
Bella berteriak marah, dia menatap pria itu dengan air mata bercucuran, menyatakan bahwa dia menyukai presdir gila yang selalu membuatnya kesulitan.
Lima tahun yang lalu, saat gadis itu baru tamat kuliah dan magang di perusahaan Phoenix, pertama kali dia masuk ke perusahaan itu saat interview menjadi sekretaris, dia langsung di terima oleh perusahaan karena mereka sudah lelah mencari sekretaris baru untuk meladeni bos mereka yang jorok dan tengil itu.
Bella di terima tanpa persyaratan yang sulit, hanya ditantang untuk mampu tetap bertahan di sisi Philip sampai seberapa lama dia bekerja.
Gadis itu dipertemuan pertamanya langsung dihadapkan dengan Philip yang kocak dan selalu bertingkah aneh. Pria itu memamerkan otot tubuhnya pada Bella di hari pertama dia masuk kerja, bergaya bak Hercules dan tertawa bak kuntilanak yang sedang berduaan dengan pak genderuwo di atas pohon.
Awalnya Bella terkejut, di awal sudah di beritahu bahwa presdir mereka sedikit gila dan sinting, yang memberitahukan hal itu adalah Dante yang menjadi wajah perusahaan Phoenix padahal presdirnya adalah Philip. Dan ternyata kegilaan Philip terus berlanjut, dari yang biasa saja sampai ke tingkat paling parah.
Namun seiring berjalannya waktu Bella terbiasa dengan sifat pria itu, baginya sifat Philip tak lebih dari sifat nya yang juga memiliki tingkah konyol yang membuat ketiga sahabatnya sampai resah karena ulahnya. Dia senang mengganggu Alesha yang juga bekerja di perusahaan milik Philip dan mengerjai beberapa karyawan kalau dia sedang bosan.
Awal Bella jatuh cinta pada Philip dan bertahan di samping pria itu adalah ketika dia mengunjungi sebuah rumah sakit untuk ibu dan anak saat kantor libur. Dia menemani Alesha mengantar seorang anak dari panti asuhan tempat Alesha tinggal dulu, sedang sakit dan akan menjalani operasi.
Gadis itu tak sengaja melihat Philip yang sedang bermain di tengah-tengah taman sambil tertawa bersama anak anak penyintas kanker. Dia menjadi sukarelawan menemani anak-anak itu di masa masa krisis mereka, dari yang dia dengar Philip juga memberikan donasi pada mereka untuk bisa mejalani pengobatan.
Bella melihat sisi seorang Bapak yang baik pada Philip. Saat itu dia bertingkah konyol di depan anak-anak, membuat pertunjukan sulap dan bercerita di depan banyak anak pasien rumah sakit itu. Hati Bella bergetar saat itu, dan dia tahu kalau dirinya jatuh cinta pada seseorang yang mungkin tak akan bisa dia gapai karena perbedaan mereka yang mencolok. Bella hanya seorang sekretaris yang hidupnya bagai kapal yang terombang ambing karena orangtua dan keluarga toxicnya sedangkan Philip kala itu di mata Bella adalah seorang yang berkharisma sekalipun selalu membuatnya kesal.
Beberapa hari liburan, dia terus berkunjung ke rumah sakit dan mendengar Philip bercerita bersama anak-anak tanpa sepengetahuan bosnya. Bella bahkan tertarik memberi donasi sekaipun jumlahnya tak sebanyak yang diberikan oleh Philip. Semakin hari dia melihat sisi Philip yang berbeda-beda, sekalipun orang -orang menyebutnya sebagai pria jorok yang gila dan kotor, bagi Bella Philip adalah seorang pria berkharisma, tampan dan mempesona di balik penampilan acak-acakannya itu.
__ADS_1
Hati bella telah jatuh terlalu dalam tetapi dia memilih menyimpan perasaannya selama bertahun-tahun. Dia tak ingin hanya karena dia menyatakan perasaanya pada Philip, hubungannya dengan pria itu menjadi renggang dan tak sedekat sebelumnya. Meskipun dia harus menelan pil pahit kalau dirinya harus dijodohkan dengan orang pilihan keluarganya. Orang yang tidak dia cintai sama sekali.
Awalnya Bella mencoba untuk menjalin hubungan, supaya dia bisa melupakan perasaan tak berbalas yang tak pernah dia ungkapakan pada siapa pun kecuali satu orang yaitu Cherry. Entah kenapa wanita yang sudah jadi ibu -ibu ini menjadi tempat terakhir curhatan sahabat sahabatnya. Dia menyimpan semuanya seolah semua cerita itu hanya berakhir padanya. Itulah yang membuat Bella, Alesha, Sarah bahkan Philip, dan yang lainnya nyaman bercerita dengan nyonya muda Cornelius itu.
Namun hubungan yang dia jalani dengan pria yang jadi tunangannya sesuai keinginan keluarga malah membuat hubungan toxic yang merugikan Bella seorang.
Gadis itu masih menangis, dia menatap Philip, air matanya tumpah berkali kali,” Bodohnya aku mencintai seseorang yang menyerah akan hidupnya, pria yang kucintai justru ingin bunuh diri lagi? Di depan mataku? Philip.. ayolah... jika kau tak bisa bangkit untuk memperjuangkan hidupmu maka jadikan aku, Cherry, sahabat-sahabatmu, anak anak menjadi alasanmu untuk bangkit... “ ucap Bella sambil duduk kembali ke kursinya dengan punggungnya yang berlumuran darah.
“ Arrkhhh hiks hik shiks.. dasar bodoh... kau sangat bodoh Philip.. kau bahkan tak menyadari perasaanku, kau bahkan tak melirik ku sedikitpun, kau pikir manusia mana yang bisa tahan bekerja denganmu selama bertahun-tahun dengan segala tingkahmu yang konyol itu? Aku bertahan karena aku menemukan seorang pria berkharisma, penyayang anak-anak dan mempesona, tapi semua itu hilang, dia ingin membunuh dirinya sendiri...” ucap gadis itu lagi.
Dia benar benar terpukul melihat keadaan Philip. Hatinya hancur saat melihat pria itu juga hancur. Bella menangis sesenggukan, mengusap kedua matanya yang sudah merah dan sembab karena menangisi pria yang dia cintai, pria yang membuatnya berharap tinggi akan sebuah hubungan . Pria yang berhasil membuatnya bertahan di satu tempat selama bertahun-tahuan dengan keinginan dekat dengan pria itu.
Bella menarik gunting yang masih tertancap di punggungnya itu, darahnya mengalir deras di sela sela desisannya karena luka itu.
“ Sebaiknya kita pulang, percuma aku berbicara seperti ini, toh kau juga tak akan paham, aku... ahhh.. entahlah Philip, tapi aku tak bisa membiarkanmu seperti ini,” ucap Bella sambil menyalakan mesin mobil.
Tiba—tiba Philip yang sejak tadi diam mematikan mesin mobil. Hatinya tergerak karena Bella, hati yang terluka itu bergetar saat mendengar betapa Bella peduli padanya, saat mendengar alasan gadis itu bertahan di sisinya. Ternyata ada orang yang benar-benar menyayangi nya dengan tulus, ada orang yang benar benar menghargainya dan bersedia bertahan dan berjuang bersamanya.
Wajah Grape,Elton, Phineas, Cherry, Dante, pamannya dan yang lainnya terbayang jelas dalam kepala pria itu. Dia punya banyak orang yang mendukungnya, punya banyak keluarga yang menemani dan menyayanginya tidak seperti dua manusia jahanam yang merusak hidupnya selama berpuluh tahun.
__ADS_1
Philip menarik tangan Bella, dia menyadari ada sesuatu yang bergetar di hati kecilnya, rasa aman dan tenang dan debaran tak biasa di hati pria itu.
Philip menarik dan langsung menyambar bibir mungil nan ranum milik gadis itu, sambil menangis dia mencium Bella.
Tangisan bella semakin kencang, dia membiarkan Philip melakukan apa pun yang pria itu inginkan karena jelas Bella menyukainya. Tangannya dia kalungkan pada leher Philip, keduanya saling berpagutan satu sama lain. Menyalurkan perasaan mereka masing-masing dalam tangisan bersimbah darah.
Keduanya menutup mata, menangis dalam ciuman panjang itu, saling menghangatkan dan saling memberi kekutan. Hati Philip yang tadinya kacau, perlahan-lahan mulai tertata kembali dengan hadirnya Bella di sisinya.
Tak ada suara lain, yang terdengar hanya suara decapan dari keduanya. Dirasa butuh oksigen, Philip menarik dirinya dan menatap mata Bella dengan dalam. Gadis itu mengusap wajah Philip, masih saja menangis dengan tatapan lembut mantap pria itu.
“ Terimakasih Bella,” ucap Philip sambil memeluk erat gadis itu, memeluk gadis yang membuat hatinya bisa percaya dengan yang dinamakan cinta yang tulus.
.
.
..
Like, vote dan komen
__ADS_1