Elton sudah menggila dengan menghajar semua anak buah Makcik Nyonyo secara brutal dan membabi buta.Tak disia-siakannya kesempatan untuk uji kekuatan dan uji kehebatan bertarung selagi bisa.
"Whahahaha rasanya uenak sekali mendengar teriakan kesakitan dari kalian hahahaha.... siap siap gue kirim Lo ke Liang lahat... hahahahah...
"Hyaaaattt... brukkk....
__ADS_1
"Kadal gurun!!!" pekik Philip saat matanya melihat Elton di serang, bahkan kepala pria itu berdarah.
Sebuah pemukul kayu mendarat di kepala Elton, seketika dia terdiam. Lalu tiba-tiba jari jempolnya terangkat dan suara tawanya terdengar melengking memecah keheningan malam itu.
"Hahahahahahaha... Lagi... lagi... lagi!!!!" pekik Elton yang sangat bersemangat dalam pertarungan ini.
"Pffthh dasar gila, kurasa dia memuaskan dirinya berkelahi sebelum dilarang oleh si calon istri hahahah.... ciri-ciri suami takut istri!" Philip malah tertawa cekikikan tanpa sadar kalau si Makcik Nyonyo sudah berdiri dengan tubuh gemetaran saat pistol itu terdiam tepat di atas kepalanya.
"le..lepaskan Sa..saya mohon!!" rengek si Mak Laron sambil menangis sesenggukan.
Philip mendelik kesal," cihhh mental tempe, dasar rentenir gila, aku tak mungkin menyerang wanita, tapi kalau sekali pukul boleh kali ya!" ucap Philip seraya menatap Makcik Nyonyo dengan tatapan menyeringai hingga tangannya terangkat dan...
Bughhh
Satu pukulan mendarat di kepala wanita keriting itu, kini bukan hanya rambutnya yang keriting tapi wajahnya ikut keriting karena kesakitan akibat ulah si gila Philip.
"upsss... kena hahahaha... bye bye Mak Laron hahahahha... kasihan deh !!!" ejek Philip.
Elton di sisi lain berbalik dengan kepala bercucuran darah menatap pria yang menyerangnya tadi sambil menyeringai seperti malaikat pencabut nyawa yang siap menyerangnya kapan pun.
"Heheheh... habis kau tikus bau kotoran!" ucap Elton.
Pria di depannya terdiam, namun kembali mengumpulkan keberaniannya untuk menyerang Elton lagi.
Greep... bughh
Matanya membulat sempurna saat Elton dengan begitu mudahnya menangkap pemukul itu dan menariknya seolah tenaga pria di depannya itu tak ada apa-apanya.
"Ti..tidak mungkin, tak mungkin dia menarikku dengan tangan kosong!" batinnya mulai panik.
"Si..siapa kau sebenarnya, ta..tak mungkin!" ucapnya dengan tubuh gemetaran.
Elton menyeringai...
dari sisi lain, ada sebuah pukulan lagi.
"Hyaaaattt mati kau!!!" pekik orang itu. Namun alih-alih berhasil, dia malah di buat tercengang dengan kekuatan monster Elton yang lagi-lagi menangkap pemukul kayu itu dengan tangan kosong.
"Heheheh kalau begini akan sempurna, kalian membantuku memperdekat hubunganku dengan kekasihku ahhahahhahaha..... baiklah kita mulai pelajaran nya!!!"pekik Elton.
Kedua tangannya memutar masing-masing pemukul dengan keras lalu beralih melepaskan pemukul itu dan...
__ADS_1
greeeepp...
Rambut kedua pria besar di kiri kanannya itu dia tarik sekuat tenaga.
"Akhhhhhh lepaskan!!!" rintihan kesakitan terdengar di telinga Elton, dia menarik nafas sejenak, lalu tersenyum bahagia.
"Hahahhahah ini yang kuinginkan!!" pekik pria itu.
Bughhh... Bughhh..... Bughhh....
Kepala kedua orang itu dibenturkan satu sama lain sampai membuat keduanya pusing bukan main. Semua yang melihat itu terdiam dengan tubuh gemetar ketakutan seolah mereka melihat setan sedang beraksi di depan mata mereka.
"Hahahahha begini baru seru!!!" tawa Elton.
"Cihh psiko!" ejek Philip yang sedang duduk di atas tubuh seorang anak buah Makcik yang dia jadikan kursi sambil menonton penjahat lainnya saling menampar satu sama lain bahkan sampai tangan mereka memerah karena memukul terlalu kuat.
Plakk...Plakkk.. Plakkk
"cihh... membosankan, lebih kuat dong, gimana sih!!" umpat pria itu dengan wajah kesal bukan main.
"Lagi!!!" pekiknya, dan bersama dengan itu pukulan semakin kuat. Philip tak puas dia berdiri sambil menyiapkan tenaga dan tamparannya.
"Seharusnya begini!" ucap Philip sambil menarik satu kepala pria itu lalu melayangkan tangannya untuk menampar, namun alih-alih menampar, telapak tangan yang awalnya rata berubah menjadi kepalan tangan yang menjadi tinju merontokkan gigi pria itu .
"Akhhh..... uhuk... uhuk...
Brukk...
"Heheheh... ingat itu bestie!" celetuk Philip sambil mengupil," Haissshh hidungku gatal ***!!" kesalnya sambil menggaruk lubang hidung nya.
"Yaakk psikopat, pulang !!!" pekik Grape yang sudah kesal karena kedua orang gila itu lari dari skenario.
"Ehh iya pak kost iya !!!" jawab mereka sambil terkekeh.
"Dasar orang aneh!"
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗