
Bella terlelap dengan tenang setelah perjalanan jauh diiringi perdebatan yang melelahkan. Baru beberapa jam terlelap namun tidur gadis itu kini terganggu dengan suara rintihan dari seseorang yang terus bergerak tak nyaman di atas tempat tidurnya.
Bella membuka matanya, dia menatap ruangan itu dan kini matanya tertuju pada Philip yang meringkuk di atas tempat tidur dengan tubuh gemetaran sambil memukuli kepalanya sendiri. dia menangis dengan dada sesak dan suara lirih.
bughh... bughh.... bughhh....
Pukulan itu sangat keras sampai membuat Bella tersentak.
Bella terkejut, sontak gadis itu berdiri dengan wajah panik," Pa..pak... Kesurupan Pak!???" Celetuk gadis itu.
Bukannya memeriksa kondisi Philip, Bella malah mundur ketakutan melihat pria itu gemetaran dan menangis seperti orang kesurupan.
Bella mengambil bantal dan memeluk bantal itu, dia melihat jam di tangannya, masih pukul 4 pagi.
" akhhrr.... Pergi... Hiks hiks hiks.... pergi.... Jangan ganggu aku!!!! Arkhhh tolong aku...." Philip meracau, dia menangis sesenggukan sambil mencengkram kepalanya sendiri, meringkuk di atas tempat tidur dengan tubuh penuh peluh.
Bella semakin ketakutan, " Sialan, apa roh penunggu hutan itu mengikuti kami kesini seperti ucapan si bodoh ini!!!" Pikir Bella sambil menatap ke arah Philip dengan tangan gemetaran.
"Aduhh Pak Philip gak lucu tau, sadar dong pak, ini masih dini hari!!!!" Ucap Bella dengan suara gemetar.
Namun Philip tak mendengar, pria itu menangis, tangannya mencekik dirinya sendiri, seolah berusaha untuk membunuh dirinya sendiri, rasa sakit dan panas menguasai tubuhnya saat ini.
Bella terkejut, jika terus begini Philip bisa terluka, dengan memberanikan dirinya gadis itu mendekati Philip, benar saja dia mendapati wajah Philip yang memerah, dan berkeringat, tangannya mencekik lehernya sendiri.
Tak pernah Bella lihat Philip seperti ini, dia takut terjadi sesuatu pada Philip, cepat-cepat gadis itu duduk di samping Philip dan menarik tangan nya dengan kuat.
" Pak jangan lakukan ini!!!!" Teriak Bella, dia ketakutan melihat Philip seperti itu, dengan tangan gemetar dan suara lirih gadis itu menarik tangan Philip sekuat tenaga sampai terlepas.
__ADS_1
" Philip sadar!!!" Pekik Bella.
Namun Philip tak kunjung membaik," Bbel... A..aku takut... Dia datang ingin membunuhku... To..tolong aku... Hiks hiks ..a...apa yang harus kulakukan, mereka akan membunuhku... Mereka mencekik ku Bel... Tolong aku ..." Philip meracau, dia menatap Bella dengan tatapan nanar, air matanya mengalir dengan begitu deras, belum lagi tubuhnya panas dan berkeringat.
Bella menangis mendengar ucapan Philip, rupanya pria itu memiliki mimpi buruk yang terus menghantuinya sepanjang hidupnya. Philip tersedu-sedu sambil memegang tangan Bella, gadis itu tak kuasa, dia memeluk Philip, berbaring di sampingnya dan menenangkan pria itu sekalipun Philip adalah orang paling menjengkelkan yang ingin Bella hindari. Tetapi saat ini Philip bukan sosok itu lagi, Philip yang ada di depan Bella hanya seorang pria lemah yang menangis meminta bantuan padanya.
Bella memeluk Philip dari samping, menggenggam tangannya dan menatap mata pria itu," tenang, tak akan ada yang menyakitimu, tenanglah Philip, semua akan baik baik saj, tenang, ada aku disini, tak apa... " Ucap Bella.
Philip menangis, ini merupakan titik terendah dalam hidup pria itu. Depresi, tertekan dan takut berkumpul menjadi satu. Belum lagi, siang tadi kedua pihak keluarganya baik ibu dan ayahnya menghubunginya terkait perjodohan dengan pilihan mereka masing-masing demi tujuan mereka tanpa memperdulikan perasaan Philip sebagai anak mereka.
"Bella.. bisakah kau mendengarkan aku..? Aku tak punya teman cerita, bisakah kau mendengarkan aku? Bahkan yang lain tak kuberitahu hal ini, aku takut mereka akan membunuh orang-orang itu... BI..bisakah kau mendengarkan aku?? " Ucap Philip dengan suara lemah sambil menatap ke arah lain.
Jujur saja dia butuh teman bicara saat ini, hanya untuk melepaskan rasa sesak dan tercekat di dalam dadanya, hanya untuk membuat hatinya merasa lega dan tenang.
"Aku takut bel... Kau mungkin akan tertawa ketika melihat ku seperti ini, tapi... Tapi aku benar-benar ketakutan, apalagi saat kita terjebak di tengah hutan tadi... Bisakah kau dengarkan aku...." Ucap Philip yang berbaring membelakangi Bella, sedangkan gadis itu masih memeluknya dari belakang dan tangan Philip menggenggam tangan gadis itu dengan erat.
Philip membalik badannya, dia menatap Bella dengan wajah sembab, air matanya masih mengalir, tangannya memeluk gadis itu. Bella diam dan tak menolak, Karena dia bisa merasakan ketakutan pada pria itu.
"aku pernah mencoba untuk bunuh diri sebanyak lima kali," ucapnya mengalami cerita menyedihkan yang dia jalani selama dia hidup.
Bella terbelalak, dia menatap pria itu, menatap wajah yang sembab itu," Ke... kenapa? A..apa yang terjadi!??" Tanya Bella terkejut.
" Semua karena masa laluku Bel, semua karena mereka...
......
Masa lalu,
__ADS_1
Philip terus menerus ditekan, dia tak bisa melawan karena menghargai mereka sebagai orangtua tapi justru dirinya tak dihargai oleh mereka.
Trauma Philip begitu dalam, masa kecilnya dipenuhi dengan luka akibat perceraian kedua orangtuanya. Saat usianya masih begitu kecil, dia sudah melihat kedua orangtuanya bertengkar di rumah, bahkan saling mengancam akan membunuh satu sama lain.
Ibunya sering keluar malam dan pulang ke rumah dengan membawa laki-laki lain ke rumah. Bahkan di depan mata Philip sendiri, ibunya dan pria selingkuhan yang jelas lebih muda dari ibunya itu bercumbu dan saling menyentuh satu sama lain dengan kondisi Philip kecil diikat di kursi dan dibiarkan menatap apa yang mereka lakukan, perbuatan bejat mereka ditonton oleh seorang anak kecil, trauma besar apa yang akan dimiliki anak itu nantinya tak mereka pikirkan demi kenikmatan beberapa saat.
Selesai bermain, pria selingkuhan ibunya akan memukuli Philip dan menusuk Philip kecil dengan puntung rokok yang masih menyala, jika diperhatikan, lengan dan kaki Philip memilki banyak bekas luka karena ulah mereka.
Bukan hanya itu, dia akan diumpat dan ditampar tanpa belas kasihan, anak itu akan dipaksa ibunya untuk membersikan tempat tidur, meja dan lantai bekas dia melakukan itu dengan selingkuhannya.
Setelah selesai disiksa dan tak diberi makan, ibunya pergi bersama selingkuhan nya dan giliran ayahnya yang pulang dengan seorang perempuan asing yang tak Philip kenali.
Mereka melakukan hal yang sama di depan Philip, sama persis seperti yang ibunya lakukan dengan selingkuhannya.
Philip dipaksa memasak untuk mereka, dicekik dan dikat seperti seekor anjing, dokipukuli dan dibuat trauma. Hampir setiap hari dia akan dikurung di dalam kamar mandi yang gelap dan lembab tanpa makan dan minum, Philip hanya berharap saat mereka keluar rumah dia bisa setidak memakan sisa sisa remah makanan mereka yang berserakan di atas lantai.
Bertahun-tahun Philip melalui hal itu hingga ayah dan ibunya bercerai, awalnya Philip hidup dengan ibunya tetapi dia disiksa, Philip melarikan diri ke rumah pamannya yang sudah menjadi duda karena istrinya meninggal dunia saat melahirkan Dante.
Sejak saat itu Philip remaja tinggal di rumah Dante, sekalipun tinggal disana dia masih mendapatkan ancaman dari ayah dan ibunya. Dipaksa memberi uang padahal Philip tak punya apa-apa. Anak itu selalu diteror ketakutan.
Luka fisik dan luka batin yang dia derita sangat dalam dan membekas. Untuk menutupi rasa sakitnya, dia menghibur dirinya sendiri dengan melakukan hal hal konyol dan bertingkah seolah dia baik-baik saja, padahal dia hancur berkeping-keping.
.
.
.
__ADS_1
To be continued....