
Seluruh pasukan sedang bergerak, organisasi hitam yang dipimpin pria bernama Justin itu memiliki markas besar yang terletak tepat di tengah-tengah hutan lebat. Lokasi dimana dia dan tim peneliti mengembangkan sejenis virus mematikan yang bisa menyebabkan kematian bagi yang terinfeksi.
Virus yang dikembangkan diciptakan dari membran sel otak tikus got dan juga kayak beracun yang diketahui dapat menyebabkan berbagai efek begitu terinfeksi.
Masa inkubasi virus tidak memakan waktu lama, dalam waktu 24 jam gejala mulai bermunculan seperti halusinasi dan melompat-lompat tanpa henti.
Dante dibawa dengan mobil Van hitam dengan Medan yang sulit dan terjal, belum lagi banyak hewan liar dan lokasi yang sulit ditembus.
Kepala Dante ditutup dengan sarung hitam yang masih bisa menerawang apa yang ada di depannya, Dante membuka matanya tanpa banyak bergerak agar tidak membuat para penculik itu sadar kalau dirinya sudah bangun.
" Lokasinya benar benar di tengah hutan, titik yang ditunjukkan Grape tidak salah, si bodoh itu apa belum sadar dengan apa yang terjadi di masa lalu!??" batin Dante.
Dante telah mengetahui rencana Lia dan Justin untuk menghancurkan dirinya. Sarah ternyata sudah bergerak cepat dengan memasang penyadap suara pada gigi palsu yang ditempel pada mulut Lia saat wanita itu mengunjungi dokter gigi untuk melakukan perawatan.
Ternyata seluruh aktivitas Lia sudah terekam jejaknya oleh Sarah setelah dia tiba di perusahaan itu beberapa hari yang lalu. Skenario penculikan yang disusun oleh Justin dan Lia di ikuti oleh pasangan gila itu.
Mereka membiarkan diri mereka diculik serta membiarkan Lia melakukan semuanya sesuai keinginan nya sampai Dante berhasil menangkap Justin.
Lia, Stevani dan beberapa orang lainnya telah dikuntit selama beberapa hari belakangan untuk mengetahui dengan pasti kegiatan mereka.
Tidak Dante sangka, Justin yang sebenarnya dulu adalah teman lamanya ternyata bekerja sama dengan Lia sejak beberapa tahun lalu.
Justin tau Lia bekerja dengan perusahaan ayah Dante dan tau sifat serakah wanita itu. Dengan memanfaatkan Lia, dia menyusun rencana besar untuk menghancurkan hidup Dante.
Kecelakaan naas yang dialami oleh Dante dua tahun yang lalu adalah ulah Justin yang melacak keberadaan pria itu dan menemukannya di Singapura tepat dimana dia berada saat itu.
Dengan inisiatif gila, dia mengendarai sendiri truk besar itu dan menabrak Dante hingga kecelakaan besar terjadi dan dia langsung melarikan diri.
Dua tahun kemudian, rencana utamanya dilakukan, dengan bantuan Lia dia mendapatkan uang untuk bisnis gelapnya, sebagai balasannya dia harus membantu Lia membunuh dan memusnahkan Dante untuk selamanya demi mendapatkan warisan besar keluarga Laurent.
Saling membantu satu sama lain, keda manusia ini melakukan banyak hal kotor demi mencapai keinginan mereka.
Dante dibawa ke area yang sepi itu. Sementara itu di sisi lain area itu, mobil yang membawa Sarah telah di boikot dengan cepat oleh gadis yang memiliki tempramen tinggi itu.
Sarah yang awalnya berpura-pura pingsan setelah dipukul oleh anak buah yang mengejarnya atas perintah Lia akhirnya bangun. Sementara Lia kembali ke perusahaan dan menunggu berita kematian sang pewaris utama.
__ADS_1
Hari itu, dia dengan sengaja mengundang pengacara keluarga Laurent untuk mengumumkan kematian Dante dan pergantian pemegang jabatan sesuai keinginan wasiat taun Dante.
Gadis itu bangun, ternyata ikatannya lepas dengan cepat, dia menyembunyikan senjata di balik gaunnya. Mata gadis itu menatap ke kiri dan kanan dimana dua penculik mengapit tubuhnya di tengah.
Gadis itu duduk dengan tegak," hei dia bangun!!!" teriak salah seorang.
"Pukul dia!!!" teriak supirnya.
ptass....
Sarah membuka penutup kepalanya," Tidak semudah itu Ferguso!!" ucap Sarah sambil menodongkan pistol di kiri kanannya dan...
Duarrr... duarrr....
Kepala kedua orang itu bocor karena tembakan tiba tiba dari Sarah yang tidak segan membunuh para penculik dengan tangannya sendiri.
" Sialan!!!!" supir di depannya panik, cepat cepat dia mengeluarkan senjatanya, namun tangan Sarah sudah mendarat di kepala pria itu dengan dua pistol yang memiliki peredam suara .
" Mau mati sekarat dulu atau yang instan!???" bisik Sarah dengan tatapan licik dan suara halus yang menakutkan.
Satu tembakan melesat dan anak timah bersarang di bahunya.
" Arrkhhhhhhh sialan!!" teriak pria itu kesakitan sampai kemudi mobil pun oleng.
" Heh mengemudi yang benar sialan!!!" umpat Sarah yang langsung melompat ke kursi depan dan membuka pintu mobil di sebelah supir saat mobil berjalan...
Bughhh....
Kaki jenjang gadis itu menendang tubuh pria tersebut hingga terjatuh ke luar dan dia mengambil alih kendali mobil.
Sarah menjulurkan tangannya keluar, matanya menatap kaca spion dan...
Duarr... Duarrr...
Dua tembakan melesat dan menghantam pelipis serta kaki pria itu sampai dia tidak bisa berkutik lagi.
__ADS_1
Mata gadis itu masih melirik apakah target mati. Belum ada beberapa menit, hewan buas langsung menyerang tubuh pria itu dan menyeretnya ke tempat yg tersembunyi untuk dimangsa.
Dia menatap dua pria di belakang, sudah tidak bernyawa," Siapa suruh mengancamku!!!" batin Sarah tanpa rasa bersalah sedikit pun.
Dia melakukan kendaraannya dengan sangat kencang membalas jalanan terjal berbatu begitu saja tanpa takut mengalami kecelakaan besar.
Tak main main sebutannya sebagai setan kecil kemiliteran, kemampuannya dalam bertarung sangat mengagumkan dan membuat semua orang terpukau dengan kemampuannya.
Sarah dengan cepat mengejar mobil yang membawa Dante.
" Yaakkk gadis gila, kenapa kau membawa mobil dengan kecepatan kilat, kau mau jadi paket langsung ke akhirat hah!???" suara dari radio mobil itu terdengar melengking Samapi membuat Sarah hampir menabrak pohon besar di depannya.
" Sialan, Xavier kampret, kau hampir membunuhku!!" pekik Sarah.
" Sejak awal kau sudah ingin mati kan!??? dasar gila, kau mau balapan dengan banteng hah!???" omel Xavier yang menyabotase radio mobil itu hingga dia dan Sarah bisa terhubung.
" CK... diamlah, kalian sudah dimana!????" kesal gadis itu.
" Di atasmu, jangan mengemudi terlalu cepat, kau mau cepat mati!??" suara dingin dan berat Phineas berhasil membuat Sarah menurunkan kecepatan mobilnya dengan cepat.
" CK...CK...CK... lihatlah gadis ini, langsung menurut saat kakaknya bicara, tapi aku malah di maki, dasar tidak tau diuntung!!!" ejek Xavier.
Phineas dan Xavier menaiki helikopter yang sama di atas mobil Sarah, mereka akan mendarat di titik yang telah ditentukan untuk bergabung dengan dim Azura, Bian dan Philip yang melaju dengan jalur darat.
" Diamlah, kau seorang jenderal, tunjukkan wibawamu!!!" kesal Phineas, pasalnya jabatan Jenderal itu tidak terlihat ketika Xavier menjadi orang biasa.
" Kalau dia mode jenderal, kakak pun kurasa tidak akan berkutik," potong Sarah.
Mereka melanjutkan misi mereka. Xavier dan Phineas bergabung dengan tim Azura dan si konyol Philip, mereka mendarat dengan baik dan siap mengepung area itu.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗