Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
266 Marilyn Monroe


__ADS_3

Sraaaakkkkkhh


Dokumen yang baru diantarkan Sarah ke ruangan Lia berhasil membuat perempuan itu mengamuk dan berteriak kesal.


Kertas-kertas itu berhamburan di atas lantai, wajah wanita itu kesal dan marah dengan jadwal baru yang disusun oleh Dante tanpa melibatkan dirinya.


Sesuai perintah Dante, seluruh jadwal harus diikuti sesuai perintah pria itu, bahkan seluruh departemen sedang dibuat sibuk dengan perintah mendadak dari pria itu.


Semuanya tengah dibuat kelabakan dengan pengumuman dadakan bahwa sang Presdir meminta laporan tiap departemen ketika hari sudah siang, dan ini memaksa mereka untuk kerja lembur hari ini.


"Sialan, beraninya dia mengubah semuanya tanpa seijinku, kenapa seenaknya, memangnya dia siapa hah!!!" teriak Lia kesal, dia menginjak-injak dokumen itu seolah dia sedang menginjak-injak wajah Dante.


"Bukannya hak Presdir melakukan ini? menurut saja, dasar pembangkang!" ucap Stevani dengan trik adu domba yang sedang dia mainkan.


"Setvani, jangan sembarangan, kau ini memihak siapa hah!???" Lia menatap tajam ke arah gadis itu.


Hanya senyuman licik yang muncul di wajah Lia, tanpa menjawab dia keluar dari ruangan milih Lia," Pokoknya serahkan laporan kinerjamu besok di meja Presdir, jika tidak maka karirmu akan berakhir, itu yang dia sampaikan," ucap Stevani dengan bibir tersungging melirik Lia.


Lia mengeraskan rahangnya, ruangan serba putih yang awalnya rapi itu malah hancur berantakan karena ulahnya sendiri.


" Beraninya kau bermain api denganku Stevani, tidak ada seorang pun yang boleh mengganggu gugat jadwal yang telah kubuat, kalian semua yang ada di perusahaan ini harus mengikuti kemauanku, hanya aku yang pantas memimpin grup ini!!!" geram Lia sambil mengepalkan kedua tangannya.


Perempuan berpenampilan sangat mencolok dengan gaun super ketatnya itu mengambil ponselnya. Tangannya yang dibalut dengan sarung tangan menghubungi beberapa nomor sambil tersenyum licik seperti ular beludak yang sedang merencanakan sesuatu yang besar.


Penampilannya sangat elegan, dia mengambil karakter antagonis dengan sangat baik. Rambutnya disini bak rambut Marilyn Monroe namun versi panjang, lipstik merah merona, make up bold dan pakaian berkilauan yang terlalu mencolok, sepertinya perempuan ini memiliki obsesi gila dengan penampilan.


Sejak kehadiran di pembuat onar, dia berkali kali mengganti gaya berpakaiannya, mencoba dan bereksperimen dengan tubuhnya sendiri agar terlihat cantik dan mendominasi untuk membuat orang-orang menurut padanya.


"Halo tuan Leonardo," Suaranya begitu lembut dan mendayu seolah sedang mencari perhatian dan merayu lawan telepon nya.


" Ahahhahahahha.... sudah lama ya tidak berbincang, begini.....


Lia dengan segala niat busuknya merencanakan sesuatu yang besar yang akan membuat Dante hancur untuk selamanya. Keserakahannya telah membawa dia ke jalan yang salah.


Sementara itu Stevani yang sedang berjalan di lorong perusahaan tersenyum licik setelah keluar dari ruangan itu," Adu domba adalah teknik para penjajah di jaman penjajahan, bodohnya orang orang ini yang malah dengan mudah diperdaya, hahahah... tidak kusangka taktik adu domba masih berlaku dan berhasil sampai saat ini," gumam gadis itu sambil masuk ke ruangannya.

__ADS_1


Dia duduk di kursinya sambil menata layar komputer yang menunjukkan peta wilayah perusahaan Laurent grup dan seluruh cabang perusahaan nya,"dengan begini, bukan tidak mungkin aku mencari perhatian para pemegang saham untuk pemilihan ulang bukan?" gumam gadis itu sambil tersenyum licik.


Dia mengeluarkan sebuah kotak putih dari dalam lacinya.


klak...


Kotak itu dibuka, serbuk hitam yang sangat banyak tersimpan dengan rapi di dalamnya. Stevani mencium benda itu sambil tersenyum," hmmm... perlahan lahan kau akan mati... mati dengan cara yang sama hahahha... dan semuanya akan kuambil, semuanya akan jadi milikku bukan pria cacat tidak berguna seperti dirimu!" gumamnya.


Tangannya yang diisi dengan cincin berlian, mengambil kotak hitam berukuran kecil, mengeluarkan satu isinya dan menyalakan pematik apinya.


Dengan mengisap rokok hitamnya, dia duduk bersandar di kursi dengan kakinya naik ke atas meja, dengan pelan dia membuka kancing kerah kemeja," huffthhh panas, aku tidak suka memakai pakaian sialan ini!!" umpat Stevani sambil membuka semua kemejanya dan tampaklah hanya bra yang dia pakai.


Matanya yang tajam dan licik seperti ular menatap benda pipih di tangannya," Aku ingin bermain lagi hari ini, ummhhh... sentuhannya membuatku gila... haruskah ku panggil dia ke ruangan ini? hah jangan, bagaimana kalau ada yang melihat kami bercinta disini hahahhaha... mereka pasti akan syok bukan hahahahha...."


Perempuan ini justru lebih misterius, dia memilik berbagai sisi yang tidak pernah dilihat oleh orang lain. Semuanya sangat berbeda dengan bagaimana dia dulu dan sekarang.


"Pada akhirnya, semua orang akan bertekuk lutut di bawah kakiku, lihat apa yang akan kulakukan, semua ini pantas untuk kalian dapatkan!!" ucap Stevani.


Sementara itu di dalam ruangan kantor Dante, tiba-tiba pria itu batuk. Batuk yang sangat parah bahkan sampai membuat Sarah panik.


Dante batuk sampai wajahnya memerah, rasanya dadanya tiba-tiba sesak dan sakit.


" Akhh... uhukk.... Uhukk... "


" Dante ada apa denganmu!??" Sarah panik, dia mengusap usap punggung Dante dengan lembut.


" Hanya batuk saja, tak usah khawatir, ini bukan apa-apa kok," jawab pria itu seolah tidak terjadi apa apa dengan dirinya.


" Yang benar saja, kau lembur terus ya!? kena angin ? kenapa batuk mu sampai separah ini!!!??" Tanya gadis itu.


" Ahh masuk angin mungkin, aku sedikit stress beberapa hari ini," ucap Dante.


Sarah mengusap usap punggung pria itu, rasanya dia sangat khawatir dengan kondisi kesehatan Dante.


" Bagaimana dengan kakimu, apa itu nyaman?" tanya Sarah

__ADS_1


Dante menatap kakinya, memerah dan bengkak di bagian penyambungan dengan kaki palsunya.


"tidak, ini sakit dan bengkak, sudah satu tahun penuh tapi kondisinya semakin parah," ucap Dante.


"Bagaimana bisa? apa kau tidak kontrol tiap bulan?" tanya Sarah.


" Aku melakukannya, tapi dokter mengatakan bahwa itu bisa terjadi sesuai dengan tingkat kemampuan tubuh menerima obat," ucap Dante.


Sarah menatap kekasihnya, dia menarik wajah Dante," Aku tidak suka kau sakit, huh... kenapa dokter dokter itu tidak melakukan pekerjaannya dengan baik!?" Sarah berdecak kesal.


Dante hanya tersenyum, sedang Sarah menatapnya dengan intens.


" Tapi bibirmu sedikit menghitam Dante, apa kau punya penyakit yang lain!?" tanya Sarah curiga.


Dante menggelengkan kepalanya," tidak, aku baik baik saja," ucap Dante.


Tetapi kecurigaan Sarah semakin bertambah kalau melihat ujung Jari Dante yang menghitam, dan beberapa flek di kulitnya.


" Bisa kau buka kakimu, seperti nya itu tidak nyaman," ucap Sarah tanpa menyinggung.


Dante mengangguk," ini memang menyiksaku, sangat sakit jika dipakai," ucap pria itu sambil membuka kaki palsu yang dipasangnya disana.


"Tapi apa kamu tidak apa apa melihat kakiku yang buntung ?" tanya Dante.


" Nggak masalah, udah buka dulu," ucap Sarah


Dante melepaskan kakinya, namun saat dilepas betapa ter mereka berdua kala melihat warna kehitaman di ujung kaki Dante yang dipotong serta memar kebiruan di sekitar lingkar paham yang dibungkus alat penahan kaki palsu itu.


" Ya Ampun Dante kau terkena Racun!!!" pekik Sarah histeris.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2