Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
153


__ADS_3

Nyonya Dalton kini di rawat di dalam ruang perawatan intensif untuk menyembuhkan luka luka di tubuhnya. Keadaannya sudah cukup baik dan tenang setelah beberapa hari ini diberi perhatian dengan khusus. Namun Phineas sama sekali tidak bisa menemui ibunya dan ini membuat hatinya sakit.


Setiap Phineas muncul di depan Nyonya Dalton, wajah yang mirip dengan Rara itu memunculkan bayangan wajah si gadis cantik yang terbujur kaku di dalam peti mati, tak bergerak sama sekali. Hal itu akan membuat nyonya Dalton histeris dan mengamuk lagi.


Untuk sementara Phineas menahan diri dan hanya bisa menatap ibunya dari luar kamar tanpa bisa mengucapkan kalau dia sangat merindukan sang ibu. Hatinya terluka sangat dalam ketika nyonya Dalton menolaknya dengan tegas.


Cherry baru saja selesai menyuapi nyonya Dalton makan siang, dia berjalan keluar dari kamar itu setelah wanita itu terlelap dengan efek obat yang diberikan padanya. Matanya dengan jelas menangkap sosok Phineas yang berdiri dengan wajah sendu dan tubuh lemas di depan pintu sambil menahan rasa sedih di hatinya.


Cherr berjalan keluar, dia menggenggam tangan Phineas yang terlihat sangat kacau, " Tante akan baik baik saja kak, pelan pelan saja, percaya pada Cherry, Tante akan kembali seperti semula, semua butuh waktu," ucap gadis itu menguatkan Phineas.


" Tapi sampai kapan Cher... kakak... kakak merindukan sosok Mom yang dulu, kakak bahkan tak bisa memeluk Mom dan Dad Karena mereka bahkan menolakku Cher... aku juga butuh mom dan Daddy, aku butuh mereka... Rara sudah meninggal tapi mereka hanya peduli dengan Rara.. bagaimana dengan kakak!? bagaimana dengan aku? aku juga anak mereka bukan!?" Phineas mengungkapkan luka hatinya di hadapan Cherry, tempat dia bisa mengutarakan sakit hatinya.


Cherry terlihat sedih, dia memeluk Phineas," Cherry tau kakak adalah orang yang kuat, kakak pasti bisa melalui ini, Cherry yakin kakak bisa, kita tunggu sebentar lagi kak, kita hanya butuh waktu lebih banyak..." ucap Cherry sambil menepuk-nepuk punggung Phineas dengan lembut.


Phineas menangis pilu,dia memeluk Cherry dengan erat. Gadis yang membuatnya merasa Rara kembali ke sisinya, gadis yang dia anggap sebagai adik yang sangat dia sayangi.


Elton dan Philip menatap Phineas dari seberang ruangan,mereka juga sedih dengan keadaan Phineas, tapi benar kata Cherry, butuh waktu untuk segala hal. Tak ada yang instan.


...****************...


Setelah mengunjungi rumah Elton, Cherry tampak keluar dari kediaman kakaknya bersama Daniel dan ketiga pria itu. Mereka keluar dari apartemen Elton. Elton pergi bersama Cherry dan Daniel sedangkan Phineas dan Philip kembali ke kantor mereka masing-masing karena ada pekerjaan mendadak.


Sepanjang perjalanan Cherry hanya duduk diam menatap kosong ke arah jalanan dengan wajah sedih.Di saat seperti ini dia merindukan suaminya yang tak bisa dihubungi beberapa hari belakangan. Jujur saja,jauh dari Grape membuat hati gadis itu merasa kesepian, jika boleh dia ingin pergi ke tempat suaminya dan menceritakan semua yang dia alami.


Cherry masih saja menahan dirinya agar tidak ketakutan, dia menahan dirinya agar tetap kuat menghadapi semuanya sendirian. Mengurus anak anak juga membuatnya lelah, rasa khawatir akan keamanan anak anak membuatnya tak bisa tidur belum lagi memikirkan suaminya yang belum pulang.


Banyak masalah yang datang silih berganti. Masalah Alesha juga belum selesai, masalah obat yang diminum Elton hari itu juga membahayakan keluarga mereka karena korbannya adalah Rania, masalah Bella dengan orang yang melukainya juga belum ditangani, bahkan masalah kedatangan Ziora ke kantor Cornelius hingga beberapa kali saat Cherry tak berkunjung membuat gadis itu was was.


Belum lagi memikirkan keluarga Alchemis yang tampaknya keberadaan nya semakin hilang di telan bumi seolah keluarga itu tak pernah ada. Hal ini terjadi karena semakin besar ancaman yang mereka dapatkan dari dunia luar yang mengetahui ramuan Ruby yang memerlukan darah murni Alchemis dalam pembuatannya. Keamanan Cherry dan Elton sewaktu-waktu bisa terancam jika sampai ada yang tau kalau mereka keturunan asli.


Pikirannya kalut, hatinya lemah, dia butuh suaminya, sumber kekuatannya, tapi apa daya, Grape masih belum pulang dari perjalanan bisnisnya.

__ADS_1


Terdengar beberapa kali gadis itu menghela nafas berat. Sulit rasanya menghadapi semua ini. Dia butuh dampingan suaminya. Elton melirik adiknya yang bersandar di bahunya sambil menatap ke arah jalan," ada apa dek, kau terlihat kacau," tanya Elton.


" Aku kacau karena Grape tidak disini kak, aku merindukan rumahku,aku merindukan dia... kenapa dia tak bisa dihubungi, banyak yang ingin kubicarakan dengan dia tapi dia sulit dihubungi, apa dia tidak tau kalau aku merindukan dia!? apa si jamur bodoh itu terlalu menikmati perjalanan bisnisnya sampai lupa dengan anak dan istri!?" Celetuk Cherry dengan wajah kesal.


Elton terkekeh mendengar keluhan Cherry, dia mengusap kepala Adiknya dengan lembut,"tenang saja, dia tak akan lama," ucap Elton menenangkan Cherry.


Cherry tersentak kaget dia langsung menatap Kakaknya dengan tatapan berbinar-binar," Apa dia akan pulang!? kapan? apa kalian bicara!? ke apa dia sudah dihubungi kak!? apa yang sebenarnya terjadi!?" cerocos Cherry dengan serentetan pertanyaan.


Elton terkikik geli dengan wajah itu," kudengar dari Asraf kalau Grape sudah dalam perjalanan pesawat terbang hari ini, mungkin dia sebentar lagi akan segera tiba, dia menaiki pesawat kelas bisnis sendirian," jelas Elton yang belum memberitahukan kepada Cherry apa yang sebenarnya Grape lakukan di luar sana.


" Jadi dia akan pulang hari ini!??" Cherry berteriak kegirangan bahkan tak peduli kalau suaranya hampir membuat telinga dua manusia lain di mobil itu hampir pecah.


" Astaga gadis ini benar benar deh, suaramu hampir membuat telingaku pecah Cher!!" gerutu Elton seraya mengusap telinga nya.


Cherry hanya terkekeh, mendengar suaminya akan pulang sudah membuat hatinya berbunga-bunga karena akan segera bertemu dengan sang suami tercinta.


" Yes... Grape pulang, aku sangat merindukan dirinya, aku benar-benar merindukannya!!" ucap Cherry sambil tersenyum bahagia padahal baru saja dia terlihat murung seperti orang sedang berkabung.


Mereka melaju dengan kecepatan sedang, tiba-tiba ponsel Elton berbunyi.


" Ada apa Philip?" tanya pria itu.


"Lihat berita! pesawat Grape hilang kontak di atas perairan!!" teriak Philip dari seberang sana dengan Suara panik dan ketakutan.


Mata Elton membulat sempurna, ia melirik Cherry yang masih tersenyum, apa yang akan terjadi jika Cherry mendengar hal ini.


" Ja..jangan bercanda Philip, jangan bermain main dengan nyawa orang lain!!!" tegas Elton.


" Aku tidak bercanda, pesawat nya benar dan nama Grape ada dalam daftar penumpang!" ucap Philip .


Elton terdiam dengan wajah pucat pasi,sedangkan Cherry masih belum tau apa apa.

__ADS_1


" Cher...."Elton menatap adiknya dengan wajah pias.


" A...ada apa kak? kenapa wajah Kaka seperti itu!?" tanya Cherry heran.


" Pesawat yang ditumpangi Grape hilang kontak di atas laut... Grape... kecelakaan..." ucapnya sepelan mungkin.


" Hahahah... apaan sih kak? jangan bercanda ihh kakak bikin Cherry takut tau gak!" celetuk gadis itu tak percaya.


Elton membuka berita dan benar apa kata Philip, dia menunjukkannya pada Cherry.


" Kakak tidak bohong Cher.. pesawat Grape mengalami kecelakaan!" ucapnya lagi.


Degh...


" ti..tidak mungkin kak, hah... gak mungkin!!!" pekik Cherry sambil melihat berita itu.


Hancur hatinya saat melihat data penumpang yang salah satu namanya adalah nama sang suami.


"nggak... ini gak mungkin!! nggak mungkin kak!!!"




.


.


.


like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2