
Phineas telah dirawat dengan baik oleh Grape dan teman temannya . Kini keadaannya mulai stabil.
Cherry bangun dari tidurnya, dia melakukan pijatan lagi pada kaki Grape. Dengan lembut dan penuh ketulusan gadis itu mempraktekkan pijatan yang dia pelajari dari internet.
"Mudah mudahan kakinya tidak sakit lagi, setidaknya rasa sakitnya tidak seperti sebelumnya, kasihan dia kalau harus kesakitan setiap saat," ucap gadis yang rela bangun pagi pagi sekali hanya untuk memberikan pijatan di kaki Grape. Dia bangun jam empat pagi untuk setidaknya memberikan pijatan selama satu jam, berharap agar kaki suaminya membaik meskipun dia tidak tau entah itu akan berhasil atau tidak.
Cherry terus memijit area lutut hingga telapak kaki pria itu. Grape yang merasakan kakinya disentuh oleh seseorang terbangun dari tidurnya. dia menyerngitkan keningnya, bangkit dari tempat tidur sambil membuka matanya dan menatap ke arah seorang gadis yang sedang memijit kakinya dengan bersungguh-sungguh.
"Mom...percaya tidak kalau Cherry gadis yang mom kasih nama panggilan buah Cherry ini sudah menikah? Mom lihat tidak acara pernikahan Cherry waktu itu," ucapnya yang tidak sadar kalau Grape sejak tadi sudah menatap dirinya sambil mendengarkan ucapan ucapan gadis itu dengan seksama.
"Mom lihat, ini suami Cherry, satu satunya rumah untuk Cherry pulang, satu satunya keluarga yang Cherry miliki sekarang, namanya juga nama buah seperti Cherry, lucu ya,bisa bisanya Cherry nikah sama pria yang punya nama panggilan yang sama," ucap gadis itu lagi.
"Apa namaku lucu bagimu?!" Grape berbicara
Mata Cherry membulat sempurna saat melihat pria itu sudah bangun, dia mendengar suara Grape yang serak serak basah khas orang bar bangun dari tidurnya.
"Ya ampun sejak kapan kau bangun!!!??" pekik Cherry dengan wajah syok.
Brukkk....
saking syoknya, dia yang duduk dipinggir kasur sampai terjungkal ke atas lantai dengan wajah panik kala melihat pria itu duduk dan menatapnya .
"Dasar ceroboh!" ejek Grape seraya menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan Cherry.
" Awhh...sakit... aduhh... kamu sih bikin terkejut dasar suami jahat!!!" ketus Cherry sambil mengusap usap pinggangnya yang menghantam lantai.
"Makanya hati hati, kau seperti ketauan. mencuri di siang bolong saja, ceroboh sekali, pegang tanganku, cepat bangun," ucap Grape sambil menggeser tubuhnya mendekat ke Cherry dan mengulurkan tangan untuk membantu Cherry bangkit dari atas lantai yang keras itu.
Cherry menerima bantuan Grape, dia bangkit dan kembali duduk di atas kasur dengan wajah memerah karena malu.
"Apa sakit!?" tanya Grape.
Cherry mengangguk sambil mengusap usap pinggangnya, sepertinya benturannya tadi cukup keras sampai membuat gadis itu meringis kesakitan.
Pletak
Satu sentilan mendarat di kening gadis itu dan berhasil membuat dia lagi lagi menggerutu kesal sambil meringis kesakitan karena sentilan dari pria itu.
"kenapa kepalaku dipukul lagi kau pikir tidak sakit!??" kesal Cherry.
__ADS_1
"Ceroboh, berbalik!" titah Grape sambil menatap Cherry dengan tatapan datarnya.
"Nggak mau!" kesal gadis itu.
"CK... berbalik lah cepat!" balas Grape dengan nada memerintah.
"Untuk apa sih !?? pinggang ku sakit tau!!" balas Cherry sambil menatap pria itu dengan tatapan tajam karena kesal.
"CK... cerewet sekali, mau ku buka sekarang hah!??" kesal Grape, atau kah mau lihat aku buka baju disini!??" ancam pria itu.
Mata Cherry membulat," Dasar mesum, kau mau pamer apa sih!!!" gerutu Cherry yang langsung cepat cepat membalikkan tubuhnya dengan wajah kesal, pipinya menggembung karena kesal, bibirnya terus mengoceh mengomeli Grape yang menurutnya bertindak semena-mena.
"Kau memikirkan apa bodoh," ejek Grape sambil mengambil krim pijat yang biasa dipakai oleh Cherry, meletakkannya di atas tangannya.
Grape menyingsingkan kaos Cherry, membuat gadis itu terkejut bukan main saat melihat apa yang dilakukan oleh pria yang jelas suaminya sendiri.
"Hei kau mau apa!??" Cherry terkejut, dia lagi lagi berteriak saat pria itu mulai melakukan tindakan tindakan aneh yang membuat gadis itu merasa asing dan tidak nyaman.
Cherry menahan kaosnya dan menutup pinggangnya lagi.
"Dasar mesum, kau mau apa!??" tanya Cherry yang berbalik menatap Grape.
Di tariknya lagi kaos gadis itu ke atas hingga terpampang lah punggung mulus gadis itu di depan Grape.
"Kau mau apa!???" tanya Cherry, gadis itu tiba tiba gugup, dia tak pernah berada dalam posisi seperti ini di depan orang lain.
"Diamlah, atau kau benar benar ingin aku melakukan sesuatu hhmmmm?" goda Grape seraya menarik satu tali bra milik Cherry yang langsung membuat gadis itu terkejut.
"Singkirkan tanganmu itu dasar pria mesum!!!!!" pekik Cherry lagi .
"Bwahahahahhahaha.... Kau marah lagi, lihat wajahnya itu ahhahahahaha.... maafkan aku, hanya bercanda, kau terlalu tegang, kau pikir aku mau ngapain, otakmu memang benar benar mesum ya!!!" Grape tertawa terbahak bahak melihat reaksi Cherry yang sesuai dengan dugaannya.
"Dasar bodoh!!!" kesal gadis itu sambil mengembang kempiskan pipinya.
"Tenanglah, aku tidak akan melakukan apa pun, " ucap Grape sambil mengoleskan krim pijat itu di pinggang Cherry yang tampak memerah karena terjatuh tadi.
Cherry sedikit terkejut saat Grape menyentuh pinggangnya dengan lembut, jantungnya malah berdegup kencang, ini kali pertama dia ada di posisi sedekat itu dengan seorang pria,rasanya gugup dan canggung.
Grape memberikan pijatan lembut, "Kalah dibiarkan akan semakin sakit, kau tidak boleh membiarkan luka seperti ini dan menganggap sepele, jika kau sudah tua nanti pasti akan berpengaruh pada kesehatan mu," ucapnya pelan.
__ADS_1
mendengar Grape yang berbicara dengan pelan pada dirinya berhasil meluluhkan hati Cherry yang awalnya kesal karena perbuatan pria itu.
"Dia ternyata bisa juga berbicara dengan lembut ya, baru kali ini kudengar dia berbicara selembut itu pada diriku," batin Cherry yang mulai merasa nyaman dengan pijatan Grape.
"Darimana.kau dapat ide soal pijatan itu!?" tanya Grape.
"Ahhh aku menanyakan kondisimu pada kak Elton, dia bilang, kakimu masih bisa diobati asal rutin melakukan terapi, dan bisa dilakukan melalui pijat, jadi aku mempelajari nya dari internet, apa kau tidak nyaman?" tanya Cherry.
"Emmm biasa saja, tidak ada rasanya tuh, kau memijat seperti sedang mengelus elus kakinya, jadi rasanya seperti sedang digelitik," ucap Grape berbohong.
"Hah!?? yang benar!? seharusnya kau bilang, aihhh harusnya aku belajar pada tukang pijatnya langsung!!!" ucap Cherry yang terdengar Kecewa.
Grape terkekeh di belakang Cherry,"Apa kau pikir dengan pijatan aku bisa sembuh? kaki.ini mungkin tidak akan bisa kembali seperti semula Cherry," ucap Grape.
"Siapa yang tau Grape, kau mungkin bisa pulih dengan sedikit latihan dan pengobatan, aku yakin dengan itu!" ucap Cherry.
"Apa kau malu menikah dengan pria lumpuh seperti diriku!?" tanya Grape.
"Hmm? aku mana malu, kenapa aku harus malu? justru aku yang malu karena masih normal.tapj bergantung hidup padamu, makanya aku berusaha cari uang, kalau sudah buka usaha suatu saat nanti, kita bawa kakimu ke dokter dan lakukan pengobatan terbaik!" ucap Cherry dengan semangat.
"Kalau diobati pasti bisa sembuh, kau harus yakin!" ucap Cherry.
"Kenapa kau begitu semangat agar aku sembuh?" tanya Grape.
"Bukannya itu keinginanmu, setiap malam.kau mengingat, dan kesakitan, aku tidak tega mendengar mu seperti itu, lagi pula kalau sembuh dan bisa berjalan pasti akan lebih baik kam, oleh karena itu aku berharap kau bisa sembuh kau akan lebih nyaman dan tidak tersiksa," jelas Cherry.
Grape tertegun, harapan Cherry adalah kesehatan Grape bukan hal lain. mencari uang dan berpikir untuk membangun usaha yang bisa membiayai perobatan Cherry. Hati Grape benar telah di taklukan oleh gadis itu.
Dia menatap Cherry, pria itu membalikkan tubuh Cherry hingga mereka saling berhadapan.
"Ehh ada apa!?" tanya Cherry.
"Kau....
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗