
Seisi perusahaan dibuat heboh dengan berita kematian sang Presdir yang sangat tiba-tiba. Seluruh karyawan disuruh berkumpul di ruangan auditorium Perusahaan, semuanya mendapatkan pesan dari nomor tidak dikenal mengenai kematian Presdir yang disebabkan bunuh diri karena depresi.
Beberapa wajah yang sangat mengharapkan kematian pria itu berjalan dengan senyuman mengembang di wajah mereka. Membusungkan dada mereka bak pemenang, menyunggingkan senyum mereka bak pembunuh yang berhasil meloloskan diri dari kejaran polisi, menginjakkan kaki mereka dengan penuh percaya diri seolah mereka akan menjadi penguasa baru di era yang baru di perusahaan itu.
"ahhh tidak kusangka kalau dia akan mati muda, aku turut berdukacita dengan kematiannya, Presdir cacat yang tidak berguna," celetuk salah satu pria gemuk dengan perut besar, tampaknya dia sampai mengalami obesitas karena kebanyakan mengerat kantong dan pundi pundi keuangan perusahaan.
"Hmm... kau benar, ini saatnya era yang baru, era kejayaan Laurent grup di tangan orang-orang penting seperti kita!" balas seorang wanita yang tampaknya sudah sangat siap dengan kejadian hari ini.
Dia memakai gaun merah dan topi senada berbulu elang di atasnya seolah dia menunjukkan sikap perlawanan pada pemilik perusahaan.
Semua orang masuk dan berkumpul di ruangan menunggu kedatangan wanita yang digadang-gadang menjadi penerus berikutnya di Laurent grup. Siapa sangka hari ini akan tiba?
Beberapa karyawan tampak sedih, beberapa terlihat terkejut tetapi lebih banyak yang merasa senang dengan kejadian ini.Sebab rumor tentang ketidakmampuan Dante di grup itu menyebar dengan cepat karena ulah Lia si biang gosip perusahaan yang sangat sempurna.
Beragam ekspresi terlihat jelas di ruangan itu. Kepala departemen yang disenggak oleh Dante beberapa hari lalu hanya duduk dengan tubuh tegap dengan memasang wajah perkabungan sebab mereka sudah tau siapa Presdir mereka yang sebenarnya.
Bahkan seluruh divisi yang mereka pimpin juga tampak hening dan membuat divisi lain yang jelas melawan Dante merasa heran.
Pasalnya 8 departemen yang disidang oleh Dante telah bekerja bersama pria itu dalam jangka beberapa hari, mereka cepat belajar dan menemukan bahwa sosok pemimpin yang mereka butuhkan saat ini adalah Dante bukan yang lain.
Semuanya terdiam dan tampak murung.
Berbagai bisikan terdengar jelas di dalam ruangan itu. Semuanya menebak apa yang terjadi dan siapa yang menyebabkan Presdir mereka meninggal dunia.
Di saat yang sama, Grape, Cherry dan Alesha masuk ke dalam gedung itu bersama tim Alpha dengan beberapa berkas di tangan mereka. Semua sudah disiapkan tinggal menunggu jam tayangnya.
__ADS_1
Seluruh karyawan melongo menatap barisan berpakaian hitam dengan Coat kulit yang sangat menarik itu. Mereka terlihat menyeramkan dan suasananya terasa menegangkan untuk waktu yang lama.
Para karyawan berbisik bisik, menebak kira kira siapa pasukan berbaju hitam yang berbaris rapi di Haluan kiri auditorium tersebut.
Sementara itu, Lia sedang mengalami masalah mengerikan. Perutnya bak dikocok dan diputar, rasanya sangat sakit. Dia berlari ke kamar mandi lalu mengalami diare yang sangat parah.
" Arkhhh kenapa ini terjadi sekarang!?? perutku khhh sakit, sialan... Apa jangan jangan ini karena minuman yang diberikan wanita jal4ng sialan itu!!!" Lia merintih kesakitan di dalam toilet sambil menggigit tisu toilet di mulutnya dia berusaha meredam rasa sakit yang teramat sangat di perutnya.
Wanita itu bolak balik kamar mandi sampai puluhan kali, keringatnya bercucuran, dia lemas dan tak punya tenaga padahal ini hari yang sangat dia nantikan, seharusnya dia berdiri di hadapan seluruh karyawan dan dengan bangga mengatakan bahwa dirinyalah pemilik perusahaan tersebut sekarang, dan dengan bangga mengatakan agar semua orang berlutut di hadapannya.
Tetapi keadaan justru berbanding terbalik, di hari spesial ini dia malah mengalami diare yang sanga parah..
klakkk....
Sreeettt.... sreeettt....
" obat... ma..mana... akhhhrrr perutku sakit!!!!" geram Lia sambil menarik kasar laci mejanya hingga semua isinya berhamburan. Berbagai macam oil terjatuh keluar dari laci itu.
Dengan lemas dan tak bertenaga dia mencari obatnya.
"Akhhhhhr... SIALAN!!!!" Pekik wa iya itu hampir menangis. Dia menelan tiga pil diare sekaligus, sepertinya dia sudah kecanduan dan terbiasa dengan obat obatan melihat begitu banyak pil penenang, pil sakit kepala dan pil tidur yang keluar dari dalam laci wanita itu.
Lia membuka botol mineral dengan kasar dan menenggak semuanya dengan cepat.
" Arehhh sialan, ini seharusnya jadi hari spesial untuk ku, dasar manusia sialan, lihat saja aku akan mengakhiri hidupmu sama seperti si bangsat Dante sialan, manusia cacat yang tidak ada gunanya itu!!!" geram Lia sambil mengeraskan rahangnya.
__ADS_1
Dengan tertatih-tatih dia berdiri dan meraih tasnya. Tangannya yang diisi dengan cincin mahal dan gincu mencolok bergerak dengan cepat mengambil make up lalu dengan lihat memperbaiki riasan wajahnya yang terlihat sangat buruk dan berantakan.
" Hah tenang Lia, sang pemenang selalu datang terlambat, dan kita akan berdiri di depan para bedebah sialan itu sebagai satu satunya pemenang yang berjaya!" ucapnya dengan bangga sambil berusaha tersenyum sekalipun perut nya terasa sangat sakit.
Dia mengambil sebuah tabung plastik berisi cairan aneh, dengan alat penghisap dia menghirup aroma benda itu sambil tersenyum.
" Hummmmm.....ahhhhhh....... tenang, aku sangat tenang!!!" ucapnya sambil tersenyum menatap langit-langit seolah ada hamparan pantai yang begitu luas di depannya tengah menunggunya untuk berenang disana.
Lia mengganti gaunnya menjadi gaun yang sangat indah yang sudah dia siapkan sejak lama sebagai bukti bahwa dia akan dinobatkan sebagai seorang ratu di dalam imajinasinya, gaun putih dengan banyak mutiara bertaburan di seluruh bagiannya serta sebuah mahkota indah yang dia taruh sendiri di atas kepalanya sambil berkata," Anda dinobatkan sebagai ratu dunia dan patut di sembah dan dipuja oleh banyak orang!!" ucapnya dengan angkuh sambil menatap wajahnya di depan cermin.
Padahal tanpa dia ketahui kekacauan besar sedang terjadi di dalam perusahaan itu, saat semua orang sedang bergunjing tentang kematian Dante dan kedatangan tim Alpha.
Di sisi lain gedung itu, Stevani mulai kehilangan kewarasannya, dia berlari dari tangga darurat dengan membawa sebilah pisau berlumuran darah setelah dia berhasil menusuk rekannya yang tau semua gerak geriknya di perusahaan itu.
Beberapa menit yang lalu, Stevani berdebat hebat dengan pria yang memberitahunya tentang kedatangan Alpha, dia panik dan membawa pria itu ke ruangannya lalu berbicara disana.
Siapa sangka, setan merasuki pikirannya dan dengan gilanya dia menghujam pisau belati yang dia simpan di lacinya ke dada pria itu tepat di posisi jantung pria itu.
Menusuknya sampai berkali kali dan membunuh pria itu dengan brutal sambil berteriak dan tertawa seperti seorang psikopat.
Ternyata Laurent grup mempekerjakan para manusia dengan gangguan jiwa yang mengancam keselamatan nyawa orang lain.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗