
Elton menenggak anggur mahal itu setelah dia merenggut benda itu dari tangan Rania yang gemetar ketakutan. Wajahnya mengatakan segalanya, kadal biru dari gurun Sahara itu sedang mengamuk dan gelap.mata setelah mendapatkan informasi penting dari Sarah.
Beberapa saat lalu dia melaju sekencang mungkin menuju hotel yang dimaksud Sarah.Sarah yang sudah tak tenang memanggil Anggota timnya lalu meminta kunci lain untuk membuka ruangan kamar itu.
Karena jelas Sarah mendengar samar samar suara aneh dan misterius yang tak bisa diartikan. Jika mereka mendobrak maka akan mengganggu tamu lain, apalagi kalau sampai salah paham, urusannya akan sangat kacau.
Sembari menunggu Elton, dia dan anak buahnya melacak apa yang terjadi di hotel itu termasuk benda aneh yang diberikan pria kacamata tadi pada Sarah.
Setelah pintu berhasil dibuka, di saat yang sama Elton telah tiba. Dengan langkah cepat dan pelan dia masuk diam diam ke dalam ruangan itu bersama Sarah dan yang lainnya sambil mengamati apa yang terjadi tanpa sepengetahuan Rania dan Kevin yang duduk di ruang tengah kamar hotel yang cukup besar dan mewah itu.
Mereka masuk tepat saat Rania menanyakan alasan Kevin melakukan hal bejat itu pada Rania.
"Beraninya kau bajingan sampah tak berguna!!!" pekik Elton yang langsung melayangkan satu pukulan kuat ke arah rahang Kevin setelah dia melihat sebuah bekas luka memar di wajah Rania.
Bughh....
Kevin dan Rania sama-sama terkejut saat melihat kedatangan Elton dan yang lainnya.
"Elton!!!" Rania menangis dan memanggil nama Elton, ada rasa lega dan aman saat dia melihat Elton ada disana. Gadis itu terduduk lemas sambil.emanbgis ketakutan. Sarah langsung menghampiri Rania dan memeluk gadis itu dengan erat, berusaha menenangkan nya dengan baik.
"Tenang kak, semua sudah aman, kakak akan baik baik saja, ada kami," ucap Sarah .
Rania memeluk Sarah dengan erat, sementara itu emosi Elton semakin meluap luap saat melihat Rania menangis sesenggukan dengan tubuh gemetar ketakutan.
"Beraninya kau membuat Rania menangis, bajingan aku akan membunuhmu sekarang juga!!!"pekik Elton yang langsung duduk di atas tubuh Kevin dan menghajar pria itu secara membabi-buta. Menghancurkan rahangnya sampai hancur dan membuat pria itu tak bisa berkutik bahkan membalas pun tak sanggup.
Bughh... bagh....bughh... bagh
"Mati saja kau!!!!" pekik Elton yang sudah di luar batas kesabarannya. Pilihan paling salah dia membiarkan Rania keluar dari rumah dan mengikuti kencan yang ditawarkan dokter psikopat itu.
"Astaga dia bisa mati!" ucap salah satu anggota Sarah.
"Tenang dulu, dia tak akan mati semudah itu setelah menyakiti kakak kami!!" ucap Sarah dengan tegas dan selalu berhasil membungkam mulut para anggota yang mudah panik.
Elton benar benar geram, dia mengajar pria itu habis habis, lalu dia mengeluarkan sebuah pisau belati," lihat apa yang akan kau terima!!!" pekik Elton sambil mengangkat pisau itu dan sontak membuat semua orang panik.
" Elton... Elton ja.. jangan!!! hiks hiks... kumohon jangan...." Rania berteriak sambil menangis, dia tak ingin Elton menjadi seorang pembunuh.
__ADS_1
Elton berhenti, tangannya menggantung di udara, sesungguhnya dia sudah sangat ingin menghabisi pria itu saat ini juga, namun suara Rania berhasil menggetarkan hatinya.
"Kau selamat, tapi tidak untuk besok!" ucap Elton sambil berdiri dari atas tubuh Kevin.
Bughh...
Satu tendangan keras dia hantamkan lagi ke perut pria itu sebelum dia menghampiri Ranianyang menangis sesenggukan.
"Kalian amankan dia, " titah Sarah.
" Sarah biar anak buahku yang bawa, aku belum selesai dengan bajingan itu, setelah selesai aku akan memberikannya pada kalian!" pinta Elton dengan nafas ngos-ngosan.
"Baiklah tuan," jawab Sarah dengan patuh dan memerintahkan anak didiknya untuk memberi jalan bagi anggota Elton untuk menyeret pria cabul itu keluar.
Elton menatap Rania yang ada dalam.pelukan Sarah, dia mengusap wajah cantik yang kini lebam akibat ulah si psikopat gila itu.
"Rania... Maaf aku terlambat,"lirih Elton dengan perasaan bersalah. Melihat mereka berdua butuh waktu bersama, Sarah langsung menyerahkan Rania pada Elton seraya membuka Elton memeluk gadis itu.
"Kalian bicaralah, dari hati ke hati, aku akan mengecek rekaman CCTV dahulu, ada yang mencurigakan!" ucap Sarah yang langsung keluar tanpa mendengar jawaban dari mereka.
Sementara itu Elton memeluk Rania dengan begitu erat.Gadis itu menangis sesenggukan dalam pelukan Elton, pria yang dia sadari telah menguasai hati ya sepenuhnya.
"hiks hiks hiks... terimakasih sudah datang, aku ketakutan, aku sangat taku,t dia hampir melecehkan aku... Huwaa..... aku ketakutan Elton...." teriak Rania dengan suara lirih dan pilu.
Elton benar benar tak percaya pria itu sampai sangat nekat, jelas Elton menyesal tidak curiga dengan Kevin dan malah membiarkan Rania pergi tanpa pengawasan apa pun. Padahal jelas dia mendengar ucapan Kevin di toilet hari itu. Namun Rania yang menerima tawaran Kevin justru menjadi perhatian besar Elton sampai tak mengingat kata kata Kevin hari itu.
Elton dengan wajahnya yang masih kemerah-merahan karena pengaruh alkohol memeluk Rania, menepuk punggung gadis itu dengan no lembut dan mngusap surainya dengan pan agar Rania tenang.
Gadis itu terus menangis, air matanya bercucuran bahkan sampai membasahi kaos Elton dan menembus ke kulit pria itu.
"Maafkan aku Rania, maafkan aku..."ucap Elton.
"Seharusnya aku melarangmu untuk pergi, ahh aku yang salah... maaf " ucap Elton.
Rania memeluk Elton dengan erat, namun dia merasakan sesuatu yang aneh pada pria itu. Tubuhnya sangat panas bahkan deru jantung. Elton terdengar lebih cepat dari biasanya.
"El.. Elton kau kenapa!??" tanya Ramai sambil mendongak dan menatap wajah Elton yang mulai kehilangan kesadarannya.
__ADS_1
"****!!" umpat pria itu sambil melepaskan Rania dengan pelan.
" Menjauh dari ku Rania, obat... minuman itu diberi obat!! Cepat pergi, aku tidak akan tahan, akhh sial... hampir saja kau meminum benda haram itu, akhh... Rania pergi!!" pekik Elton yang berupaya dengan kuat menahan dirinya agar tidak menyerang Rania.
Rania menjadi panik, dia menangis sesenggukan sambil menatap Elton. Hampir saja Rania meminum anggur yang diberi obat per*ngs*Ng yang cukup kuat itu.
"Cepat pergi dan tutup pintu!!" pekik Elton sambil mendorong Rania menjauh darinya.Dia tak ingin jadi pria berengsek yang melecehkan kakak sahabatnya sekaligus wanita yang dia cintai.
Rania yang menangis berpikir cepat, dia ingat dengan jelas cara untuk meredam rasa itu, Elton harus direndam dalam air dingin.
"Tidak bisa begini, kau bisa dalam bahaya jika itu ditahan!" ucap Rania yang langsung berlari ke dalam kamar mandi dan menarik Elton kesana.
Brukk...
Dengan cepat Elton didorong ke dalam bathtub, pria itu mulai merasakan gerah yang luar biasa tak tertahankan, di bawah sana mulai sesak, pikirannya mulai kalut.
"Apa... yang kau lakukan Rania, cepat keluar, aku tak mau menyakiti mu!!!" pinta Elton .
Rania sadar dengan benar jika hatinya telah terikat pada pria itu. Dia menangis menyadari perasaannya, dengan cepat dia menyiram tubuh Elton dengan air yang sangat dingin untuk membantu menghilangkan efek obat itu.
"Tenanglah, ini akan membutuhkan waktu yang sedikit lama!" ucap Rania sambil terus menyirami Elton.
Sementara itu di luar kamar, Sarah menjadi syok saat menerima hasil laporan terkait benda yang diterima nya dari pria berkacamata tadi.
"Pria yang dibawa tadi yang menjatuhkan jenis nar*Oba baru ini Kopral Sarah, sepertinya mulai disebarkan dalam dosis kecil, siapa pun yang memakainya akan menggila seperti pria itu," ucap anggota Sarah.
"Dan minuman itu... kami menemukan jenis obat yang sama, satu satunya cara untuk mengehentikan efek obat itu adalah dengan menggunakan ramuan Ruby dari keluarga Alchemis dan merendam tubuh korban dengan es!!" ucap nya lagi.
"Cherry dan tuan Elton pasti punya, Kak Rania... Kak Rania dalam bahaya karena tuan itu meminum ramuan ini, sial, cepat masuk ke dalam!!" pekik Sarah yang langsung panik saat mengetahui kebenarannya.
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1