
Cherry tampak tertawa melihat ketiga pria itu terjatuh di dekat pintu ruang masuk. Hansel malah menatap mereka dengan tatapan heran apalagi saat melihat Cherry tertawa terbahak bahak melihat keempat orang yang baru dia lihat itu.
“ tante.. who?” tanya Hansel sambil memanyunkan bibirnya dan menunjuk mereka berempat.
“ my husband and brothers,” jawabnya sambil mengusap lembut surai bocah itu , dia meletakkan Hansel di atas ranjang Alvaro,” sebentar ya sayang,” ucap Cherry sambil berdiri dan menghampiri Grape.
“ Grape...” gadis itu terlihat senang ketika melihat sang suami masuk ke dalam ruangannya, dia tanpa segan memeluk Grape tak peduli ada tiga pria tengik yang akan mengejek mereka nanti.
“Sejak kapan kamu bangun, aku keluar 15 menit yang lalu, saat sampai aku sudah melihatmu dan bocah Eropa itu tertawa cekikikan disini, apa kamu sengaja gak mau bangun waktu aku gak disini?” tanya Elton yang jelas menunjukkan tatapan cemburu pada Cherry dan bocah kecil itu.
“ hahhah kamu ada ada aja ih... emang kebetulan waktu kamu keluar aku bangun, kamu jagain semalaman ya?” tanya Cherry sambil menatap suaminya, dia duduk di atas pangkuan Grape, mengalungkan tangannya di leher pria itu dan menatap Grape dengan tatapan penuh cinta berbeda dengan sebelum kejadian ini terjadi, dia secara terang terangan menunjukkan perasaannya pada Grape.
"Eh i..iya, ja...jagain," jawabnya gugup.
Grape yang diperlakukan seperti itu tentu saja terkejut karena Cherry dengan berani menunjukkan hubungan yang seharusnya mereka jalani sengai sepasang suami istri. Pria itu terdiam sambil menatap Cherry yang tak segan segan duduk di atas pangkuannya, menatapnya dengan lembut dan memberinya pelukan hangat.
“ Grape?”
“ Hei kenapa bengong?” tanya Cherry sambil melambaikan tangannya di depan wajah Elton dengan wajah bingung.
“ ciee... cieee yang lagi kasmaran suiiit suiiittt... piuuuiiiitt babang Grape sampai salah tingkah tuh hahhahaha...” Celetuk Elton yang sudah masuk ke dalam ruangan bersama Philip dan Phineas. Pria itu duduk sambil menggendong si Hansel kecil dengan wajah menggemaskannya menatap orang orang itu dengan tatapan bingung dan heran.
“ Om kayak tante, lambutnya putih..” ucap anak itu sambil menarik rambut Elton dengan pelan saking penasarannya dengan pria itu.
“ tentu saja, tante itu adiknya om,” balas Hansel sambil mencolek gemas hidung mancung bocah kecil itu.
“ owhhh sepelti Hancel dan abang ya?” ucap anak itu lagi sambil menatap Elton dengan tatapan berbinar binar.
Elton melirik Alvaro yang masih belum bangun juga, dia mengangguk,” he... em... seperti kamu dan abangmu,” ucapnya sambil memeluk Hansel . Si pria tengik ini memang pecinta anak-anak, dia sangat menyukai anak kecil.
“ Cieeee.. yang lagi falling in love hahhaha..” imbuh Philip dengan tatapan dan pikiran kotornya .
“ ck.. dasar kunyuk kunyuk tukang onar ini,” gerutu Grape yang malah jadi tersipu malu.
“ hahahha kamu malu ya? Lihat wajah kamu bersemu merah, ciee ciee yang malu jahahahaha...” Cherry balas menggoda Grape sambil menangkupkan kedua tangannya di wajah pria itu dan mengucek ucek pipi Grape seperti sedang bermain dengan slime, mainan kenyal yang sering dimainkan anak anak.
__ADS_1
“ Cherr.... kalau udah tau kenapa di lanjut??" ucap grape sambil menunduk malu.
“ uhh imut banget hhahahahha... sama seperti Hansel hahhaha... kalau malu wajahnya merah, ihhh bikin gemessshhhh hahhaha...” Cherry mencubit gemas wajah Grape saking gemasnya dengan wajah sang suami.
Melihat kerandoman pasangan itu membuat yang lain gigit jari dan balik badan menerima nasib jomblo dan nasib percintaan yang begitu miris.
“ Yang jomblo tidur aja deh, hadeeeuhhh sakit mataku lihat kalian mesra mesraan,” celetuk Elton.
“ cihh ngapain ngedate sama manusia, mending gue ngedate sama pasar saham biar nilai saham gue naik terus, dasar bucinersss!!" celetuk Philip yang memilih stay di atas sofa, duduk bersila sambil membuka laptop yang dia bawa ke rumah sakit dan memilih berkencan dengan pasar sahamnya dan kembali ke kebiasaann joroknya.
Lain halnya dengan Phineas yang lagi lagi memasang wajah dingin lalu menatap ponselnya yang berisi serangkaian tulisan dan dokumen beserta foto foto potongan tubuh dan foto foto penusukan dan pembunuhan lainnya. Jangan salah sangka, dia sedang bekerja dan menangani kasus lain setelah kasus besar ini terungkap.
Cherry terkiki geli, dia menatap suaminya lagi dan memeluk Grape sekai lagi sambil tertawa lega. Pelukan hangat yang tidak canggung dan rasa nyaman yang luar biasa.
“ Grape maaf membuatmu khawatir, aku baik baik saja, hanya kelellahan, maaf kalau hari itu aku pergi dari rumah, aku terlalu marah dan kecewa sampai gak bisa berpikir jernih dan akhirnya jadi korban penculikan , maaf ya,” ucap Cherry seolah menatap grape dengan tatapan memelas.
Deg... deg ... degg
Detak jantung pria itu hampir saja terdengar oleh semua orang di dalam ruangan itu, Cherry begitu dekat dengannya membuat dirinya hampir hilang kendali.
“ Ehh aduh kelamaan, maaf, aduuhhhh kenapa aku ceroboh sekai sih.... bodoh bododh dasar bodoh..” gadis itu merutuki dirinya sendiri sambil memukuli kepalanya karena merasa menyakiti Grape.
“ hei jangan dipukuli begitu, sudahlah, tak apa , “ ucap Grape yang menarik tangan Cherry.
“ Tapi aku sudah membuat kakimu..
“ nggak apa apa, dasar cerewet!"ucap Grape.
“ dah siap mesra mesraannya?” celetuk Phineas sambil menatap mereka berdua dengan tatapan iri.
“ Belum,” ketus Grape.
“ cihh dasar, Cherry kemarilah,” ucap Phineas.
“ Ada apa kak?” tanya Cherry sambil menatap pria itu.
__ADS_1
“ Nggak boleh, kau yang datang kesini, dia masih sakit, kakinya yang kecil itu terlau lemah untuk berjalan kesana,” ketus Grape yang menahan istrinya tetap di dekatnya bahkan sampai menarik Cherry dan membuat gadis itu duduk di atas pangkuannya.
“ nak tutup mata ya, ini adegan terlarang, bocil dilarang lihat,” celetuk Elton sambil menutup mata Hansel.
“ Oh oke!” celetuk Hansel sambil menaikkan jari jempolnya yang begitu menggemaskan, pipinya menggembung dan bibirnya manyun.
Bukannya melanjutkan pembicaraan mereka malah terpana dengan keimutan tingkat dewa Hansel si bocah Eropa itu.
“ ya ampuuuunn ini anak manis banget, gemesiiinnn...” Philip berseru kegirangan dan langsung melompat dari sofa menghampiri Hansel, mengambilnya dari pangkuan Elton dan memeluk bocah itu dengan wajah sumringah.
“ lah bocil gue diambil, balikin mainan gue woii....” teriak Elton.
“ Nggak mau, mulai sekarang Hansel sama om Philip biar om ajarin cara trading yang bener,” celetuk pria itu sambil memeluk Hansel dengan pelukan hangat.
Hansel berseru kegirangan karena ini kali pertama dia merasa di terima oleh orang orang dewasa dimana selama ini orang yang dia dan kakak laki lakinya temui hanya orang jahat yang ingin melukai mereka.
“ yeaaayyy main tle..teleding mauuu huwaa hancel mauuuuu hahhaha...” seru bocah yang duduk di atas bahu Philip itu sambil tertawa terbahak bahak .
“ Yeaayyy hancel mauuu sama om Philip .... “ balas Philip yang membawa bocah itu berlari keliling kamar sambil berseru kegirangan.
Phineas yang belum pernah melihat hal seperti itu malah melongo melihat Hansel yang begitu manis,” bisa ya ada mahkluk semanis itu? Dia itu manusia atau apa sih? Dari jenis mana?” ucap Phineas.
Cherry tertawa terbahak bahak melihat reaksi mereka pada Hansel yang begitu di luar dugaan. Siapa yang tidak akan tertegun dengan tingkah menggemaskan bocah itu.
Namun tiba tiba tawa mereka berhenti saat mendengar suara teriakan Alvaro, “ Hansel noooo..... mommyyy arrkkhhhhhhhh ...nooooooooo ooo heeellppp meee....” pekik anak lelaki itu sekuat tenaga. Dia berkeringat, wajahnya pucat, anak kecil itu menangis hsiteris saat dia bangun dari tidurnya .
“ Alvaro!!" Cherry menghampiri anak itu dan langsung memeluk Alvaro dengan erat.
.
.
.
Like, vote dan koen
__ADS_1