Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
278


__ADS_3

" Hirrrahhhhhhh.... kita mulai dramanya!!!!" teriak Philip yang sedang duduk di depan komputer dengan kedua kakinya naik ke atas kursi, berjongkok sambil makan kentang goreng yang dibeli dari warung di dekat perusahaan itu.


Plaaakkkk...


" Kau bisa serius tidak!?? makan terus, perutmu karet atau tempat sampah hah!!!!" kesal Phineas, dia memukul kepala Philip yang terkadang waras dan terkadang gila.


Phineas menatap pria itu sambil berkancah pinggang sedangkan Bian, Xavier dan Azura hanya tertawa cekikikan melihat kedua manusia yang sejak berangkat dari gedung milik justin terus terusan berdebat dan berkelahi hanya karena hal kecil seperti remah roti Philip yang bertaburan dimana mana.


"jika kau tidak bisa serius, maka akan kulapor kau pada Bella!!" ancam Phineas sambil mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor Bella.


Philip terdiam dan langsung menyingkirkan semua makanannya," buset, Lo kalau ada apa apa bisa gak sih jangan lapor sama ibu negara!? bisa tamat riwayat gue, belum lagi Alvaro, kalau sampai dia dengar bisa mati gue karena aura dinginnya, apalagi Cherry, Lo gila ya, cari masalah melulu deh sama gue, gue kasih tau Alesha tau rasa Lo!!!" kesal Philip yang sudah duduk dengan normal dan balik pada mode waras.


Phineas memutar malas kedua bola matanya, " diam, kerjakan saja itu, atau ku botak kau!!!" kesal Phineas.


" CK...CK...CK... kapan dimulainya kalau kalian berdebat terus, apa tidak ada yang bisa kalian lakukan selain berdebat? "potong Xavier sambil berpangku tangan menatap keduanya.


"iya bawel Lo pada, dasar songong, kalah mau bilang aja kali, gak usah banyak omong, dasar mulut ember!!" gerutu Philip sambil mengutak Atik komputer dan mulai memainkan musik untuk memperdalam peran Lia sebagai seorang ratu sehari sesuai keinginan dan imajinasi gila wanita itu.


" Heheh kita mulai!!!" gumam Philip.


Pertunjukan dimulai, seluruh aula tiba-tiba menjadi gelap, hanya ada satu lampu sorot yang menyoroti seorang perempuan yang sedang berjalan dengan angkuh dan sombongnya menuju podium utama sambil tersenyum dan menyelaraskan langkahnya dengan musik kontemporer yang diputar.


Dengan senyuman penuh kebanggaan dia berjalan sambil melambai kesana kemari seolah dia adalah seorang ratu yang sangat dinantikan.


" Hahah... tidak kusangka mereka melakukan sampai sejauh ini, aku sangat puas, baguslah wahai rakyatku, sembah aku, puji aku!!!" ucapnya sambil tertawa cekikikan dan melambai-lambaikan tangannya seolah dia adalah pemimpin nyatanya dia hanya pemimpi di siang bolong.


Dia berjalan dengan anggun ke tengah panggung dengan gaun ber-mutiara yang sangat banyak itu, berkilauan terkena sinar lampu sorot dan tampak sangat megah.


Hingga dia tiba di tengah ruangan itu, berdiri dengan senyuman sumringah menatap kegelapan.


Tap....


Tiba-tiba Layar Lebar untuk proyeksi presentasi kerja menyala dan menampilkan wajah Lia yang songong dan angkuh.


Namanya tertera jelas di depan sana.


"Lia Bernardo, selamat, kami ucapkan selamat!!" Cherry berdiri sebagai juru bicara dan menatap wanita itu bersamaan dengan lampu yang dinyalakan.

__ADS_1


Lia tersenyum menatap seluruh karyawan yang berwajah datar menatap ke arahnya


" Hahaha... terimakasih... terimakasih... atas...


" Selamat atas kasus korupsi besar besaran senilai 250 Miliar yang harus anda bayarkan dengan seluruh hidupmu!!!!" ucap Cherry dengan tatapan tegas dan menusuk ke arah Lia.


Sontak wajah wanita itu berubah pucat, dia terdiam saat mendengar pernyataan Cherry terkait kasus besar yang sudah dia lakukan sejak tiga tahun yang lalu.


Penggelapan dana, penyogokan dan pencurian barang produksi untuk kekayaan pribadi telah dia lakukan bertahun-tahun tetapi selalu berhasil dia tutupi dengan memalsukan dokumen dan laporan dari semua departemen.


Hal inilah yang diselidiki Dante setahun terakhir sejak dia mendapatkan kejanggalan mengenai uang masuk dan uang keluar serta frekuensi catatan produksi yang tidak seimbang.


Laporan asli dari tim produksi sangat berbeda dengan apa yang disampaikan Lia selama beberapa tahun. Dia memang penipu ulung yang sangat cerdas dan diakui Dante kelicikannya, tetapi Dante sudah bekerja dalam bidang ini hampir di seluruh hidupnya.


Sejak kecil dia sudah tekun dalam dunia bisnis karena mengikuti jejak ayahnya, dia berkembang pesat dan jadi wajah Phoenix bersama Philip.


Semua kelicikan dan kebusukan Lia dan beberapa orang di perusahaan itu sudah tercium sejak dia masuk di perusahaan itu setelah ayahnya meninggal dunia.


Di layar terpampang jelas semua tindak kejahatan yang dilakukan oleh Lia, Stevani, Lima orang eksekutif dan empat kepala departemen serta beberapa manajer tingkat menengah yang jelas melakukan perlawanan pada Dante dan melakukan penyelewengan serta merusak nama perusahaan itu.


" Sialan, kenapa aku terlibat, aku hanya mengikuti ucapan wanita Sian!!!" pekik bagian akuntansi yang jadi tersangka kasus penyelewengan dana perusahaan bernilai ratusan juta bersama dengan orang lainnya.


" Arrkhhh sialan, siapa... siapa yang melakukan ini, beraninya, beraninya kalian!!!" pekik Lia histeris.


Bukan hanya kasus korupsi yang dibongkar, dia didakwa sebagai tersangka penyebaran obat-obatan terlarang sekaligus pemakai dengan semua barang bukti yang sedang dibereskan oleh anggota kepolisian yang dikerahkan oleh Phineas.


Seluruh barang bukti, dokumen dan uji lab dikumpulkan dan berhasil memberatkan nama Lia.


" Dia juga yang telah membunuh tuan besar Laurent dan bekerjasama dengan seorang pria dalam rencana pembunuhan Dante Laurent anak tuan Laurent pemilik perusahaan ini!!!!"


"Diam kau sialan, lagipula si pria sialan itu, pria cacat itu sudah mati, dia tidak akan bisa menuntutku!? aku punya segalanya untuk membebaskan diriku sendiri, jangan pikir aku tidak punya koneksi di kepolisian.


" Cihh... berengsek, kau pikir kepolisian bodyguard pribadimu, yang berbicara saat ini adalah ketua kepolisian, dan seluruh anggotaku yang terkontaminasi karena trik kotormu sudah di pecat secara tidak hormat dan mendapat tindak pidana hukum!" Phineas berbicara melalui micro phone di ruang kontrol.


Lia terdiam dengan tubuh gemetaran, begitu juga dengan semua orang yang terlibat dengan kasus itu.


" Sialan, ini semua karena ulahmu matiii kau!!!!!" perempuan berpakaian modis yang sangat sombong tadi berlari menyongsong Lia sambil membawa gunting di tangannya dan...

__ADS_1


jlebbb...


Dia menusuk perut wanita itu sampai Lia terjerembab ke atas lantai dengan bersimbah darah..


" Ya Tuhan!!!!"


Semua orang berteriak histeris saat melihat pertumpahan Darah. Lia terdiam dengan tubuh gemetaran sambil menahan darah dari perutnya.


" Tangkap semua orang yang terlibat dan jangan biarkan satu pun dari mereka terlepas!!!" titah Grape dengan suara lantang dan besar sambil menarik istrinya dari tengah kekacauan itu.


Semua orang di tangkap, seluruh perusahaan benar benar kacau, Lia berteriak histeris seperti orang gila sambil menangis dan mencabut gunting itu. Tidak terima dirinya ditangkap dan tidak jadi ratu.


Di saat yang sama Dante dan Sarah masuk setelah semua orang dibekuk.


Mata semua orang membulat sempurna saat melihat sosok yang dikira sudah mati itu ternyata masih hidup, sehat dan bugar.


Berjalan bersama Sarah, Sony dan pengacara keluarga Laurent.


" Di..dia!? dia tidak mati!!!" pekik Lia dengan tatapan kecewa.


Dante tidak menggubrisnya, dia berkelana ke hadapan seluruh karyawan dan menatap mereka dengan tatapan dingin dan tajam.


Pengacara mengumumkan keputusan final tentang pewaris grup Laurent, dan seluruh aset menjadi tanggung jawab Dante.


Lia terduduk lemas, dia menangis histeris, mimpinya menjadi seorang ratu telah hancur sepenuhnya.


" Ya ampun tuan lihat ke atas!!!!" pekik salah seorang karyawan.


Seluruh mata tertuju ke arah yang ditunjuk orang itu, seorang manusia tengah terjun bebas dari lantai 40 gedung itu sambil membawa sebuah belati dengan senyuman mengerikan di wajahnya.


" Stevani!?? "


" Arrkrkkhhhhhhhhhh.......


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2