
Cherry mendengus kesal sambil berkutat di depan cermin riasnya. Menutupi karya seni yang dilukiskan sang suami di leher jenjangnya, bukan cuma satu tapi sampai sepuluh bekas kemerahan tercetak jelas disana.
" Tadi kan kubilang jangan digigit, kau ini nyamuk hah!?? jadi berbekas sayang.... bikin kesal kamu !!" Bibirnya yang tipis itu kembali mengomeli suaminya yang sedang berdiri di belakangnya dengan bathrobe dan hair dryer di tangannya.
" Kamu terlihat seksi dengan tanda itu sayang, aku suka, malah kurang banyak hahahahah.... cantik sekali!!!" celetuk Grape dengan tawa besarnya yang selalu begitu puas.
Cherry menatap suaminya dari cermin sambil mengerucutkan bibirnya," otak mesum, tiap hari loh yang... yang ada leher aku gak bersih lagi karena bekas kamu..." ujar wanita itu.
Grape tertawa cengengesan, wajah kesal sang istri selalu membuatnya bahagia.
" Ya sudah kalau begitu... " Grape menurunkan tangannya ke dada istrinya," akan kubuat disini , yang banyak hahahhahaha..." celetuk Grape sambil memijit lembut benda kenyal yang dia ejek semangka kecil tapi jadi melon besar kesukaannya.
Plakkk....
Tangan Grape dipukul oleh Cherry," jangan pegang-pegang, nanti gak kelar kelar, aku tau kamu sayang," ketus Cherry.
" Hahahah iya sayang iya.... aku siap siap dulu, kita jalan jalan terus ke makam ya, gak usah bawa anak-anak, kita pergi terpisah saja," usul Grape.
Cherry mengangguk," baiklah, terllau ramai juga tidak baik, tapi aku mau bawa Alvaro boleh kan? di butuh hiburan juga, kalau Hansel mah nginap di rumah Kak Philip melulu, kayaknya anakku yang satu itu lupa sama emak bapaknya ya," celetuk Cherry sambil mengaplikasikan bedak ke wajahnya.
" Biarkan saja sayang, dia emang suka tidur dimana-mana, mungkin turun dari Nagata hahahhaha.... "
Hansel memang memiliki kebiasaan yang terbilang aneh dan unik. Dia sangat senang menginap di rumah paman dan bibinya, bukan hanya rumah keluarga Philip, dia pernah ikut Azura dan Bian ke kampung Azura, menginap di rumah Phineas, menginap di rumah tuan dan nyonya Dalton, bahkan sampai ikut ke London bersama Elton dan Rania.
Yang paling mengejutkan adalah kali terakhir dia menginap di penjara bersama Ayahnya. Anak ini terlalu menggemaskan dan punya banyak tingkah unik.
Berbeda dengan Alvaro, dia anak yang sangat dingin. Hanya tersenyum lembut pada Mommy, Daddy dan adik-adiknya, dan dekat dengan paman dan bibi-bibinya, seolah menutup diri dari dunia luar tapi tau segala sesuatu yang terjadi di luar sana.
Kepribadian mereka sangat berbeda ,tetapi soal kasih sayang, keduanya sama sama menunjukkan cinta pada keluarga Cornelius.
Sementara itu di seberang rumah mereka, Keluarga Phoenix, nama keluarga yang dipilih Philip dan Bella Phoenix sebagai nama resmi keluarga mereka sedang dibuat heboh dengan lagu dangdut yang dimainkan Philip dan Hansel..
Dum... tas... Dum ... Dum... tas.... wohooook...
" Pandangan pertama, awal aku berjumpa.....
Philip memulai nyanyiannya, menunjuk Bella yang sedang memberi makan putra mereka yang wajahnya adalah fotocopy dari si kolor ijo yang sedang berdiri di atas sofa dengan boxer berlampu warna warni dan singlet bolong-bolong warna neon, dengan dasi yang diikat di kepalanya.
Jangan lupakan dua kacamata merah jambu milik Bella bertengger di depan dadanya, pria ini benar benar gila.
__ADS_1
" Mulai lagi, hahahhaha... dasar duo gombreng hahahhaha..." Bella tertawa cekikikan melihat kelakuan dua pria beda generasi itu.
Hansel mengambil micnya, penampilannya tak kalah kocak dengan pria gila di sampingnya.
Dengan celana pendeknya dipasang di atas kepala, kaso kutang berwarna biru polkadot, celana panjang denim dan ikat kepala berupa dasi Grape yang dibawa ke rumah itu, Hansel berjoget di samping Philip.
" E....a.... Eee.... aaaa.... yuhuuuu...... Bang... digoyang digoyang digoyang yang..... ihhhhhaaaaa........serrhhhhhh....
Seru kedua orang sefrekuensi yang selalu membuat hidup suasana. Jika rumah Keluarga muda Cornelius jadi tempat yang tepat untuk menenangkan diri karena aura yang hangat, tenang dan romantis begitu terasa di rumah itu, maka berbeda cerita dengan rumah keluarga Phoenix yang bisa disebut sebagai tempat bersenang-senang melepaskan stress.
" Woohoooooo...... Babe ayo bergoyang!!!!!" teriak Philip sambil cengengesan, jangan lupakan bekas remaja remah roti yang berantakan di atas lantai dan pakaian yang berserakan karena ulah kedua manusia konyol ini.
Tapi jangan salah, selesai bermain, keduanya akan bekerja sama dengan pelayan untuk membersihkan kekacauan yang mereka buat.
" Hahahahah...... Daddy... you look hot babe!!!" seru Bella yang tak kalah semangat dengan kedua manusia sinting itu.
Bahkan putra mereka, Dominic Phoenix tampak tenang di tengah kericuhan keluarga gilanya. Bahkan sampai ikut jingkrak jingkrak di atas kursinya sambil tertawa menatap Daddynya dan Hansel.
Saat mereka tengah bersenang-senang, tiba-tiba muncul Alvaro dengan wajah dinginnya menatap Hansel si pembuat onar.
Anak itu menghela nafas, lelah dengan sikap jenaka adiknya yang entah datang dari mana.
Alvaro tampak datang dengan pakaian rapi dan wangi, dia menghampiri Bella sambil membawa makanan yang dimasak Cherry untuk diberikan pada mereka.
" Abang datang? hmmm...wangi sekali sayang, " Sapa Bella .
" Ini Mom tadi titip kasih ke aunty, hari ini hari peringatan Kata Mom, pergi terpisah, itu pesan Mom tadi aunty," jelas anak itu yang dengan lembut malah mengambil alih tugas Bella dan menyuapi Dominic.
" Aunty belum makan kan? sebaiknya aunty beres-beres dahulu, biar Abang yang jaga Dominic," ucap anak itu.
Bella tersenyum, dia mengusap pucuk kepala anak super dingin itu," Iya sayang, tapi apa kamu gak capek?" tanya Bella.
" Nggak aunty, Abang senang melakukan ini, " jawabnya dengan gummy smile yang sangat manis.
" Baiklah, terimakasih sayang,"
Bella berdiri lalu berkancah pinggang menatap dua manusia yang masih asik bernyanyi," Sayang segera rapikan, aku mau mandi!!!" teriak Bella.
Mendengar kata Mandi, otak Philip langsung tersambung jadi normal kembali.
__ADS_1
" Hansel, pulang ke rumah dan mandi sana, Paman punya ronda pagi, ayo cepat rapikan!!!" seru Philip yang dengan secepat kilat memberitahukan ruangan yang mereka buat bermatakan saat mengetahui kalau sang istri akan mandi, dan ada kesempatan untuk ronda pagi lagi.
Bella memutar kedua bola matanya," Dasar pria, dengar istrinya mandi langsung balik jadi mesum, hahahha..... dasar suami ku memang gila ya," Bella malah tertawa.
Hansel berjalan dengan wajah murung, baru juga mulai nyanyi lagu dangdut, eh tau taunya sang paman akan melakukan kegiatan lain..
" Hansel, sudah makan?" tanya Alvaro dengan lembut.
Hansel mengangkat kepalanya denhan bibir mengerucut sambil menggelengkan kepalanya," belum...." ucap anak itu dengan nada manja.
"Sini sama Abang, lepas dulu celanya, kenapa pakai di kepala, dasar kamu ini, ilernya juga masih berbekas, bukannya mandi kamu malah karaokean, sini Abang bersihin dulu," ucap Alvaro.
" Abang, kasih makan Hansel ya, pelayan sudah memasak di belakang," teriak Bella dari lantai dua.
" Baik aunty!!!" jawab anak itu menurut.
Lagi lagi, Alvaro jadi pengasuh anak anak antar rumah, " Hansel, kamu sudah jadi Abang loh, yang rapi jangan mirip kayak Paman Philip, sudah bapak bapak tapi masih aja bertingkah seperti anak-anak.
" Uhukkk.... uhukkkk..... Al... kata katamu menusuk jantung paman!!!" Philip tersenggak mendengar ucapan Alvaro yang tajam tapi tepat sasaran.
" Paman sih.... kasihan aunty Bella, sama seperti Daddy, bisanya bikin kacau saja, Mommy kecapekan mengurus adik, sama seperti aunty juga pasti lelah, Paman nggak pernah ya lihat aunty menangis kalah paman pergi ke kantor? aunty sering nangis loh... " jelas anak itu.
" Benar nak?? paman gak tau sayang, " jawab Philip terkejut.
Alvaro mengangguk,"Iya menangis, menangis karena nonton drama Korea yang gak ada hubungannya sama Paman hahhahahaha.......
Brukkk....
" Ya ampun... Alvaro kamu bikin paman jantungan, hahahhahaha.... dasar kamu ini ya, mulai nakal!!!!" Philip tertawa di atas lantai karena ulah Alvaro.
" Tapi soal menangis itu benar Paman, aunty sering menangis, bukan cuma karena drama, Aunty sering terlihat kesepian," kali ini wajah Alvaro serius.
Philip menenggak salivanya, aura dingin dari Nagata dan Grape berpadu pada anak itu.
" Baiklah, paman akan menemui auntymu dulu!!" ucap Philip yang langsung berlari ke arah kamar mereka.
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗