Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
34


__ADS_3

Alex terus mendesak Cherry dan membawa gadis itu menuju ranjang yang diletakkan di tengah tengah ruangan itu. Tak ada apa pun disana selain ranjang dan beberapa tali.


Cherry bukannya takut, dia melihat kesana kemari, menatap dan mempelajari ruangan serba putih.


"Alex dimana Vera!!!??" pekik Cherry sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam.


"ohh sayang, kenapa kau mencari gadis itu? bukannya dia membuatmu kesal beberapa hari yang lalu? kenapa kau masih mencari nya?" ucap Alex sambil mengusap wajah Cherry, dia mengungkung gadis itu di bawah tubuhnya sambil dengan liar mengusap usap tubuh Cherry.


Rasanya sangat sial bagi Cherry, mendorong tubuh pria itu sekuat tenaga nya.


"Bagaimana ini!? apa yang harus kulakukan, ria sialan ini tidak akan memberitahu posisi Vera!!!" kesal Cherry di dalam hati.


bukannya memikirkan keselamatannya dia malah sempat sempatnya memikirkan keselamatan Vera rekan kerjanya di rumah besar itu.


"Bagaimana kau siap kan sayang!? kita akan melalui hari yang panas!!!" bisik Alex dengan tatapan liarnya mengusap paha Cherry membuat gadis itu gemetaran. Tentu saja dia ketakutan saat pria itu melakukan hal tak senonoh pada dirinya.


"tidak.. ini bukan saatnya aku ketakutan, pikirkan cara untuk lepas dari pria ini Cherry, pikirkan satu cara!!!" batin gadis itu.


Ponsel yang dia masukkan ke dalam pakaiannya tidak lagi disana, benar itu terjatuh saat Alex menarik dirinya ke dalam ruangan itu.


Cherry menelan kasar Salivanya, dia menatap Alex, kali ini dia mendapatkan sebuah itu.


"emmm i..itu aku memang sangat ingin...." ucapnya dengan wajah yang dibuat seimut mungkin.


"ohh sial,apa yang kulakukan sekarang!??. aku seperti sedang menjadi seorang pel4cur!!!!" batin gadis itu memberontak, sungguh dia ingin mengejar pria itu saat ini juga tapi Vera belum dia ketahui dimana posisinya.


Alex tertegun dengan wajah menggemaskan yang mempesona itu. Dia masih menatap Cherry dan berada di atas tubuh gadis itu.


"ada apa sayang? apa kau takut?" tanya Alex sambil tersenyum.


Cherry mengangguk pelan," aku takut Vera akan melihat kita, aku sangat membencinya, aku benar benar ingin memukulnya sekali saja, sebelum kita melakukan itu, aku pasti akan memberikan kepuasan terbaik untukmu sayang," ucap Cherry sambil melingkarkan tangannya di leher pira itu dan berbicara sambil mengedipkan sebelah matanya berusaha untuk merayu pria gila dan psikopat itu.


"Kau dengar sendiri kan? dia mengejekku, tak ada yang menginginkan ku di dunia ini!! jad kah mau tidak menunjukkan dimana dia? aku ingin membalasnya..." rayu Cherry dengan segala cara .


"Tidak boleh, aku sudah membalasnya!" tegas Alex yang raut wajahnya tiba tiba berubah menjadi tajam dan tegas.

__ADS_1


Cherry menenggak salivanya dengan kasar, butuh kesabaran ekstra untuk menghadapi psikopat itu.


"sial, aku tak boleh kalah, Grape pasti khawatir saat ini, aku tak bisa tetap disini!!!" batin Cherry.


"hiks hiks hiks... tuh kan benar... kau bahkan tidak sayang padaku, kau menginginkan tubuhku saja ,kau hanya sayang pada dirimu bukan padaku huwaaa.... lebih baik aku mati saja kalau begitu hiks hiks hiks... kau bahkan tidak sayang padaku padahal aku sudah sayang padamu hiks hiks..." Cherry langsung menangis sesenggukan sambil melepaskan tangannya dari leher pria itu.


Alex terdiam, dia tak suka melihat gadis yang membuatnya jatuh cinta menangis tersedu sedu di hadapannya. Dia berdiri dari ranjang dan berjalan mondar mandir kesana kemari sambil melirik lirik Cheery yang menangis sambil meringkuk di atas kasur. Bahu gadis itu naik turun, dia menangis sesenggukan disana.


“ Tak ada yang menyayangiku, bahkan Alex saja pria tamoan dan baik itu tidak sayang padaku huwaaa.. aku hanay ingin memberikan balasan yang setimpal pada Vera karena dia sudah mengejekku kala itu hiks hiks hiks... mereka sangat jahat, kalian jahat, kalian tidak sayang padaku...” Cherry meraung raung di atas kasur, air matanya berceceran kemana mana.


“ Ya Tuhan tolong aku... semoga pria gila ini terpancing, semoga aku bisa melakukannya... semoga au bisa... kumohon... toolonglah aku sekali ini saja...” batin Cherry.


Alex menatap hal itu, rasanya dia tak ingin melihat Cherry menangis dan tangisan gadis itu membuat dirinya kesal.


“ Ck... baiklah baik! jangan menangis lagi aku akan membawamu ke ruangan itu, akan ku bawa kau tapi setelah itu ingat janjimu tadi!" tegas Alex sambil mengusap air mata Cherry.


Seutas senyuman manis tergambar jelas di wajah gadis itu dan lagi lagi dia berhasil membuat pria di depannnya itu terpanadengan kecantikan yang dia miliki.


“ benarkah?” mata Cherry berbinar-binar, dia menggenggam tanagn Alex dan mengusap-usap tangan pria itu seolah dia percaya pada Alex .


“ Permainan psikologis selalu berhasil menenangkan orang dengan penyakit jiwa seperti si bajingan sialan ini, tak sia sia aku menjadi relawan di rumah sakit jiwa selama setahun lebih, ilmu yang ku dapat sangat banyak,” batin Cherry.


“ aku harus tetap berhati hati, pria gila ini bisa saja melakukan berbagai hal mengerikan,” Chrry mengambil kunci yang terjatuh dari celana pria itu dan menyembunyikannya ke dalam lengan bajunya.


“ Terimakasih Alex...” ucap Cherry sambil tersenyum dengan mata sembab dan mengusap kepala pria itu sebagai tanda bahwa dia telah menjinakkan binatang buas yang kapan sajabisa menjadi gila itu.


“ Tapi... aku... takut, kau bisa menggendongku?” tanya Cherry sambil menatap pria itu dengan tatapan seperti ana kecil.


Mendengar permintaan Cherry tentu membuat pria itu senang,” tadi kau melawan dan marah apa sekarang kau sudah menyadari kesalahanmu?” tanya Alex tiba-tiba.


“ Tadi aku terkejut, kau membuatku takut tadi apa kau marah hiks hiks hiks ...” cerry lagi lagi menangis.


“ Sialan pria ini sangat sulit dikendalikan kenapa dia masih ingat kejadian tadi sih? "Pikir gadis itu.


“ Ehh ba.. baiklah aku tidak marah, ya sudah ayo ku gendong ,” ucap Alex .

__ADS_1


“ gendong belakang ya?” pinta Cherrry sambil mengedipkan matanya.


“ baiklah, kau ternyata sangat manja sayang , aku jadi tidak sabar,” ucap Alex sambil tersenyum.


“ huweekek ingin rasanya aku muntah melihat tatapan bajingan ini, tunggu saja kau akan habis di tanganku sialan...” geram Cherrry.


Cherry di gendong di atas punggung pria itu seperti anak kecil.


Alex membawa gadis itu menuju dinding putih yang terlihat kosong,” apa disini ada pintu?” pikir Cherry.


Dengan ragu ragu Alex membuka penutup kecil yang ternyata berisi akses masuk tampat itu. Dia memasukkan passwordnya dan menyembunyikannya dari Cherrry.


Cherry dengan liciknya menjatuhkan sepatunya tepat di pinggir pintu hingga jika tertutupp akan terhalangi olrh sepatu itu.


“ aku membawanya kesini, kau boleh mengjaharnya sesuka hatimu, “ ucap Alex sambil membuka pintu.


Terciumlah bau busuk yang sangat menyengat di dalam ruangan sesak yang terang benderang itu. Mata Cherry terbelalak saat melihat Vera tergeletak di atas lantai dengan keadaan kritis, kepalanya berlumuran darah. Hampir saja gadis cantik itu berteriak histeris,namun dia menahan dirinya sampai mereka benar benar masuk ke dalam ruangan itu.


Ruangan yang dipenuhi dengan bau busuk makanan yang tidak disentuh , mungkin sudah ditumpuk bertahun tahun lamanya. Beberapa orang yang diikat di atas kursi, duduk dengan tubuh talanjang dan kepala di tutup kain hitam. Kelihatannya mereka masih bernyawa. Jumlahnya ada sekitar lima orang. Seragam pelayan yang ditumpuk di sudut ruangan dan Vera mengalam ihal yang sama. Gadis itu ditelanjangi dan tergeletak begitu saja di atas lantai dengan nafas yang mulai melemah.


“ Ya Tuhan apa yang kau lakukan pada mereka Alex!!!” pekik Cherry yang entah sejak kapan beralih mencekik leher pria itu menggunakan tali hitam berbahan plastik dengan campuran Nilon yang dia kantongi .


“akkkhhrhhhh perempuan ***4*** sialan beraninya kau...” pekik Alex yang merasakan sakit yang luar biasa di lehernya.


‘Akhhrrrhhhh le...lepaskan aku...” pekik pria itu dengan suara tercekat. Wajahnya sampai memerah karena oksigennya tertahan dan tidak mengalir ke tubuhnya.


Brakkk....Bughhhh......


Tubuh Cherry di hantamkan ke dinding higga mmebuat Cheerry meringis kesakitan, tenaga Alex culkup kuat, dia berusaha untuk terus mencekik leher pria itu sekuat tenaga.


“ Kau pikir kau akan lepas dariku... rasakan ini bajingan!” pekik Cherry.


.


.

__ADS_1


.


Like, vote dan komen


__ADS_2