Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh

Setan Kecil Tuan Muda Lumpuh
93


__ADS_3

Mereka semua melongo melihat betapa marahnya Cherry saat ini. Tubuhnya gemetar, tetapi bukan gemetar karena ketakutan melainkan karena amarah yang telah mencapai batas ubun-ubunnya. Rasa dendam dan kebencian yang dia ingin lampiaskan akhirnya keluar saat ini.


Gadis itu melayangkan tiga pukulan telak di wajah Nyonya Amira bahkan sampai membuat wajah wanita itu membengkak dan terluka parah akibat tindakan gila Cherry yang dengan sengaja memukul wajah nyonya Amira saat tangan kanannya memakai cincin dengan mainan tajam yang berhasil menggores wajah wanita itu.


"PEMBUNUH BERENGSEK, MATI SAJA KALIAN!!!" pekik gadis itu. Dia telah kehilangan akal sehatnya sampai bertindak di luar rencana, marah dan kesedihannya tentang tragedi yang mereka alami dia salurkan melalui kemarahannya saat ini.


Dia melampiaskan semuanya di depan Viona, Nyonya Amira dan Tuan Raharja serta keluarganya.


"Cherry apa yang kau lakukan pada mommy ku!!!" pekik Viona yang berdiri hendak menyerang Cherry namun dalam sekejap hak yang tak pernah dia bayangkan terjadi pada dirinya.


Brukhhh... bughhh


Cherry menendang perut wanita itu sampai dia terjerembab ke atas lantai.


"Diam kau sialan, aku akan menghabisi kalian dengan tanganku sendiri, kalian membunuh Mommyku arrkhhh semua karena ulah kalian, kenapa kalian datang ke hidup kami!!!!! ini semua karena ulah kalian!!!!" Cherry menangis histeris ditemani kemarahan yang berapi-api.


Rasa sakit yang dia tanggung selama ini membuatnya benar benar meledak bagai bom waktu yang tak bisa diperkirakan kapan akan meledak.


"Mati kau!!!" pekik gadis itu, dia mencekik nyonya Amira sekuat tenaga, duduk di atas tubuh wanita itu dengan kemarahan yang berapi-api.


Elton tak sanggup melihat adiknya seperti itu, dia menarik Cherry dan langsung memeluk gadis itu agar dia tenang dan tidak melakukan hal yang akan membuatnya menyesal nantinya.


"Lepaskan aku!!!!" suara Cherry begitu melengking di telinga, dia menangis, marah dan kesal. Gadis itu tak kuat, dia hancur mengingat kejadian mengenaskan serta semua perbuatan nyonya Amira pada dirinya selama dia tinggal dalam lingkaran setan keluarga Raharja.

__ADS_1


Hidup berjuang hanya untuk melakukan balas dendam atas kehancuran keluarga nya. Dia menangis tersedu-sedu. Hatinya hancur, rasanya sangat menyedihkan. Mereka semua menatap Cherry dengan tatapan sedih. Gadis itu, mereka tak ingin membawanya ke rumah kosong ini, tetapi Cherry memaksa, dia ingin menyelesaikan semua dendam masa lalunya dan hidup bebas dari semua kemarahan dan Kungkungan balas dendam yang menghancurkan hidupnya secara perlahan-lahan.


"Beri mereka suntikan itu!" titah Grape. Tatapan mata pria itu mengatakan segalanya, dia marah dan kesal melihat istrinya dalam keadaan hancur seperti saat ini.


Phineas dan Sarah mengeluarkan alat suntik berisi cairan yang sama dengan cairan yang mereka suntikkan pada tuan Raharja.


mereka berdua menginjeksikan cairan itu ke tubuh kedua wanita licik yang menjadi dalang kehancuran banyak orang. Perbuatan keji mereka ada banyak orang bahkan para pelayan lama rumah Alchemis yang mereka bunuh tanpa sepengetahuan siapa pun karena mengetahui rahasia besar mereka, memusnahkan bukti dan melakukan kebohongan publik.


Suntikan yang akan membuat otak mereka bekerja tiga kali lipat, bukan membuat mereka cerdas tetapi membuat mereka gila setelah semua yang mereka lakukan selama ini.


Mereka yang menjadi korban diberi kemenangan dengan diberinya hukuman mati pada ketiga manusia jadi-jadian iblis yang membuat hidup semua orang menderita.


Grape dan yang lainnya keluar dari ruangan itu. Meninggalkan keluarga Raharja disana dengan semua dendam yang telah dibalaskan. Nama keluarga Alchemis dan keluarga Cornelius telah kembali dan semua kesalahan telah dibersihkan.


Namun tiba-tiba tatapannya menjadi kabur, dia melihat sosok semua orang yang dia bunuh di dalam kamar itu.Berdiir menatapnya dan mengajaknya untuk ikut bersama mereka. seketika pikiran pria itu menggila.


"Arrkhh pergi kalian, Kubilang pergi kalian!!!" pekik Pria itu mulai menggila karena efek obat yang disuntikkan padanya.


Mendengar teriakan tuan Raharja, nyonya Amira dan Viona saling menatap ketakutan. seketika pikiran mereka dibeli itu dengan ketakutan akibat ulah mereka sendiri. Nyonya Amira melihat Versha di hadapannya, dia melihat Viona sebagai sosok Versha dan hal itu membuatnya gila.


Sedang Viona melihat sosok nyonya Amira sebagai Sarah yang dia ancam dan hampir bunuh hanya untuk melakukan semua rencana jahat nya.Gadis itu tiba tiba berteriak histeris dan marah, bukan hanya wajah Arah, dia melihat wajah Cherry, Orang orang yang pernah dia sakiti, sia melihat wajah wajah itu dan berhasil membuatnya marah.


"Arrkhhhh pergi kalian!!!" pekik gadis itu sambil menyerang nyonya Amira dengan brutal. Sama halnya dengan nyonya Amira dia menyerang putrinya sendiri, begitu pun dengan tuan Raharja yang menggila. Ketiga orang ini akhirnya saling menyerang, dan tidak tau entah sampai kapan mereka akan seperti itu di tengah hutan belantara yang dikelilingi dengan hewan hewan liar yang siap menerkam mereka.

__ADS_1


Keinginan serakah sampai menghilangkan nyawa orang lain demi mewujudkan keinginan mereka berhasil membawa orang - orang itu dalam kehancuran untuk selamanya. Rasa rakus dan serakah membuat mere hancur dan tak bisa kembali dengan penyesalan yang telah terjadi.


Sementara orang-orang itu menggila di rumah itu, Cherry masih menangis histeris dalam pelukan kakak laki-lakinya. Rasanya sangat sakit dan pedih. Rasa itu kini dia keluarkan dalam tangisan pilu di dalam pesawat pribadi mereka yang mereka pakai untuk tiba di tempat itu.


Elton memeluk adik nya dengan erat, dia tau rasa sakit itu, rasa dendam dan sedih yang bertumbuh bertahun tahun. Tak tau kapan harus melepaskan kebencian itu.


"Kaaak... huwaaaa.... Mommy Versha... hiks hiks hiks.... akhhhhhh....." Tangisannya begitu pilu. Bahkan Rania dan Sarah ikut menangis.


"Tenang sayang, semua sudah berakhir, mereka telah mendapatkan hukuman yang layak, semuanya sudah berakhir," ucap Elton sambil memeluk erat adiknya. Dia juga menangis, rasanya sakit melihat adiknya begitu menderita.


"Ahh..... ini membuatku ingin menangis!" ucap Philip sambil menatap ke arah lain. Phineas dan Bian juga demikian. Rasanya sangat sesak sekaligus ada sedikit rasa lega karena semuanya telah diselesaikan dengan orang-orang jahat itu.


Grape menatap istrinya, rasanya ingin dia berdiri dan memeluk Cherry, tapi apa daya, kekurangannya menjadi penghalang terbesar baginya. Rasanya ingin memberikan Viona hukuman yang lebih kejam tetapi tak ada gunanya karena semua telah terjadi.


"Aku masih saja tidak berguna," gumam Grape yang masih dengan jelas di dengar oleh Phineas. Pria itu menepuk bahu Grape, dia yakin sahabatnya itu merasa buruk saat ini.


"Cepatlah sembuh jika kau merasa bersalah Grape, Cherry membutuhkanmu, kau harus kuat," ucap Phineas.


.


.


.

__ADS_1


like, vote dan komen 🤗


__ADS_2