
Phineas dan Grape memimpin penyergapan kali ini dengan bantuan semua komponen keamanan. Surat penangkapan Nagata sebagai tersangka utama dalam banyak kasus telah di keluarkan. Karena kejahatannya berimbas kepada keamanan dan bahkan menembus pertahanan negara, maka pihak pertahanan yang akan mengambil alih kasus ini dibawa pimpinan kepala kepolisian dan juga kemiliteran.
Phineas bersama tim kemiliteran dan kepolisian mengepung gedung itu dari berbagai sisi. Mereka telah menetapkan banyak tersangka yang akan ditangkap dan disergap hari ini. Semua yang melakukan transaksi dan memakai obat itu akan ditangkap dan diproses secara hukum.
Grape, bersama Philip, Bella dan Cherry mengikuti apa yang mereka dengarkan dari headsed mereka . Ternyata mereka terhubung secara langsung dengan Dante melalu ear bug yang dipakai Dante.
“ Semuanya kepung gedung ini, sabotase pintu keluar dan jangan biarkan siapa pun keluar dari tempat ini sampai semua bajingan ini berhsail diamankan!” titah Phineas.
Mereka menunggu berjam-jam sampai semua rencana mereka disiapkan dengan matang. Phineas membawa kepolisian setempat dan menghubungi pihak militer yang berkantor di kota itu. Semua kekuatan dikerahkan karena akan banyak tersangka yang ditangkap dalam penyergapann besar besar ini.
Namun kedatangan mereka bukan seperti seorang penyergap, seluruh tim yang berjumlah puluhan orang diminta memkai pakaian kasual seolah mereka akan melakukan pesta. Dan usul ini dilakukan atas ide Cherry yang ikut andil menyusun strategi untuk memperlancar serangan ini.
Mereka semua berpakaian kasual dan berdandan layaknya akan ke pesta. Sejak sore tim dari kepolisian setempat sudah memasuki bar tersebut sesuai arahan Phineas. Anggota kemiliteran juga melakukan hal yang sam. Bar selalu diisi dengan orang -orang bisnis yang melakukan pertemuan penting disana.
Semuanya mengambil peran masing-masing seolah mereka adalah bagian dari bar tersebut. Setelah semua persiapan matang, tim inti memasuki bar itu bersama dengan Nathama yang baru tiba.
Cherry tampil cantik dengan busana longgar dan celana panjang dan rambut di cepol ke atas, Bella juga berpenampilan kasual, demikian juga dengan yang lain. Jika dilihat dari dekat tak ada yang akan tahu kalau orang orang dengan penampilan gaul ini akan menghancurkan bar tersebut malam ini.
Hari menjelang malam, jamnya sudah tepat dan mereka masuk ke dalam bar tersebut mengambil peran masing-masing.
Sedangkan Grape, dan Philip bersama Bella dan Cherry juga anggota tim Alpha pergi menuju bagian belakang untuk menemukan Sarah dan Dante.
Mereka berjalan dnegan cepat mencari posisi kedua orang itu sebelum Nagata melakukan sesuatu dengan mereka.
Sementara itu Phineas mengambil kendali di bagian dlam bar tersebut. Seluruh pintu telah disabotase dan ditutup akses keluarnya. Tak ada satu pun yang bisa keluar dari gedung itu sebelum masalah ini diselesaikan.
Mobil polisi berdatangan tanpa suara sirene, ini adalah penyergapan terbesar dalam sejarah pertahanan keamanan karena mereka berhasil menemukann sindikat penyebaran kapsul hitam yang sudah mulai tersebar di daerah daerah tertentu negara itu bahkan di negara asing.
Phineas mengambil winenya, berjalan ke tengah ruangan pesta bersama anak buah yang ikut di belakangnnya, bersama dengan Elton yang juga ikut memimpin penyerangan ini.
__ADS_1
Elton malah asyik melihat lihat hidangan di atas meja sambil mencicipinya satu persatu, sepertinya pria itu terlalu pintar menggunakan kesempatan untuk mengisi perutnya yang keroncongan.
“ nanas makan dulu yuk isi perut bro... lapar guee...” celetuk Elton yang mengambil banyak hidangan di atas nampan untuk dia nikmati sebelum melakukan penyerangan.
Phineas hanya menggelengkan kepalanye,” nikmatilah kalau kau bisa,” seleoroh Phineas sambil berjalan meninggalkan Elton disnaa.
Elton hanya mengangguk dan mencicipi semua hidangan yang ada di tempat itu. Rambut biru khas keluarganya dia sembunyikan melalui ramuan yang sama seperti yang dimakan oleh Cherry tadi sehingga rambut dan bola mata mereka berubah menjadi warna abu-abu kehitaman .
Phienas menatap seisi ruangan itu, menatap ke lantai dua dimana orang-orang kaya dan berpengaruh duduk dengan santai membicarkan bisnis mereka sambil menikmati hidangan dari bar tersebut.
Tampak semuanya sedang bersenang-senang dengan kegiatan mereka. Di saat yang sama Phineas menatap pasukannya, mereka sudah berada di setiap sudut ruangan itu , mengepung dan mengambil posisi paling aman untuk melakukan penyergapan.
Phineas mengangkat gelas winennya ke atas sambil tersenyum. Tiba tiba...
“ angkat tangan, operasi besar dilakukan, tidak ada yang boleh meninggalkan tempat ini sebelum semuanya selesai!" seru ketua tim kemiliteran sambil mengangkat senjatanya ke udara dan melepaskan satu tembakan yang membuat semua orang yang tidak tahu apa-apa terkejut dan berteriak histeris.
Masing-masing personel keamanan mengeluarkan senjata mereka dan meminta kepada smeua pengunjung untuk menurut. Anggota Big Mouse panik, mereka berlari dan menyerang tim penyergap yang merusak bisnis mereka.
Phineas dan Simon dari tim kemiliteran mengeluarkan surat perintah penangkapan. Semua orang terkejut dengan penyergapan yang tak diketahui ini. Tak ada yang tau bahkan mata-mata mereka di tim keamanan tidak tahu kalau seluruh tim sedang bergerak menghancurkan Big Mouse.
“ Sialan beraninya kalian... “
“ tenang atau kau akan habis di tanganku!"
“ Sialan mati saja kau, bagaiman kami bisa tenang di saat begini dodol mati kauuu...” teriak seseorang dari belakang Phineas dan...
Bughhh prannnggg....
Sebuah botol wine di pukulkan ke arah kepala Phineas sampai kepala pria itu terluka.
__ADS_1
“ uhuk.. uhuk.... nanas kepalamu berdarah woii...” teriak Elton yang tersedak makanannya di saat semua orang sedang mengepung para tersangka.
Phineas menatap orang yang memukul kepalanya,” mau bermain denganku.. lanjutkan bajingan...”
Serangan besar terjadi, sesuai rencana tim Alpah menyabtase pintu keluar dan menyisihkan yang bukan anggota Big Mouse. Pertempuran besar terjadi sama halnya dengan bagian labotratorium rahasia Big Mouse yang diserang habis habisan oleh tim Alpah bersama grape dan yang lainnya.
Pertempuran tak terelakkan hingga akhrinya Nagata dibekuk oleh Grape. Dante terluka karena pukulan brutal dari Nagata yang marah sebab pria yang jadi mata-mata itu telah kabur dari gedung itu.
“ sialan, lepaskan aku bajingan aku harus mengejar seseorng arrkhhh lepaskan aku!! ” teriak Nagata yang diseret paksa oleh Grape, kaki dan tangannya diikat, dia diseret begitu saja dengan kerah baju yang ditarik oleh grape.
Cherry tidak kelihatan, sedang Bella dan Philip melepaskan tawanan yang masih bisa bertahan dan membantu mengarahkan mereka menuju ambulance yang sudah disiapkan. Dan tim Alpha menangkap semua peneliti dan membawa barang bukti percobaan itu.
Semuanya ditangkap, rencana penyergapan ini berhasil dilakukan dengan baik dan kepala alias Big Boss dari Big Mouse diseret oleh Grape menuju gedung utama di mana semua orang juga sudah diamankan.
“ lepaskan aku bajingan, aku harus mengejar seseorang, jika tidak anak-anak itu akan berada dalam bahaya!!" teriak Nagata yang dibawa ke tengah ruang pesta. Semua orang menatap Nagata dan anak buah Big mouse yang sudah dibekuk. Tak ada yang bisa berkutik. Tetapi seoah tak lelah, Nagata meraih celana Grape dan berlutut memohon kepadanya untuk melepasnya mencari keberadaan pria mata mata orangtuanya itu.
“ kumohon aku akan menyerahkan diri setelah aku mendapatkan pria itu... Alvaro dan Hansel mereka dalam bahaya kumohon!!!" ucap Nagata sambil menatap Grape dengan tatapan memohon, suaranya gemetar, pikirannya sangat kacau saat ini, jika sampai orang itu memberitahu kalau anak-anak Nagata masih hidup maka keduanya bisa dibunuh kapanpun..
“ kak tenanglah, ini kan yang kau maksud?” seseorang yang wajahnya persis dengan Nagata masuk bersama Cherry dengan anak buah Nathama yang menarik mata-mata yang jadi incaran Nagata tadi.
Melihat pria itu disana dan Nathama kembarannya datang bersama Cherry, Nagata akhirnya meringsut ke atas lantai dengan nafas lega. Air matanya bercucuran, pria itu menangis, seorang Big Boss menangis saat mengetahui kalau anak-anak yang sebenarnya sangat dia sayangi akhirnya aman dari tangan keluarga Hong.
Bruk...
“ ahhhkkk... hah... hahh... syu.. syukurlah... syukurlah...” ucap pria itu sambil terduduk lemah di atas lanati dengan air mata yang mengalir dengan deras menatap ke arah Nathama dan Cherry.
.
.
__ADS_1
.
Like, vote dan komen