Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
185


__ADS_3

Phoenix Grup,


Kehebohan besar terjadi di kantor utama Phoenix Grup. Baru kali ini kucing garong dan setan kecil kantor itu terlihat akrab dan satu visi. Jika setiap hari para karyawan selalu disuguhi dengan perdebatan, perkelahian, kejar-kejaran Presdir dan sekretaris ini, maka hari ini bak ketiban durian runtuh, kantor diberkahi dengan dua manusia Prik yang terlihat akur dan bekerjasama dengan seirama.


Pria berkacamata, tinggi dan tampan tampak memasuki perusahaan itu. Dia melangkah menuju kantin dimana biasa dia nangkring bersama rekan rekan karyawan di Phoenix. Namun saat melangkah, asisten alias tangan kanan Presdir Phoenix ini terhenti saat melihat kerumunan karyawan yang mengelilingi kantin.


" Ada apa ini? kenapa semua orang berkumpul?" tanya Dante, asisten Philip.


" Eh pak Dante... se..selamat sore pak, i..itu pak Predir dan Bu Sekretaris seperti nya mendapat pencerahan sampai mereka terlihat akur seperti itu, biasanya kan selalu kejar kejaran dan membahas masalah kolor ijo di kantor, tapi hari ini kami bahkan tak mendengar satu topik pun tentang hal itu!" jawab salah satu karyawan.


Dante memang memiliki aura yang tegas dan berwibawa, jelas dia adalah seorang asisten yang lebih cocok jika disebut sebagai Presdir dibandingkan dengan pemilik perusahaan itu sendiri. Tegas, tajam dan berkharisma, kata kata itu yang selalu berhasil keluar dari mulut orang-orang jika membicarakan Dante Oliver Giroud, pria tampan sepupu kandung Philip Morris Phoenix.


Dante berjalan dengan pelan, semua karyawan yang melihatnya langsung menunduk hormat karena kharisma pria itu. Mereka memberi jalan dan mempersilahkan Pria itu untuk lewat.


Benar saja apa yang dikatakan oleh karyawan tadi, momen langka terjadi di kantin kantor itu, Philip dan Bella sama sama tenang dan akur tanpa ada bahan perdebatan yang mencolok seperti biasanya.


" Waahh tumben mereka tidak membahas kolor dan teman-temannya, biasanya kantin ini selalu dipenuhi dengan umpatan dua manusia gila ini, kerasukan setan apa mereka!?" pikir Dante sambil melangkah mendekati Keduanya.


" Kalian semua jangan menonton disana, ambil makanan kalian, jam istirahat hampir selesai, apa kalian mau mematung disana!?" ucap Dante dengan nada dan tatapan datar.


Seketika kerumunan karyawan itu langsung berhamburan seperti semut yang keluar dari sarangnya, berjalan kesana kemari dan mengambil makanan mereka masing-masing.


Dante duduk di antara Bella dan Philip sambil menatap kedua orang itu dengan tatapan heran.


" Ada angin apa sampai kalian tidak berdebat satu hari ini? " celetuk pria itu sambil mengeluarkan ponselnya dan lagi-lagi berkutat dengan segala macam grafik disana.


Philip dan Bella kompak memberikan ponsel mereka pada Dante tanpa menjawab apa pun. Dante menatap ponsel kedua manusia aneh itu sambil menyerngitkan keningnya," Apa ini?" Pikirnya.


Dante membaca pesan dan hasil tangkapan layar serta beberapa foto yang dikirim Grape tadi. Dante sontak terdiam, dia memang tidak terlalu dekat dengan teman teman sepupunya itu tetapi Philip selalu memberi tahu apa yang terjadi pada mereka agar Dante paham kenapa Philip sering keluar kantor.

__ADS_1


" Apa kalian akan keluar lagi?" tanya Dante yang langsung paham dengan maksud mereka berdua. Bella dan Philip kompak mengangguk sambil saling mengisi mangkuk makanan masing-masing agar makan siang mereka cepat berakhir.


Dante menghela nafas," seharusnya kalian bisa memisahkan kehidupan pribadi dengan kehidupan kantor, kalau begini terus para eksekutif akan marah dan menuntut kalian, perusahaan juga butuh Presdirnya, " tegur Dante.


Seketika kedua manusia itu berhenti melahap makanan mereka. Pipinya masih penuh dengan makanan dan tangan mereka menggantung di atas angin dengan sendok yang penuh dengan makanan, sambil memutar kepala menatap ke arah Dante dengan tatapan setajam silet.


Glekk....


Dante sadar kalau dia mengucapkan kata-kata yang salah, " ehh....maaf maaf, ya sudah lanjutkan akan ku kerjakan, dengan baik, puas kalian!" ketus pria itu sambil mengembalikan ponsel mereka berdua.


" mohon bantuannya Dante, ini masalah urgent, Cherry itu sahabat gue, kalau dia sampai kenapa kenapa gara-gara si tukang bully ini, gue pasti akan bunuh semua orang yang gue lihat termasuk Lo yang menghalangi gue!" ancam Bella. Sekalipun dia berbicara sambil tersenyum tetapi Dante bisa merasakan ancaman dari gadis itu.


" Lo denger kan Dan, jangan jadi sepupu edan ya, tetep aja jadi Dante, entar kalau udah selesai gue juga akan ambil alih seperti biasanya, Lo cuma bantuin beberapa hari kok sampai si kurang ajar itu gue cincang, tangan gue udah gatal pengen jambak-jambak rambut orang!!!" geram Philip seraya memainkan jari jari tangannya.


" iya iya... kalian berdua jadi kompak kalau masalahnya seperti ini tapi mirip kucing garong kalau lagi mode gila, sudahlah habis waktuku bicara dengan dua iblis ini," gerutu pria itu sambil beranjak dari sana.


Bella dan Philip saling menatap, lalu sama sama mengangkat bahu mereka.


" Apa ini masalah perjodohan itu lagi?" tanya Philip dengan tatapan dingin dan datar.


" Yap, pokoknya jangan sampai kau bertemu dengan mereka, entah apa lagi yang akan mereka lakukan, Papa sudah mengusir dan membatasi akses mereka," balas Pria itu lagi. Philip hanya mengangguk dan melanjutkan makanannya tanpa mengucapkan apa pun lagi.


Bella menatap Philip sebentar, dalam waktu tertentu dia bisa melihat tatapan tajam dan datar dari pria itu jika sedang dalam mode serius seperti saat ini, Bella berhasil dibuat diam dan penasaran dengan ekspresi dingin tetapi justru menunjukkan kekecewaan dan kesedihan dibaliknya.


"Kenapa dia terlihat murung? lihat sorot matanya itu? jarang dia seperti ini?" pikir Bella.


Bella terus menatapnya sampai tiba-tiba...


Pletak!!!

__ADS_1


" Apa lihat-lihat mau ku congkel matamu!" celetuk Philip sambil menyentil kening Bella dengan kuat.


" Arkkhhhhh Pak Philip apa apaan sih!!!!!" teriak Bella kesakitan sambil mengusap keningnya dengan wajah merah padam karena marah.


" CK..CK...CK... tuh kan apa ku bilang paling akurnya cuma beberapa menit setelah itu balik lagi jadi mode iblis kantor,"


" kupikir kita akan mendapatkan surga, tapi nyatanya penghuni neraka ini tak akan pernah berubah!" balas yang lain.


Bella dan Philip mengakhiri masa damai mereka. Lagi lagi mulut mereka beradu, suasana kantin kembali normal dihiasi dengan umpatan dan ocehan kedua orang ini.


"Pak, gadis dalam foto itu saya kenal dia siapa!" ucap Bella tiba-tiba. Mendengar hal ini, Philip langsung mengangkat kepalanya dan menatap ke arah Bella dengan wajah serius.


' Bagaimana kau mengenalnya Mak lampir?" tanya Philip seraya menatap gadis itu dengan mata tajamnya.


"Sebenarnya dia adalah gadis yang membully Rara dia gadis yang ingin saya tunjukkan hari itu fotonya, Ziora, mantan kekasih tuan Grape adalah salah satu pembully itu!" ucap Bella.


Betapa terkejutnya Philip saat mendengar ucapan Bella. Dia tidak tau hal ini bahkan mungkin Phineas juga tak tau kalau Ziora, gadis yang sempat mereka temui di masa lalu adalah salah satu dalang dari penyebab kematian Rara beberapa tahun yang lalu.


" Kau tidak bercanda kan Bella!???" suara bariton Phineas mengejutkan mereka berdua. Sontak kedua orang itu berbalik dan menatap Phineas yang datang menghampiri mereka dengan wajah terkejut saat mendengar ucapan Bella.


"Tu..tuan Phineas!??


" Nanas? kapan kau datang!???"


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2