Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
85


__ADS_3

Viona dan Nyonya Amira terkejut bukan main dengan penangkapan yang sangat tiba-tiba ini. Mereka tak menyangka kalau kasus kecelakaan dan penjualan manusia itu kembali diungkap hari ini.


Keduanya ditangkap oleh bawahan Phineas, dan Phineas sendiri yang memberi surat perintah penangkapan beserta seluruh bukti yang memberatkan mereka berdua. Kini keduanya ditahan di penjara sementara sebelum kasus ini diusut tuntas..Tak ada alasan bagi mereka untuk mengelak, semua bukti kejahatan mereka telah dipublikasikan di forum perusahaan Raharja.


"Keluarkan kami dari sini, apa kalian tidak tau siapa kami hah!!!!" pekik perempuan itu sambil memukul mukul jeruji besi dimana dia dan nyonya Amira dikurung.


"Keluarkan kami, cepat panggil suamiku!!!" pekik nyonya Amira dengan wajah kesal dan marah.


Mereka berdua berteriak seperti orang gila di balik jeruji itu. Membuat tawanan lain berdecak kesal dengan kelakuan dua wanita kurang akhlak itu.


Brakkk....


Seseorang melemparkan bantal keras yang sudah berwarna kecoklatan ke kepala Viona yang sejak masuk ke dalam sel itu terus berteriak membuat tidur mereka terganggu.


"SIAPA YANG MELEMPARKAN BENDA MENJIJIKKAN INI!!!" Pekik Viona dengan wajah masam dan amarah yang menggebu gebu sambil membuang bantal itu ke sudut ruangan.


Di sudut ruangan tampak seorang wanita bertato dengan wajah penuh jahitan menatap Viona dan Nyonya Amira dengan tatapan dingin mencengkram bantal yang di lempar Viona yang tepat mengenai wajahnya.


Melihat itu Viona dan nyonya Amira terdiam dengan tubuh gemetaran. Keduanya langsung syok saat melihat perempuan gemuk itu duduk disana dengan tatapan penuh amarah.


"Kurang ajar!!!!" umpat wanita itu. Cepat cepat dia berdiri," Bawa si jal4ng sialan itu kesini!!" titah wanita besar itu. Bahkan suaranya saja terdengar begitu besar seperti suara seorang pria.


Dua tahanan lain di dalam sel itu menarik paksa Viona yang sudah membuat perempuan itu marah besar. Mereka langsung menyeret Viona dengan kasar dan menjatuhkannya tepat di depan wanita besar itu.


"Lepaskan aku, mau apa kalian!!" pekik Viona histeris.


Nyonya Amira menarik putrinya," mau apa kalian hah, apa kalian tidak tau siapa kami!? kami ini keluarga bangsawan Raharja, manusia rendahan seperti kalian tidak patut menyentuh kami, awas!!!" pekik Nyonya Amira dengan angkuh dan menatap mereka dengan sinis.


"Kami tidak peduli kau bangsawan atau rendahan, yang jelas di dalam sel ini tidak ada status atau pun pangkat yang berlaku, " ucap wanita besar itu.Dia menatap keduanya dengan tatapan kesal.


"Tahan mereka!!" ucapnya lagi sambil menggeretakkan sendi sendi tangannya.

__ADS_1


"Kemari kau, dasar wanita sombong, sama sama Kriminal tapi kau berlagak kalau kau orang hebat, cuihh.... mati saja kau!!!" umpat yang lain sambil memaksa nyonya Amira untuk duduk berlutut.


"Arrkhhhh sialan, apa yang kalian lakukan!!!" pekik Viona Histeris.


"Lepaskan kami!!!!" pekik perempuan itu lagi


"aku anak seorang bangsawan, ayahku adalah tuan Raharja, kalian pasti akan dihabisi jika dia tau aku diperlakukan tak hormat begini!!!" pekik Viona.


Mendengar nama Raharja, perempuan bertubuh bongsor itu tertawa sinis," ahhh hahhahaha.... anaknya Raharja!??" ucapnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Viona dan menatap perempuan itu dengan tatapan tajam. Tangannya mencengkram wajah Viona dengan kasar sampai membuat gadis itu meringis kesakitan.


"Apa yang kau lakukan jangan sentuh anak...


Plakkkk....


"Diam kau sialan!!!" pekik wanita gemuk itu tepat setelah melayangkan satu pukulan telak ke wajah Viona. Dia tampak sangat marah.


Nyonya Amira dan Viona telah salah memilih lawan, mereka tak berpikir dengan jernih dan membuat keributan yang merugikan mereka sendiri.


"Mommy!!!" Viona menangis saat melihat nyonya Amira di tampar bahkan sampai terhuyung ke atas lantai.


Wanita besar yang biasa disapa tahanan 008 itu menarik kepala Viona dengan kasar dan memaksa gadis itu berdiri bahkan rambutnya sampai rontok.


"kemari kau sialan!!" umpatnya sambil menyeret Viona dengan kasar.


"Arrrkhhh lepaskan aku hiks hiks hiks.... pak sopir tolong aku!!!!' pekik Viona.


Namun seolah tak melihat dan tak mendengar teriakan Nyonya Amira dan Viona, sipir penjaga itu Dian saja dan melanjutkan memeriksa sel lain di komputernya.


"Apa kau pikir pengaruh dan kasta yang kaus sebutkan itu berlaku disini !? tidak bodoh!!!" bisik tahanan 008.


"Jika kau mau bertahan hidup, maka. ikuti perintah ku, aku adalah bos disini dan kau hanya seorang kriminal kelas teri, kau pikir setelah masuk ke tempat ini kau akan selamat!? tidak akan , terutama setelah kau menyakiti kopral wanita itu!!!" bisik nya lagi.

__ADS_1


Tangan besarnya mencengkram kuat leher Viona, membuat wanita itu kesulitan bernafas. Wajahnya sampai memerah karena sesak dan air matanya mengalir dengan deras. Hal yang sama.juga terjadi pada Nyonya Amira,dia dihajar habis habisan oleh dua tawanan. lain.


"Hiks hiks hiks.... akan kulaporkan kalian pada Daddy hiks hiks hiks...." Viona menangis sesenggukan dengan tubuh gemetar ketakutan.


" Akan kueleperken keleen pede Dede hhuhhhuh.... haaacccc ciuh!!!" wajah Viona diludahi.


"Dasar wanita sinting, perempuan manja, kau menghancurkan hidup orang lain dan bersenang-senang dengan status itu kan!? nikmatilah sialan, " ucapnya sambil melemparkan perempuan itu ke lantai begitu saja.


Brukkk....


"Bersihkan. semua tempat ini, jika sampai aku menemukan satu noda pun maka aku akan membuat wajah kalian sebagai kain lap untuk membersihkan ruangan ini, jangan berhenti sampai semuanya benar benar kinclong!!" titah wanita itu sambil kembali ke sudut ruangan dimana dia duduk sejak awal.


Vina dan Nyonya Amira menangis sesenggukan.


Baru pertama kali masuk ke dalam tahanan mereka berdua telah mengalami penyiksaan akibat ulah mereka sendiri. Keduanya telah ditahan dengan semua bukti yang tak terbantahkan. Bukti rekaman video, rekaman suara dan transaksi jual beli yang diberikan pada pihak kepolisian sudah cukup membuat mereka di tahan dalam sel tahanan dan juga dibumbui dengan pengaruh Phineas yang sangat kuat membuat mereka tak bisa lolos dari tuntutan itu.


Tahanan 008 melirik ke arah Kamera CCTV yang terpasang di ruangan itu, dia menghormat dan tersenyum tipis.


"Kopral Sarah, kuharap setelah ini karirmu kembali diperbaiki, aku turut menyesal atas apa yang terjadi, aku masih belum bisa melunasi hutangku padamu, yang jelas aku akan membantu menyiksa para manusia sinting setengah waras ini," batin tahanan 008.


Dia adalah tahanan yang ditangkap oleh Sarah tanpa melakukan perlawanan apa pun. Hanya melakukan negosiasi dan dia bertekuk lutut di hadapan Sarah. Sarah yang kala itu membujuk wanita besar itu berjanji akan merawat anak anak perempuan itu dan memberikan biaya untuk tiga anaknya. Dia ditangkap karena melakukan pencurian hingga beberapa kali.


Sarah menunjukkan dedikasinya, dia secara rahasia membiayai anak anak wanita itu dan merawat mereka selama 6 tahun belakangan.


Sementara itu di sisi lain bumi, tuan Raharja sedang mengamuk besar setelah mendengar berita penangkapan istri dan putri kesayangannya.


"Sialan, siapa yang melakukan ini!!!!!" pekik pria itu sambil menghancurkan semua barang yang ada di hadapannya.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen 🤗


__ADS_2