
Bukan hanya Cherry yang terkejut melihat bom itu, Azura, Elton dan Bian juga sama terkejutnya saat melihat benda itu terpasang di tubuh bocah kecil itu.
"Bagaimana ini, kenapa mereka setega itu, sampai melukai anak sekecil ini!!!!" Ucap Cherry dengan mata berkaca-kaca.
"Kita harus cepat jika ingin menyelamatkan semua orang!!" Ucap Grape.
"Sayang nyalakan speaker ponsel mu!" Ucap Grape.
"Baik!" Jawab Cherry.
"Sudah," ucap gadis itu lagi.
"Dengarkan aku, Bian pergi ke arah Utara di bagian kanan kapal, bawa anak buah yang bisa kau percayai dan suruh dia memakai earphone nya agar terhubung dengan ku kalian berdua akan menjinakkan bom di bagian kanan dan kiri kamar paling bawah kapal ini!!" Ucap Grape.
"Baik!" Ucap Bian.
"Aku pergi sekarang!" Ucap pria itu.
"Lalu Azura, bawa Sarah ke bagian tengah kapal, biarkan dia menjinakkan bom di bagian tengah kapal karena itu yang paling sulit, jika bom di bagian tengah sudah dijinakkan maka di sisi lain akan mudah dengan arahan dariku,Sarah mungkin akan memakan waktu banyak jadi kau harus memastikan dia aman disana!" Jelas Grape.
"Setelah itu berlari lah ke kamar ketiga paling bawah dari kanan pintu masuk Utara, disana bom lainnya!" Ucap Grape.
"Baik akan aku laksanakan!" Ucap gadis itu .
"Untuk Elton, kuharap kau bisa menangkap Bon Bon, bom terakhir ada di tubuhnya, ia sedang mengurung diri di dalam ruang penyimpan anggur dengan membawa seorang tawanan, kau harus cepat dan melumpuhkan bajingan itu, " ucap Grape.
"Baiklah!"
"Cherry, apa kau bisa melakukan ini?" Tanya Grape.
"Aku bisa, aku harus melakukannya dengan tanganku!" Ucap Cherry sambil memeluk Hansel kecil yang terlihat khawatir dengan kondisi kakak laki-laki nya.
"Baiklah kita mulai operasi dalam 4 menit!!!" Ucap Grape yang sudah sangat siap dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Elton menatap adiknya,"Cherry pegang ini, kau mungkin akan butuh benda ini!" Ucap Elton memberikan belati miliknya pada Cherry.
"Lalu kakak!?" Tanya Cherry.
"Aku bisa melakukan apa pun, jangan khawatir kan aku! " Ucapnya dengan yakin lalu berlari keluar dari dalam ruangan itu menyusul Bian dan Azura yang sudah beraksi.
Aksi mereka didukung dengan kekuatan militer Phineas yang membekuk para penjahat bersama Philip di tengah bagian kapal pesiar itu.
Mereka tau ada bom tetapi mereka diperintahkan untuk menyelesaikan masalah di tengah kapal untuk memastikan misi Cherry dan yang lain berjalan lancar.
__ADS_1
Sementara perhatian para penjahat dialihkan oleh Phineas dan Philip beserta anak buah mereka, Azura, Bian dan Elton berlari menuju tempat tujuan mereka masing-masing.
Semuanya orang melakukan tugas mereka. Komplotan yang disusun Cherry berhasil membuat pintu kamar pra tawanan dan melumpuhkan semua pengawas yang menyamar sebagai tawanan palsu.
Cherry menatap Alvaro dengan perasaan kalut, dia tak tau harus bagaimana, dia harus menunggu yang lain tiba di tempat. Gadis itu keluar dari dalam kontainer dan memeriksa keadaan.
Di saat yang sama salah satu gadis yang menjadi timnya keluar dari lantai bawah dengan lengan berdarah karena melakukan perlawanan.
"Hei kau baik baik saja, tanganmu!!!" Cherry menghampiri gadis itu," aku baik, semua tawanan sudah aman dari para pengawas, benar katamu mereka menipu kita dan berusaha menyuntikkan cairan penghenti jantung untuk membuat semua orang di dalam ruangan ini mati suri selama tiga jam dan kehilangan ingatan, hampir saja kita dijebak lebih dalam!" Ucap gadis itu dengan nafas terengah engah.
"Lalu apa yang terjadi di bawah? Kenapa kau berlari ke atas!?" Tanya Cherry.
"Bom! Kami menemukan Bom, gadis yang ada dalam ruangan kita ahli bom, gadis terakhir yang masuk ke kamar, dia menjinakkan tiga buah bom!" Ucap gadis itu.
"Sarah!!! Benar kah!?" Ucap Cherry tak percaya.
Gadis yang dipanggil Marsha itu mengangguk," benar, sekarang dia pasti sudah naik ke atas dengan gadis pemilik bom paling kuat," ucapnya sambil melirik ke arah pintu keluar.
"Kami berbagi tugas, aku menghalau jalan untuk melindunginya dari serangan penjahat dan dia bertugas memastikan bom itu tidak meledak dan yang lain bertugas melindunginya dari belakang!" Ucapnya.
Di saya yang sama Sarah keluar sambil memapah seorang gadis yang pingsan karena panik tubuhnya dipasangi bom. Dia membawa gadis itu sekuat tenaga sambil mengamankan bom.
"Cherry, jawab aku, tiga bom sudah dijinakkan sekarang tersisa bagian mu,Elton dan yang dibawa Sarah, kau bisa melakukan ini!!!?" Tanya Grape.
Cherry menatap Sarah yang membantu mereka," aku bisa Grape, sahabatku disini aku pasti bisa!" Ucap gadis itu sambil memberikan ponselnya pada Marsha.
Marsha mengguk paham.
"Sarah, apa yang harus kulakukan katakan!" Ucap Cherry sambil menatap Sarah.
Gadis itu meletakkan gadis dengan bom diperutnya dan menatap Cherry dengan perasaan bersalah.
"Sarah!! Jawab aku!!" Teriak Cherry lagi.
"Ce..Cherry aku.... Aku...
"Sarah sadarkan dirimu, ini kondisi darurat!!" Pekik Cherry.
"Apa yang harus kulakukan, waktu kita tiga menit lagi!!" Pekik Cherry.
"Dimana yang jadi sandera?" Tanya Sarah
"Di dalam kontainer!" Ucap Cherry.
__ADS_1
"Bawa dia kesini Cher, kita akan jinakkan bersamaan!" Ucap Sarah.
Cherry mengangguk paham, dia langsung berlari ke dalam kontainer dan mengangkat tubuh lemas Alvaro.
"Bertahanlah nak, aku akan menyelamatkan mu, kau harus hidup!" Ucap Cherry sambil memeluk Alvaro dengan erat.
"Tante, kakak, apa yang terjadi..." Tanya Hansel Kecil sambil menggenggam tangan Cherry dengan erat.
"Kakak akan selamat sayang, percaya pada Tante, sekarang Tante minta kamu bantu Tante dengan menjaga adiknya kakak itu tetap hangat, kamu bisa kan?" Ucap Cherry sambil mengusap kepala Hansel yang terlihat khawatir dengan kondisi Kakak nya.
"Jaga adik kak Lina, dia sedang demam, sepertinya kalau Hansel memeluknya dia akan tetap hangat sampai kita tiba di rumah sakit!" Ucap Cherry dengan lembut.
Hansel mengangguk," promise me, that you Will save my brother's life!" Ucap Hansel dengan aksen inggrisnya.
"I promise little boy, trust me," ucap gadis itu.
Hansel menurut, dia mendekati Lina yang ketakutan, membantu Lina memeluk Adik kecilnya yang sedang demam.
Cherry keluar dari sana, dia menatap semua anak," aku akan menyelamatkan kalian, percaya pada Tante," ucap gadis itu.
"Kami mohon Tante bantu kami!!!" Ucap Lina sambil menangis sedih.
Cherry mengangguk, dia menggendong Alvaro keluar dari dalam kontainer dengan hati hati, dia membawa Anak itu ke dekat Sarah.
Sarah menatap Cherry, dia cukup terkejut saat sanderanya adalah seorang bocah kecil berwajah Eropa.
"Kenapa anak anak!!?" Ucap Sarah pelan.
"Mereka juga menyandera anak anak di kapal ini Sarah," jelas Cherry, "Sekarang kumohon bantuanmu Sarah, " tambah perempuan itu dengan tatapan serius.
"Baik, akan kubantu!" Balas Sarah sambil mengangguk.
Sementara itu, Bian dan Azura ditugaskan mengambil kendali kapal pesiar itu dan membawa kapal kembali ke pelabuhan.
Sedangkan di dalam tempat penyimpanan anggur, Elton sedang berjuang untuk melumpuhkan Bon bon si pria nekat dan gila yang sedang menyandera seorang gadis tak bersalah, membawa gadis itu ke dalam ruangan penyimpanan anggur sambil melepaskan semua bom yang ada di tubuhnya.
"Hahahah.... Aku akan memasang ini di tubuh molekmu ini manis, sebelum kita mati, aku ingin menikmati surga dunia bersamamu hahahhaha" tawa bajingan Si gigi emas itu terdengar begitu menjengkelkan di telinga Elton, dia sangat geram saat melihat gadis remaja tak berdaya itu dipermainkan oleh Bon bon yang terbakar dengan api bir*hinya sendiri.
"Bisa bisanya dia melakukan itu pada anak remaja, ped*fil sialan, lihat apa yang akan terjadi padamu!!!" Kesal Elton .
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen