Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
124


__ADS_3

Cherry,


Ada sebuah perumpamaan yang mengatakan bahwa hubungan persahabatan terkadang lebih kuat dibandingkan dengan saudara kandung, dan kami percaya itu!


Elton dan Rania sudah kembali ke rumah, keadaan mereka telah membaik . Hanya saja luka di pipi dan sekitar pergelangan tangan dan kaki Rania perlu mendapatkan perhatian khusus agar cepat kering dan sembuh.


Cherry bersama Grape, Sarah, Bella dan kedua anak ayam sedang duduk di ruang tengah rumah bawah tanah sembari mengemil buah buahan yang dikupas oleh Cherry. Rania sendiri diminta untuk beristirahat di kamarnya sedang Elton tengah berbicara dengan Philip di ruang kerja Grape untuk membahas tentang kejadian yang menimpa Rania.


"Mommy, ancel mau setlobeli... enak... nyam nyam nyam!!" celetuk bocah itu sambil membulatkan bibirnya dan menatap Cherry dengan bola matanya yang bersinar sinar itu. Pipi merahnya yang menggemaskan membuat semua orang terpikat dengan bocah itu.


"Hansel suka ya sayang? ini makan lagi, pinter banget anak Mommy," ucap Cherry seraya mengusap pipi Hansel yang duduk dalam pangkuannya.


"Sayang kamu juga makan," ucap Grape sambil memberikan sepotong buah untuk istrinya. Cherry melahap buah itu sambil tersenyum," terimakasih babe," ucap Cherry dengan senyum manisnya.


"Daddy juga makan," Alvaro menyuap sepotong apel ke mulut Grape yang juga duduk di atas tikar bersama mereka semua. Sambil tersenyum dia menerima suapan itu," terimakasih Abang," ucapnya sambil menepuk kepala Alvaro.


Melihat keluarga kecil itu, membuat Bella dan Sarah saling menatap dan hanya bisa gigit jari karena cemburu dengan keharmonisan keluarga kecil sahabat mereka Cherry. Tetapi di sisi lain, mereka sangat bahagia ketika sahabat mereka juga hidup dengan baik seperti sekarang ini.


"Aku jadi merindukan Alesha," gumam mereka bertiga di saat yang sama. Semuanya malah terkejut saat mendengar ucapan itu dari bibir mereka masing-masing. Bahkan Grape Samapi terkejut minat bagaimana ketiga gadis itu terkoneksi satu sama lain.


Akhhh..... deg... deg... deg....


"Cher... Rah... Alesha... Alesha Dia bagaimana sekarang!?? tiba tiba..." Bella menepuk dadanya," perasaanku gak enak!!!" ucap gadis itu seraya menepuk-nepuk dadanya yang tiba-tiba berdegup kencang.


"Alesha, dia sudah lama tidak menghubungi, ada apa ini, aku merasa ada yang terjadi, Cher, Bell... tiba-tiba aku khawatir!!!" ucap Sarah yang merasakan hal yang sama.


lain halnya dengan Cherry, air mata gadis itu mengalir tiba-tiba jantungnya berdebar kencang," Akhh... kita.. kita harus menghubungi Alesha!!!" ucap Cherry yang bahkan terkejut dengan air matanya.


"Sayang, kamu menangis!" Grape Panik, dia mengusap air mata istrinya dan menggenggam tangan gadis itu.


"Aku juga heran Babe, gak pernah aku seperti ini, tiba tiba saja saat membicarakan Alesha, Dan jantungku rasanya gak enak, Alesha sekarang dimana!??" ucapnya seraya menatap mereka dengan wajah khawatir.

__ADS_1


Bella langsung menghubungi nomor Alesha. Gadis itu sama sekali tidak memberitahukan kepada mereka tentang keadaannya. Kalaupun pulang kampung, Alesha tidak akan pernah selama ini, dan masa cutinya berakhir hari ini.


Bella menunggu jawaban dari Alesha, namun nihil tak ada jawaban dari gadis itu.


"Nggak diangkat, " ucap Bella dengan wajah kecewa.


"Coba sekali lagi, aku akan kirim pesan!" ucap Sarah.


Mereka menghubungi Alesha sampai beberapa kali dan mengirimkan spam chat pada gadis itu, tapi hasilnya tetap sama, Alesha tidak mengangkat panggilan mereka ataupun membaca pesan pesan itu.


"Kenapa dia seperti ini? Alesha bukan orang ceroboh, gak mungkin dia gak kasih tau, ada apa dengannya!??" ucap Sarah.


"Saat aku dan anak-anak pergi ke panti asuhan, ibu panti mengatakan kalau Alesha sudah sebulan tidak berkunjung ke panti dan hanya mengirim uang ke akun rekening panti, tetapi dua Minggu belakangan, Alesha tak pernah menghubungi panti lagi, aku takut bibinya melakukan sesuatu," jelas Cherry.


"CK... gadis ini, kenapa gak angkat telepon sih, bikin kesel dan khawatir, apa si muka datar ini gak tau kita lagi panik grrhh... Alesha, awas Lo sampai ketemu sama gue!!!!" Geram Bella .


Sekali lagi mereka mencoba menghubungi ponsel Alesha, ratusan pesan mereka kirimkan bahkan Bella Sampai mengirim banyak ancaman tapi tak juga dibalas oleh Alesha. Ponselnya aktif tetapi tak ada jawaban.


"Bell tenang, biar gue hubungin bibinya, mungkin si emak laron itu tau dimana lokasi Alesha, dia gak pernah begini!" ucap Sarah sambil mencari nomor bibi Alesha di ponselnya.


"Mak Laron, udah jelek, bau lagi!!"gumam gadis itu.


Sarah menghubungi bibi Alesha yang jadi dalang penitipan Alesha di panti asuhan sejak dia masih bayi.Kedua orangtuanya tak jelas dimana, menurut rumor, Ayah dan Ibunya bercerai. Tetapi mereka sama sekali tidak pernah terlihat, Ayahnya pergi ke Tiongkok dan tak pernah pulang dan ibunya dikatakan menikah lagi, ada juga yang bilang kalau Alesha tidak punya orangtua, dan ada yang bilang kalau Alesha anak di luar nikah. Yang tau tentang asal usul gadis itu hanya bibinya, itu pun jika ditanya dia hanya akan menghina gadis itu.


"Nggak bisa dihubungi, Mak Laron mah ga pernah jelas, kalau begini kita gak tau gimana kondisi Alesha!" ucap Sarah dengan wajah kecewa.


Cherry, Bella dan Sarah tampak murung, mereka bertiga sangat merindukan gadis yang selalu bersikap datar dan dingin itu.


"Bukankah masa cutinya berakhir hari ini? kalian bisa melihatnya ke kantor Philip besok!" usul Grape.


"Baiklah, CK... mau dicari juga tapi kemana??" ucap Cherry. Suasana di rumah itu jadi mendung, wajah Ketiga gadis itu tampak suram dan sedih.

__ADS_1


Sementara itu di rumah sakit, Phineas masuk ke dalam ruang staff rumah sakit mengikuti dokter pria yang dia lihat tadi.Dengan langkah perlahan dan tak lupa mengenakan masker, dia berjalan mengikuti orang itu.


Langkahnya sangat pelan, jelas terlihat kepiawaiannya sebagai seorang detektif berlabel Kepala Kepolisian berbakat.


Dokter pria itu sedang berjalan menuju tangga darurat namun tiba-tiba...


Sreeet.... Hemphhkk Bughhh...


Phineas memukul kepalanya sampai orang itu pingsan tak sadarkan diri. Dengan sekali angkat dia membawa pria itu menuju ruang istirahat. Dia mengambil obat tidur yang terletak di rak lalu memberikannya pada dokter itu.


Seluruh pakaian dokter itu dia lucuti lalu dia ganti dan dirinya sendiri menggunakan seragam putih itu.


"Ckk... sial, apa orang ini tidak mandi selama seminggu? bau sekali, benar benar menjijikkan!!" umat Phineas di dalam hati.


Tanpa basa basi lagi, dia melangkahkan kakinya dengan cepat keluar dari dalam ruangan itu. Langkah kaki yang begitu cepat,dan tergesa-gesa. Dia berjalan menuju ruangan dimana perawat sebelumnya masuk. Ruangan dimana Alesha berada.


Benar saja saat di ujung lorong, dia melihat pria tahi lalat itu tampak berjalan keluar dari dalam kamar sambil menghubungi seseorang.


"Operasi akan dilakukan sesuai jadwal, silahkan siapkan biaya pemindahan jantung, kami sudah sangat siap!" ucapnya.


Phineas masih mencuri dengar, dia menatap ruangan itu, menghapal rute dan mengingat wajah wajah yang bertugas disana.


"Aku butuh bantuan Philip!" gumam pria itu. Dia menunggu sampai ruangan gadis itu kosong dan yang tersisa hanya Alesha.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2