
Srak... srak.... srakk....
Cherry membawa begitu banyak kantongan belanja, gadis itu baru saja membelanjakan gaji pertamanya untuk kebutuhan rumah serta membeli beberapa pakaian untuk dia dan beberapa untuk suaminya.
Dengan senyuman penuh semangat gadis itu berjalan menuju stasiun angkutan umum dimana angkutan ke arah rumah mereka menunggu penumpang. Gadis itu berbelanja banyak makanan sehat untuk di olah di rumah.
"Hari ini aku ingin masak yang spesial," gumam Cherry sambil tersenyum manis menatap barang-barang belanjaan nya.
Cherry berjalan menuju stasiun, di saat yang sama seorang pria tak sengaja menyenggol lengannya hingga barang-barangnya terjatuh.
Brukk....
"Eh... aduh... kalau jalan lihat lihat dong!"ketus gadis itu dengan wajah kesal, dia menunduk dan memungut barang barangnya yang terjatuh.
"aduh maaf kan saya nona, saya tidak sengaja!" ucap orang itu.
"eh Pak Alex!? ternyata bapak!?" Cherry terkejut saat melihat kepala pelayan disana, tak dia sangka dia malah bertemu pria itu di dekat stasiun angkutan umum.
"Loh Cherry, ternyata kamu !" ucap pria itu sambil menatap gadis itu dengan senyuman di wajahnya.
Cherry membalas senyuman pria itu sambil mengangguk.
"Maaf saya buru buru tadi, saya tidak lihat rupanya kamu, kita ketemu di tempat seperti ini, pasti kita berjodoh hahahhah..." celetuk pria itu sambil tertawa dan memberikan barang Cherry, dia melirik barang yang ternyata pakaian laki laki itu.
"wah ini pakaian untuk siapa ?" ucap pria itu yang langsung mengambil benda itu dari dalam kantong asyik dan mengangkatnya keluar dengan senyuman sumringah . Meletakkan pakaian itu di depan tubuhnya untuk melihat apa dia cocok dengan kaos berwarna biru itu.
Cherry sangat kesal dengan kelakuan Alex dia menarik benda itu dengan kasar,"maaf pak jangan sembarang menyentuh barang orang lain, anda sangat tidak sopan!!" kesal gadis itu sambil memasukkan kaos yang dia belikan untuk suaminya ke dalam kantong plastik.
Alex sedikit terkejut, namun sedetik kemudian dia tersenyum,"ahh maafkan saya, saya terlalu bersemangat, heheh... warna itu aku suka, sangat cocok, hanya ukurannya sedikit lebih besar, tapi tidak masalah kok," ucap Alex sambil tersenyum.
Cherry menyerngitkan keningnya saat mendengar ucapan Alex. Entah apa yang ada dalam pikiran pria itu, tapi Cherry berusaha untuk berpikir positif dan beranggapan kalau Alex juga menyukai benda itu.
Cherry mengangguk sambil tersenyum, dia menarik sisa barangnya dari Alex dan berjalan mundur mengikis jarak diantara mere berdua, dia merasa tidak nyaman dengan tatapan pria itu.
"Ahh saya tau pak, bapak beli saja untuk bapak kalah bapak juga suka," ucap gadis itu dengan nada ketus.
Alex terkekeh, dia menatap Cherry lalu berjalan mendekati gadis itu hingga membuat Cherry berjalan mundur perlahan, dia merasa terancam dengan tatapan Alex yang aneh.
"Cherry apa yang kau lakukan disana!?? ayo pulang!!!!" Suara teriakan si kadal gurun langsung terdengar di telinga tajam Cherry.Gadis itu menghela nafas lega.
__ADS_1
"Ahh iya kak, aku kesana!!" seru cHerry yang langsung berjalan menyelonong melewati Alex yang masih menatapnya dengan tatapan sensual.
"Saya permisi pak, saya pulang duluan!" ucap Cherry sambil berlari dengan cepat dari tempat itu dengan membawa barang-barang nya.
"Baiklah, sampai jumpa!" ucap Alex sambil tersenyum manis dan melambaikan tangannya pada Cherry yang masuk ke dalam mobil angkutan milik Elton yang sudah berisi dengan penumpang lain.
"Aku harus pelan pelan, si cantik ini terlalu malu malu, dia pasti gugup bertemu pria tampan seperti diriku heheh... aku menyukai seleranya, dia tipeku ..." gumam pria itu sambil senyum senyum sendiri menatap Cherry yang duduk di samping Elton .
"Tapi siapa pria itu!? beraninya dia menepuk nepuk kepala Cherry, siapa dia!? dasar kurang ajar, beraninya menyentuh kekasihku!" gumam Alex sambil mengepal kedua tangannya, dia memberikan tatapan tajam ke arah Elton.
Elton mengusap kepala Cherry yang dia anggap adiknya, "bagaimana pekerjaan mu hari ini?" tanya Elton sambil tersenyum.
"Lancar kak!" seru Cherry sambil tersenyum manis.
Elton membalas senyuman Cherry, namun matanya tertuju pada pria yang memakai Hoodie hitam itu, Alex menatap mereka dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Ada apa dengan tatapannya itu!?" batin Elton sambil membalas tatapan Alex yang sangat aneh.
"Apa kau mengenal pria itu!?" tanya Elton sambil menunjuk Alex. Cherry menoleh, dia terkejut saat melihat Alex masih berdiri disana padahal dia pikir pria itu sudah pergi.
"Loh... itu kepala pelayan di tempat aku kerja kak, kenapa masih disitu sih!?!" ucap Cherry yang juga heran.
"Pria itu aneh, jangan terlalu dekat dengannya Cherry!" ucap Elton yang dengan sengaja merangkul bahu Cherry hingga membuat Alex di seberang sana terdiam membatu sambil mengepalkan kedua tangannya.
"Iya dia sedikit aneh, tapi memang dia orangnya ramah sih kak, " ucap Cherry.
"Kita lihat saja, kalau dia melakukan sesuatu yang aneh, beritahu kakak, beritahu yang lain, " ucap Elton yang merasa tidak nyaman dengan tatapan pria itu.
Cherry mengangguk patuh.
Mereka berkeliling mengantarkan penumpang menuju tujuan mereka masing-masing. Jika Elton bosan dengan pekerjaan utamanya,dia akan melakukan pekerjaannya sebagai supir angkot dengan penuh totalitas seperti saat ini.
Setelah mengantarkan penumpang ke berbagai tempat sesuai jalur angkutan, mereka berdua tiba di rumah tepat pukul lima sore. Rumah tampak sepi, hanya Grape yang ada disana. Phineas dan Philip masih belum pulang.
Phineas sedang bertugas, dia sedang menyelesaikan kasus penting sedangkan Philip sedang menyiapkan dirinya dari amukan Grape .
"Kami pulang!!" seru Cherry sambil menenteng tas belanja di bantu oleh Elton.
"Kalian sudah pulang? kenapa bisa bersama? kalian belanja tadi? kenapa pulangnya jam segini? bagiamana hari ini? apa lancar? " Mereka disambut dengan rentetan pertanyaan dari Grape yang menatap mereka dari meja kerjanya.
__ADS_1
Kacamata bertengger di wajah tampannya, dia terlihat rapi dengan pakaian kasualnya, sebuah kaos putih dengan celana pendek .
Cherry terkekeh mendengar serangan pertanyaan dari Grape.
"Tanya satu satu Grape, kami tadi ketemu di stasiun, aku yang belanja makanya pulang jam segini, semua lancar hari ini!" ucap gadis itu sambil mengeluarkan pakaian yang dia beli tadi lalu berjalan ke arah Grape.
"Apa itu!?" tanya Grape sambil menatap Cherry.
Gadis itu dengan senyuman Semanan berjalan ke arah Grape," aku hari ini gajian, aku belikan pakaian baru untukmu! coba lihat kamu suka gak!?" celetuk Cherry sambil menunjukkan dua kaos baru pada Grape.
"pakaian!? untuk apa? aku punya banyak, kenapa harus boros hanya untuk pakaian?" ucap Grape dengan nada datar.
Elton menepuk jidatnya sendiri, dibodohi di depannya itu sedang mencari masalah sendiri. Padahal Cherry dengan semangat membawa benda itu padanya.
"Bodoh!" umpat Elton sambil geleng-geleng kepala menatap kelakuan Grape.
Cherry berubah menjadi murung, dia cemberut setelah mendengar kata kata datar pria itu padahal dia benar benar semangat membeli pakaian itu untuk suaminya.
"cih... ya sudah kalau gak mau!!" ketus Cherry sambil memanyunkan bibirnya, dia tampak sedih karena Grape menolak barang pemberiannya.
Grape merutuki dirinya sendiri, niat ingin dekat dengan istrinya malah mengeluarkan kata kata kasar dan dingin.
"Siapa bilang gak mau, dasar cengeng!" ejek pria itu sambil mengambil kedua kaso itu dari Cherry dan menggenggam keduanya dengan erat.
"Gak usah nangis, aku akan pakai," ucap Grape.
"Tadi katanya gak mau, dasar suami durhaka!" kesal Cherry.
"Semangka kecil diam saja!" balas Grape dengan jahil sambil menatap ke arah dada Cherry dengan tatapan jahil.
Cherry menyilangkan kedua tangannya di depan dada," ihhh mesum!!!" teriak Cherry dengan mata terbelalak.
Elton resah, dia pergi dari sana," nasib jadi jomblo, ni pasangan rada gila ya? " .
"Grape, Elton tolong!!!!" pekik seseorang dari luar rumah .
.
.
__ADS_1
like, vote dan komen 🤗