Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
60


__ADS_3

Cherry terdiam membeku menatap gadis yang berada di depannya itu. Tatapan mata, cara berbicara dan cara dia berperilaku sangat mencurigakan. Cherry melirik tato pedang di bawah lengan gadis itu, jelas dia tau kalau orang itu adalah pengawas tapi kenapa dia tidak langsung menangkap Cherry padahal sudah jelas gadis itu melakukan pelanggaran disana.


Gadis rambut pendek itu duduk di depan Cherry, melirik ke arah Kamera CCTV hendak menunjukkan pada Cherry kalau mereka tetap diawasi. Kamera. tag sangat kecil dan tak terlihat itu membuat Cherry tak sadar kalau mereka diawasi.


"Panggil aku Azura, " bisik gadis itu sambil menyelipkan sesuatu ke tangan Cherry.


Cherry hanya diam dan tidak menunjukkan kalau dia panik. Tetap tenang dan menggenggam benda seperti kunci di tangannya itu.


Azura kembali ke posisinya, dia menepuk kepala Cherry seolah menunjukkan pada pengawas kalau dia memastikan orang-orang di dalam sana aman.


Cherry diam membeku, ini benar benar menegangkan, dia tak tau apakah gadis itu musuh atau temannya.


Yang jelas tanda pedang di bawah lengan Azura menunjukkan kalau dia adalah seorang pengawas dan hal itu cukup untuk membuat Cherry bertindak hati-hati. Semua gadis masuk ke dalam ruangan itu, mereka berbaring di atas ranjang yang disiapkan, tak boleh ada suara, tangisan ataupun teriakan , jika tidak mereka akan mati disana.


Sudah ada puluhan gadis yang menjadi korban karena berteriak dan melakukan perlawanan. Bahkan anak anak juga mengalami hal yang sama. Cherry sempat melihat dua bocah yang dia selamatkan hari itu, Alvaro dan Hansel juga mengenakan pakaian seba putih namun Alvaro tampak berjalan dengan kaki pincang dipapah oleh Hansel saat masuk ke dalam kontainer di atas kapal yang akan segera melaju menuju daratan Tiongkok itu.


Sekitar 120 tawanan gadis gadis muda dan 50 orang anak kecil menjadi korban penculikan oleh sindikat penju*lan manusia itu. Mereka akan dibawa ke semenanjung Tiongkok dimana para pelanggan yang memesan mereka sudah menunggu disana. Mereka akan dijual sebagai budak dari tanah asing yang bisa di permainkan karena tak tau bahasa. Anak anak akan dijual pada orang orang yang membutuhkan anak sambung dan membutuhkan transplantasi organ dalam untuk keperluan mereka.


Semua gadis dan anak anak yang dibawa dalam kapal itu telah disaring dari sekian ratus orang yang mereka culik, sisanya dibawa oleh kapal lain untuk menjadi budak di tanah asing tanpa gaji.


Cherry menatap semua gadis dalam ruangannya, “ jumlah gadis dalam setiap ruangan ada 12 sampai 15 Orang, masing-masing kamar memiliki pengawas dan alat suntik yang akan disuntikkan jam 7 nanti,” bisik Azura dengan suara pelan.


Cherry mendengar bisikan gadis itu, “ Apa kau bisa berbicara dalam kode morse? “ bisik Cherry yang tiba tiba teringat dengan kode sandi Morse yang dia hapal selama menjadi relawan di rumah sakit jiwa, tentu dia mempelajari ini karena permintaan seorang pasien yang mengamuk meminta semua orang berbicara padanya dalam kode itu. Cherry menghapal dan mempelajarinya dengan baik bahkan dia sampai fasih.


Tuk... tuk... tukk...


Ketukan jari pelan sesuai irama kode morse dilakukan oleh Azura,” kau bisa? Seharusnya bilang dari tadi agar aku tak perlu sedekat ini, karena kita diawasi oleh orang gila,” isi pesan Azura dalam kode morse itu.


Tuk... tuk... tuk. Tuk....


Cherry membalasnya dengan cepat dan benar,” Siapa kau sebenarnya, kau memiliki tanda itu, kau pasti pengawas, kenapa kau melakukan ini padaku?” balas Cherry.


“ Nanti ku jelaskan, lakukan saja apa yang ingin kau lakukan, jika ada hal genting akau akan membantumu, di bawah bantalmu ada ponsel milikmu, aktifkan itu, nanti aku akan berpura pura menyuntik kalian, setelah 15 menit semua orang dalam kapal ini akan tertidur , kita bisa keluar setelah itu,” balas Azura.

__ADS_1


“ Baik...”


Cherry melirik Azura, dia masih curiga dengan gadis itu, siapa sebenarnya Azura , gadis cantik dengan tato naga itu terlihat begitu misterius, dia tak tau apa dia bisa mempercayai Azura atau tidak, yang jelas dia tak ingin melakukan tindakan yang bisa merugikan dirinya sendiri.


“ sial, aku harus bergerak hati hati, kamera CCTV itu harus kuhancurkan, jika kupecahkan mereka pasti akan tau dan kemungkinan datang ke ruangan ini adalah sekitar 5 menit karena penjaga diletakkan di bagian luar , penjaga hanya ada di bagian lorong ujung masing masing lantai, mereka lengah terhadap pengawalan karena berpikir musuhnya adalah perempuan, lima menit, ya lima menit pasti bisa untuk melumpuhkan petugas di arah barat, aku harus cepat,” batin Cherry.


Gadis itu duduk meringkuk, melirik kunci yang diberikan oleh Azura. Azura sendiri melirik Cherry dari ekor matanya,” apa dia bisa? Menyebalkan, kenapa aku harus melakukan misi seperti ini? Dia kelihatan lemah, kenapa tuan muda berminat padanya, seharusnya dibuang saja, atau dibiarkan saja, dia kelihatan tidak bisa apa apa, dan dia itu Albino,” batin Azura.


Cherry merogoh bantal di dekatnya, benar saja ada ponsel disana, gadis itu bergerak sangat pelan sambil meringkuk seperti orang bodoh padahal ponsel itu sudah dia selipkan diantara bra di dekat lengannya.


“ bagaimana dia bisa melakukannya dengan mulus?” pikir Azura.


“ jam tujuh, sepuluh menit lagi, "Cherry bangkit dari kasur lalu berjalan menuju pintu masuk kamar itu mengintip apa yang sedang terjadi. Para gadis lain tak bisa berbicara, mereka hanya diam dalam ketakutan dan trauma tapi tidak berlaku untuk Cherry meskipun efeknya akan dia dapatkan setelah masalah ini berakhir.


Di saat yang sama dia melihat seorang gadis yang dibawa oleh petugas , gadis dengan luka lebam di sekujur tubuhnya, rambutnya pendek di potong acak acakan. Cherry berjalan kembali ke kasurnya, namun karena panik dia terjatuh dan membentur kasur.


Bruk...


“ akhhh...sshhhh.....” desis gadis itu kesakitan.


Krek.. ceklek...


Pintu masuk di buka, petugas masuk dan menatap Cherry dengan tatapan kesal karena gadis itu tidak berada di atas kasurnya.


“ kenapa kau disitu perempuan buta, kalau cacat seharusnya kau tetap di atas tempat tidur dan tidak menyusahkan dasar pembuat onar,” kesal pria bergigi emas itu.


“ ma.. maaf sa..saya tak bisa melihat dengan jelas,” jawab Cherry sambil berdiri namun dengan tangan meraba raba.


“ cih sekalian saja ku kerjai, kau pikir aku takut padamu dasar pria bandit bau kencing!,” batin Cherry dengan tatapan liciknya.


Cherry meraba raba, tangannya terangkat ke atas sambil menarik narik apa saja yang bisa dia tarik.


Grepep..... sraakkk...

__ADS_1


Kumis tebal pria bergigi emas itu ditarik dengan sengaja dan sekuat tenga sampai pria itu terhuyung karena kumisnya ditarik dan menyebabkan bibir atasnya kesakitan.


“ ehh.. ehh.... apa yang kau lakukan pada kumisku gadis sialan...” pekik pria itu hendak menarik tangan Cherry namun dengan sigap gadis itu menyekat kaki pria itu sampai dia terjerembab ke atas lantai yang keras dengan wajah yang membentur lantai bahkan sampai membuat hidungnya patah dan gigi emasnya lepas.


“ si... sialann...” geram pria itu .


“ ma.. maafkan aku...aku tak bisa melihat, mataku... mataku rabun.. to..tolong siapa pun.....” ucap gadis itu sambil meraba raba lagi bertingkah seperti orang buta.


“ Duduk lah disini jangan membuat kekacauan lagi,” Azura turun tangan, dia menarik gadis itu sebelum pria besar itu memukul ya dan membuat maslah lebih serius.


“ Setan kecil ini sangat licik, kupikir dia bodoh,” batin Azura.


Pria botak itu menggeram kesal, jika bukan karena peraturan tak bisa memukul barang jualan mereka, dia pasti sudah mencabik cabik Cherry saat ini.


“ Sialan kau gadis sialan...lihat saja aku akan membalasmu, grrhhhh hanya karena bos Nathama butuh gadis perawan aku tak bisa menyentuhmu sialan,” umpat pria itu.


"Ekhmm..." Azura berdetak sambil menatap pria itu. Si gigi emas diam saat melihat tatapan Azura, sepertinya mereka takut pada gadis itu.


“ what? Aku? Wahhhh siapa pun kau Nathama , terimakasih sudah menyelamatkan nyawaku, kalau bertemu akau akan menukar balasan ini dengan nyawamu,” batin Cherry.


“ masukkan gadis itu, dia akan dikirim ke Taiwan tapi pembelinya menolak karena dia jelek, dia akan jadi budak tuan Nathama,” ucap pria itu.


Seorang gadis yang sangat familiar di mata Cherry masuk ke dalam ruangan itu sambil menunduk karena takut.


Cherry menatap gadis itu..


Deghhh...


“ Ke..kenapa a..ada disini...” gumam Cherry dengan mata terbelalak saat melihat sosok gadis itu


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2