Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
43


__ADS_3

Mereka semua menatap Cherry dan Elton bersamaan seperti yang dilakukan oleh Rania. Philip dengan sengaja menarik pria itu dan menunjukan wajahnya di dekat Cherry. Benar saja mereka semua dibuat terkejut ketika melihat wajah Cherry dan Elton yang semakin mirip terutama ketika warna rambut Cherry berubah menjadi biru langit keseluruhan.


Mereka semua tercengang saat melihat hal ini. Lain halnya dengan Cherry dan Elton yang terdiam dan terlarut dengan pikiran mereka masing masing tentang identitas diri mereka.


“ Apa dia memang benar benar...” Elton melirik Cherry dari ekor matanya.


“Kemi memang memiliki kemiripan sih, tapi apa mungkin dia...” Cherry melakukan hal yang sama, dia melirik Elton dnegan lirikan penasaran.


“ Cherry apa kamu mengganti warna rambutmu?” tanya Rania penasaran. Yang lain juga sama penasarannya dengan Rania.


Cherry menggelengkan kepalanya,” tidak kak, aku juga heran saat rambutku berubah warna tiga bulan lalu. Awalnya hanya beberapa helai tapi makin hari makin berubah dan akhirnya semuanya menjadi warna biru langit seperti ini persis dengan rambut milik ibu,” jelas gadis itu.


“ apa ibumu juga seperti itu?” tanya philip.


“Iya, ibu yang kuingat memiliki rambut biru muda yang sangat cantik, rambutnya ikal dan warna matanya biru tua , kulitnya putih pucat , dia terlihat seperti peri,” jelas gadis itu mendeskripsikan sosok ibu yang ada dalam ingatannya. Memang benar sosok ibu yang ada dalam.ingatan gadis itu sangat cantik, itulah sebabnya Tuan Raharja sempat terpikat pada wanita itu, namun Selian terpikat, dia yang hanya supir keluarga Alchemis kala itu ingin memiliki ibu Cherry sehingga setelah kematian suami sang mendiang, pria itu mendekati nya dan akhirnya mereka tiba-tiba menikah.


"Jadi rambutmu memang seperti ini sejak kecil?" tanya Phineas.


"Ummm aku tidak ingat dengan jelas kak, tapi yang kutau rambutku berwarna hitam, hanya saja Ibu sering memoles rambutku dengan ramuan miliknya. Rambutku memang semakin hari semakin hitam, tapi mungkin efeknya menghilang saat aku kehilangan krim rambut yang diresepkan oleh ibu, sampai dewasa aku selalu memakainya," jelas gadis itu.


Elton hanya diam mendengar penjelasan Cherry tetapi dia mendengar dengan teliti. Phineas beberapa kali melirik Elton, pria di belakangnya itu juga selama ini menyembunyikan identitasnya dengan alasan yang tidak dia ketahui. Setiap kali ditanya Elton akan menolak untuk menjawab, mungkinkah ada kaitan hal ini dengan Cherry yang warna rambut nya disembuhkan oleh mendiang ibunya .


"Elton bukannya kau juga...


"Sudahlah tak perlu bahas tentang rambut, nanti saja ,sekarang aku lapar, mau makan, kita makan saja dulu, nanti saja membicarakan hal hal tidak penting kalau makin mirip ya bagus tandanya jodoh hahahahhaha iya kan Grape!!??" celetuk Elton sambil mencolek dagu Grape dan melemparkan tatapan jahil pada sahabatnya itu.


Grape menepis tangan Elton dengan wajah kesal, " jauhkan tanganmu Dari wajahku Elton sialan!!!!" kesal pria itu.


"Astaga kalian berdua ini selalu saja berkelahi! "Philip geleng-geleng kepala melihat mereka berdua.

__ADS_1


Cherry juga menelan rasa penasarannya, mereka semua melanjutkan candaan dan perbincangan pagi hari mereka tanpa membahas hal seperti tadi lagi. hal hal yang membuat suasana menjadi canggung dan ane.


Elton melirik Cherry yang tertawa bersama Rania dan Phineas, Dia mengepalkan kedua tangannya, dia menatap gadis itu dengan tatapan yang tak bisa diartikan.


"akan kupastikan sekali lagi, jika memang benar Cherry adalah dia, berarti apa yang dikatakan Mommy benar, kami memang sengaja dipisahkan karena tragedi itu, aku akan memastikannya!" batin Elton.


Ada sebuah tragedi yang menimpa keluarga Elton di masa lalu, dan dia jelas tau apa yang sebenarnya terjadi dengan keluarga Alchemis yang disebutkan oleh Cherry dan keluarga dimana dia besar dahulu. Tragedi besar perebutan tahta penerus Alchemis yang menyebabkan keluarga itu hancur berantakan di masa lalu.


Elton yang masih kecil hidup berdua dengan ibunya, dia memiliki seorang saudara yang dipisahkan dari dirinya karena perebutan harta warisan oleh paman dan ayahnya yang pada akhirnya merenggut nyawa kedua orang itu karena pamannya berkhianat dan pada akhirnya terjadilah


Adik Elton dibawa saat usianya masih tiga bulan, dan tinggal di rumah Alchemis yang di pegang oleh orang yang mengasuhnya. Sedangkan Elton hidup bersama sang ibu meski ibunya pada akhirnya meninggal dunia karena sakit dan Elton diberikan pada sahabat ayahnya keluarga Phineas.


"Aku pergi kerja dulu, sebentar lagi ada rapat!!!" teriak Philip yang terlibat dengan jadwal paginya.


"Rapat dengan apa!? dengan kolor lagi!?" celetuk Elton.


Pletak...


"Heleh kan memang benar, Cher dia itu peci...


"ELTON!!!!!" geram Philip.


"Hehehehn iya nggak deh nggak, udah sana berangkat, kalau pulang bawa martabak terbang ya, kalau gak ada yang terbang yang nyelam juga boleh, pokoknya martabak, gue suka yang manis manis kayak wajah adek gue yang manis ini ummah!!!!" celetuk Elton sambil mengecup pipi Phineas yang setelah selesai makan Langsung duduk di atas lantai bekerja dengan laptopnya.


"Elton!!!!!!! bibirmu bau terasi!!!!!!!" pekik Phineas sambil mengusap wajahnya yang dikecup oleh Elton.


"Pffthh bwhahahahah.... rasain lo tembok besar China, gue pergi dulu, Cher kakak tampan, wangi dan keren ini berangkat kerja cari cuan, nanti kakak bawakan martabak manis dan Kacang rebus!!!" ucap Philip sambil melambaikan tangannya.


"Ahahahahahha... kalian ini ada ada saja ih... udah sana kak nanti terlambat, jangan berdebat terus hahhahaha...." Cherry tertawa terbahak bahak melihat tingkah jenaka orang orang dewasa itu.

__ADS_1


"Umur mereka saja yang bertambah tapi kelakukan nya seperti bocah," ucap Cherry sambil menatap mereka satu persatu.


"Hei Kapan dia akan pulang, aku bosan tidur di rumah sakit!!!" teriak Elton yang berbaring di atas kaki Phineas yang sedang berkutat dengan laptopnya, pria itu mulai menunjukkan siapa dirinya di depan Cherry.


"Kau pikir luka jahitan bisa hilang secepat moodmu berubah Kadal gurun!? paling nggak Cherry harus di rawat dua Minggu sambil perawatan Psikis, kau tau sendiri!" bisik Rania yang ikut berbaring di atas kaki Phineas.


Pria dingin itu menatap kedua manusia minim akhlak yang kalau sudah digabungkan gilanya pasti akan kumat.


"Kaki ku bukan bantal untuk kepala bau kalian itu dodol!!!" ketus Phineas.


Kedua orang itu sama sama melirik Phineas sambil tersenyum nyeleneh," Sebentar saja ya Daddy plisss.... kami ngantuk hoaaammmm!!!" celetuk Rania sambil mengatupkan kedua tangannya.


"Sebentar ya adikku yang manis kayak kencing manis hahahah.... gak lama kok, ini salah satu keuntungan kalau kau sering olahraga, otot kakinya besar, terus multifungsi !" celetuk Elton..


Phineas memutar malas kedua bola matanya, kedua orang itu memang manusia aneh yang sama sama tidak waras.


"Dasar orang gila!!" umpat Phineas, tapi meski demikian dia tak pindah dari sana. Wajahnya saja yang dingin, kalau hatinya lembut seperti hati hello Kitty.


Cherry senyum senyum sendiri melihat kelakuan jenaka mereka, siapa pun pasti terhibur dengan adanya mereka disini.


"Apa kamu senang?" tanya Grape tiba-tiba.


Cherry menoleh dan mengangguk," sangat senang, aku punya keluarga ku sendiri," ucap gadis itu dengan mata berkaca-kaca.


Grape mengusap air mata Cherry," Aku tidak tau apa aku bisa membuatmu terus bahagia setelah kau tau kenyataannya Cher, aku takut kau akan marah..." batin Grape sambil menatap gadis itu dengan tatapan sedih.


.


.

__ADS_1


.


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2