Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
164


__ADS_3

Rumah baru Cherry dan Grape tampak ramai. Mereka semua berkumpul di rumah itu. Terlihat Alvaro dan Hansel sedang bermain bersama Daddy mereka sedangkan Cherry, Elton dan Rania sedang mengurus tuan dan nyonya Dalton. Sedang yang lain berkutat dengan urusan mereka masing-masing. Sarah sendiri bertugas di kantornya.


" Wihhhh.... anak terbang hahahahahahha.... lihat itu Rara... ada anak terbang!!!!!!"teriak Nyonya Dalton dengan wajah sumringah sambil tersenyum menunjuk Hansel yang di angkat oleh Grape layaknya sedang terbang ke atas langit.


" Hahaha... Tante itu bukan anak terbang itu anaknya Cherry, lalu..."wanita itu mengarahkan wajah nyonya Dalton ke arah wajahnya," namaku Cherry bukan Rara," ucap perempuan itu yang selalu memperjelas identitas nya pada nyonya Dalton.


" Cherry???" kepala wanita itu di miringkan sambil menatap Cherry seraya menaikkan satu alisnya. Rania dan Elton sontak saling menatap kala melihat ekspresi nyonya Dalton.


"Apa tidak apa-apa jika seperti itu sayang?" bisik Elton pada kekasihnya.


Rania menggelengkan kepalanya sambil menepuk bahu Elton,"nggak apa apa Kok, salah satu metode pengembalian memori dan juga kita tidak boleh memberikan banyak fantasi atau halusinasi seolah olah Rara masih hidup, justru akan berbahaya," bisik Rania.


"Ohh.... kok bisa ya dia tau itu?" bisik Elton lagi seraya memainkan rambut Rania.


" Adek sendiri gak tau, dasar kadal, awas ihh jangan pegang pegang, nanti kusut!" ketus Rania.


Elton hanya cengengesan, kekasihnya itu memang sangat kesal kalau rambutnya sudah di pegang pegang.


"Kamu Cherry? bukan Rara??!!" tiba-tiba nyonya Dalton berteriak histeris sambil menutup kedua telinganya dan membelalakkan kedua bola matanya bahkan dia sampai berdiri.


Mereka semua terkejut dengan teriakan nyonya Dalton, bahkan Bella dan Philip yang sedang mengadakan rapat visual dengan klien sampai terkejut dengan teriakan wanita itu.


Grape dan dua anak ayam juga sampai berhenti bermain saat mendengar teriakan Nyonya Dalton.


" Sayang ada apa?" Tanya Grape dengan tatapan khawatir.


Cherry menggoyangkan tangannya seraya memberi kode bahwa semuanya baik baik saja.Saat ini gadis itu sedang fokus dengan nyonya Dalton.


" Tan... tenang dulu!" hardik Cherry. Wanita itu tak segan segan menghardik nyonya Dalton walaupun dia tau kalau Nyonya Dalton memiliki gangguan psikis.


" Kamu.. kamu siapa!?? kenapa begini!? kenapa marah!!" teriak wanita itu lagi.


" Saya Cherry bukan Rara Tan!!!"

__ADS_1


" Tante harus sadar dan kembali dari fantasi tante itu, Aku bukan Rara tapi Cherry, dan Rada sudah meninggal beberapa tahun yang lalu Tan!!" ucap Cherry dengan berani.


Sebab selama dia bersama Nyonya Dalton, wanita itu terus menganggapnya sebagai Rara. Waktu mereka bersama memang singkat, tetapi Cherry dengan cepat mempelajari perilaku pasangan tua itu. Ada yang membuatnya merasa janggal, terutama dengan hasil pemeriksaan dan analisa dokter yang merawat mereka selama ini.


Nyonya Dalton terkadang memanggilnya dengan nama Cherry lalu tiba tiba berubah menjadi Rara, bahkan terlihat tidak seperti orang dengan gangguan jiwa.


" Kenapa menghardiknya!? kau ingin dia marah dan mengamuk!!!" kecam Tuan Dalton yang tidak suka jika Istrinya diperlakukan kasar.


" Elton siapa sebenarnya wanita kasar ini, kenapa dia menghardik Mommymu, jangan karena Mom sakit semua orang bisa seenaknya pada Mommymu!!!" kesal tuan Dalton yang selama ini jarang bicara langsung merespon ketika istriku di hardik seperti itu.


"Daddy tenanglah dulu, " ucap Elton .


" Dia adik kandung Elton, Aphrodite yang dulu terpisah dari Elton karena tragedi itu, Elton belum bisa jelaskan karena situasi kurang mendukung, maaf baru bilang sekarang,Daddy tenanglah dulu," ucap Elton.


"Cherry jangan membentak Mom seperti itu, Mom bisa mengamuk!" tegas Elton. Dia juga tak suka kalau ibu angkatnya diperlakukan tak sopan seperti itu.


Cherry menghela nafas," Maaf kak, om" jawab Cherry sambil membungkuk namun saat kembali berdiri tegak gadis itu tersenyum.


" Tante, Cherry tau kalau Tante nggak benar benar gila!!" Tiba-tiba wanita itu berkata demikian .Tentu saja kalimat yang terlontar dari bibir Cherry membuat semua orang tak percaya dan menoleh ke arah Cherry.


"Sayang kenapa berkata demikian!?" Bahkan Grape merasa terganggu dengan ucapan Cherry.


" Jawab Cherry tan!! Tante gak benaran gila kan? Tante hanya berhalusinasi kan? terkadang mungkin muncul gejalanya tapi sebagian besar Tante manipulasi kan!??" Cherry terus mendesak nyonya Dalton bahkan semua yang mendengar itu malah tak senang dengan ucapan Cherry. Entah apa yang mendasari wanita itu berkata demikian.


" Jawab Tan!?? Tante tau gak sih? selama ini kak Phineas menderita karena kalian bertingkah seperti ini!?? katakan padaku!!.... tidak! katakan pada kami, berapa lama kalian berpura-pura?Kalian seolah menyalahkan kak Phineas dan menghindari dia, dia menderita Tan, om...." lirih Cherry, air mata gadis itu sampai mengalir dengan begitu deras.


" Dia hidup dalam rasa bersalah selama bertahun-tahun dan terikat dengan semua rasa sakit itu! Apa kalian pernah sekalipun memikirkan perasaan kak Phineas!?? apa kalian pernah memikirkan dia om... Tan???" lirih Cherry .


" Sayang kenapa berbicara demikian, om dan Tante juga terpukul, ada apa denganmu?" Grape sampai menghampiri istrinya, dia terkejut dengan ucapan Cherry.


" Dek, kamu memang adikku tapi kalau kamu bertingkah seperti ini, aku juga akan marah, mana mungkin Mom dan Dad melakukan itu!!!" tegas Elton dengan wajah kesal dan marah.


" Cherr jangan asal menggunakan siasat, kami tau tujuanmu baik tapi kondisi Om dan Tante tidak seperti itu, kami sudah memeriksanya bertahun-tahun dan mereka mengalami guncangan berat," ucap Rania.

__ADS_1


" Guncangan? apa kalian pernah memikirkan guncangan paling berat itu di punggung siapa?!! itu dipikul oleh kak Phineas!!" tegas Cherry. Wajahnya sampai memerah menjelaskan hal itu.


Entah rahasia apa yang sudah ada di tangan Cherry, tetapi wanita itu mempertahankan alibinya bahwa Tuan dan Nyonya Dalton memanipulasi penyakit mereka.


" berapa lama lagi kalian menghindar bahwa alasan kematian Rara salah satunya adalah karena kalian!!" pekik Cherry sambil menangis sesenggukan.


Semua orang terkejut dengan ucapan Cherry. Mendengar hal itu tentu kedua orangtua itu terdiam.


Namun tiba-tiba nyonya Dalton berteriak histeris, " Arkhhhhh.... pergi... pergi... pergi!!!!" pekik wanita itu sambil memukuli kepalanya sendiri.


" Dasar perempuan gila, apa yang kau lakukan pada istriku!!! kenapa kau seperti ini!!!!" pekik tuan Dalton.


Melihat kedua orangtuanya disudutkan membuat Elton tak terima," Cherr... perbaiki perangai burukmu itu, aku menyesal membawa Mom dan Daddy kepadamu, kupikir kau orang yang berpikir dulu sebelum berkata-kata, tapi yang kau lakukan ini sudah keterlaluan!!" ucap Elton dengan wajah kecewa.


" Mom, Dad kita pulang," Elton merangkul nyonya Dalton sedang Rania membantu di sisi lain.


" Cherry kakak harap kamu merenung, ini terlalu kasar," ucap Rania dengan suara kecewa.


Mereka berempat pergi dari rumah itu. Mengungkapkan kekesalan mereka pada Cherry.


Cherry hanya bisa terdiam dan menatap mereka dengan mata berkaca-kaca " Kenapa kalian tidak percaya padaku? lihat saja... kita tunggu sampai kapan kalian akan tetap bersandiwara, apa om dan Tante ingin menghadapi kematian yang kedua kalinya!?? kalian tidak tau kalau kak Phineas hampir saja bunuh diri karena ulah kalian!!!!"pekik wanita itu.


Namun ucapan Cherry bak angin lalu, tak mereka gubris sama sekali.


" Cherry!! tenangkan dirimu, ada apa denganmu!? kenapa seperti ini!??" bentak Grape.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2