Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
252


__ADS_3

Pikiran Sarah kalut kala memikirkan akibat yang bisa disebabkan oleh penggunaan obat per*ngsang apa bila kebutuhan hasrat itu tidak terpenuhi.


Rasa bersalah menyelimuti seluruh hati dan pikirannya karena meninggalkan Dante begitu saja hanya karena rasa kesal tanpa meminta penjelasan dari pria itu.


Dengan kecepatan tinggi dia membelah jalanan kota lalu melaju dengan kencang menuju hotel tempat Dante menginap. Kakinya yang jenjang dibalut pakaian kopralnya berlari memasuki hotel itu.


Semua orang yang melihatnya tentu saja terkejut melihat seorang tentara masuk ke dalam hotel sambil berari dengan wajah panik.


Rambutnya yang dikuncir kuda beterbangan kesana kemari . dia benar-benar panik setelah mendengar penjelasan Xaviar barusan.


“ bodohnya aku meniggalkan dia sendirian disana, kalau dia mati akan kacau... haihhh sialan..... “ dia merutuki dirinya sendiri.


Naik ke lantai ke sekian dia berlari menyusuri lorong lalu langsung membuka pintu dengan pass code yang dia ingat Dante masukkan semalam.


“ Dante....” Sarah langsung berhenti kala melihat pria itu berbaring di atas kasur dengan tangannya di atas kepala.


Gadis itu menatap seisi ruangan yang masih dalam keadaan yang sama, matanya tertuju pada kaki dan lengan Dante yang terluka.


“ Dante kau...” Sarah mendekati pria itu. Dia terkejut melihat perubahan warna rambut Dante yang sangat mencolok, matanya tertuju pada kaki dan lengan Dante yang terluka.


Wajahnya panik seketika saat mendapati pria itu bahkan tidak sadar kalau dirinya sudah masuk ke dalam kamar,” Ya ampun apa kau mati , hei bangun!!” Sarah langsung duduk di samping Dante dan memegang lengan pria itu.


“ Panas sekali... pria ini bodoh atau kehilangan kewarasannya , ada apa dengannya? Ahhhkkk salahku juga langsung pergi semalam...” gumam Sarah yang masih jelas di dengar oleh pria yang menutup mata karena kepalanya sangat sakit.


Dante menurunkan lengannya, dia senang karena Sarah datang walaupun dia hampir saja pingsan,” kau datang.. ahhhkkk kenapa lama sekali...” ucapnya smail menarik Sarah dan memeluk gadis itu .


“Lepaskan aku... kita harus ke rumah sakit, kenapa kau berdiam disini padahal tubuhmu demam, dan ada apa dengan warna rambutmu, bahkan matamu juga....” Sarah terbelalak.


“ Kau... ka.. kau sama seperti...


Sarah terkejut bukan main, jelas warna itu identik dengan Cherry dan Elton.


“ Iya.. aku bagian dari Alchemis...” jawab Dante dengan suara parau, tapi masih memeluk Sarah.

__ADS_1


“ Kenapa kau langsung pergi semalam? Jawab jujur atau aku tidak akan melepaskan mu... apa kau melihat foto gadis cantik itu?” tanya Dante dengan suaranya yang serak tapi tenaganya masih cukup kuat untuk menahan posisi Sarah tetap dalam pelukannya.


Sarah terdiam, pertanyaan Dante benar benar tepat sasaran, dia tak berbasa basi dan langsung pada intinya.


“ Jawab aku Sarah, kepalaku pusing, apa kau mau aku mati disini karena demam tinggi menunggu jawaban dari mu yang berpikiran dangkal ini?” ucap Dante dengan nada mengejek.


Sarah tentu saja sadar, kalau dirinya terlalu berpikiran pendek, padahal seharusnya dia tanya dahulu siapa perempuan itu dan tidak langsung membuat asumsi yang tidak jelas tentang Dante. Tapi yang namanya ego dan gengsi , bahkan seorang kopral pun memiliki itu.


Bagai di interogasi, Sarah hanya diam dan berusaha melepaskan pelukan Dante,” lepaskan aku...” ucapnya pelan.


“ Tidak akan, jawab dulu baru kulepas,” ucap Dante. Padahal kepalanya sangat sakit, tapi bisa bisanya dia masih memikirkan Sarah yang pasti salah paham dengan foto dan maksud kata kata di baliknya.


Sarah terdiam sejenak, egonya dan rasa cemburu membuatnya malu untuk mengakuinya.


“ Apa kau melihatnya semalam?” tanya dante.


“ Apa foto itu sesuatu yang seharusnya tidak aku lihat?” tanya Sarah dengan nada dingin. Dia tak lagi memberontak dan pasrah di peluk oleh pria itu.


“ ahhh jadi kau cemburu ya...” ucap Dante dengan nada menggoda padahal tangannya sudah mengusap usap kepala gadis itu.


“ Benar kau cemburu, dasar gadis ini, kau memiliki pemikiran pendek juga ya, sama seperti perempuan lain di luaran sana,”; ucap Dante.


“ Jangan samakan aku dengan perempuan perempuan yang kau temuai di luaran sana, kalau kau punya kekasih kenapa kau mendekatiku? Aku bukan tempat pelampiasan seorang pria yang tidak bisa move on dari mantannya, kalau kau punya kekasih lain jangan dekati aku dan jangan buat aku jatuh cinta pada perhatianmu...” ucap Sarah. Kali ini dia malah membuka kartu besar yangberusaha untuk dia sembunyikan.


“ ahhh aku tahu perasaanmu sekarang...” ucap Dante.


“ ck.. lepaskan aku.. aku datang kesini hanya sebagai bentuk tanggung jawab karena melihatmu dalam keadaan itu semalam, jangan harap kau bisa mendekatiku....” ucap Sarah yang lagi lagi termakan oleh egonya sendiri.


“ Dia ibuku..


Dante mengatakan kebenarannya dengan suara lirih.


Sarah terhenyak, ibu? Pikirnya. Bagaimana bisa Dante memiliki ibu semuda itu?

__ADS_1


“ yang benar saja dia terlalu muda menjadi ibumu,” ucap Sarah.


“ Ya.. dia memang terlalu muda saat dia meninggalkan ku setelah dilahirkan, itu foto terakhirnya sebelum mengandung diriku, sangat cantik kan? “ jujur pria itu . jelas kata kata Dante mengandung air mata yang tertahan, hanya bisa mengenang ibunya melalui foto tanpa tahu seperti apa sebenarnya sifat ibu kandungnya yang sangat cantik berdarah Alchemis murni itu.


Sarah terdiam. Rasa bersalah karena terlalu curiga dan dibodohi egonya membuat gadis itu malu pada dirinya sendiri, karena menuduh Dante yang tidak tidak.


“ Aku tidak pernah bertemu dengan ibuku sejak aku dilahirkan, aku tidak punya kenangan apa pun bersamanya tapi melihat foto dan mendengar penjelasan Papa tentang Mama Kiara membuatku yakin kalau dia adalah seorang ibu yang kuat dan memiliki sifat seperti dirimu, itu salah satu alasan aku jatuh cinta padamu,” jelas Dante.


Sarah tak bisa berkata kata mendengar penjelasan Dante. Pantas saja tanpa ada angin apa, Dante bisa langsung jatuh hati dengan Sarah. Karakter ibu yang ada dalam pikirannya, sesuai dengan penjelasan Ayahnya persis seperti karakter Sarah yang membuatnya jatuh hati.


Gambaran sang ibu dalam pikiran pria itu adalah seorang wanita yang menyukai hal ekstrim, suka tantangan, pemberani, ahli bersenjata, keras kepala dan sedikit berpikiran pendek di balik wajahnya yang cantik dan lembut, sama seperti Sarah.


“ Maaf...” ucap Sarah dengan rasa bersalah yang besar, seharusnya dia bertanya terlebih dahulu dan tidak menyimpulkan begitu saja. Ternyata dia malah menyinggung masa lalu Dante yang menyakitkan.


Dante memutar tubuhnya, membuat dirinya dalam posisi berhadapan dengan Sarah. Manik biru tua itu menatap wajah Sarah dengan intens. Jantung Sarah dibuat hampir meldeak dengan tatapan seteduh lembayung samudera itu.


“ Aku... jatuh cinta pada pandangan pertama padamu... jujur saja.. kau membuatku merasa bahagia hanya dengan menatap wajahmu.. hanya saja...” dia mengusap wajah Sarah,” kau ini sangat sulit dimengerti dan sulit ditebak,” ucap pria itu.


“ Sarah...” panggilnya dengan suara lembut.


“ ya.. ya?” jawab gadis itu dengan gugup, tanpa sadar wajahnya memerah.


“ Maukah kau mengajariku tentang bagaimana cara mencintaimu dengan benar? Mengajariku tentang siapa dirimu dan mengajariku bagaimana aku harus memperlakuanmu? Aku ingin mengerti semua tentangmu, baik burukmu, kebiasaanmu, sifat mu bahkan keras kepalamu... maukah kau menjadi kekasihku?” tanya Dante dengan lembut.


Sarah terhenyak, hatinya berbunga bunga, kata kata manis dan lembut itu berhasil memenangkan dirinya.


“ Aku...


.


.


.

__ADS_1


Like, vote dan komen


__ADS_2