Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
69


__ADS_3

Akhirnya semua korban dievakuasi dan para penjahat di bawa ke kepolisian untuk langsung di tangani oleh pihak kepolisian yang mengusut kasus itu di pimpin oleh Phineas.


Cherry dan tawanan lain langsung dilarikan ke rumah sakit. Anak anak yang sakit dan tawanan yang terluka dibawa ke rumah sakit sedangkan sisanya diamankan di mess pegawai miik Grape di dekat gedung rumah sakit dimana perusahaannya berada. Mereka semua di data. Diberi pakaian hangat, air bersih, makanan dan minuman dan kain hangat untuk menyelimuti tubuh mereka. Semua gadis berhasil selamat, mereka diminta menuliskan alamat dan nomor kontak yang mungkin bisa mereka hubungi.


Demikian juga dengan anak anak yang diculik, mereka mendata semua orang yang menjadi korban. Untuk beberapa hari ke depan mereka akan tinggal di mess itu sebagai tempat teraman sebelum mereka di jemput oleh orang tua mereka masing masing.


Bian, Sarah, Azura dan Marsha serta anak buah Grape, Phineas dan Bian bergabung sebagai tim untuk membantu para tawanan yang histeris dan ketakutan, menenangkan mereka dan mengurus segala keperluan mereka.


“ Data semua orang yang ada di dalam ruangan ini, segera temukan tempat tinggal mereka secepat mungkin sesuai dengan data yang mereka berikan, jangan sampai ada kesalahan,” titah Bian yang mengomando anak buahnya untuk mencari identitas para korban penculikan.


“ Siap tuan,” jawab mereka serentak yang sudah siap dengan komputer masing-masing untuk mencari data data tentang para tawanan.


“ Wahhh tuan muda ini ternyata berkharisma juga,” goda Azura.


Binan melirik Azura dengan tatapan kesal,” jangan bercanda Azura, kau tidak lihat suasananya sangat sibuk sekarang,” kesal pria itu .


“ Heh terserah, jawab dulu panggilan istri tercintamu itu, sepertinya dai mencari cari keberadaaan suami nya di malam yang dingin ini,” celetuk Azura yang tak kalah mengesalkan seperti Elton dan Phineas apalagi Rania.


“ Dasar pembuat onar,” ketus Bian.


Sementara itu di rumah sakit Cherry berdiri di depan ruang gawat darurat sambil menggigit jari jarinya , berjalan mondar mandir berharap agar Alvaro selamat. Di saat yang sama, Grape tiba disana. Rasa tidak berguna dan rasa bersalah karena menjadi suami yang buruk membuat pria itu tak berani mendekati Cherry. Di dalam ruang operasi Rania sendiri sedang membantu dokter lainnya menyelamatkan nyawa si bocah Eropa itu.


Grape menatap istrinya yang tampak risau, dia juga menggendong bocah kecil yang lain yaitu Hansel yang terlelap dalam pangkuannya.


“ Bagaimana aku aan menemuinya setelah semua kejadian itu..” batin Grape.


Padahal jika ditanya, dia sangat khawatir dengan kondisi Cherry saat ini tapi rasa bersalahnya telah menelan bulat bulat keberaniannya. Grape hanya berdiam di posisinya, tak ada yang menemaninya, dia menatap Cherry dengan rasa khawatir yang begitu besar.


Cherry masih menunggu, dia berkali-kali menatap ke pintu ruang operasi dimana Alvaro masih di periksa oleh para dokter. Tangannya dengan lembut mengusap usap punggung Hansel yang terlelap karena menangis ketakutan saat terjadi ledakan besar itu. Anak itu tak mau melepaskan Cherry saat dia melihat gadis itu di rumah sakit. Terlihat jelas kalau Hansel memiliki trauma dengan ledakan.

__ADS_1


Cherry berjalan kesana kemari sampai matanya menangkap sosok Grape yang menunduk sambil memijit kepalanya sendiri. Jelas dia lihat pria itu terdiam disana seperti orang bodah yang tidak berani berbuat apa apa.


Hati cherry luluh, dia tak bisa melihat suaminya dalam posisi seperti itu, dia tak ingin suaminya merasa bersalah atas apa yang terjadi. Gadis itu melangkahkan kakinya dengan cepat lalu menghamburkan pelukannya pada Grape dengan posisi Hansel kecil dalam pelukan gadis itu.


Grape terkejut saat sadar seseorang berhasil membuatnya khawatir setengah mati memeluknya dengan begitu erat sambil menangis sesenggukan .


“ Grape... hiks hiks hiks kamu datang...” gadis itu menangis sambil memeluk Grape, menumpahkan semua rasa sedih dan ketakutannya pada rumahnya.


“ Sa.. sayang... maafkan aku... aku tidak bisa berbuat banyak aku.... aku memang tidak berguna, maafkan aku.. aku yang lumpuh ini justru tak bisa menyelamatkan nyawamu aku... aku...” suara pria itu terdengar gemetar, semua rasa takut dan rasa bersalah berkumpul menjadi satu dalam pikiran pria itu.


Chery menggelengkan kepalanya” jangan menyalahkan dirimu atas apa yang terjadi Grape, kamu gak salah apa apa, kamu telah melakukan yang terbaik... aku... aku bangga punya suami sehebat kamu... aku bangga, jangan menyalahkan dirimu...” ucap Cherry.


Grape memeluk Cherry tanpa mengatakan sepatah kata pun lagi. Dia tak tau harus bilang apa, rasanya dia sangat menyesal untuk kejadian di masa lalu yang membuat Cherry menderita dan merasa tidak di hargai .


Kedua orang itu menunggu disana sampai operasi selesai. Beberapa saat kemudian Rania dan dokter lainnya keluar dari dalam ruang operasi dengan wajah lega. Sedang Alvaro langsung dibawa ke ruang perawatan intensif.


“ Kak bagaimana?” tanya Cherry. Rania memeluk Cherry ,” dia selamat, kamu berhasil jika tadi terlambat sedikit saja, kita mungkin sudah kehilangan anak itu,” ucap Rania.


“ aku lega.. aku... lega Grape,,....”


Bruk...


Cherry pingsan, kehilangan kesadarannya sambil memeluk Hansel yang terlelap. Gadis itu pingsan karena kelelahan dan khawatir .


“Cepat bawa dia!!” ucap Grape panik.


Akhirnya Cherry juga ikut di rawat di rumah sakit. Mereka semua terkejut saat mengecek tubuh Cherry yang mengalami dehidrasi berlebihan dan asam lambungnya naik karena tidak makan sejak dia diculik.


Semuanya terkejut saat gadis itu bisa bertahan padahal tubuhnya sudah sangat lemah.

__ADS_1


Elton menatap Cherry dari luar pintu kamar dimana gadis itu di rawat. Untuk sementara waktu mereka belum diperbolehkan mengganggu Cherry yang ditempatkan bersama Alvaro dan Hansel, karena mereka tau Cherry pasti akan langsung mencari kedua bocah itu setelah dia bangun, akan lebih baik jika dia melihat Alvaro dan Hansel saat dia membuka matanya.


“ Adikku yang malang..”lirih Elton.


Grape menatap Elton dia juga merasa bersalah pada pria itu,” el.. aku minta maaf,” ucap Grape pelan.


Mata Elton membulat sempurna saat mendengar permintaan maaf dari mulut pria gila di sampingnya itu.


“ hah!!? apa kau bilang ? coba ulang sekali lagi ,aku tak salah dengar kan? Aku baru korek kuping tadi gak mungkin budek...” celetuk Elton sambil menarik lebar lebar daun telinganya dan mendekatkan diri pada Grape.


“ aku minta maaf untuk semua yang terjadi, karena kekuranganku Cherry...


Plakkkk...


“ ahhahahhah apa kau sudh gila Benedictus Cornelius hahahha kau sepertinya kerasukan setan rumah sakit ini hahahhahahah” tiba tiba Elton tertawa terbahak bahak saat mendengar kata kata langka itu keluar dari bibir Grape


“ Elton aku serius!” kesal Grape.


“ hahahha tuh kan kau kerasukan suster ngesot hahah apa itu minta maaf? Sejak kapan di mulutmu ada kata kata itu hahhahah.. sepertinya Grape sudah gila hahahahha...” Elton mengejek pria itu habis habisan , bukan tanpa tujuan tentunya.


“ aku merasa bersalah padamu, kuharap dengan begini kau akan melupakan kata kataku tadi hahahah.. aku memang cerdas hahahha...” batin Elton dengan senyuman licik di wajahnya.


“ Mulai lagi, dasar kadal gurun,” gumam Phineas dan Philip sambil geleng-geleng kepala .


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2