Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
130


__ADS_3

Rumah Sakit CLC,


Elton berjalan dengan tubuh bersimbah darah. Kakinya terpincang-pincang memasuki rumah sakit. Kepalanya berdarah dan kedua tangannya terluka karena menahan pukulan kayu yang diarahkan padanya. Bukannya kesakitan, pria itu malah berjalan sempoyongan sambil senyum senyum sendiri.


Semua orang yang melihatnya terkejut bukan main saat melihat Elton dalam keadaan seperti itu.


"Seseorang tolong, ada pasien disini!!!" pekik salah satu pengunjung rumah sakit Para perawat langsung datang menghampiri pria itu dengan wajah panik.


"Astaga tuan ikut kami!" ucap salah satu perawat. Rumah sakit itu dikenal dengan pelayanan terbaik yang selalu mereka berikan pada pasien tak peduli apa status atau seperti apa penampilan mereka. Yang terutama bagi rumah sakit swasta itu adalah keselamatan pasien.


Elton mengangkat tangannya," tak apa," jawabnya dengan gentle.


Mungkin memang mereka berdua berjodoh. Di saat yang sama Rania sedang berjalan sambil berdiskusi bersama rekan dokternya, di saat itu dia melihat kondisi Elton yang sangat mengerikan.


"Elton!!!" pekik Rania panik, wajah seriusnya berubah jadi kepanikan luar biasa saat melihat orang yang dia cintai terluka. Cepat-cepat gadis itu berlari menghampiri Elton.


Pria itu hanya tersenyum lembut sambil menatap kekasihnya," Ran... tolong aku..." ucap Elton .


Rania menangis, gadis cengeng itu memeluk kekasihnya tanpa peduli jasnya terkena darah Elton.


"Ada apa denganmu hiks hiks hiks... kenapa kondisimu begini, kamu baru terluka dan sekarang lebih parah!?? APA KAU PUNYA 1000 NYAWA ELTON!!" Rania kesal tapi juga khawatir.


Elton hanya terkekeh melihat wajah Rania yang menangis.


"Bantu aku sayang, ini sakit ..." ucap Elton sambil menatap wajah kekasihnya dengan lembut.


Semua orang terkejut dengan apa yang baru saja mereka saksikan.Terutama para medis yang bekerja di rumah sakit itu.Mereka jelas tau kalau Dokter Rania, dokter yang ditransfer dari Finlandia itu adalah seorang perempuan yang tak pernah kelihatan sekarang ini dengan Seorang pria.


"Hey apa yang kalian lakukan, kenapa diam saja disana cepat bawakan brankar!!" pekik Rania.


"Sayang jangan teriak-teriak nanti lehermu sakit, " ucap Elton..


"Cihh... dasar kadal gurun bodoh, bisa bisanya kau memperdulikan orang lain saat tubuhmu sendiri terluka seperti ini!!!? Elton kau membuatku khawatir hiks hiks hiks... ini sudah malam beruntung dokter masih bertugas, kau ini benar benar bodoh!!!" omel Rania .

__ADS_1


"Maaf sayang, nanti kujelaskan," ucap Elton dengan suara lemah. Sekalipun dia terlihat gila,pukulan itu juga berpengaruh pada tubuhnya dan kehilangan darah membuat pandangannya sedikit kabur. Hanya saja otak cerdiknya itu selalu memanfaatkan segala macam situasi agar bisa dekat dengan kekasihnya.


"Ya sudah, ayo cepat!" ucapnya pada para perawat. Rania termasuk orang yang disegani di rumah sakit itu. Kemampuan serta bakatnya sebagai seorang dokter saraf membuat nama dan ratingnya tinggi di tempat kerja. Banyak pasien yang bahkan bukan terkena penyakit saraf malah datang berkonsultasi pada gadis itu meski sudah dijelaskan bahwa penyakit pasien itu memiliki dokter khusus untuk menanganinya.


Elton dibawa oleh para medis menuju ruang penanganan. Rania terus berada di sampingnya, tetapi karena kondisi gadis itu belum cukup stabil, yang melakukan operasi kecil pada Elton adalah rekan dokternya di bedah umum.


Dokter pria itu hendak menangani luka Elton yang sudah dibersihkan, dia sudah bersiap dengan alat-alat nya tapi tiba-tiba Elton menghentikan dirinya," Stop, tunggu dulu!" ucap Elton dengan wajah menyebalkan nya itu.


"Aku ingin kau yang rawat, kenapa bukan dirimu saja sih? aku gak suka disentuh orang lain!" rengek Elton seperti anak kecil. Mendengar hal itu, dokter pria di dekatnya menghela nafas kesal, pria itu sangat cerewet dan banyak maunya padahal tubuhnya sudah penuh luka seperti itu.


"Yang benar saja!" ucapnya kesal.


"Maaf Dok, dia memang sedikit cerewet," ucap Rania.


"Nggak cerewet, aku kan maunya sama sayang," celetuk Elton dengan tingkah sok imutnya itu.


"huweekkk... lebay!!"


"CK...dasar cerewet, menurut saja, dia yang terbaik disini, aku belum cukup stabil memegang pisau bedah, kau tau apa yang baru terjadi padaku kan!?" kesal Rania.


Elton seketika tersadar kalau kekasihnya baru mengalami kejadian mengerikan tetapi sudah bekerja. Pria itu langsung diam dan patuh dan tak mengucapkan apa pun lagi.


"Baik aku akan patuh, kalau begitu kau tetap disini!" ucap Elton sambil menggenggam tangan Rania.


Gadis itu mengangguk,"lakukanlah," ucap Rania pada rekannya yang kerap disapa Dokter Rizal itu.


Dokter itu mengangguk," Haihh dasar manusia aneh, tadi saja dia merengek seperti bocah dan sekarang dia menurut dan diam tanpa bergerak sedikitpun, cinta memang membuat manusia hilang akal!" batin pria itu.


Elton akhirnya ditangani oleh orang itu. Dan Rania mendampingi kekasihnya sampai operasi kecil selesai dilakukan.


Malam semakin larut, semua orang terlelap dalam tidur mereka. Berbagai cerita kembali terbayang di kepala mereka. Ladang mimpi yang membawa manusia menjelajah imajinasinya membuat tidur mereka terasa panjang sekalipun manusia itu bisa lupa mimpi yang telah dia lewati sebelumnya.


Sama halnya di rumah utama keluarga Dalton. Phineas tampak masuk ke dalam kamar dimana Alesha dirawat. Segala peralatan medis masuk ke tubuh gadis malang itu. Pria itu berdiri menatap Alesha yang sedang terlelap. Sudah kebiasaan Phineas tak mengenakan kaosnya di malam hari. Dia berdiri dengan bertelanjang dada, bahu sebelah kirnya diperban dan diberi obat karena luka bekas tembakan yang cukup dalam itu.

__ADS_1


Tangannya spontan mendarat di kening Alesha yang sempat demam beberapa menit lalu.


"Dia sudah membaik," gumam pria itu. Namun sedetik kemudian dia tersadar dengan apa yang baru saja dia lakukan.


Syuut....


Cepat-cepat dia menarik telapak tangannya dari kening gadis itu dengan wajah terkejut pada dirinya sendiri.Dia sendiri syok dengan apa yang dia lakukan apalagi paramedis yang standby di ruangan itu.


"Aku sedang apa sih!?" pikir Phineas sambil mengusap wajahnya dengan kasar. Hanya karena Alesha mengalami hal yang sama seperti mendiang adiknya, dia merasa berbelas kasih pada gadis itu sampai membuat simpatinya keluar.


Phineas berbalik sambil menepuk kepalanya sendiri, Dia melangkahkan kakinya keluar dari ruangan itu. Namun suara lirih tangisan Alesha membuatnya menghentikan langkah kaki yang.


"Ampun... hiks hiks hiks... ampun bi... Ampun... kumohon bi... kumohon jangan lakukan ini padaku... kumohon.... jangan...." Air mata gadis itu mengalir dengan begitu derasnya membasahi pipinya. Tubuhnya berkeringat dan gemetaran.


Lagi - lagi hati kecil Phineas terasa pedih, dia Kemabli mendekati Alesha dan menepuk bahu gadis itu agar dia tenang.


"Tenanglah... wahai sayangku... bulan kan menemani tidurmu.... bintang kan jadi terangmu.... huuuu... huuuu.... tidurlah tidur... wahai sayangku.... aku kan disini... huuuu.... huuuu.....


Tanpa Phineas sadari, dia menyenandungkan lagu yang sering dia nyanyikan untuk menenangkan adiknya yang tak bisa tidur. Duduk di sisi tempat tidur sambil bernyanyi dan menepuk-nepuk bahu mendiang adiknya.


Perlahan Alesha menjadi tenang, dia tertidur dengan lelap, begitu juga dengan Phineas yang malah terlelap di dekat Alesha, dengan posisi duduk di kepala kasur sambil menepuk bahu Alesha.


Para pelayan dan petugas medis tercengang melihat tuan muda mereka bisa bersikap lunak pada seorang wanita, tak ada yang pernah melihat seorang Phineas Dalton seperti itu.


"Akan ada cahaya baru di rumah ini," batin kepala pelayan yang mengurus rumah selama Phineas dan Elton di luar.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2