
Cherry, Grape, Philip, Phineas dan Rania tampak duduk di dalam ruangan tengah rumah utama itu. Setelah makan siang dan berkeliling sebentar sampai hari menjelang malam mereka kembali ke rumah itu . Bella dan Alesha sendiri sudah kembali ke kediaman Alesha dimana dia dan Bella tinggal bersama selama beberap waktu belakangan ini.
Cherry duduk ditengah-tengah mereka, tampaknya rumah itu sangat dingin dan hening karena tak ada satupun dari mereka yang berbicara . Cherry memainkan jari jarinya, dia tampak gugup melihat wajah serius mereka, bahkan beberapa kali gadis itu menghela nafas karena merasa gugup dengan situasi di mana dia berada sangat berbeda dengan suasana rumah yang biasanya sangat ramai dan riuh apalagi dengan tingkah Elton dan dirinya yang sering berdebat tentang berbagai hal.
“ Ekhmmm.. aku akan mulai menjelaskan tentang diriku,” ucap Phineas yang bisa menangkap rasa gugup dari wajah Cherry.
“ baiklah,” balas mereka setuju.
Phineas mengeluarkan tanda pengenal kepolisian yang dia miliki, meletakkannya di atas meja dan menunjukkannya pada Cherry.
“ ini adalah identitasku yang sebenarnya Cherry, maaf sudah membohongimu selama ini, penjual gorengan hanya kedokku untuk melakukan pekerjaanku. Aku seorang kepala kepolisian juga detetktif , kau mungkin pernah mendengar nama kakak di surat kabar maupun di berita, orang itu adalah kakak, “ jelas Phineas.
Cherry terkejut bukan main saat mengetahui identitas sebenarnya dari Phineas pria dingin yang selalu dia dan Elton goda dan memberinya sebutan anjing husky siberian.
“ ka...kakak adalah Phineas Ricardo Dalton yang terkenal itu?” Cherry terkejut,dia membulat kan matanya tak percaya sambil mengangkat tanda pengenal itu dan membandingkannya dengan wajah Phineas.
“ iya, kakak adalah kepala kepolisian itu, tapi hanya kalian yang kenal jelas dengan wajah kakak, orang lain tidak tau kalau kakak adalah kepala kepolisian itu kecuali anggota anggota dan rekan kerja kakak,” jelasnya.
“ Wahhh aku tak menyangka aku memiliki seorang kakak dengan jabatan tinggi di kepolisian belum lagi prestasi dan pamornya di masyarakat sangat baik... wahhhh ini luar biasa, aku tak menyangka aku bisa mendapatkan kesempatan menjadi bagian penting dari sang dalton yang terkenal ini waahhh hkakak berhasil menipuku....” ucap Cherry dengan mata berbinar binar smabil mengangkat jari jempolonya saking salutnya dengan penjelasan Phineas.
“ Dan Elton adalah saudara angkatku, mendiang ibu Elton menitipkan nya pada daddy yang merupakan teman baik ayahnya Elton, sejak saat itu Elton diangkat jadi anak dalam keluarga dalton,” jelas Phineas.
“ lalu apa pekerjaan si kadal biru dari atlantis itu?” tanya Cherry penasaran, sebab kesan terakhir yang ditinggalkan Elton padanya sangat kuat apalagi dengan penampilannya yang cetar membahana itu.
“ ahhh dia adalah seorang arsitek yang dijuluki si tangan dingin dari Inggris, dia yang menangani pembangunan beberapa gedung pencakar langit di negar ini termasuk gedung pencakar langit milik Phoenix grup yang melakukan renovasi beberapa waktu lalu, Elton itu bukan pria sembarangan,” ucap Phineas.
“ kalau penasaran kau bisa bertanya padanya tentang siapa dirinya yang seberannya jika dia sudah pulang nanti,” ucap pHineas.
Cherry mengangguk paham. Mendengar identitas asli mereka membuat Cherry berdecak kagum dengan kedua pria itu.
__ADS_1
“ wahhh kalian memiliki identitas yang mengejutkan, semuanya benar benar di luar dugaan,” ucap Cherry asih tak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar tentang identitas kedua pria itu.
“ Sekarang giliran Philip,” ucap Phineas sambil menatap Philip yang sejak tadi tampak gugup mempersiapkan kata-katanya untuk mmembongkar identitasnya pada cherry.
Philip menatap Cherry dengan tatapan bersalah,” kak kenapa menatap ku begitu?” tanya Cherry heran.
Philip berdiri lalu menatap Cherry dengan tatapan bersalah itu lagi,” maaf ya Cher untuk kejadian sebelumnya, aku keterlaluan padamu,” ucapnya sambil menarik Wig yang dia pakai sampai akhrinya dia menampakkan rambut warna warni persis seperti yang dia tunjukan saat Cherry mengikuti interview di Phoenix grup kala itu.
Mata Cherry membulat sempurna saat melihat pria yang membuatnya kesal setengah mati itu ternyata selama ini adalah Philip yang tinggal di dalam satu rumah yang sama dnegan dirinya. Ternyata pria itu adalah orang yang mempermalukannya di depan para pegawai dan calon karyawan serta mencoret coret CV miliknya.
“ ka.. kau... presdir gila itu?” Cherry berdiri dengan sura tercekat, dia tak meyangka kalau Philip adalah orang itu, hancur sekali hatinya saat mengetahui kenyataan ini. Cherry tak bisa berkata-kata dia menatap Philip dengan tatapan kecewa dan itu membuat Philip merasa bersalah dan sedih.
Brukkk....
Philip duduk berlutut di depan Cherry dengan hati yang menyesal karena sudah keterlaluan di masa lalu,” maafkan aku Cher, maafkan aku untuk kejadian tidak mengenakkan di masa lalu, aku salah maafkan aku...” ucap Philip yang rela duduk berlutut di depan Cherry meminta pengampunan gadis itu atas kesalahan besar yang dia buat.
“ Hiks hiks hiks.. kenapa kakak melakukan itu ? kenapa kau melakukan itu bajingan, kau membuat hidupku hancur dan aku ditertawakan orang orang, apa kau pikir hidupku adalah candaan hah!!??" Cherry menangis sesenggukan menyampaikan rasa kecewanya saat tau dengan kebenaran mengejutkan itu.
“ A.. apa?” Cherry menatap Grape tak percaya dengan kata kara pria itu.
“ JELASKAN!" ucap Cherry dengan tegas, dia tampak terkejut dan syok.
“ Duduklah dahulu,” ucap Grape yang berusaha untuk tetap tenang di depan Cherry meski dia tau kalau Cherry pasti akan kecewa pada dirinya.
“ Jelaskan Grape, jelaskan apa maksud semua ini?!" tanya Cherry dengan tegas.
“ Aku, kak Rania Pratama dan Bian Pratama pria yang akan kau nikahi hari itu adalah saudara kandung anak keluarga Cornelius yang sudah lama menghilang,” jelas Grape.
Cherry temangu saat mendengar hal itu, “ Bi.. Bian? Adikmu?” tanya Cherry dan kedua orang itu mengangguk lemah.
__ADS_1
“ Sebenarnya pernikahan ini juga terjadi karena rencanaku, awalnya aku akan menikah dengan Viona yang merusak tubuhku dan membuatku lumpuh untuk memanfaatkannya merebut seluruh harta Raharja dan membuat ayahmu menderita, tapi karena terjebak dengan mu aku menyadari kalau Viona akan sulit dikendalikan jika menikah denganku, dengan demikian aku menyetujui saran mereka menikahimu hanya untuk.. untuk memanfaatkanmu mendapatkan tujuanku,” jelas Grape.
“ Aku menikahimu dan membuatmu menderita dengan hidup miskin dan namamu di black list dari semua perusahaan namun untuk kasus mereka menginjak injak CV murni perbuatan Raharja,” ucap Grape.
“ Aku menikahimu hanya ingin melihat bagaimana reaksi si tua Raharja yang telah merenggut nyawa kedua orangtua kami, aku ingin dia menderita melihat kedua putrinya menjalani kehidupan yang menyakitkan oleh karena itu aku membuatmu kesulitan mencari kerja dan membatasi belanjamu, mengatakan kalau rumah ini adalah rumah sewaan, dan menagih uang bulanan untuk tagihan, semuanya kulakuan untuk menyiksamu, demikian juga dengan Bian, dia menikahi Viona untuk bisa memanfaatkan wanita itu agar tujuan...
Plaaalkkk...
Sebuah tamparan keras mendarat di wajah Grape yang sedang berbicara dan itu berasal dari Cherry yang sudah menangis dnegan tatapan kecewa saat mendengar penjelasan Grape.
“ tega kau Grape... kau... kau memanfaatkanku hanya untuk mendapatkan tujuan mu? Lalu mau kau buang kemana aku setelah kau mendapatkan tujuan mu? Mau membuangku hah? mau menyiksaku dan membohongi ku dengan ucapan ucapan manismu itu!!?” Cherry berteriak sambil menangis dan menatap pria itu dengan tatapan sedih dan kecewa.
“ Awalnya memang begitu tapi setelah menya...
“ CUKUP.. CUKUP SAMPAI DISINI GRAPE!!" Cherry menangis sesneggukan sambil berdiri .
“ tak kusangka aku jatuh cinta pada orang yang salah hiks hiks hiks... kenapa kau tega melakukan hal kejam itu , merencanakan semuanya dengan otakmu itu, dan memanfaatkan aku yang kau sudah jelas tau aku juga korban Raharja sialan itu hiks hiks hiks... kau jahat Grape.. kau jahat...” Cherry menangis tersedu-sedu dia berlari ke kamar dan mengambil tasnya lalu berjalan keluar sambil menangis.
“ Cherry kau mau kemana?!" Panggil Grape yang berusaha berdiri dari ursi rodanya tetapi lagi lagi kakinya tak bisa digerakkan.
“ Cherr... tunggu...” teriak Rania yang mengejar Cherry , dia menahan tangan adik iparnya dengan perasaan bersalah.
“ LEPASKAN AKU!!" tegas Cherry sambil meantap rania dnegan tatapan penuh kebencian bahan diamenatpa Grape dnegan rasa sakit yang begitu jelas.
"Aku tak mau bersamamu!!!"
.
.
__ADS_1
.
like, vote dan komen 🤗