
Lembaran hari baru dibuka kembali, dunia yang penuh dengan drama ini kembali memulai drama baru melanjutkan drama hari kemarin yang telah berlalu. Episode baru dibuka dan harapan baru ditemukan.
Grape terbangun lebih dulu, Kedua putranya dan istrinya masih terlelap. Pria itu menatap anak anaknya sambil tersenyum. Dia semakin bahagia saat melihat Cherry yang tidur sambil memeluknya dengan erat, terlihat menggemaskan seperti anak kecil.
Grape mengusap lembut Surai biru sang istri, menatap wajah polos itu dan mengecup kening Cherry dengan lembut.
"Yang kamu lewati memang sangat berat sayang, menjadi ibu angkat dari dua orang anak yang menggemaskan, menjadi istri seorang pria lumpuh, mengurus rumah, kamu sampai mengorbankan dirimu sendiri juga cita cita kamu, jika kamu tidak menikah denganku kamu akan berkembang dan jadi perempuan yang sukses," batin Grape . Matanya menatap lembut wajah polos itu, perempuan yang sangat dia cintai, perempuan yang membuatnya kembali mengenal apa cinta yang benar benar tulus.
Seketika dia teringat dengan foto semalam, pria itu mengeraskan rahangnya, pasti ini ulah si kolor ijo sialan itu, awas kau nanti Philip, ku botak kepalamu itu!" geram Grape seraya mengeraskan rahangnya saat mengingat bagaimana Cherry menangis hanya karena for semalam.
Di saat yang sama Cherry bangun dari tidurnya, bukannya langsung bangun dia malah menyelundupkan kepalanya ke dalam pelukan Grape untuk merasakan hangat pelukan suaminya lebih banyak lagi.
"Emmhhh.... hangat...." gumam gadis itu.
Grape terkekeh dengan ulah istrinya," sudah bangun sayang??" tanya Grape!.
Cherry mendongak dengan mata bengkak karena menangis semalaman, dia menatap suaminya sambil tersenyum lalu kembali memeluk Grape" he...emm... tapi masih ngantuk hoaaammmm....." gumam gadis itu sambil menutup kembali matanya.
" Tidurlah lagi, ini masih jam 7, kamu tidurnya kelamaan, " ucap Grape. Cherry mengangguk sambil menutup kembali matanya dan kembali terlelap. Namun tiba-tiba mata gadis itu terbelalak, dia langsung bangun dan terduduk dengan wajah panik.
"Nggak bisa tidur! kak Rania dan kak Elton!!" ucap gadis itu sambil menatap Grape dengan kantung mata yang menghitam dan mata sembab dengan rambut acak-acakan dan wajah khawatir nya itu.
"Dasar kau ini tidur saja dulu, nanti kita kesana, matamu sudah menghitam, apa kau kembaran panda!?" Ucap Grape yang langsung menarik Cherry ke dalam pelukannya dan membekap istrinya agar kembali terlelap.
Bukannya bisa tidur, Cherry malah semakin kepikiran dengan keadaan kakak kakaknya saat ini.
"Grape gak bisa, aku mau lihat kak Elton dan Kak Rania, boleh ya pliss...." pinta Cherry dengan suara memohon.
Grape tak bisa menolak, dia mengangguk seolah terhipnotis dengan ucapan Cherry.
"Baiklah, kita kesana tapi anak-anak gak boleh ikut, aku takut mereka akan trauma dengan rumah sakit, kita belum tah pasi keadaan Elton dan kak Rania, jangan sampai mereka melihat hal yang tidak-tidak," jelas Grape .
Cherry mengangguk setuju, dia juga tak ingin membiarkan anak anaknya melihat hal hal aneh sebelum mereka terbiasa dengan trauma mereka.
__ADS_1
Cherry dan Grape bangun dan bersiap menuju rumah sakit, sedangkan kedua anak itu dibiarkan terlelap dengan voice note yang ditinggal Grape di jam digital mereka agar kedua anak itu mendengar pesannya.
Setelah beberapa menit, Cherry dan Grape selesai bersiap dan sarapan pagi.
"Yang, aku ke kamar Bella ya, mau nitip anak anak," ucap gadis itu pada sang suami ketika mereka di ruang utama.
"baiklah," ucapnya. Sementara Cherry berbicara dengan Bella, Grape menghubungi anak buahnya untuk datang dan membawa mobil untuk mengantar mereka menuju rumah Sakit menemui Elton dan Rania.
setelah semuanya dipastikan aman mereka berdua pun berangkat dengan menggunakan mobil yang sudah diminta oleh pria itu sebelumnya. Mereka berdua menaiki Van besar yang dipakai cherry dan anak-anak untuk berbelanja ke Mall hari itu.
"Perjalanannya akan memakan waktu sampai 45 menit, kamu tidur ya, lumayan buat hilangin mata panda kamu," bujuk Grape.
Cherry mengangguk," Peluk..." ucapnya sambil merentangkan kedua tangannya, dia sangat senang bermanja-manja dengan suaminya. Grape terkekeh melihat tingkah menggemaskan dari istrinya, bahkan super dan pengawal yang duduk di depan mereka sampai gigit jari melihat keromantisan dan kedekatan pasangan suami istri yang sangat menggemaskan ini.
"Ya Tuhan begini nasib jomblo," batin pengawal yang duduk di samping supir.
"Alamak, jadi rindu bini gue... " batin Pak Bono seraya tersenyum melihat perubahan besar pada tuan mudanya yang dulu sangat dingin dan menyeramkan.
"Pak Bono, jalannya pelan pelan saja, nyonya muda sedang tidur, tidak masalah kita sampai dalam satu jam, atau perpanjang saja rutenya, kita lewati gedung perusahaan dahulu, baru langsung ke rumah sakit," ucap Grape pelan.
"Akan memakan waktu 1 jam lebih tuan, jalanan macet dan jaraknya lebih jauh, apa tidak masalah?" tanya Pak Bono.
"Apa kau tak dengar dengan jelas!?" Balas Grape dengan tatapan dinginnya itu.
Glekkk....
Seketika kedua orang di depan mereka itu menelan Saliva mereka dengan kasar. Dikira sudah berubah total, nyatanya hanya masalah menambah waktu tidur istrinya disinggung malah membuat pria itu semakin menyeramkan.
"Ba..baik tuan, akan saya laksanakan!" jawab Bono dengan suara gugup.
"astaga hampir aku serangan jantung, padahal nyonya muda sangat lembut dan ramah, bagaimana bisa nyonya menghadapi pegunungan Himalaya ini? brrhhh memikirkannya saja sudah membuatku merinding!!" batin Pak Bono.
"Saya hanya ingin Cherry tidur lebih lama, dia terlalu khawatir dengan kabar buruk semalam, itu alasannya saya meminta bapak untuk memperpanjang rute perjalanan kita, maaf kalau bapak terkejut," jelas Grape tiba tiba.
__ADS_1
Hampir saja Pak Bono menginjak rem saking terkaget-kaget dengan perubahan langsung yang dia dengarkan dari si bos itu.
"Tu..tuan... ba..baiklah..." jawab Pak Bono dengan wajah terkejut. Bahkan rekan yang di sampingnya sampai melongo dan menatap Grape dengan tatapan tak percaya.
" Dunia sudah menuju akhirat, tuan muda Cornelius memberikan penjelasan panjang lebar dan meminta maaf!?? ya ampun!!!" batin pria itu sambil kembali berbalik dengan wajah tak percaya.
Mereka melanjutkan perjalanan mereka dengan tenang. Tiba-tiba ponsel Grape berbunyi, sebuah pesan masuk ke benda pipih itu menarik perhatiannya. Dia membuka pesan dari nomor anonim itu.
"Hai Ben, apa kabarmu, ini aku Zio, lama tidak bertemu ya? aku di kantormu, apa boleh kita bertemu? ada yang ingin kubicarakan padamu, oh iya aku meminta nomor mu dari sekretaris mu, ada hal penting yang ingin kubicarakan, boleh kan kita bertemu, aku merindukanmu..." Isi pesan dari anonim itu.
Grape mengeraskan rahangnya, di saat Grape bahagia, mantan kekasihnya malah datang entah dengan maksud apa.
"Mau memainkan permainan apa kau Zio... kau pikir bisa memanfaatkan aku seperti waktu itu? cih... mampus saja kau!" umpat Grape sambil mengeluarkan kartu SIM ponselnya.
krakk....
Benda kecil itu di patahkan begitu saja lalu di buang ke tempat sampah," ingin rasanya ponsel ini kuhancurkan, tapi harganya sudah bisa kubuat untuk membiayai banyak anak yatim!" gumam pria itu.
"Nino jual ponsel ini, hasilnya bagikan pada anak yatim, sudah terkena hama, sayang kalau dibuang, kalau dijual harganya sampai 40 JT, gunakan dengan baik!" ucap Grape.
"Baik tuan!" jawabnya dengan hormat.
Grape mengeluarkan ponselnya yang lain," Pecat sekretaris ku lalu pindahkan kantor ke gedung lain!" ucap pria itu pada orang kepercayaannya.
"Siap tuan muda!"
.
.
.
like, vote dan komen 🤗
__ADS_1