Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
45


__ADS_3

“ Cherry sayaaaang… kamu banguuunn…..” teriakan melengking dari Bella si gadis cabe rawit terdengar menggelegar di sepanjang koridor rumah sakit itu. Di akhir pekan yang baru ini akhirnya Bella dan Alesha bisa datang ke rumah sakit setelah dibuat sibuk sesibuk sibuknya oleh si presdir gila yang memerintahkan mereka untuk mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus dalam waktu yang bersamaan.


Bella di kirim ke lima Negara hanya dalam waktu satu hari, gadis cantik itu terbang dengan pesawat pribadi miik Philip hanya untuk berburu kain segitiga favoritnya. Bella harus menerima nasibnya sebagai asisten pribadi sekligus sekretaris pria gila yang setiap hari selalu menyusahkan dirinya dengan menyuruhnya melakukan banyak pekerjaan sekaligus , sungguh apakah kepala pria itu sedang tidak beres atau dia memang sengaja membuat Bella jengkel?


Lain hanya dengan nasib Alesha yang harus berakhir sepanjang malam begadang di dalam kantor Phoenix bersama tim 1 bagian pemasaran setelah presentasi hancur hancuran yang tentu nya dikritik habis oleh Philip. Entah setan apa yang merasuki Alesha yang biasanya selalu sempurna dalam pekerjaannya tiba tiba lupa membawa flashdisk file presentase yang sudah dia rampungkan sehingga bahan presentasi yang mereka rapatkan hari kemarin adalah bahan presentasi yang belum di edit.


Sungguh apes memang nasib kedua gadis yang bekerja di bawah kepemimpinan Phoenix grup si pria penuh skandal dan terkenal sebagai pecinta kolor itu. Setelah melewati neraka yang begitu panas dan menjengkelkan kedua manusia itu akhirnya bebas setelah pekerjaan mereka selesai dan akhir pekan pun tiba.


Bella berlari dengan wajah bahagia seolah dia baru lepas dari dalam penjara yang menyiksa dan kejam. Dia menatap Cherry yang sedang dibawa dengan kursi roda oleh Elton dengan Grape yang juga duduk di kursi roda dengan Phineas di belakangnya. Mereka berempat sedang berkeliling di tengah siang hari yang cerah ini.


Philip dan Rania jangan ditaya, kedua orang itu sedang sibuk menyembunyikan diri mereka dari Bella dan Alesha yang pastinya mengenali mereka berdua. Philip jelas karena dia adalah atasan kedua gadis itu tetapi Rania bersembunyi karena dia pernah kepergok sedang bersama Viona dan keluarga Raharja oleh Bella, otomatis Bella tau siapa Rania dan akan membongkar jati dirinya sebelum waktunya, untuk bejaga jaga dia memilih pulang ke rumah untuk menyaksikan Viona yang sedang di siksa oleh Bian.


Sedangkan Philip memilih hengkang dari rumah Sakit dan bertelur di ruang bawah tanah rumah sederhana mereka, dia dengan asiknya memantau pergerakan harga saham terutama harga saham sebuah perusahaan baru yang sedang diincar oleh Philip .


“ Sayang kenapa kau berteman dengan radio rusak rusak itu sih? Suaranya sangat tajam dan melengking, apa kau tidak kesulitan berteman dnegan mereka?” celetuk Grape sambil menatap Cherry.


“ hahaha… justru aku pengen tanya hal yang sama untuk kamu, gak capek berteman sama kak Elton si kadal gurun, kak Phineas yang kaku dan dingin ini, kak Philip yang kadang waras kadang nggak dan menghadapi kak rania yang sebelas dua belas dengan Philip dan Elton,” celetuk Cherry.


“ ya nggak, itu kan sifat natural mereka, justru sifat mereka itu yang buat aku betah,” jawab Grape dengan gamblang.


“ Nah justru karena itu dodol dia mau temenam sama radio rusak rusak dan kembarannya si Siberian husky ini, kalau gak nyaman mana mungkin dia mau temenan sama manusai aneh itu, iya kan dek? ,” celetuk Elton sambil menatap Bella yang melompat lompat seperti anak ekcil dengan begitu girangnya.


“ Nah kak Elton benar tuh Grape, karena nyaman makanya aku bertahan bersama mereka,” ucap Cherry sambil menatap si bar bar Bella dan si pendiam dan cuek Alesha yang sedang berjalan menuju mereka. seketika hati Cherry bagai teriris saat menginagt kenangan mereka bersama Sarah dulu.


“ Formasi kami tidak lengkap, Sarah… Sarah dia berubah…” gumam Cherry yang masih bisa didengar oleh ketiga pria itu.

__ADS_1


“ Cher..” panggil Grape sambil menggenggam tangan istrinya, Cherry menoleh sambil tersenyum lemah, mengingat Sarah selalu berhasil membuat mood gadis itu benar benar anjlok. Dia sangat sedih dngen kenyataan kalau Sarah sudah berubah.


“ Ada apa Cherry?” tanay Phineas.


“ Nggak apa apa kok kak, aku hanya merindukan Sarah sahabatku tapi dia berubah,” ucap Cherry jujur.


Di saat yang sama Bella tiba ke tempat mereka sambil tertawa dengan wajah sumringah dan menenteng makanan favoit sahabatnya,” Cherry aku dan Lesha datang akhirnya bisa lihat kamu setelah kamu sadar, maaf baru datang sekarang, aku dibuat kerepotan, kamu baik baik saja kan? Ini aku bawakan kue bluberry kesukaanmu, dan ini ada sup , Lesha yang masak bukan aku hehehhe...” cerocos Bella yang duduk berlutut di depan kaki Cherry tanpa malu dan langsung memeluk gadis itu dengan sangat erat .


“ eglhhh Bell lukanya belum kering... jangan tepuk tepuk...” ucap Cherry dengan suara tercekat sambil menahan sakti di pnggungnya karena ulah Bella yang memeluknya terlalu kencang.


“ Ehhh si gadis cabe rawit, tangan di jauhin neng kau menyakiti adikku...” gerutu Elton sambil menarik tangan Bella dari tubuh Cherry.


“ Kalau gak bisa hati hati jangan asal peluk, lukanya masih belum kering, jangan sembarangan, kalau nggak nanti makin parah!" kesal Phineas sambil memeriksa punggung Cherry. Mereka berdua langsung berubah menjadi kakak laki-laki yang posesif.


Grape dan Cherry terkekeh melihat kelakuan kedua orang itu.


"Kalau gak mau diatur gak udah temui Cherry, lukanya bisa terbuka lagi!" kali ini Grape ikut angkat bicara, nada tegas dan tatapan mata tajam membuat Bella menenggak salivanya dengan kasar.


Bella melirik Cherry sambil merinding ngeri," Cher kamu punya bodyguard sebanyak ini mau ngapain, aku peluk aja mereka udah ngamuk, jadi takut ihhh!!!! posesif banget!!!" celetuk Bella sambil melirik mereka dengan tatapan takut.


"Bel yang mereka katakan benar, kamu yang terlalu erat meluk Cherry, udah tau punggungnya terluka bisa bisanya kamu peluk dia kayak meluk bantal guling, yang ada kamu dijadiin daging guling!" tukas Alesha sambil menarik Bella.


"Hahaha... sudahlah, Bella, Alesha terimakasih sudah mengunjungi ku disini, kata Grape kalian datang satu hari yang lalu maaf aku gak tau," ucap gadis itu sambil menatap kedua sahabatnya.


"Nggak apa-apa, lagian kita sibuk, pekerjaan di kantor agak padat, bagaimana kondisimu?" tanya Alesha.

__ADS_1


"Aku sudah membaik, kau lihat sendirian mereka jagain aku kok, " ucap Cherry sambil tersenyum.


"Syukurlah," ucap Alesha singkat.


Cherry menatap wajah Alesha, dia merasa kala akhir akhir ini gadis itu semakin murung dan lebih pendiam.


"Lesha, kamu baik baik saja kan?" tanya Cherry tiba-tiba.


Mendengar pertanyaan Cherry sontak membuat Alesha terdiam sejenak seperti terkejut.


"Emangnya lesha kenapa? dia baik baik aja tuh Cher, gak kenapa kenapa kan sha!?" celetuk Bella.


Alesha menatap Cherry dia tersenyum," iya Aku gak apa apa kok," ucap Alesha.


"Cih... pembohong!" ucap Phineas dengan lantang yang membuat mereka semua menoleh pada pria itu.


"Ada apa denganmu?" tanya Grape.


"Nothing, hahah....


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2