Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
234


__ADS_3

Bella dan Phlip tiba di rumah itu dengan posisi Bella tengah terlelap sambil bersandar di bahu Philip. Pria itu menatap Bella yang terlelap sambil menggandeng tangannya dengan erat. Terlihat sangat manis seperti seorang anak kecil yang terlelap di lengan ayahnya.


Philip menyisipkan rambut gadis itu dan menatap wajahnya dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Rasa menggelitik dan getaran di hatinya semakin lama semakin membesar, berubah menjadi debaran yang tak bisa dia mengerti.


Philip menyentuh kening Bella,” dia malah demam,” gumam Philip saat merasakan tubuh Bella sangat panas.


“ Bell.. kita sudah sampai, bangunlah...” panggil Philip, tapi gadis itu tak kunjung bangun, Bella bergumam, dia seperti tengah merintih kesakitan, luka di punggungnya berdenyut karena luka jahitan yang masih basah, seharusnya mereka menjalani rawat inap tetapi malah memilih pulang .


Seketika pikiran pria itu jadi kacau, jika sampai Cherry melihat hal ini, wanita itu bisa panik dan malah stress, menurut keterangan dokter kandungan, Cherry tak boleh stress apalagi banyak pikiran di trimester pertama kehamilannya, jika sampai Cherry melihat Bella dan dirinya dalam kondisi ini, wanita itu pasti khawatir.


“ Sial, tak boleh begini,” gumam Philip. Dia membaringkan Bella di atas kursi mobil. Pria itu membuka kaosnya yang berlumuran darah lalu mengambil kaos lain yang dia bawa di dalam mobil, memakai jaket dan merapikan rambutnya agar dia lebih segar.


“ Pak apa aku terlihat pucat?” tanya Philip .


“ Sedikit tuan, apalagi bibir Anda,” jawab supir itu.


Philip memriksa mobilnya, lalu mengambil tas Bella dan melihat lip balm gadis itu disana, dia memakainya sedikit agar bibirnya terlihat segar dan tak tampak kalau dia sedang sakit, Cherry sangat jeli, dia takut kalau Cherry akan tahu.


“ apa begini sudah cukup?” tanya philip.


“ sudah tuan, itu sudah lebih segar,” balas pak supir.


“ baiklah,”


Philip keluar dari dalam monil lalu mengambil barang pesanan Cherry. Dia mengangkatnya dan membawa benda benda itu ke arah rumah sambil memasang senyum sumringah sebagaimana biasa dia tujukan pada yang lain.


“ Cherr.. kakak datang!!" teriak Philip sambil tersenyum sumringah. Dia berjalan dengan cepat menghampiri mereka berdua yang berdiri di depan sana.


“ kak Philip? Kenapa baru sampai? Apa yang terjadi. Apa kalian terluka? Dimana Bella, perasaanku tak enak, apa terjadi sesuatu pada kalian? Kenapa baru pulang?” wanita itu memberondong Philip dengan banyak pertanyaan.


“ hahah kau ini apa apaan sih, dasar tukang ramal dadakan, Bella masih di kantor, kami ada kerjaan malam ini bersama tim, aku datang kesini khusus mengantarkan ini, kami tak jadi pergi semalam, seharian kami di kantor cabang, malam ini pun banyak pekerjaan, kakak datang untuk membawa ini dan mengambil ponsel si mak lampir yang mulutnya terus mengoceh itu, telingaku sampai panas gara gara dia..” celetuk Philip yang merangkul Cherry dan membawanya masuk ke dalam rumah.

__ADS_1


Grape tentu hapal sifat Philip, dia tak akan menjelaskan sampai seperti itu, dia hanya akan menjawab dengan singkat dan lebih banyak berseloroh, tapi kali ini Grape diam , karena Philip memberinya kode saat Cherry tak melihat.


“ Ini untuk kamu dan ponakan kakak, masih mual?” tanya Philip sambil memberikan pesanan Cherry.


“ nggak mual kak, terimakasih untuk ini, tapi apa aku bisa bicara dengan Bella? Aku takut terjadi sesuatu dengannya, sebenarnya dia memiliki gangguan kecemasan, dia akan menangis bahkan bisa demam tinggi kalau menahan tangisannya, aku takut terjadi sesuatu padanya. Dia tidak boleh dipukul di bagian wajah , itu akan membuatnya ketakutan tapi menahan dirinya untuk tidak menangis,” jelas Cherry yang masih mengkhawatirkan sahabatnya.


“ Sayang....”grape menggenggam tangan Cherry,” tenanglah, kan Philip sudah jelaskan kalau Bella sedang bekerja, jangan terlau banyak pikiran, ini sudah malam,” ucap Grape.


“ tapi...


“ tenang saja, nanti kusuruh dia menghubungimu, ponselnya ketinggalan jadi tak bisa dihubungi, aku akan memintanya langsung berbicara denganmu nanti, tenang ya,” ucap Philip.


“ dia baik baik saja, dan sedang banyak pekerjaan, mungkin kamu khawatir tapi Bella sangat sehat, dia sedang banyak proyek,” ucap Philip berusaha meyakinkan Cherry.


“ huhh... baiklah, tapi kalau terjadi sesuatu, seperti dia tiba tiba demam, tolong rawat dia dengan baik kak, atau panggil aku, dia.. dia memiliki trauma, aku takut itu akan kembali....” ucap Cherry dengan penuh harap, matanya bahkan sampai berkaca-kaca memikirkan sahabatnya itu.


Sebenarnya ingin Philip menanyakan trauma apa yang dialami Bella tapi dia urungkan niatnya karena lukanya berdenyut dengan sangat hebat.


Di saat yang sama Dante turun dari lantai dua, dia tahu kalau Philip sedang tidak baik baik saja.


“ Philip dari mana saja kau?” celetuk Dante.


Cherry menoleh, saat itulah Philip memberi kode pada Dante agar jangan banyak bertanya dan pria itu langsung paham.


“ apa rapatnya sudah kelar?” tanah Dante yang langsung mengganti topik.


“belum, Bella masih di kantor, aku harus cepat, jika tidak dia akan mengomeliku lagi, Dante bantu kami ,” ucap pria itu.


“ ahh baiklah, padahal aku sudah lelah hari ini, tak maslahlah,” uap Dante.


“ Grape, Cherry kami pergi dulu, sampai jumpa,” ucap Philip sambil memeluk Cherry,” yang tenang, ibu hamil gak boleh stress ya, kamu harus tenang, nanti si Grape jadi singa kalau istrinya sampai sakit,” bisik Philip.

__ADS_1


“ kalian jangan sampai terluka,” ucap Cherry.


“ iya.. dasar bawel, kakak pergi dulu, Grape gue pergi bro,” ucap Philip yang dibalas dengan anggukan kepala oleh mereka.


Philip dan Dante pergi dari rumah itu setelah berpamitan dengan mereka.


“ Entah kenapa aku merasa kalau kak Philip dan Bella terluka, apa ini hanya perasaanku atau aku yang terlalu sensitif atau mereka yang berbohong? Aku tautan Grape,” Cherry bersandar di dada suaminya.


“ tenang lah, tak terjadi apa apa, kau lihat dia masih bisa mengoceh, tenanglah, ini sudah malam, sebaiknya kita istirahat sayang,” ucap Grape.


Grape menatap punggung sahabat, ada rasa khawatir dalam diri pria itu mengingat Philip pernah melakukan percobaan bunuh diri, dia khawatir si Presdir Lolipop itu kembali melakukan hal yang sama.


"Aku harus melihatnya nanti!!" batin Grape.


Sementara itu Elton tampak duduk berdiam diri di dalam kamarnya, dia menatap kosong ruangan itu, membayangkan dirinya tak bisa bersanding dengan Rania padahal dia sudah menyukai gadis itu bertahun tahun, entah bagaimana kacaunya perasaan Elton saat ini.


“ Kenapa aku tidak tahu hal ini lebih awal, kalau begini bagaimana nasibku dan Rania? Apa.. benar hanya aku yang mengharapkan hubungan ini? Arkkkhhh sial!!!!" Elton mencengkeram kepalanya sendiri, cintanya terlalu besar pada Rania tapi dia baru sadar kalau cinta itu mungkin tak akan bisa berlabuh.


Elton bangkit berdiri, dia meraih jaketnya dan kunci mobilnya. Pikiran pria itu kalut, hatinya gundah dan tertekan.


Dengan membawa perasaannya yang hancur,Elton melaju dengan mobilnya menuju sebuah club malam yang sudah tak pernah dia kunjungi.


" Hahahhaha.... nasibku terlalu buruk, bahkan urusan percintaan pun aku kalah... arkhhhh SIALAN!!!!!"


.


.


.


Like, vote dan komen

__ADS_1


__ADS_2