Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
166


__ADS_3

Grape dan Sarah sedang bersama anak anak di rumah baru keluarga muda Cornelius. Bian dan Azura juga berkunjung di rumah itu. Tetapi pasangan muda ini sedang bermain di kolam berenang di samping rumah. Bian menemani istri bumil kesayangannya berenang.


"Sarah berapa lama Cherry pergi? kenapa tidak kembali juga?" tanya Grape yang merasa heran dengan waktu kepergian istrinya yang rasanya cukup lama.


" Saya juga tidak tau tuan, tadi katanya pergi sebentar saja,ada yang ingin dia urus. Cherry pergi bersama Pak Bono dan Daniel, saya tidak tau jelasnya kapan dia akan pulang," jelas Sarah yang sedang mengupas kacang untuk anak anak. Dia masih mengenakan seragam serba hitamnya sebab gadis muda itu baru pulang dari kantor beberapa menit yang lalu.


"hmmm... tapi biasanya dia bilang kalau mau kemana," gumam Grape yang merasa aneh dengan sikap istrinya hari ini. Cherry banyak diam dan tak seheboh biasanya.


" Wajahnya juga sedikit pucat tadi, aku takut dia sakit, aku akan mencarinya, tolong jaga anak-anak, kalah Philip dan Bella sudah datang tolong katakan pada Philip untuk menghubungi Phineas, sejak hari itu dia tidak datang kesini, dia belum membawa Alesha ke rumah ini," pesan Grape pada Sarah.


" Baik tuan," jawabnya dengan singkat.


" Jangan panggil tuan, panggil kakak saja, aku menganggap mu sebagai adikku, santai saja denganku, " ucap Grape.


" Ba..bak kak..."


" Anak anak, Daddy mencari Mom kalian dulu, perasaan Daddy tidak enak, Mom sepertinya sedang sakit, Daddy takut terjadi apa apa, baik baik di rumah," pamit pria itu.


" Baik Daddy, hati hati!!" seru kedua bocah itu sambil memeluk Daddy mereka.


Grape tersenyum lembut lalu beranjak dari sana. Beberapa hari belakangan situasi sedikit tidak terkendali. Elton dan Rania tak pernah lagi berkunjung sejak hari itu, Philip dan Bella sibuk mengurus bisnis Phoenix grup, Phineas tak bisa dihubungi bahkan tak ada di kantornya, situasi ini membuat Grape merasa tidak nyaman.


Pria itu berjalan dengan cepat menuju parkiran mobilnya. Dia mengemudikan kendaraannya keluar dari ruang mewah itu. Namun saat tiba di luar gerbang tiba tiba seseorang berdiri di depannya dengan tubuh berlumuran cairan putih.


brukkk....


Orang aneh itu terjatuh tak sadarkan diri di atas aspal. Grape sangat terkejut, beruntung dia tidak mengemudikan mobilnya dengan cepat, jika tidak dia pasti sudah menghantam tubuh orang itu dengan mobil besinya itu.


" Astaga siapa itu!??? Sore sore begini membuat orang panik!!!!" Grape terkejut. Cepat cepat dia keluar, tim Alpha yang bertugas di rumah itu juga melihat apa yang terjadi.


" Tuan, ini Tuan muda Sony!!!!" teriak salah satu tim Alpha. Grape tentu terkejut saat mendengar nama Sony. Pria berkacamata yang menjadi wakil Phineas menjalankan perusahaan. Entah bagaimana bisa pria itu berakhir disini dengan keadaan mengenaskan. Tubuhnya berlumuran darah dengan cairan putih yang mulai mengeras di tubuhnya.


" Sony!?? ada apa? kenapa dia seperti ini!!!??" Grape panik, dia mendekati pria itu lalu memastikan apa memang benar dia adalah Sony. Ternyata ucapan Anggita tim Alpha itu benar.


" Son...Sony!!!" pekik Grape.


Sony membuka matanya," to.. tolong Grape... rumah...sabotase... orang palsu... tolong... Pak...Andre... Phineas.... to...


Belum menyelesaikan kata-katanya, Sony pingsan tak sadarkan diri.


" Cepat bawa dia!!!, tim Alpha Satu segera ikut aku!!!" tegas Grape.

__ADS_1


" Segera tangani Sony, pastikan dia baik baik saja, aku akan mengejar istriku sebelum terlambat!!!" Ucap Grape.


Para anggota tim Alpha bergerak dengan cepat.Tubuh Sony dibawa menuju rumah sakit dan langsung ditangani.


Grape tau ada yang tidak beres, sejak beberapa hari lalu perasannya tidak enak. Belum lagi perilaku beber orang terlibat mencurigakan baginya. Phineas juga tak bisa dihubungi, entah apa yang terjadi tapi sepertinya keluarga Dalton sedang dalam ancaman berbahaya.


Pikiran Grape langsung tertuju pada istrinya," Apa mungkin Cherr pergi kesana!???" pikir Grape. Pria itu Menghubungi Daniel.


" Ya dengan saya Tuan, " jawabnya dari sana.


" Kalain dimana!!" tanya Grape dengan suara bariton ya yang terdengar jelas dan keras.


" Ka..kami...


" Cepat katakan!" teriak Grape.


" Di rumah keluarga Dalton tuan, baru tiba dari toko roti lima menit yang lalu, nyonya masih berdiri di depan gerbang, kami disuruh menunggu di luar," jelas Daniel.


" Bodoh!!' umpat pria itu sambil memutuskan sambungan telepon nya secara sepihak.


Bersyukur jarak rumah mereka dengan rumah Dalton dekat. Dengan cepat Grape mengemudi kesana .


Mata Grape menangkap sosok istrinya yang menangis sesenggukan di depan pagar yang ditutupi dengan tumbuhan menjalar.


Pelan pelan dia mendekati Cherry. Jelas telinganya juga mendengar ucapan Elton tentang istrinya, tapi dia menahan dirinya untuk tidak mengamuk.Dia melihat apa yang Cherry lihat dan merasakan apa yang wanita itu rasakan. Sebentar dia mengamati, namun firasat nya tidak enak, dia langsung menutup mulut Cherry sebelum wanita itu berteriak memanggil Elton.


Grape membawa istrinya ke dalam mobil dan menenangkan Cherry yang memukuli perutnya dengan brutal.


" Jangan ribut, kita akan ketahuan!!" bisik Grape.


Cherry terdiam,dia menoleh dan menatap orang itu," Grape?!ka...kamu??"


Shhhh...


Grape menaruh jarinya di depan bibir. " Tenanglah, jangan takut, kalau kita ribut, bisa ketahuan, ini masih sore, sebentar aku menghubungi Elton dan Kak Rania, mereka tidak boleh berada disana terlalu lama!" ucap Grape.


" Sa..sayang kamu lihat tadi? tangan itu!!!?? kak Phineas, Alesha... mereka...


" Ssttthhh jangan keras keras! ada yang tidak beres dengan rumah itu, tenanglah," ucap Grape sambil memeluk istrinya.


" Tapi... mereka... kak Phineas, Alesha...

__ADS_1


" tenang sayang, aku tau yang kamu rasakan, tenanglah, kita harus menyelamatkan Kak Elton dan Kak Rania terlebih dahulu," ucap Grape.


Pria itu menghubungi Elton. Dia mencoba beberapa kali hingga akhirnya panggilan itu di jawab.


" Halo ,ada apa!?" tanya Elton dari dalam rumah sana.


" Apa kau bersama kak Rania?" tanya Grape.


" Ya, kenapa? dia disini," jawab Elton dengan nada ketus.


" Datang ke markas tim Alpha, Cherry.... " dia melirik istrinya lalu menaruh jarinya di depan bibir.


" Ada apa dengan Cherry!??" suara Elton terdengar panik.


" Cherry di culik, cepat datang ke markas! Om dan Tante dimana? " tanya Grape.


" APA DICULIK!??? jangan bercanda Grape!!" pekik Elton.


" Kau yang bercanda bajingan, cepat kesini, jawab aku Diaman om dan Tante!??" tanya Grape lagi.


" Di apartemen ku, anak buahku sedang membawa mereka kesini, aku akan segera kesana, bagaiman bisa Cherry diculik lagi!!!!" pekik Elton yang langsung memutuskan sambungan telepon nya.


Grape menghela nafas kasar," Dasar keparat bodoh!" kesal Grape .


" Kita akan ke markas tim Alpha sayang, kamu baik baik saja?" tanya Grape sambil mengusap wajah istrinya dengan lembut.


"Aku..


Cherry hanya menunduk dan diam, tapi jelas Grape tau kalau istrinya sedang bersedih, " Tak apa, aku akan menghajar si bodoh itu nanti, kita amankan yang bisa kita jaga saat ini, aku akan menghubungi yang lain," ucap Grape.


Pria itu langsung memberi kode darurat pada sahabat-sahabatnya kecuali Phineas yang posisinya masih diragukan.


Rumah keluarga muda Cornelius langsung diperketat dengan keamanan, para pelayan disuruh pulang dan yang ada dalam rumah itu hanya tim Alpha dan anggota keluarga. Keamanan diperketat, tak ada yang boleh masuk sebelum melakukan pemeriksaan identitas.


.


.


.


like, vote dan komen 🤗

__ADS_1


__ADS_2