
Elton merapikan dirinya terlebih dahulu, dia membuang bunga yang tak lagi harum itu.Daripada memberi Rania bunga yang baunya jadi aneh itu, lebih baik dia bertingkah seperti biasa, mengganggu dan menjahili gadis pujaan hatinya itu.
Dia sengaja datang lebih lama untuk melihat apa pria bajingan tadi masih beraksi setelah mendapatkan serangan dari Elton.
"Kita lihat seberapa besar keberanian bajingan itu!" gumam Elton sambil memperbaiki dasinya. Dia hanya mengenakan kemeja dan rompi dengan lengan baju yang dilipat ke atas namun bukannya jelek, justru menambah pesona pria tampan ini.
Dia melangkahkan kakinya menuju ruangan Rania. Dengan senyuman khasnya dia beranjak ke ruangan itu, namun di saat yang sama Kevin, pria menyebalkan itu malah menyerobot jalan Elton seraya mendorongnya dan masuk terlebih dahulu ke dalam ruangan Rania tanpa tahu kalau pria yang barusan dia dorong itu adalah orang yang memberinya pelajaran di dalam toilet tadi.
"Minggir!" ketus pria yang sudah berganti pakaian secepat kilat itu, seperti nya dia masih belum menyerah dan menganggap kalau gertakan pria di toilet tadi hanya sebuah gertakan belaka.
Elton menyeringai, "Ku pikir dia akan paham setelah digertak seperti tadi, nyatanya dia masih bersikeras untuk mendekati gadisku, kita lihat sejauh apa bajingan ini bertindak!" batin Pria itu.
Tangan kekarnya membuka engsel pintu, dia masuk dengan wajah dingin dan datar seperti pegunungan Alpen.
Rania sedang melengkapi beberapa berkas dan data pasien yang harus dia urus hari ini. Jadwalnya cukup banyak dan membuatnya sibuk sejak tiba di rumah sakit itu.
"Hei apa pekerjaan mu belum selesai? makan yuk!" ucap Kevin yang langsung duduk di depan kursi gadis itu tanpa ijin dari yang empunya ruangan.
Rania melirik dari kacamata nya," Apa kau sudah selesai dengan toiletmu? kau masih belum berubah, dasar tukang boker!" celetuk Rania.
"Heheheh..... kau hapal saja dengan kebiasaan ku," ucap pria itu sambil terkekeh.
"Kenapa kau mengganti pakaianmu? dan wajahmu itu... apa kau baru dipukuli preman!?" tanya Rania sambil menatap Kevin yang wajahnya terkena pukulan Elton di toilet tadi.
Kevin mengusap pipinya yang masih terasa sakit, " Hahaha... bukan apa apa, hanya sedikit menghajar orang bodoh di toilet tadi, ada orang yang sok jago jadi aku memberinya sedikit pukulan," ucap Kevin dengan angkuh.
"Dan terkena pukulan juga kan," ucap Rania sambil mengambil salep memar dari dalam lacinya.
Syuuuttt....
"Pakai itu!" ucap Rania sambil melemparkan salep ke arah Kevin.
"Thanks baby, kau sangat perhatian, itu membuatku semakin menyukaimu," ucap Kevin seraya mengusap tangan Rania yang sedang menggeser mouse.
Pletak..
.
"bodoh, mau apa kau, dasar Playboy cap buaya!" kesal Rania sambil memukul tangan pria itu dengan wajah kesal.
"pffthh bwahahahhahahaha..... ahahahahhaa..... lucu sekali!!!" Tawa seseorang yang sejak tadi berbaring di brankar pasien tanpa sepengetahuan Rania dan Kevin berhasil membuat kedua orang itu langsung menoleh dengan wajah terkejut.
__ADS_1
Elton sedang berbaring di atas brankar sambil menatap ponselnya dan melihat lihat foto kedua anak ayam yang memakai kostum ayam atas ulah Cherry yang memakai kostum panda. Mereka bertiga tampak sangat menggemaskan dengan kostum itu.
"Wahhh.... hahahhahahah.....
"Lah, sejak kapan dia disini!??" piki Rania yang spontan mengambil cermin lalu melihat penampilan nya.
Rania bercermin sebentar, merapikan rambutnya dan memperbaiki lipstik nya. Hal ini malah membuat Kevin kesal karena Rania tampak sangat antusias saat Elton ada disana. Pria tampan nan menawan yang membuat siapapun iri padanya.
"Hei kenapa kau repot-repot berbedak, sama saja!" ucap Kevin yang merasa cemburu.
Rania terkejut, dia bar tersadar dengan apa yang dia lakukan. Spontanitas itu memang mengerikan, dia baru sadar kalau dia bertingkah aneh hanya karena Elton berada di dekatnya. Dengan lipstik yang bertengger di tangannya yang menggantung dia menata Kevin seraya mengedipkan kedua matanya .
"Be..benar juga, aku ini sedang apa!??? kenapa aku jadi salah tingkah setiap dia ada di sekitarku!!" pikir Rania.
"Eh... emm...buka apa-apa!" ucap Rania sambil meletakkan make up nya dan beranjak dari sana menghampiri Elton.
"Hei kadal gurun sedang apa kau disini!!!" ketus Rania seraya menghampiri pria itu.
Elton menatap Rania yang selalu tampil cantik dan menawan, namun tatapan Kevin pada Rania yang hanya memakai gaunnya itu membuat Elton merasa kesal.
"ini!" ucap Elton sambil menyerahkan ponselnya lalu beranjak dari brankar.
"Iya, menggemaskan bukan," ucap Elton sambil memakaikan jas dokter Rania yang dia gantung di sudut ruangan itu.
"Tutup badanmu, ada hidung belang dimana-mana!" ucap Elton.
"Ehh tapi aku tidak masalah, lagi pula siapa yang melihatku disini!" tolak Rania .
"Tidak ada penolakan!" tegas Elton sambil memakaikan paksa jas gadis itu.
"Pakai saja," ucapnya dengan tegas. Posisi yang sangat dekat membuat Rania terdiam dan merasa gugup.
"Em... i..iya iya ku pakai!" ucap gadis itu dengan wajah memerah karena gugup.
"Kenapa kau merona baby," bisik Elton dengan posisi ambigu seolah dia sedang mengecup Rania.
Kevin yang melihat hal itu terkejut bukan main dengan keberanian Elton, pria yang tidak dia ketahui adalah orang paling berbahaya yang telah dia singgung saat di toilet tadi.
"Ehkhmmm... " Suara dehaman Kevin terdengar di telinga mereka berdua. sontak Rania mendorong pria itu lalu beranjak dari sana dengan membawa ponsel Elton.
"Duduklah yang tenang, aku sedang ada tamu," ucap Rania dengan wajah gugup.
__ADS_1
Elton tersenyum puas, dia berhasil membuat Kevin panas dan marah. Di saat yang sama dia juga berhasil membuat perasaan Rania naik turun.
"Kevin apa masih ada urusan?" tanya gadis itu sambil duduk di depan Pria yang terus menerus menatap dirinya dengan tatapan sensual.
"Emmm apa kau ada waktu akhir Minggu ini, aku ingin berkenalan denganmu, boleh kan?" tanya Kevin.
Rania cukup terkejut dengan ucapan pria itu, dia tak menyangka kalau Kevin akan mengajaknya keluar.
"Sayang, kita ada jadwal akhir pekan, Grape juga harus berbuat lagi, jadwalnya di rumah sakit juga padat, jangan pergi kemana-mana!" potong Elton yang berbaring di atas ranjang.
"What!?? Sa..sayang!?? Rania siapa pria tidak tau diri ini!?? kenapa dia di ruanganmu, dan sembarangan menyebutmu dengan panggilan itu!!" tanya Kevin tak percaya.
"Ehh... bukan siapa-siapa, dia hanya sedang meracau, akhir pekan bukan? baiklah aku akan ikut, jemput saja aku di depan rumah sakit," ucap Rania .
"Aku ingin melihat perasaanku, apa aku benar-benar telah jatuh hati pada Elton atau hanya sekedar terbawa perasaan, kalau dia bisa membuatku bergetar berarti aku tidak memiliki perasaan apa pun untuk Elton karena reaksi yang sama dengan pria ini," batin Rania.
"Ahh... kamu setuju!? wahahahah baiklah, akan kujemput, siapkan saja dirimu!" ucap Kevin sambil mengedipkan sebelah matanya.
Rania tersenyum sambil mengangguk. Elton yang mendengar itu merasa kesal dan marah karena Rania menerima tawaran pria itu.
"Kalau begitu aku pergi dulu, sampai jumpa akhir pekan!" ucap Kevin .
"Baiklah, hati hati Vin!" ucap gadis itu .
Elton mengeraskan rahangnya, dia benar-benar dibuat cemburu saat ini. Sorot kemenangan terpancar jelas di mata Kevin yang merasa berhasil mengalahkan pria tampan saingannya itu.
"Rania!!!" kesal Elton.
"Apa kadal gurun!? kenapa tatapanmu seperti akan memakanku!" ketus Rania.
"CK... arrkhhhhhh kau... kau benar benar mengujiku!!!!" kesal pria itu sambil beranjak dari sana dan merampas ponselnya lalu keluar dari ruangan Rania tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Heh kenapa si gila ini!?" pikir Rania.
.
.
.
like,vote dan komen 🤗
__ADS_1