
Sebuah mobil Van mini berwarna hitam, melaju kencang membelah jalanan kota dengan kecepatan tinggi. tiga orang pria bertubuh kekar dan besar tampak duduk di dalam mobil itu sambil menjaga seorang pria berkaki besi yang berhasil mereka culik beberapa saat lalu.
Dante, yang sedang dalam perjalanan menuju rumah, dikepung di tengah jalan oleh segerombol pria asing dengan masker hitam yang langsung menyerangnya dengan cara yang brutal.
Lawan yang tidak seimbang, serta kekurangan Dante menyebabkan pria itu pingsan setelah dipukuli oleh orang-orang berpakaian hitam itu.
Dante pulang ke rumah karena mendapat panggilan dari Kepala Pelayan kalau rumah kebakaran, benar saja setelah di cek di kamera yang terhubung dengan ponselnya, rumahnya dilahap oleh si jago merah.
Pria itu pulang sendirian, tetapi tidak menyangka kalau dirinya sudah masuk ke dalam perangkap orang-orang yang hendak melakukan kejahatan padanya.
Mobil itu melaju menuju sebuah daerah hutan yang pedalaman yang medannya sangat sulit ditembus, hanya ada satu jalan kesana , dan itu pun hanya mereka yang hapal lika liku jalanan itu.
" Kami sudah membawa orangnya bos, rencana selanjutnya dapat dilaksanakan oleh nona Lia," ucap pria botak dengan jahitan di alisnya.
" Pastikan gadis itu juga tertangkap, dia akan sangat tersiksa jika melihat kekasihnya mati di depannya, sama seperti cara bajingan itu meninggalkan... ekhmmm... sudahlah, bawa saja dengan cepat!!!" titah seseorang dari seberang sana.
"Baik bos!" jawabnya dengan singkat.
Dante dibawa ke arah pedalaman tanpa sadar benda berkilauan di leher pria itu telah terhubung ke menara Tim Alpha, dimana Pasangan Singa hutan itu sedang duduk sambil tersenyum menatap perjalanan para penculik yang membawa tubuh Dante.
" Apa Dante bisa bertahan untuk tidak menghajar mereka? aku ragu kalau dia bisa menahan diri!" ucap Grape yang duduk di samping istrinya.
" Sayang, aku juga ragu, tapi kurasa dia akan melakukannya dengan totalitas mengingat ini adalah rencananya dengan si nakal Sarah," ujar Cherry.
" Mommy, Tante Sarah juga akan diculik, apa ini tidak diluar rencana? Bagaimana kala mereka melukai Tante?" Alvaro menyela pembicaraan mereka sambil menunjukkan rekaman dimana Sarah dibawa oleh tim penculik yang ikut bersama Lia.
"Sayang..." Philip menepuk pucuk kepala Alvaro, jangan lupakan kaos bolong bolong dengan celana boxer yang hampir melorot dan kaos kaki kebesaran yang dia pakai dipadukan dengan sepatu kodok hijau yang ikonik itu," Jangan ragukan kemampuan setan kecil kopral kita, dia itu gila... sama seperti Mommy mu hahahhaha...." celetuk Philip sambil tertawa cekikikan.
__ADS_1
" Paman jorok, ganti baju dulu sana, kenapa tidak pakai baju yang normal sih???" Ketus anak itu sambil menghindari Philip yang sudah seminggu tidak mandi karena malas dan takut terkena air. Ada ada saja kelakuan bapak satu anak ini.
" Paman, makan cokelat yuk!!!" suara si kecil Hansel terdengar di telinga mereka. Dan lihat saja, penampilannya tidak jauh berbeda dengan Philip yang berantakan, rambutnya malah diikat seperti ikatan plastik es dan wajahnya belepotan dengan sisa cokelat dan kue yang baru dia makan.
" Ya Ampun kak Philip, Anakku kau ajari apa sampai segitu joroknya!? tadi dari rumah sudah tampan, kenapa sekarang kayak gembel!???" Cherry terkejut melihat penampilan putranya yang kembali acak-acakan karena ulah Philip.
" Mwehehehehhehe.... ya maaf atuh Cher, tangan kakak gatel pengen memegangi rambut orang, Abang Alvaro gak mau, Bella ngamuk, Dominic tidur, kalau Grape? heh jangan harap, ya akhirnya Hansel dong yang jadi pelampiasan," ucap pria itu sambil cengengesan.
Plaaakkkk....
Tepukan yang sangat keras mendarat di punggung pria itu. Tebak siapa yang melakukannya? tentu saja Alesha si gadis berwajah dingin itu, dia baru saja tiba bersama Bian dan Azura sedang bayi bayi dititip pada tuan dan Nyonya Dalton serta Bella yang begitu senang dengan anak bayi.
" KAK, BERSIHKAN DIRIMU DAN HANSEL SEKARANG!!" bisik Alesha dengan nada dingin ,persis seperti kekasihnya Phineas.
" Itu pesan Bella, jika tidak kakak lakukan, katanya malam ini tidur di genteng!" ucap Alesha sambil tersenyum tipis.
Philip menelan kasar salivanya, dia terdiam kala melihat tatapan tajam dari Alesha yang hampir saja membuat jantungnya meledak.
" Kau jadi mirip sama si nanas, arkehhhhhhh.... baiklah baik, ya ampun tega banget dah si Mommy, masa iya tidur di genteng, ya kali skidipapapap nya di genteng, ada ada aja!!!" gumam Philip sambil menggendong Hansel dan keluar dari ruangan itu untuk membersihkan diri.
" Apa Phineas sudah berangkat?" tanya Grape .
" Sudah kak, Aku dan Bian juga segera berangkat, tidak kusangka ini malah melibatkan BIN, akhirnya target buruan kami ditemukan, meski hanya satu orang, setidaknya akan ada petunjuk besar dari kasus ini," ucap Azura yang kini memotong pendek rambutnya, dia selain mempesona begitupun dengan suaminya.
Tim Intelijen dimana Azura bekerja sedang mengurus masalah penyebaran virus mematikan yang disebarkan di beberapa rumah sakit, dan sudah ada satu kasus yang ditemukan di negara itu, mereka mencari pelakunya dan mengkawal para ilmuwan untuk menciptakan vaksin virus tersebut.
Siapa sangka, otak dibalik penculikan Dante ternyata adalah orang yang sedang dikejar tim Azura saat ini.
__ADS_1
"Apa kau tidak masalah?" Tanya Grape pada adik iparnya.
" Aman kak, kan ada bodyguard," ucap Azura seraya melirik suaminya.
Bian hanya tersenyum sambil menatap peta pergerakan target dan lapangan yang harus ditempuh.
" Baiklah, semua orang bersiap pada posisi, kita akan mengungkap kebenaran kematian Paman Laurent dan kejahatan manusia berengsek yang membuat kekacauan di zona kita," Grape memimpin operasi penuntasan masalah yang dihadapi oleh sahabat mereka ,Dante.
Beberapa hari yang lalu, Dante dan Sarah berdiskusi dengan seluruh keluarga besar mengenai kejadian yang menimpa rumah keluarga Laurent serta racun yang mereka temukan dalam tubuh tuan Laurent.
Pelakunya adalah Lia, dia adalah dalang utama di balik semua kejadian ini bersama seorang pria yang memiliki dendam berkarat dengan Dante karena kejadian di masa lampau.
Dan pria itu adalah orang yang dikejar oleh Azura. Selain mereka berdua, Stevani, kepala pelayan, beberapa karyawan tingkat menengah, dan eksekutif terlibat dalam rencana pengambilalihan Laurent grup dari Dante.
Satu satunya cara yang paling mudah untuk Lia lakukan adalah dengan membunuh Dante, maka dengan demikian wasiat itu akan berlaku dan Lia menjadi penerus berikutnya dan otomatis seluruh harta kekayaan grup Laurent menjadi miliknya.
Tetapi, rencana busuknya sudah tercium sejak satu tahun lalu oleh Dante, pria itu sengaja membuat dirinya dalam posisi tidak berguna untuk melihat bagaimana tanggapan para karyawan di perusahaannya. Dan seperti hukum rimba, siapa yang paling kuat maka dia yang menjadi pemimpin.
Satu setengah tahun penuh sejak kematian tuan Laurent, Lia berhasil mengendalikan seluruh aspek dalam perusahaan itu dengan memanfaatkan orang orang penting.
Setelah diselidiki, ternyata Stevani memiliki rencana untuk membangkang dan memanfaatkan Dante maupun Lia, melihat siapa yang akan menang nanti, dia adalah ahli adu domba dan dia yang menjadi perantara Lia memasukkan racun ke minuman Dante.
.
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗