Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
221


__ADS_3

Bella memukuli Philip sambil menangis ketakutan karena ulah pria itu.


Tiba-tiba Philip menarik tangan Bella yang menangis ketakutan, gadis itu sampai sesak nafas saking takutnya melihat tingkah aneh Philip yang tiba-tiba, belum lagi mereka ada di tenga tengah hutan yang membuat suasananya malah semakin seram.


" Hahahhaha... Bel sadar Bel... bercanda kok... kamu penakut banget gak kayak mulutnya ngomel terus!!!" ucap philip sambil tertawa dan menahan tangan Bella.


Gadis itu menangis, dia menatap Philip, saking takutnya dia menghamburkan pelukannya pada Philip dan menangis sesenggukan dalam pelukan pak bos gilanya itu.


" Pak jangan begitu lagi, gue takut hiks hiks hiks..." Bella menangis sesenggukan, dia benar Baner takut beberapa saat lalu. Dia sangat membenci situasi seperti ini, rasanya aneh dan menakutkan, dan dia tak ingin terjebak di tempat seperti ini ini.


Philip terkekeh, tak dia sangka Bella benar benar takut, " Ya maaf, habisnya mulutmu ngoceh terus, jangan cengeng ihhh dasar cabe cabean ,masa secengeng itu!!!" ejek Philip.


" Ya kan situ yang mulai hiks hiks hiks... saya takut beginian pak, ngapain di bercandain segala sih!??" kesal gadis itu dengan wajah berkerut, benar benar kesal dengan ulah Philip yang kurang akhlak.


" Ya kan saya gak tau Bella hahahha... udah ihh ingus mu meler tuh, awas bajuku kena!?!" ucap Philip.


" Pak isshh... dasar cowok kaku gak romantis, yang ada tuh dibersihin sama cowoknya bukan diejekin dasar gak ada manis-manisnya sedikitpun cowok datar ihhhh.... amit amit dapat pacar kayak bapak!!" celetuk gadis itu dengan wajah kesal sambil menyeka hidungnya dengan tisu.


" idih siapa juga yang mau jadi pacar Mak lampir kayak Lo, dasar cerewet, sekarang Lo pikirkan gimana kita pulangnya, GPS gue mati, ponsel gue ketinggalan, Lo cari jalan dah, gue. mau tidur, ngantuk gue denger ocehan Lo!!!" celetuk Philip yang menghentikan mobil di tengah hutan kaku memilih menutup mata dan terlelap di dalam mobil itu.


Bella terbelalak, gadis itu menatap sekelilingnya yang gelap gulita, tak ada yang bisa dilakukan disana.


" P..pak.. Please kita pulang dari sini ini seram tau pak!!!" Bella menepuk nepuk lengan Philip sambil menangis. Dia takut kegelapan, semakin ditatap semakin menyeramkan.


" Please cari tempat pak, saya takut!!!" pinta gadis itu tanpa sadar malah mencengkram lengan kaos Philip dengan kuat dan menatap pria itu dengan tatapan serius.


Philip yang menutup matanya, bisa merasakan betapa tangan gadis itu gemetaran . Sontak dia membuka matanya lalu menatap Bella.


" Bell!? Lo nangis!?" celetuk Philip sambil membulatkan matanya. Dia menyalakan lampu dan terlihat jelas kalau Bella sedang menangis sesenggukan karena takut gelap.


Philip terdiam sejenak saat melihat gadis itu menangis di sampingnya tiba-tiba tangannya terangkat lalu membelai kepala Bella...

__ADS_1


" Bell..." ucapnya Pelan sambil memegang kepala Bella dengan kedua tangannya,


" Pak Pulang...." ucap gadis itu dengan suara Lirih.


Philip bukannya membelai kepala Bella malah menarik kepala gadis itu dan menatap wajah nya dengan serius sambil menahan tawa.


" Bell... pfthh .. bwahahahahhahah.... Lo nangis karen takut gelap!? prrffthhh bwahahahhahahaha kemana Mak lampir yang gak takut apa pun itu hahahahahah..... bis bisanya Lo nangis!?? diikutin setan tau rasa Lo hahahhahahah......" Philip malah menertawakan Bella yang menangis sesenggukan.


" Pak Philip saya serius arrkhhh!!!" pekik Bella sambil mengayunkan kepalanya dan...


Bughh...


Kepala gadis itu membentur dagu Philip saking kesalnya dengan ulah pria itu. Dia mengamuk dan membuat Philip terhuyung ke belakang akibat sundulan kepalanya yang keras.


" Dasar Presdir gila... arkhhh bisa mati.muda aku kalau begini hiks hiks hiks... lagi ketakutan malah diketawain, Lo punya hati apa nggak sih..." Bella menangis sesenggukan sambil memeluk dirinya sendiri.


Philip mengusap dagunya, dia terkekeh. Tujuannya sebenarnya membuat Bella tertawa tapi ternyata gadis itu benar benar takut dengan kegelapan.


Namun Bella tak menggubris ejekan Philip dia menangis sambil menutup kedua matanya dan memeluk kakinya yang dia naikkan ke kursi mobil.


Mendengar tangisan Bella, Philip merasa sedikit bersalah," Ishh dasar cengeng, iya kita cari jalan pulang, jangan nangis," ucap Philip sambil menepuk kepala Bella dengan pelan lalu melaju mengikuti jalan yang mereka lewati tadi.


Sementara kedua orang ini masih tersesat di tengah hutan gelap, Dante sedang mengemudikan mobilnya menuju sebuah pasar malam, tempat yang belum pernah dia kunjungi seumur hidupnya bahkan ketika dia masih kanak-kanak pun tak pernah.


Di sebelahnya ada si cantik dan garang Sarah yang duduk dengan gugup sambil memainkan jarinya. Beberapa kali gadis cantik itu melirik Dante yang sepanjang perjalanan terus diam dan berhasil membuat Sarah merasa bingung.


Sesuai ucapan Dante hari itu, mereka akan kencan sebagai ucapan terimakasih Sarah karena telah membantu menyelamatkan dirinya .


" Duhh... gimana sih kok diam terus, kalau gini kan jadi gugup, mending aku mukulin preman daripada diam terus seperti ini, haisshhhh ini cowok aneh ihh.... " batin Sarah mulai menggerutu.


Dante melirik gadis itu dari ekor matanya, dia tau Sarah sedang bingung juga gugup di saat yang sama. Tapi anehnya saat Dante ingin membuka topik pembicaraan, dia malah terpana melihat wajah gugup gadis cantik di sampingnya itu.

__ADS_1


" Bentar lagi deh diajak ngobrol, cantik banget kalau gugup begitu hahahhaha.... lihat tangannya udah gemetaran hahaha... kalau dilihat dar sisi ini dia imut juga, kalau pakai seragam langsung deh kelihatan sangat," Dante tersenyum bahagia di dalam hatinya tetapi yang dilihat oleh Sarah adalah wajah datar dan dingin.


Benar kata Bella dan Alesha, bahwa gadis itu tidak akan paham jika diberi kode karena jelas kalau ini pengalaman pertamanya jalan berdua dengan seorang pria dengan tujuan berkencan.


Huffhhh...


Hela nafas gugup Sarah terdengar, sejujurnya dia ingin menahannya tapi saking gugupnya dia tak sadar kalau dia baru saja menghela nafas dengan berat.


Mereka tiba di pasar malam, Dante tersenyum tipis melihat wajah Sarah yang langsung berubah berbinar-binar menatap pasar malam.


" Dia punya sisi kekanakan juga ya,. pengen gue cubit pipinya..." batin Dante.


" Apa disini?" akhirnya Sudah bertanya, dia benar benar antusias menatap pasar malam dengan semua permainan di dalamnya.


Dante mengangguk pelan, lalu mendekati Sarah, dengan gerakan perlahan dia semakin dekat dan membuat Sarah bersandar ke kursinya sambil menatap pria itu dengan tatapan terkejut.


Dante kini dalam posisi yang sangat dekat dengan Sarah, apalagi wajahnya yang tampan tepat berada di depan wajah Sarah yang cantik dan mungil.


Dante membuka seat belt gadis itu ," Sudah Sampai, tunggu sebentar" ucap Dante sambil menepuk pucuk kepala Sarah.


Oh Ya ampun, perempuan mana yang tidak akan gugup dan dimabuk kepayang dengan suara berat dan tingkah manis pria setampan Dante, bahkan jantung Sarah saja sampai berdebar kencang dan pipinya memerah seperti tomat .


" kau gugup? jantungmu berdebar kencang, " bisik Dante sebelum dia keluar dari mobil .


Sarah menahan nafas, dia memegang dadanya yang berdebar," Ya ampun... gak kuat aku... ahhhhrrhkkk Cherry, Lesha ,Bella tolong aku!!!!!" batinnya berteriak histeris, tak kuasa dengan tingkah manis Dante si tampan berwajah arogan dan dingin itu.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2