Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
136


__ADS_3

( Masih Flash back kronologi Alesha ditahan oleh Makcik Nyonyo )


Alesha dibawa sambil dipapah oleh para pengawal Makcik Nyonyo.Gadis itu dibopong seolah dia benar-benar sakit dan tak berdaya. Berbicara saja Alesha tak lagi bisa, dia seperti kehilangan suaranya karena suntikan misterius tadi.


Sebelum masuk ke ruang tamu, Alesha dibawa ke ruang bawah tangga. Pelayan wanita sudah menunggu nya disana dengan semua peralatan yang dibutuhkan.


"Letakkan dia, akan kubereskan dengan cepat!" titah pelayan perempuan itu seraya memegang pakaian di tangannya.


Setelah para penjaga keluar, kini aksi pelayan wanita itu di mulai. Dia menatap gadis itu dengan senyuman menyeringai.


Plakk... Plakkk... Plakk...


Tiga buah tamparan mendarat di wajah Alesha yang tak tau apa apa, jelas dia diperlakukan bagai sampah disini.


"aakkk.... .. akhhh.... akhhhh.....


Alesha menggeliat kesakitan, dia mengusap pipinya dengan air mata mengalir.


"Bodoh kau Alesha, berapa kali kau tertipu oleh trik mereka!!!" Alesha menangis sembari merutuki dirinya yang begitu mudah diperdaya hanya dengan suara dan ancaman Makcik Nyonyo.


Sekalipun dia lulusan terbaik, sekalipun dia pegawai terbaik, dia tetap seorang gadis yang mudah dikibuli dengan segala trik licik Makcik Nyonyo. Trauma dan rasa takut yang ditanamkan di dalam pikiran Alesha membuat gadis itu tak bisa berkutik.


" Heh dasar anak haram, kau sudah masuk kandang serigala, habis lah kau hahahha...." Pelayan perempuan itu tertawa cekikikan melihat Alesha yang menangis sesenggukan karena menahan rasa sakit akibat suntikan dan tamparan itu.

__ADS_1


Pelayan itu menarik paksa pakaian Alesha, dia melucuti semua pakaian gadis itu. Alesha lemah, tak bisa berkutik, tubuhnya terasa sakit dan tak bisa digerakkan dengan bebas..Yang bisa dia lakukan hanya pasrah mendapatkan perlakuan pelayan yang merendahkan dirinya bahkan lebih rendah dari anjing jalanan.


"Mau apa mereka hiks hiks hiks... aku yang bodoh, masih saja terpengaruh oleh ancaman bibi, tapi jika tidak kuikuti, dia akan melukai sahabat sahabat ku, aku takut dia akan mengusik semua orang yang dekat denganku, Panti asuhan akan dia hancurkan seperti dulu aku tidak bisa melihat itu terjadi hiks hiks hiks....aku harus apa....."Alesha menangis pilu di dalam hati.


Semua terjadi sesuai rencana Makcik Nyonyo. Wajah Alesha di buat memar dengan pukulan dari pelayan itu. sudut bibirnya pecah seolah dia mengalami radang mulut yang parah. Wajahnya bengkak seperti sedang mengalami penyakit serius yang tak akan bisa disembuhkan lagi.


Pelayan itu menaruh Alesha di atas kursi. Tangan dan kakinya diikat seperti seekor hewan perah, rambutnya digundul dengan cepat bahkan sampai membuat kulit kepalanya terluka karena alat pemotong yang ikut memotong kulit kepalanya.


Wajahnya pucat padahal belum ada satu jam dia tiba di rumah itu tetapi kondisinya sudah separah ini.


Pelayan itu membawa Alesha sambil memasang wajah sedih. Alesha dipakaikan piyama dan syal hangat untuk membuat seolah olah dia dalam kondisi terburuknya. Wajahnya kelihatan sangat pucat dan tangannya gemetar karena pengaruh obat itu.


Nafas Alesha juga tidak teratur, bahkan detak jantungnya sangat cepat.


Makcik Nyonyo dan suaminya langsung menyongsong Alesha dan memperlihatkan seolah mereka peduli pada gadis itu.Pria dengan tahi lalat yang duduk di samping Makcik Nyonyo juga turut menghampiri Alesha.


"Sepupu, kenapa nasibmu begini, aku turut sedih dengan semua yang terjadi padamu, tetapi betapa lapangnya dadamu untuk menjadi pendonor jantung bagi putri mereka yang sedang sakit, hatimu memang sangat baik seperti mendiang Paman dan Bibi, maaf kalau kakak sepupu mu ini tidak bisa menjagamu dengan baik hiks hiks hiks...." Pria tahi lalat yang kerap disapa dengan nama Putra itu pura-pura menangis. Dia memeluk Alesha seolah dia benar benar berduka dengan semua ucapannya.


"Hahhaha... rasakan kau, salah sendiri termakan omongan kami, orangtua ya? hah kau hanya anak yatim yang kami pungut dari panti asuhan sebagai alat kami, kau bahkan bukan bagian keluarga kami!!!" bisik pria itu memberitahu kebenaran tentang diri Alesha yang sebenarnya.


Mata gadis itu membulat, air matanya bercucuran dengan begitu deras. Dia menatap mereka seolah meminta penjelasan lebih tentang dirinya yang sebenarnya. Tetapi bak menemukan air mancur di tengah Padang pasir yang kering dan berdebu, Alesha tak mendapatkan apa pun lebih dari yang diucapkan pria itu.


Makcik Nyonyo mendekat lalu berbisik," Jika kau penasaran dengan asal usulnya maka diam dan ikuti semua keinginan kami, ahh... kuberi satu fakta, kau anak yang di buang di panti asuhan, aku hanya mengaku ngaku sebagai bibirmu, sebagai satu-satunya keluarga mu, kau bahkan tak punya ayah maupun ibu, kurasa kau anak hasil cinta semalam hahhaha.... kau Penasaran? ikuti permainan ku!' ancam wanita itu sambil mencubit lengan Alesha sekuat tenang.

__ADS_1


Gadis itu menangis sesenggukan, hancur sudah hatinya dengan semua fakta baru yang dia dapatkan tentang dirinya. Kenyataan terpahit bahwa sejak awal berada di dunia ini dia selalu sendirian. Kenyataan bahwa Makcik Nyonyo bukan keluarga nya bahkan membuatnya merasa sedih. Sekalipun Makcik Nyonyo jahat, Alesha setidaknya masih memiliki seseorang yang dia sebut sebagai keluarga.


Tetapi nyatanya keinginan naif dan bodoh gadis itu disalahgunakan oleh Makcik Nyonyo untuk kepentingan bisnisnya.


Mereka memperkenalkan Alesha sebagai gadis yang tak punya waktu lama lagi di dunia ini. Alesha menjadi pendonor jantung untuk keluarga kaya raya yang kini duduk di hadapan mereka sambil memandangi Alesha dengan tatapan berterima kasih padahal mereka tidak sadar dengan skenario apa yang sedang dimainkan oleh Makcik Nyonyo.


"Terimakasih nak, terimakasih atas kerelaan hatimu untuk memberikan kehidupan pada putri kami, terimakasih banyak, kami sangat bersyukur...." Pria berambut hitam legam dengan wajah mulai berkeriput duduk bersimpuh di kaki Alesha sambil berterimakasih pada gadis itu.


" Terimakasih nak, kamu memang sangat baik, wajahmu sudah menunjukkan kalau kamu gadis yang baik, Fitri, gadis kami pasi akan bahagia dengan jantung ini, terimakasih banyak... hiks hiks hiks.... terimakasih, akhirnya kami punya harapan untuk anak kami...." tangis wanita di samping pria itu sambil memeluk Alesha.


Alesha menangis sesenggukan, dia tak bisa bergerak, ingin rasanya dia lari dari sana dan menghentikan semua ini.Namun firasat buruknya saat Siang tadi telah terjadi. Dia telah terikat dan tak bisa lepas dari mereka.


"Aku tidak mau, ini milikku tubuh ini milikku, jantung ini juga milikku hiks hiks hiks... tidak ada yang boleh mengambilnya dari diriku... aku juga mau hidup, siapa pun tolong aku hiks hiks.... tolong aku....." Alesha menangis sesenggukan sambil menatap mereka dengan hati yang hancur.


" Aku tidak mau.... lepaskan aku dari sini... tolong akuuu......


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2