
“ Philip, apa kau yakin kita ke rumah orangtuaku sekarang? Aku takut terjadi sesuatu,” tanya Bella dengan wajah khawatir.
Bella dan Philip berada di dalam mobil hendak berangkat menuju rumah keluarga Bella. Pasangan baru ini memilih tinggal terpisah dari keluarga Cornelius muda karena mereka sudah punya keluarga mereka sendiri. Hanya saja, setiap hari pasti keduanya datang ke rumah Grape dan Cherry untuk menemui mereka.
Rencananya Philip dan Bella akan menemui keluarga wanita itu hari ini, dan menyelesaikan masalah dengan keluarga Bella.
Philip sadar kalau istrinya memiliki trauma besar, masa lalu Bella yang menyakitkan membuat gadis itu menjadi orang yang berhati lemah dan mudah menangis.
“ Jangan panggil Philip lagi, ganti panggilanmu, aku kan suamimu...” kesal Philip sambil mengerucutkan bibirnya menatap Bella dengan kesal.
Bella memutar kedua bola matanya,” dasar cerewet, yang aku tanya belum dijawab, ini malah nyuruh yang lain, kamu ini bagaimana sih... jawab dulu yang tadi, satu satu bahasnya...” kesal Bella.
“ Gue gak mau Sayang, harus diganti dulu itu sebutan sama pak suaminya baru gue jawab pertanyaan lo yang tadi honey bunny swety...” seloroh Philip sambil mencubit gemas kedua pipi Bella.
“ Huhffff... ini resiko menikah sama tukang lawak, ada ada saja mintanya, dasar lampu neon ngeselin iiihhh...” Bella berdecak kesal , niat hati berbicara serius, nyatanya suami menyebalkannya malah mengajak bercanda.
“ Ganti dulu..” ucap Philip kekeh dengan prinsipnya.
“ baiklah baiklah sayang,baby , babe, cintaku, suamiku... sekarang jawab aku ,kamu beneran mau ke rumah ? aku takut... serius ini.. aku beneran takut, bagaimana kalau orang itu ada disana, dia mungkin...mungkin akan ...
Greppp..
Philip menarik istrinya ke dalam pelukannya,” kita sudah sah kan jadi gak apa apa aku peluk terus..” celetuk philip.
Bella mendengus kesal, namun sedetik kemudian rasa kesalnya berubah menjadi rasa tenang, karena pelukan Philip berhasil membuatnya merasa aman dan nyaman apalagi tangan Philip mengusap pucuk kepalanya, hal yang sangat disukai oleh Bella.
“ Sayang tenang dong, jangan takut, kan sudah punya suami sekarang, kamu harus tenang dan andalkan aku untuk mengatasi masalah ini, sekarang kamu gak sendirian, kamu punya suami yang siap dukung kamu, jangan berubah jadi Bella yang suka depresi aku gak suka, lebih baik kamu banyak ngomel dan marah marah karena aku kerjain terus daripada kamu nangis dan ketakutan, itu membuatku tersiksa,” ucap Philip.
Dia membuat istrinya kembali mendapatkan kepercayaan diri, membuat bella kembali merasa bahwa dia memiliki seseorang yang bisa dia andalakan untuk menghadapi orangtuanya, dia memiliki tameng perlindungan yang siap menjaganya setiap waktu.
“ Iya.. iya.. terus bagaimana dong kita, gimana kamu akan menghadapi mereka nanti? Mom dan Dad orang yang keras kepala, aku takut mereka akan memisahkan kita.” Ucap Bella.
Philip menghela nafas,” dasar bebal kamu ya, belum yakin sama suami sendiri, kamu ini bagaimana sih.. masa iya mau dikalahkan sama orang lain, kamu kan Bella, cewek yang selalu menang dan punya banyak Cara untuk menyelesaikan masalah, jangan nyerah dong... apa aku menikahi Bella yang salah hmm? diamna si Bella bar bar? Dimana mak lampir tukang marah itu...” oceh Philip panjang lebar.
“ hahhaha.. iya deh iya.... maaf, aku Cuma khawatir, “
__ADS_1
Cup...
Philip mengecup kening istrinya dengan penuh kelembutan,” kamu pasti bisa, lawan mereka seperti kamu melibas habis klien klien gila kita, kamu kan jago berdebat, gunakan mulut rempongmu ini buat mengomeli mereka..” ucap Phiip sambil menunjuk bibir istrinya.
Bella teratwa terbahak bahak, Philip selalu berhasil mengembalikan moodnya yang sudah hancur berantakan kembali menjadi normal lagi.
“ baiklah baik sayang, akan kubuktikan pada mereka kalau aku juga bisa melawan!" seru Bella dengan semangat sambil menaikkan kedua tangannya.
“ nah begitu dong sini cium dulu disiini..” ucap Philip sambil menunjuk Pipinya.
“ nggak mau..” ucap Bella.
“ loh?” Philip menatap istrinya,” maunya cium disini..” ucap wanita itu sambil menarik kepala suaminya dan mencium bibir Philip berkali kali.
“ Terimakasih sudah hadir dalam hidupku sayang , aku sangat .. sangat ... sangat dan sangat mencintaimu..” ucap Bella.
“ Aku juga babe.. aku bersyukur jatuh cinta pada perempuan yang tepat,” ucap Philip dengan sisi dewasanya yang berhasil membuat seorang Bella berbina-binar.
“ Lau gimana dengan kamu?” tanya Bella,” apa sudah bisa menghadapi mereka? Orangtuamu? Kalau mereka tahu kamu sudah menikah apa yang akan mereka lakukan?” tanya Bella.
“ Pffthhh apa apaan itu? Sayang kamu ada ada saja, apa mereka akn percaya itu?” tanya bella sambil teratwa.
“ Tentu mereka tak bisa percaya dengan mudah, tetapi koelga bisnis kita tahu siapa kamu, dan aku sudah mencari tahu perempuan yang dijodohkan padaku, kau mungkin akan terkejut jika tahu siapa yang dijodohkan padaku, tapi aku yakin ayah dan ibumu bahkan orangtua setan itu akan menyerah setelah tahu kita menikah,” ucap Philip sambil mengemudikan mobilnya.
Bella menyerngitkan keningnya,” kamu melakukan apa sih? Aku kok gak tahu?” tanya Bella.
Philip tersenyum, dia mengecup punggung tangan istrinya ,” nanti kamu juga bakalan tahu, Cherry dan Grape yang bantu mempersiapkan semuanya, kamu bakalan tahu sayang, tenang saja,” ucap Philip.
Dengan rasa penasaran yang besar di dalam hatinya, Bella mengikuti suaminya menuju rumah keluarganya dengan menggunakan GPS, pria itu mengikuti alur sesuai alamat yang disebutkan oleh Bella.
Philip menatap lurus ke depan, “ tak akan kubiarkan rencana busuk kalian menghancurkan rumah tanggaku dengan istriku, manusia munafik seperti kalian tidak akan kubiarkan hidup dengan tenang, cam kan itu..”
Philip mengalami perubahan mental yang besar sejak kehadiran Bella, setelah pernikahan mereka dilaksanakan dan keduanya saling terbuka tentang hidup dan masa lalu mereka, keajaiban menghampiri Philip. Rasa takut dan traumanya perlahan disembuhkan dengan cinta yang tak terbatas yang diberikan oleh Bella kepadanya.
Berbicara dengan Grape dan Cherry juga membuat pikirannya terbuka, dia menjadi lebih dewasa dan siap menjadi seorang kepala keluarga yang melindungi keluarganya .
__ADS_1
Sementara mereka melaju menuju rumah keluarga Bella, Grape, Cherry dan juga Elton sedang berkutat di depan komputer. Anak-anak belum pulang sekolah, sedang Bian dan Azura tengah menjamu orangtua Azura yang datang berkunjung.
“ Sayang apa perlu kita publikasikan siapa sebenarnya pria yang dijodohkan pada Bella?” tanya Cherry yang sudah menemukan informasi penting tentang pria yang dipilih oleh keluarga Bella.
“ Jangan, itu akan mempengaruhi Bella nantinya, jelas Bella punya trauma dengan pria itu,jika diungkap maka hanya akan membuat Bella sakit, kita gunakan cara lain,” ucap Grape.
“ Jangan repot memikirkan pria bajingan itu, aku akan menghubungi beberpa orang yang pernah berhubungan dengannya , kita akan saksikan drama pelik ini secara langsung, aku sangat ingin melihat pria itu dihajar oleh orang orang itu..” ucap Elton dengan senyuyman menyeringai, aura Elton benar-benar belakangan ini, dia jadi lebih pendiam dan tak banyak bertingkah, berubah jadi pria dingin sejak berbicara dengan Bian dan Dante hari itu.
“ kak.. ada apa denganmu kau berbeda? Ada apa?” tanya Cherry dengan wajah khawatir.
“ aku tak apa Cher.. kita kerjakan saja dulu ini, nanti dibahas, aku sangat ingin menghajar bajingan sekarang ini,” ucap Elton sambil mengepalkan kedua tangannya.
“ Sayang.. kakak..” bisik Cherry.
“ tenanglah, pasti terjadi sesuatu dengannya, kak Rania juga murung akhir akhir ini, kita selesaikan saja dulu masalah Bela dan Philip, “ ucap grape sambil mengusap punggung istrinya dengan lembut.
Sementara itu Elton menatap layar komputer dan membajak semua data dari orang ornag yang mengganggu Philip dan Bella seperti orang kesetanan, semua aib dari masa lalu dan hal hal memalukan dia ambil datanya dan kumpulkan.
“ Mampus kalian.. mampus kalian bajingan... arkhhh sial.. sial.. sialan.... kenapa aku selalu tidak beruntung sialan... sialan”
Brakk...
Tiba tiba Elton menggebark meja dengan wajah marah dan nafas yang naik turun.
“ ya ampun kak ada apa?”
“ Elton kau kenapa? Membuat terkejut saja...” Cherry dan Grape terkejut bukan main saat mendengar suara keras itu.
“ ahh hahhaha.. maaf.. aku terlalu bersemangat,” ucap Elton sambil tertawa.
.
.
.
__ADS_1
Like, vote dan komen